2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cuah-Cauh Sebelum Kepus Pungsed

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
January 11, 2023
in Panggung
Cuah-Cauh Sebelum Kepus Pungsed

Foto: studio.if,

SAYA MENUNGGU Yogik, salah seorang personel Kadapat, untuk membicarakan Kepus Pungsed. Bukan perayaan, bukan juga di antara kami akan punya anak. Bukan. Tapi nama acara yang kami (studio if,)  inisiasi bersama Gorong-gorong record lable, pada 12 Januari 2023.

Ini acara perdana studio if, (isi koma setelah kata if) pada divisi musik. Studio if, merupakan kolektif muda di Denpasar, bergerak cair dalam perlintasan kebudayaan dan kesenian, formula geraknya masih dalam perancangan, mungkin juga sedang meraba, sedang menyusur perskenaan yang begitu banyaknya. Kendati demikian adapun acuan isu, menjadi daya tarik bagi kolektif ini, isu-konteks-gagasan kemudian dipresentasikan entah bentuknya apa kemudian.

Salah satunya ialah presentasi Kepus Pungsed, kami menyebutnya presentasi bukan konser sebab sebelum tercetusnya Kepus Pungsed kami menilik isu bagaimana para seniman gamelan berbenturan dengan gaya kontaminasi di luar lingkarannya. Tentu satu kebudayaan tidak akan diam pada satu kondisi, dia akan terus mengalir, mengikuti kondisi resesif yang menemuinya.

Jika merunut kebelakang mungkin 5 tahun terakhir, sependek pengetahuan saya beberapa kawan seniman gamelan sedang melakukan perjalanan keluar “rumahnya”, kosa kata gamelan nampaknya ingin mereka kembangkan, arah perkembangan ini menjadi bahan-bahan diskusi yang menarik, yang sering kami perbincangkan di studio. Sebut saja Srayamurtikanti dari dari Celuk, yang mencoba mengakomodir ingata-ingatan publik celuk terhadap ruang kerja pembuatan perak, gamelan hadir menangkap itu, kemudian dipentaskan ditempat kerja yang sudah tidak digunakan lagi. Temuannya tidak hanya pada bunyi, tapi pola laku tubuh, serta pendedahan-pendedahan ingatan.

Atau WOS karya Putu Septa dan Janurangga di Lomba Baleganjur Pesta Kesenian Bali 2022. Saat itu kami berkelakar panitia kecele masuknya Putu dan kelompoknya untuk lomba. Benar saja pada ajang bergengsi itu komposisi Baleganjur Putu tidak lagi menyoal SOP perlombaan untuk mendapatkan juara, tapi presentasi kemurnian pada objek gamelan untuk menangkap sungai di Ubud.

Kebetulan saya di sana menyaksikan pementasan itu, penonton banyak yang susah untuk bertepuk tangan, atau sukeh mesuryak karena pakem-pakem dan tempo pada baleganjur samar, bahkan tidak ada. Setelah pentas jangan ditanya, berapa orang akan menggerutu atas sajiannya, tapi tidak sedikit juga yang memberi perhatian padanya. Kembali lagi seni kan subjektif pasti banyak pro dan kontra, polemik, intrik, dan saling sikut. Ah biasa.

Yogik datang, senyum sumringahnya nyantol di wajahnya.

“Kalau otonan itu kan berulang, kalau kepus pungsed itu sekali saja seumur hidup manusia (manusia hindu-Bali),” ujarnya sejurus pantatnya menyentuh kursi.

Benar, kepus pungsed biasanya satu rentetan peristiwa kelahiran manusia Bali. Ari-ari yang awalnya menjadi selang nutrisi ibu kepada anak yang dikandungnya diputus. Ada sisa saluran yang masih ada di udel, ini kemudian ditunggu mengering, lepas dengan sendirinya. Bagian kering digunakan sebagai jimat-pasikepan. Sementara ari-ari ditanam di halaman rumah, di atasnya terdapat batu kali. Di atas batu dihaturkan sesajen atau saiban.

