12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cuah-Cauh Sebelum Kepus Pungsed

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
January 11, 2023
in Panggung
Cuah-Cauh Sebelum Kepus Pungsed

Foto: studio.if,

SAYA MENUNGGU Yogik, salah seorang personel Kadapat, untuk membicarakan Kepus Pungsed. Bukan perayaan, bukan juga di antara kami akan punya anak. Bukan. Tapi nama acara yang kami (studio if,)  inisiasi bersama Gorong-gorong record lable, pada 12 Januari 2023.

Ini acara perdana studio if, (isi koma setelah kata if) pada divisi musik. Studio if, merupakan kolektif muda di Denpasar, bergerak cair dalam perlintasan kebudayaan dan kesenian, formula geraknya masih dalam perancangan, mungkin juga sedang meraba, sedang menyusur perskenaan yang begitu banyaknya. Kendati demikian adapun acuan isu, menjadi daya tarik bagi kolektif ini, isu-konteks-gagasan kemudian dipresentasikan entah bentuknya apa kemudian.

Salah satunya ialah presentasi Kepus Pungsed, kami menyebutnya presentasi bukan konser sebab sebelum tercetusnya Kepus Pungsed kami menilik isu bagaimana para seniman gamelan berbenturan dengan gaya kontaminasi di luar lingkarannya. Tentu satu kebudayaan tidak akan diam pada satu kondisi, dia akan terus mengalir, mengikuti kondisi resesif yang menemuinya.

Jika merunut kebelakang mungkin 5 tahun terakhir, sependek pengetahuan saya beberapa kawan seniman gamelan sedang melakukan perjalanan keluar “rumahnya”, kosa kata gamelan nampaknya ingin mereka kembangkan, arah perkembangan ini menjadi bahan-bahan diskusi yang menarik, yang sering kami perbincangkan di studio. Sebut saja Srayamurtikanti dari dari Celuk, yang mencoba mengakomodir ingata-ingatan publik celuk terhadap ruang kerja pembuatan perak, gamelan hadir menangkap itu, kemudian dipentaskan ditempat kerja yang sudah tidak digunakan lagi. Temuannya tidak hanya pada bunyi, tapi pola laku tubuh, serta pendedahan-pendedahan ingatan.

Atau WOS karya Putu Septa dan Janurangga di Lomba Baleganjur Pesta Kesenian Bali 2022. Saat itu kami berkelakar panitia kecele masuknya Putu dan kelompoknya untuk lomba. Benar saja pada ajang bergengsi itu komposisi Baleganjur Putu tidak lagi menyoal SOP perlombaan untuk mendapatkan juara, tapi presentasi kemurnian pada objek gamelan untuk menangkap sungai di Ubud.

Kebetulan saya di sana menyaksikan pementasan itu, penonton banyak yang susah untuk bertepuk tangan, atau sukeh mesuryak karena pakem-pakem dan tempo pada baleganjur samar, bahkan tidak ada. Setelah pentas jangan ditanya, berapa orang akan menggerutu atas sajiannya, tapi tidak sedikit juga yang memberi perhatian padanya. Kembali lagi seni kan subjektif pasti banyak pro dan kontra, polemik, intrik, dan saling sikut. Ah biasa.

Yogik datang, senyum sumringahnya nyantol di wajahnya.

“Kalau otonan itu kan berulang, kalau kepus pungsed itu sekali saja seumur hidup manusia (manusia hindu-Bali),” ujarnya sejurus pantatnya menyentuh kursi.

Benar, kepus pungsed biasanya satu rentetan peristiwa kelahiran manusia Bali. Ari-ari yang awalnya menjadi selang nutrisi ibu kepada anak yang dikandungnya diputus. Ada sisa saluran yang masih ada di udel, ini kemudian ditunggu mengering, lepas dengan sendirinya. Bagian kering digunakan sebagai jimat-pasikepan. Sementara ari-ari ditanam di halaman rumah, di atasnya terdapat batu kali. Di atas batu dihaturkan sesajen atau saiban.

