7 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Spirit Hari Pendidikan Nasional

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
May 2, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

SETIAP TANGGAL 2 Mei, kita memperingati hari yang sangat penting dan memiliki nilai sejarah yang tinggi, yaitu Hari Pendidikan Nasional. Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini tidak lepas dari perjuangan Bapak Pendidikan, Ki Hadjar Dewantara, yang merupakan tokoh pelopor pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda.

Ki Hadjar Dewantara lahir 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Ia lahir dari keluarga ningrat. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan pendidikan di STOVIA, sebuah sekolah kedokteran pada jaman Hindia Belanda.  Tapi ia gagal menjadi dokter karena sakit dan akhirnya menjadi wartawan.

Ki Hadjar Dewantara dikenal berani menentang kebijakan pemerintahan Hindia Belanda yang hanya membolehkan anak-anak keturunan Belanda dan kaum priyayi yang bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah.

Ia sangat perdulinya dengan pendidikan di Indonesia, Ki Hadjar mendirikan Lembaga Pendidikan Taman Siswa (National Onderwijs Institut Taman siswa). Saat Indonesia merdeka, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Mentri Pendidikan.

Karena jasa-jasa dan perjuangan Ki Hadjar dalam pendidikan, maka hari lahirnya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Atau disngkat dengan Hardiknas.

Peringatan Hardiknas adalah momen sangat penting sebagai sebuah refleksi bagi kita, betapa pentingnya pendidikan bagi bangsa dan negara.

Dalam UUD 45 ditegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa, dan pemerintah sudah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen  dengan maksud menciptakan rasa keadilan dalam pendidikan di masyarakat.

Dengan anggaran dan perhatian pemerintah yang sangat besar terhadap dunia pendidikan itu, tapi justru kita sering mendengar semacam keluhan dan masyarakat bahwa pendidikan itu sangat mahal.

Bahkan penulis sendiripun merasakan seperti itu. Saya sampai berpikir kalau saya bersekolah pada jaman sekarang bisa dipastikan tidak mungkin bisa sekolah di Fakultas Kedokteran, apalagi sampai menjadi  dokter spesialis, mengingat kondisi orang tua saya hanya seorang guru dan ibu yang hanya tamat SLTP dan sebagai ibu rumah tangga. Apalagi saudara saya banyak.

Sehingga tidak berlebihan dikatakan oleh masyarakat bahwa pendidikan hanya dimiliki dan dinikmati oleh orang yang mampu dan orang kaya. Sementara orang yang kurang mampu, yang punya cita-cita tinggi namun tak bisa sekolah, cita-citanya akan tetap menjadi cita-cita saja tanpa pernah terwujud.

Sementara sekolah yang ada, khususnya sekolah kejuruan dan perguruan tinggi terus berlomba-lomba untuk mendapatkan siswa sebanyak-banyaknya, tapi tidak dibarengi dengan lapangan pekerjaan yang ada, sehingga sekolah pada akhirnya akan banyak menghasilkan pengangguran intlektual yang semakin meningkat.

Saya masih ingat pesan orang tua, “Hanya dengan belajar kamu bisa mengubah nasib!“ Pesan ini selalu saya pakai sebagai pedoman hidup, betapa pentingnya arti pendidikan itu untuk kehidupan kita.

Mahalnya pendidikan dan susahnya lapangan pekerjaan setelah seseorang menamatkan sekolah, menjadi masalah bersama kita saat ini. Dalam dunia pendidikan masih banyak perlu pembenahan-pembenahan, salah satunya adalah budaya membaca dan menulis yang merupakan bagian penting dalam pendidikan.

Berdasarkan survey yang dilakukan PISA (Program For International Student Asessment) yang dirilis Organization Foe Economic Co-operation and Development (OECD) tahun 2019, tingkat literasi Indonesia menempati posisi 62 dari 70 negara di dunia yang menjadi target survey.

Memajukan dunia pendidikan tidak bisa dilepaskan dengan dunia literasi. Sehingga pengembangan literasi penting dilakukan oleh semua kalangan, sehingga ke depannya membaca dan menulis menjadi sebuah budaya yang menyenangkan bukan membosankan.

