13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cuah-Cauh Sebelum Kepus Pungsed

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
January 11, 2023
in Panggung
Cuah-Cauh Sebelum Kepus Pungsed

Foto: studio.if,

SAYA MENUNGGU Yogik, salah seorang personel Kadapat, untuk membicarakan Kepus Pungsed. Bukan perayaan, bukan juga di antara kami akan punya anak. Bukan. Tapi nama acara yang kami (studio if,)  inisiasi bersama Gorong-gorong record lable, pada 12 Januari 2023.

Ini acara perdana studio if, (isi koma setelah kata if) pada divisi musik. Studio if, merupakan kolektif muda di Denpasar, bergerak cair dalam perlintasan kebudayaan dan kesenian, formula geraknya masih dalam perancangan, mungkin juga sedang meraba, sedang menyusur perskenaan yang begitu banyaknya. Kendati demikian adapun acuan isu, menjadi daya tarik bagi kolektif ini, isu-konteks-gagasan kemudian dipresentasikan entah bentuknya apa kemudian.

Salah satunya ialah presentasi Kepus Pungsed, kami menyebutnya presentasi bukan konser sebab sebelum tercetusnya Kepus Pungsed kami menilik isu bagaimana para seniman gamelan berbenturan dengan gaya kontaminasi di luar lingkarannya. Tentu satu kebudayaan tidak akan diam pada satu kondisi, dia akan terus mengalir, mengikuti kondisi resesif yang menemuinya.

Jika merunut kebelakang mungkin 5 tahun terakhir, sependek pengetahuan saya beberapa kawan seniman gamelan sedang melakukan perjalanan keluar “rumahnya”, kosa kata gamelan nampaknya ingin mereka kembangkan, arah perkembangan ini menjadi bahan-bahan diskusi yang menarik, yang sering kami perbincangkan di studio. Sebut saja Srayamurtikanti dari dari Celuk, yang mencoba mengakomodir ingata-ingatan publik celuk terhadap ruang kerja pembuatan perak, gamelan hadir menangkap itu, kemudian dipentaskan ditempat kerja yang sudah tidak digunakan lagi. Temuannya tidak hanya pada bunyi, tapi pola laku tubuh, serta pendedahan-pendedahan ingatan.

Atau WOS karya Putu Septa dan Janurangga di Lomba Baleganjur Pesta Kesenian Bali 2022. Saat itu kami berkelakar panitia kecele masuknya Putu dan kelompoknya untuk lomba. Benar saja pada ajang bergengsi itu komposisi Baleganjur Putu tidak lagi menyoal SOP perlombaan untuk mendapatkan juara, tapi presentasi kemurnian pada objek gamelan untuk menangkap sungai di Ubud.

Kebetulan saya di sana menyaksikan pementasan itu, penonton banyak yang susah untuk bertepuk tangan, atau sukeh mesuryak karena pakem-pakem dan tempo pada baleganjur samar, bahkan tidak ada. Setelah pentas jangan ditanya, berapa orang akan menggerutu atas sajiannya, tapi tidak sedikit juga yang memberi perhatian padanya. Kembali lagi seni kan subjektif pasti banyak pro dan kontra, polemik, intrik, dan saling sikut. Ah biasa.

Yogik datang, senyum sumringahnya nyantol di wajahnya.

“Kalau otonan itu kan berulang, kalau kepus pungsed itu sekali saja seumur hidup manusia (manusia hindu-Bali),” ujarnya sejurus pantatnya menyentuh kursi.

Benar, kepus pungsed biasanya satu rentetan peristiwa kelahiran manusia Bali. Ari-ari yang awalnya menjadi selang nutrisi ibu kepada anak yang dikandungnya diputus. Ada sisa saluran yang masih ada di udel, ini kemudian ditunggu mengering, lepas dengan sendirinya. Bagian kering digunakan sebagai jimat-pasikepan. Sementara ari-ari ditanam di halaman rumah, di atasnya terdapat batu kali. Di atas batu dihaturkan sesajen atau saiban.