“Ditempatku tidak ada acara khusus dalam pelepasan ari-ari kering itu, biasa saja, ya nanti kalau telung bulanin dan seterusnya barulah upacara,”ujar Yogik

Saya dan Yogik menyepakati walau peristiwanya sederhana tapi kandungan makna  lepasnya menjadi penting. Peristiwa pemisahan ibu dan anak itu, seperti memberikan daya kemampuan anaknya untuk hidup dengan menggunakan semua komponen tubuhnya, termasuk cara berfikir, cara adaptasi, cara berlaku. Walaupun bayi sepenuhnya akan dirawat oleh kedua orang tuanya.

Premis yang sederhana inilah yang jika dilekatkan dalam proses kekaryaan bermusik Yogik menjadi begitu berarti. Begini kronologinya, anggap saja gamelan adalah ibu, dan Yogik adalah anaknya yang belajar gamelan. Sekarang Yogik sudah besar, ia lahir dengan berbagai kemungkinan teknologi, kemungkinan interaksi yang cepat, dan cara belajar yang hanya sehembusan nafas.

Kenallah ia dengan musik elektronik yang kemudian sangat mempengaruhinya dalam bekerja dan berkarya. Tapi gamelan sebagai ibunya tidak ia lupakan begitu saja, ia masih mengormatinya dengan penuh jiwa. Hanya saja dalam tubuh Yogik ada berbagai percampuran yang ingin ia racik menjadi satu varian yang hanya ia miliki. Lahirlah Kadapat, hasil hybrid itu. Kleee adi care film Avatar nah, keturunan campuran misi lima jari di tangannya.

>>>

Dalam diskusi lepas dengan Tisha Sara, saat membuat kostum untuk Kadapat manggung di Denpasar Festival 2022, teman-teman yang sealiran ini, yang avatar keturunan campuran ini, memang harus hadir sekarang, di tahun-tahun ini, dengan berbagai asupan nutrisi musik yang bisa dijangkau. Mungkin saja kalau mereka hadir 30 tahun yang lalu, atau saat keadaan belum seperti sekarang, tidak ada yang ngeh dengan mereka. Jangan lupa kawan-kawan, peristiwa keberlanjutan hingga sampai di Kepus Pungsed ini, sangat panjaaang.

Coba diingat ada Artisan di Plataran Canggu yang digawangi oleh Mamen Fauzy, ada Ravepasar dari Ican Harem, ada presentasi musik New Gamelan di Bentara Budaya Bali, Fraksi Epos dengan keriuhan multa-multinya, belum lagi kawan-kawan seniman luar daerah yang cela-celu memasuki ruang kekaryaan seniman di Bali, jangan dikata itu tidak berpengaruh, dan mungkin saja cerita lain yang tidak saya ketahui.

>>>

Kepus Pungsed tidak berdiri sendiri, kalau kata Lajos Egri, seorang teaterawan asal Rusia, dalam perumusan watak, watak tidak bisa dibaca hari ini, tapi juga endapan pengalaman yang ia alami sepanjang hidupnya.  Nah..setidaknya dalam pengalaman itu dapat nanti kita saksikan di Kepus Pungsed  akan ada Kadapat, Rule Kabatram, Graung, Putu Septa dan Nata Swara, Rollfast dan visual mapping oleh Apemotion.

Sekiranya begitulah kami studio if, membaca Kepus Pungsed. Yen jawat ye pelih, ampurayang gen malu, yen agak beneh dadi bahan perenunganlah dia.

Datanglah kawan-kawan untuk melihat endapan pengalaman para musisi ini. Saya belum tahu aliran apa mereka ini semua, mungkin musisi yang lebih khatam dalam kesejarahan musik yang dapat melabelinya. Kalau aku kasik nama, “darah avatar campuran mejari lima gen nyak?”

>>>

Acara akan dilaksanakan di studio.if

Jalan Gunung Lumut 80, Padangsambian Klod, Denpasar Barat
Kamis, 12 Januari 2023
18.00 Wita
HTM: 30K

NB: parkiran terbatas, sangat disarankan untuk naik motor atau ojek online

Sekian dalam cuah cauh saya untuk Kepus Pungsed. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Linieritas Peristiwa Teks dan Pengalaman Individu | Membaca Persoalan Klasik dalam Cerpen “Pura Subak” Karya DN Sarjana

Next Post

Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda

Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co