“Ditempatku tidak ada acara khusus dalam pelepasan ari-ari kering itu, biasa saja, ya nanti kalau telung bulanin dan seterusnya barulah upacara,”ujar Yogik

Saya dan Yogik menyepakati walau peristiwanya sederhana tapi kandungan makna  lepasnya menjadi penting. Peristiwa pemisahan ibu dan anak itu, seperti memberikan daya kemampuan anaknya untuk hidup dengan menggunakan semua komponen tubuhnya, termasuk cara berfikir, cara adaptasi, cara berlaku. Walaupun bayi sepenuhnya akan dirawat oleh kedua orang tuanya.

Premis yang sederhana inilah yang jika dilekatkan dalam proses kekaryaan bermusik Yogik menjadi begitu berarti. Begini kronologinya, anggap saja gamelan adalah ibu, dan Yogik adalah anaknya yang belajar gamelan. Sekarang Yogik sudah besar, ia lahir dengan berbagai kemungkinan teknologi, kemungkinan interaksi yang cepat, dan cara belajar yang hanya sehembusan nafas.

Kenallah ia dengan musik elektronik yang kemudian sangat mempengaruhinya dalam bekerja dan berkarya. Tapi gamelan sebagai ibunya tidak ia lupakan begitu saja, ia masih mengormatinya dengan penuh jiwa. Hanya saja dalam tubuh Yogik ada berbagai percampuran yang ingin ia racik menjadi satu varian yang hanya ia miliki. Lahirlah Kadapat, hasil hybrid itu. Kleee adi care film Avatar nah, keturunan campuran misi lima jari di tangannya.

>>>

Dalam diskusi lepas dengan Tisha Sara, saat membuat kostum untuk Kadapat manggung di Denpasar Festival 2022, teman-teman yang sealiran ini, yang avatar keturunan campuran ini, memang harus hadir sekarang, di tahun-tahun ini, dengan berbagai asupan nutrisi musik yang bisa dijangkau. Mungkin saja kalau mereka hadir 30 tahun yang lalu, atau saat keadaan belum seperti sekarang, tidak ada yang ngeh dengan mereka. Jangan lupa kawan-kawan, peristiwa keberlanjutan hingga sampai di Kepus Pungsed ini, sangat panjaaang.

Coba diingat ada Artisan di Plataran Canggu yang digawangi oleh Mamen Fauzy, ada Ravepasar dari Ican Harem, ada presentasi musik New Gamelan di Bentara Budaya Bali, Fraksi Epos dengan keriuhan multa-multinya, belum lagi kawan-kawan seniman luar daerah yang cela-celu memasuki ruang kekaryaan seniman di Bali, jangan dikata itu tidak berpengaruh, dan mungkin saja cerita lain yang tidak saya ketahui.

>>>

Kepus Pungsed tidak berdiri sendiri, kalau kata Lajos Egri, seorang teaterawan asal Rusia, dalam perumusan watak, watak tidak bisa dibaca hari ini, tapi juga endapan pengalaman yang ia alami sepanjang hidupnya.  Nah..setidaknya dalam pengalaman itu dapat nanti kita saksikan di Kepus Pungsed  akan ada Kadapat, Rule Kabatram, Graung, Putu Septa dan Nata Swara, Rollfast dan visual mapping oleh Apemotion.

Sekiranya begitulah kami studio if, membaca Kepus Pungsed. Yen jawat ye pelih, ampurayang gen malu, yen agak beneh dadi bahan perenunganlah dia.

Datanglah kawan-kawan untuk melihat endapan pengalaman para musisi ini. Saya belum tahu aliran apa mereka ini semua, mungkin musisi yang lebih khatam dalam kesejarahan musik yang dapat melabelinya. Kalau aku kasik nama, “darah avatar campuran mejari lima gen nyak?”

>>>

Acara akan dilaksanakan di studio.if

Jalan Gunung Lumut 80, Padangsambian Klod, Denpasar Barat
Kamis, 12 Januari 2023
18.00 Wita
HTM: 30K

NB: parkiran terbatas, sangat disarankan untuk naik motor atau ojek online

Sekian dalam cuah cauh saya untuk Kepus Pungsed. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Linieritas Peristiwa Teks dan Pengalaman Individu | Membaca Persoalan Klasik dalam Cerpen “Pura Subak” Karya DN Sarjana

Next Post

Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda

Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co