“Ditempatku tidak ada acara khusus dalam pelepasan ari-ari kering itu, biasa saja, ya nanti kalau telung bulanin dan seterusnya barulah upacara,”ujar Yogik

Saya dan Yogik menyepakati walau peristiwanya sederhana tapi kandungan makna  lepasnya menjadi penting. Peristiwa pemisahan ibu dan anak itu, seperti memberikan daya kemampuan anaknya untuk hidup dengan menggunakan semua komponen tubuhnya, termasuk cara berfikir, cara adaptasi, cara berlaku. Walaupun bayi sepenuhnya akan dirawat oleh kedua orang tuanya.

Premis yang sederhana inilah yang jika dilekatkan dalam proses kekaryaan bermusik Yogik menjadi begitu berarti. Begini kronologinya, anggap saja gamelan adalah ibu, dan Yogik adalah anaknya yang belajar gamelan. Sekarang Yogik sudah besar, ia lahir dengan berbagai kemungkinan teknologi, kemungkinan interaksi yang cepat, dan cara belajar yang hanya sehembusan nafas.

Kenallah ia dengan musik elektronik yang kemudian sangat mempengaruhinya dalam bekerja dan berkarya. Tapi gamelan sebagai ibunya tidak ia lupakan begitu saja, ia masih mengormatinya dengan penuh jiwa. Hanya saja dalam tubuh Yogik ada berbagai percampuran yang ingin ia racik menjadi satu varian yang hanya ia miliki. Lahirlah Kadapat, hasil hybrid itu. Kleee adi care film Avatar nah, keturunan campuran misi lima jari di tangannya.

>>>

Dalam diskusi lepas dengan Tisha Sara, saat membuat kostum untuk Kadapat manggung di Denpasar Festival 2022, teman-teman yang sealiran ini, yang avatar keturunan campuran ini, memang harus hadir sekarang, di tahun-tahun ini, dengan berbagai asupan nutrisi musik yang bisa dijangkau. Mungkin saja kalau mereka hadir 30 tahun yang lalu, atau saat keadaan belum seperti sekarang, tidak ada yang ngeh dengan mereka. Jangan lupa kawan-kawan, peristiwa keberlanjutan hingga sampai di Kepus Pungsed ini, sangat panjaaang.

Coba diingat ada Artisan di Plataran Canggu yang digawangi oleh Mamen Fauzy, ada Ravepasar dari Ican Harem, ada presentasi musik New Gamelan di Bentara Budaya Bali, Fraksi Epos dengan keriuhan multa-multinya, belum lagi kawan-kawan seniman luar daerah yang cela-celu memasuki ruang kekaryaan seniman di Bali, jangan dikata itu tidak berpengaruh, dan mungkin saja cerita lain yang tidak saya ketahui.

>>>

Kepus Pungsed tidak berdiri sendiri, kalau kata Lajos Egri, seorang teaterawan asal Rusia, dalam perumusan watak, watak tidak bisa dibaca hari ini, tapi juga endapan pengalaman yang ia alami sepanjang hidupnya.  Nah..setidaknya dalam pengalaman itu dapat nanti kita saksikan di Kepus Pungsed  akan ada Kadapat, Rule Kabatram, Graung, Putu Septa dan Nata Swara, Rollfast dan visual mapping oleh Apemotion.

Sekiranya begitulah kami studio if, membaca Kepus Pungsed. Yen jawat ye pelih, ampurayang gen malu, yen agak beneh dadi bahan perenunganlah dia.

Datanglah kawan-kawan untuk melihat endapan pengalaman para musisi ini. Saya belum tahu aliran apa mereka ini semua, mungkin musisi yang lebih khatam dalam kesejarahan musik yang dapat melabelinya. Kalau aku kasik nama, “darah avatar campuran mejari lima gen nyak?”

>>>

Acara akan dilaksanakan di studio.if

Jalan Gunung Lumut 80, Padangsambian Klod, Denpasar Barat
Kamis, 12 Januari 2023
18.00 Wita
HTM: 30K

NB: parkiran terbatas, sangat disarankan untuk naik motor atau ojek online

Sekian dalam cuah cauh saya untuk Kepus Pungsed. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Linieritas Peristiwa Teks dan Pengalaman Individu | Membaca Persoalan Klasik dalam Cerpen “Pura Subak” Karya DN Sarjana

Next Post

Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

Read moreDetails

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
0
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
0
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda

Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co