25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Biarkan Bayi Memilih Hari Kelahirannya Sendiri

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
August 12, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

Dalam melakukan satu kegiatan banyak orang mempertimbangkan hari baik. Dalam menentukan moment dalam hidup pun orang kerap mempertimbangkan tanggal cantik. Misalnya 22-2-22. Artinya tanggal tanggal 22 bulan Februari tahun 2022.

Belakangan, bahkan banyak orang tua ingin dan bisa memilih hari atau tanggal tertentu untuk kelahiran bayi mereka.  Jika dulu semua orang tua yang sedang menunggu kelahiran anaknya berharap anaknya lahir sehat dan ibunya selamat, maka kini ada keinginan tambahan: si anak bisa lahir pada tanggal yang cantik.

Tanggal cantik bisa juga berhubungan dengan tanggal lahir orang tuanya atau tanggal lahir tokoh idola orang tuanya, tanggal mulai pacaran orang tuanya, atau tanggal yang dianggap punya kenangan yang amat romantis.

Ini bisa dianggap fenomena. Sering kita mendengar keinginan orang tua untuk kelahiran anaknya agar lahir pada hari dan tanggal tertentu yang dianggap cantik atau istimewa. Dan, kadang itu menjadi satu alasan kenapa persalinan yang dipilih adalah persalinan dengan operasi, selain juga alasan yang lain seperti takut sakit, atau bahkan dengan lahir normal dianggap akan merusak jalan lahir ibunya.

Operasi tentu tidak salah. Karena untuk alasan tertentu, operasi memang bisa jadi satu-satunya cara. Namun jika alasannya hanya untuk memilih hari dan tanggal kelahiran, maka sebaiknya keinginan itu bisa direnungkan kembali .

Banyak orang tidak sadar bahwa awal kehamilan, saat sedang hamil, dan proses melahirkan, adalah hal-hal mendasar yang dialami seorang bayi untuk hidupnya di di dunia di masa ke depan. Proses itu punya pengaruh terhadap kesehatan fisik maupun kesehatan psikologis, sosial dan spiritual sang bayi.

Proses dan waktu yang dijalani dari awal hamil dan proses melahirkan bahkan bisa menjadi dasar pertumbuhan dan perkembangan karakter sang anak ke depannya.

Daniel Goleman (2005) menyatakan bahwa setiap janin di dalam kandungan memiliki dua hal yang disebut signature strength (bakat baik) dan signature weakness (bakat buruk). Dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi, kedua dasar itu berkembang sangat dipengaruhi oleh pikiran, sikap, dan prilaku ibu yang sedang mengandung . Ketika saat hamil ibu senantiasa berpikir dan berprilaku baik atau positif, maka bakat baik (signature strength) itu akan dominan muncul, begitu sebaliknya.

Dalam kisah Mahabharata, dikisahkan Dewi Subadra, istri Arjuna, sedang hamil. Bayi yang dikandungnya adalah anaknya yang kelak bernama Abimanyu.

Saat hamil, Dewi Subadra mendengar dialog Arjuna dengan Kresna. Dialognya membahas tentang strategi perang melawan Korawa. Saat itu diketahui, dalam perang nanti Korawa akan memakai strategi formasi Cakra Wahyu. Dan saat itulah Kresna menyampaikan strategi bagaimana cara bisa masuk ke formasi Cakra Wahyu yang diterapkan Korawa.  Pada bagian itu Dewi Subadra ikut mendengar.

Dan pada saat dialog membahas strategi untuk keluar dari cengkraman formasi Cakra Wahyu, Dewi Subadra tidak mendengarnya karena tertidur.

Seperti diketahui, saat Abimanyu dewasa ia turut berperang melawan Korawa. Ia  bisa masuk dan menembus pertahanan formasi Cakra Wahyu, tapi saat keluar ia tidak bisa dan Abimanya terbunuh.

Dari kisah itu, sering orang-orang tua kita di Bali berpesan bahwa pada saat hamil ini, seorang ibu sesungguhnya sedang miasa (mengendalikan diri) untuk selalu menanamkan sikap dan berpikir yang positif.

Pesan itu tentu saja benar. Karena apa yang dipikirkan, apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan seorang ibu hamil akan direkam oleh bayi dalam kandungannya. Benar dikatakan bahwa sekolah pertama dari bayi itu adalah ada di dalam kandungan, dan guru pertama dari bayi itu adalah ibunya.

Dan proses persalinan pun juga berpengaruh pada karakter sang bayi ke depannya. Dan sejatinya pada saat bayi itu mau lahir normal  dan melewati jalan yang sempit, sebenarnya bayi itu sedang berjuang untuk mendapatkan kehidupannya.

Dan dari proses melahirkan inilah sejak dini bayi dididik bahwa untuk mendapatkan kehidupan harus berjuang, sehingga ketika bayi itu besar maka kecendrungannya akan sangat menghargai proses dan siap berjuang untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. 

Karena itulah maka saya sebagai dokter kandungan selalu menyarankan ibu-ibu yang akan menjalani persalinan untuk siap dan mau berproses dalam persalinan normal. Bukan berarti operasi tidak baik. Operasi tetap baik apabila proses normal tidak memungkinkan dilakukan.

Dan sekarang justru muncul fenomena melahirkan dengan cara operasi dengan alasan mencari tanggal cantik dan hari baik untuk kelahiran sang bayi. Menurut saya, alasan itu kurang baik. Karena sejatinya waktu melahirkan yang baik itu adalah waktu yang sudah ditentukan oleh alam, dan sesuai hukum alam maka bayi bisa menentukan hari kelahirannya sendiri, tanpa harus dijadwalkan pada hari yang dipilih oleh orang lain.

Keyakinan saya, ketika kita bersandar pada alam, maka alam pasti akan berpihak pada kita.

Mari kita simak cerita kelahiran Drestarata, Pandu dan Widura yang memiliki kharakter berbeda-beda.  Hal ini sangat erat kaitannya dengan bagaimana sikap dan prilaku ibu saat proses pembuahan.

Saat Dewi Ambika (ibu dari Drestarata) menerima kedatangan Bagawan Abyasa, ia memejamkan matanya saat berhubungan suami istri karena takut melihat rupa yang menyeramkan, maka lahirlah Drestarata yang buta. Begitu juga saat Ambalika menerima kehadiran Bagawan Abyasa dengan wajah pucat karena ketakutan maka lahirlah Pandu dengan kondisi yang pucat. Berikutnya saat menerima Bagawan Abyasa dengan senang hati, gembira dan tidak ada pikiran negatif dalam hatinya maka lahirlah Widura yang bagus rupanya, suci hatinya dan setia kepada dharma.

Cerita itu memberikan pesan bahwa untuk membuat keturunan yang baik harus dimulai baik dari diri kita. Ketika landasan dan dasarnya baik atau unggul, maka akan lahir anak-anak yang berkualitas yang tentunya akan siap menghadapi tantangan hidup ke depannya yang tentunya juga semakin berat.

Untuk itu, jalani proses dengan baik. Beri landasan bagi sang bayi, mulai dari awal kehamilan hingga proses kelahiran.{T]

Tags: anak-anakdokterDokter Caputkehamilankesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Antitesis Dunia Lisan, Sensasi Dunia Tulis, Merambah Dunia Pengetahuan, Merespons Tulisan, dan Peristiwa Cerita

Next Post

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co