Kemampuan anak-anak berkreasi, berinovasi dalam bertekhnologi sebenarnya tidak kalah dengan orang dari luar. Karya -karya ilmiah atau riset anak-anak kita banyak yang menjadi juara, tidak saja di nasional tapi di dunia internasional.

Ini sangat membanggakan bagi kita semua. Namun setelah itu, implementasi pascakarya ilmiah atau riset dari anak-anak kita yang sudah menjadi juara itu, tersimpan lebih dari 80% di almari atau laci-laci.

Penghargaan terhadap hasil karya inovasi dan riset yang sudah dihasilkan oleh anak-anak kita, tidak cukup berupa ucapan selamat atau bonus semata, tapi bagaimana mewujudkan hasil riset itu menjadi karya nyata yang pasti sangat bermanfaat untuk kemajuan daerah, bangsa dan negara tentunya.

Salah satu selogan Bapak Pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara, yang sangat terkenal “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangunkarso, Tut Wuri Handayani“. Yang arinya, jadilah tauladan ketika kita di depan, ketika di tengah tetap memberi semangat dan bimbingan, dan kita memberi dorongan ketika kita di belakang.

Selain itu, ada pernyataan Ki Hadjar Dewantara yang juga sangat penting yaitu, “Dimana pun kamu berada itulah sekolahmu, dan ketemu sama siapa pun, itulah gurumu“.  Pernyataan itu memiliki makna bahwa kita tidak pernah berhenti belajar, belajar seumur hidup .

Doa kita semua semoga Hari Pendidikan ini menjadi spirit untuk kita semua untuk sama-sama peduli terhadap dunia pendidikan. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Pendidikan dan Medan Pertarungan Politik
Sepotong Catatan untuk Pendidikan Indonesia | Sebuah Refleksi Hari Pendidikan, 2 Mei 2022
Pendidikan Anak Terbaik di Masa Pandemi
Tags: Hari Pendidikan NasionalKi Hadjar DewantaraPendidikanpendidikan karakter
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesta Baca, Baca Pesta, di Taman Baca Kesiman

Next Post

Transformasi Corat-coret Baju Kelulusan Siswa SMA/SMK : Makin Indah, Makin Beragam

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Disobedience Day dan For Hati Baki, Ketika Keberanian Bertanya Menjadi Bentuk Cinta kepada Bali

by Agung Sudarsa
July 6, 2026
0
Disobedience Day dan For Hati Baki, Ketika Keberanian Bertanya Menjadi Bentuk Cinta kepada Bali

TIDAK semua bentuk ketidakpatuhan merupakan tindakan negatif. Dalam sejarah peradaban manusia, justru banyak perubahan besar lahir dari keberanian seseorang mengatakan...

Read moreDetails

Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

by Nur Inayah Yushar
July 6, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

BISA jadi akan muncul celetukan ‘kalo gak cocok sama gaji yah keluar saja, cari perguruan tinggi yang gajinya besar’. Celetukan...

Read moreDetails

Pentingnya Menggali Tradisi agar Tidak Mati

by Nyoman Mariyana
July 6, 2026
0
Pentingnya Menggali Tradisi agar Tidak Mati

Tradisi merupakan akar kehidupan suatu masyarakat. Ia bukan sekadar kumpulan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi, melainkan fondasi yang...

Read moreDetails

Bali Sedang Menghancurkan Dirinya Sendiri? —Refleksi tentang Pembangunan, Kesadaran, dan Masa Depan Pulau Dewata

by Agung Sudarsa
July 3, 2026
0
Bali Sedang Menghancurkan Dirinya Sendiri? —Refleksi tentang Pembangunan, Kesadaran, dan Masa Depan Pulau Dewata

Sebuah Slide yang Mengusik Kesadaran TERKADANG, inspirasi lahir bukan dari buku tebal atau hasil penelitian yang rumit, melainkan dari sebuah...

