3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Biarkan Bayi Memilih Hari Kelahirannya Sendiri

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
August 12, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

Dalam melakukan satu kegiatan banyak orang mempertimbangkan hari baik. Dalam menentukan moment dalam hidup pun orang kerap mempertimbangkan tanggal cantik. Misalnya 22-2-22. Artinya tanggal tanggal 22 bulan Februari tahun 2022.

Belakangan, bahkan banyak orang tua ingin dan bisa memilih hari atau tanggal tertentu untuk kelahiran bayi mereka.  Jika dulu semua orang tua yang sedang menunggu kelahiran anaknya berharap anaknya lahir sehat dan ibunya selamat, maka kini ada keinginan tambahan: si anak bisa lahir pada tanggal yang cantik.

Tanggal cantik bisa juga berhubungan dengan tanggal lahir orang tuanya atau tanggal lahir tokoh idola orang tuanya, tanggal mulai pacaran orang tuanya, atau tanggal yang dianggap punya kenangan yang amat romantis.

Ini bisa dianggap fenomena. Sering kita mendengar keinginan orang tua untuk kelahiran anaknya agar lahir pada hari dan tanggal tertentu yang dianggap cantik atau istimewa. Dan, kadang itu menjadi satu alasan kenapa persalinan yang dipilih adalah persalinan dengan operasi, selain juga alasan yang lain seperti takut sakit, atau bahkan dengan lahir normal dianggap akan merusak jalan lahir ibunya.

Operasi tentu tidak salah. Karena untuk alasan tertentu, operasi memang bisa jadi satu-satunya cara. Namun jika alasannya hanya untuk memilih hari dan tanggal kelahiran, maka sebaiknya keinginan itu bisa direnungkan kembali .

Banyak orang tidak sadar bahwa awal kehamilan, saat sedang hamil, dan proses melahirkan, adalah hal-hal mendasar yang dialami seorang bayi untuk hidupnya di di dunia di masa ke depan. Proses itu punya pengaruh terhadap kesehatan fisik maupun kesehatan psikologis, sosial dan spiritual sang bayi.

Proses dan waktu yang dijalani dari awal hamil dan proses melahirkan bahkan bisa menjadi dasar pertumbuhan dan perkembangan karakter sang anak ke depannya.

Daniel Goleman (2005) menyatakan bahwa setiap janin di dalam kandungan memiliki dua hal yang disebut signature strength (bakat baik) dan signature weakness (bakat buruk). Dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi, kedua dasar itu berkembang sangat dipengaruhi oleh pikiran, sikap, dan prilaku ibu yang sedang mengandung . Ketika saat hamil ibu senantiasa berpikir dan berprilaku baik atau positif, maka bakat baik (signature strength) itu akan dominan muncul, begitu sebaliknya.

Dalam kisah Mahabharata, dikisahkan Dewi Subadra, istri Arjuna, sedang hamil. Bayi yang dikandungnya adalah anaknya yang kelak bernama Abimanyu.

Saat hamil, Dewi Subadra mendengar dialog Arjuna dengan Kresna. Dialognya membahas tentang strategi perang melawan Korawa. Saat itu diketahui, dalam perang nanti Korawa akan memakai strategi formasi Cakra Wahyu. Dan saat itulah Kresna menyampaikan strategi bagaimana cara bisa masuk ke formasi Cakra Wahyu yang diterapkan Korawa.  Pada bagian itu Dewi Subadra ikut mendengar.

Dan pada saat dialog membahas strategi untuk keluar dari cengkraman formasi Cakra Wahyu, Dewi Subadra tidak mendengarnya karena tertidur.

Seperti diketahui, saat Abimanyu dewasa ia turut berperang melawan Korawa. Ia  bisa masuk dan menembus pertahanan formasi Cakra Wahyu, tapi saat keluar ia tidak bisa dan Abimanya terbunuh.

Dari kisah itu, sering orang-orang tua kita di Bali berpesan bahwa pada saat hamil ini, seorang ibu sesungguhnya sedang miasa (mengendalikan diri) untuk selalu menanamkan sikap dan berpikir yang positif.

Pesan itu tentu saja benar. Karena apa yang dipikirkan, apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan seorang ibu hamil akan direkam oleh bayi dalam kandungannya. Benar dikatakan bahwa sekolah pertama dari bayi itu adalah ada di dalam kandungan, dan guru pertama dari bayi itu adalah ibunya.

Dan proses persalinan pun juga berpengaruh pada karakter sang bayi ke depannya. Dan sejatinya pada saat bayi itu mau lahir normal  dan melewati jalan yang sempit, sebenarnya bayi itu sedang berjuang untuk mendapatkan kehidupannya.

Dan dari proses melahirkan inilah sejak dini bayi dididik bahwa untuk mendapatkan kehidupan harus berjuang, sehingga ketika bayi itu besar maka kecendrungannya akan sangat menghargai proses dan siap berjuang untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. 

Karena itulah maka saya sebagai dokter kandungan selalu menyarankan ibu-ibu yang akan menjalani persalinan untuk siap dan mau berproses dalam persalinan normal. Bukan berarti operasi tidak baik. Operasi tetap baik apabila proses normal tidak memungkinkan dilakukan.

Dan sekarang justru muncul fenomena melahirkan dengan cara operasi dengan alasan mencari tanggal cantik dan hari baik untuk kelahiran sang bayi. Menurut saya, alasan itu kurang baik. Karena sejatinya waktu melahirkan yang baik itu adalah waktu yang sudah ditentukan oleh alam, dan sesuai hukum alam maka bayi bisa menentukan hari kelahirannya sendiri, tanpa harus dijadwalkan pada hari yang dipilih oleh orang lain.

Keyakinan saya, ketika kita bersandar pada alam, maka alam pasti akan berpihak pada kita.

Mari kita simak cerita kelahiran Drestarata, Pandu dan Widura yang memiliki kharakter berbeda-beda.  Hal ini sangat erat kaitannya dengan bagaimana sikap dan prilaku ibu saat proses pembuahan.

Saat Dewi Ambika (ibu dari Drestarata) menerima kedatangan Bagawan Abyasa, ia memejamkan matanya saat berhubungan suami istri karena takut melihat rupa yang menyeramkan, maka lahirlah Drestarata yang buta. Begitu juga saat Ambalika menerima kehadiran Bagawan Abyasa dengan wajah pucat karena ketakutan maka lahirlah Pandu dengan kondisi yang pucat. Berikutnya saat menerima Bagawan Abyasa dengan senang hati, gembira dan tidak ada pikiran negatif dalam hatinya maka lahirlah Widura yang bagus rupanya, suci hatinya dan setia kepada dharma.

Cerita itu memberikan pesan bahwa untuk membuat keturunan yang baik harus dimulai baik dari diri kita. Ketika landasan dan dasarnya baik atau unggul, maka akan lahir anak-anak yang berkualitas yang tentunya akan siap menghadapi tantangan hidup ke depannya yang tentunya juga semakin berat.

Untuk itu, jalani proses dengan baik. Beri landasan bagi sang bayi, mulai dari awal kehamilan hingga proses kelahiran.{T]

Tags: anak-anakdokterDokter Caputkehamilankesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Antitesis Dunia Lisan, Sensasi Dunia Tulis, Merambah Dunia Pengetahuan, Merespons Tulisan, dan Peristiwa Cerita

Next Post

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co