Read moreDetails

Etika Lingkungan: Bayang-bayang Kebertahanan Pangan di Tengah Masifnya Konversi Lahan

by IM Gede Nesa Saputra
July 2, 2026
0
Etika Lingkungan: Bayang-bayang Kebertahanan Pangan di Tengah Masifnya Konversi Lahan

ETIKA lingkungan merupakan suatu perspektif moral yang menempatkan alam sebagai entitas yang memiliki nilai intrinsik, bukan sekadar objek eksploitasi untuk...

Read moreDetails

Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa

by I Wayan Artika
July 2, 2026
0
Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa

PERJALANAN nasib hidup dan mati cerita rakyat ditentukan oleh sikap pemiliknya. Cerita rakyat pun dengan beberapa alasan dikubur. Hal ini...

Read moreDetails

PKB dan SPMB, Drama yang Selalu Penuh Penonton

by I Wayan Yudana
July 1, 2026
0
PKB dan SPMB, Drama yang Selalu Penuh Penonton

MUSIM libur kenaikan kelas dan pascakelulusan sekolah di Bali selalu menghadirkan dua tontonan besar. Yang pertama, Pesta Kesenian Bali (PKB)....

Read moreDetails

Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata

by Agung Sudarsa
July 1, 2026
0
Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata

Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali....

Read moreDetails

Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

by Iko Amadeus
June 30, 2026
0
Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat,...

Read moreDetails

Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan

by Wayan Gde Yudane
June 30, 2026
0
Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan

IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah...

Read moreDetails
Next Post
Transformasi Corat-coret Baju Kelulusan Siswa SMA/SMK : Makin Indah, Makin Beragam

Transformasi Corat-coret Baju Kelulusan Siswa SMA/SMK : Makin Indah, Makin Beragam

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
Disobedience Day dan For Hati Baki, Ketika Keberanian Bertanya Menjadi Bentuk Cinta kepada Bali
Esai

Disobedience Day dan For Hati Baki, Ketika Keberanian Bertanya Menjadi Bentuk Cinta kepada Bali

TIDAK semua bentuk ketidakpatuhan merupakan tindakan negatif. Dalam sejarah peradaban manusia, justru banyak perubahan besar lahir dari keberanian seseorang mengatakan...

by Agung Sudarsa
July 6, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

BISA jadi akan muncul celetukan ‘kalo gak cocok sama gaji yah keluar saja, cari perguruan tinggi yang gajinya besar’. Celetukan...

by Nur Inayah Yushar
July 6, 2026
Pentingnya Menggali Tradisi agar Tidak Mati
Esai

Pentingnya Menggali Tradisi agar Tidak Mati

Tradisi merupakan akar kehidupan suatu masyarakat. Ia bukan sekadar kumpulan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi, melainkan fondasi yang...

by Nyoman Mariyana
July 6, 2026
Membongkar Praktik Artistik Pada Puisi Sebatang Kara: Dalam Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”
Ulas Rupa

Membongkar Praktik Artistik Pada Puisi Sebatang Kara: Dalam Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

SEPERTI sajian pada menu makan bergizi, yang ditimbang, ditakar, hingga diukur kepada siapa porsi makan ini layak dihidangkan. Kepada tubuh...

by Mahesa Putra
July 6, 2026
Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”
Pameran

Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

PALEMBANG pada 21 Juni 2026 memang sedang garang-garangnya, seolah tidak menyisakan kulit untuk bersantai dan dibelai lembut oleh kehadirannya. Asmaran...

by Adwan SA
July 6, 2026
Antara Sakral dan Profan: Nyongkolan di Persimpangan Budaya Sasak
Kritik Seni

Antara Sakral dan Profan: Nyongkolan di Persimpangan Budaya Sasak

BENTANG alam Lombok tidak hanya sajikan keindahan panorama geografis, juga hadirkan teater kebudayaan yang terus bergerak. Kebudayaan Sasak, inti dari...

by Arief Rahzen
July 6, 2026
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra
Panggung

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
Fingerboard, Lebih dari Sekadar Mainan Anak-Anak
Khas

Fingerboard, Lebih dari Sekadar Mainan Anak-Anak

UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan...

by Jaswanto
July 6, 2026
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana
Khas

Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana

SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai...

by Komang Puja Savitri
July 4, 2026
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana
Ulas Buku

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

by I Nyoman Darma Putra
July 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co