14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Exposition: Melihat Karya-Karya Terkini Mahasiswa Seni Rupa Undiksha

Vincent Chandra by Vincent Chandra
January 10, 2023
in Ulas Rupa
Exposition: Melihat Karya-Karya Terkini Mahasiswa Seni Rupa Undiksha

Karya-karya Made Astangga Wahyu pada pameran Tugas Akhir mahasiswa Seni Rupa Undiksha Singaraja, 2023

PAMERAN ADALAH satu bentuk cara seorang perupa mengartikulasikan kreativitas beserta gagasan-gagasannya kepada publik. Di dalamnya terdapat berbagai aksi atau kerja kreasi kompleks seperti merencanakan, menata, mengatur, merekayasa, mengelola serta menyusun bermacam elemen atas pertimbangan dan kepentingan tertentu untuk mewujudkan pameran itu sendiri.

Maka peristiwa pameran seni rupa sesungguhnya bukan hanya persoalan apa-apa saja materi karya yang tampil melainkan juga bagaimana mereka disajikan sebagai representasi atas suatu pemikiran atau nilai-nilai dalam suatu ruang yang telah dikondisikan penuh untuk diamati.

Lalu bagaimana dengan pameran TA (Tugas Akhir) yang sifatnya ‘wajib’ dilalui oleh mahasiswa seni tingkat akhir, dalam konteks ini adalah pameran yang dihadirkan para mahasiswa-mahasiswi dari program studi Pendidikan Seni Rupa angkatan 2019, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali. Pameran berlangsung 9-30 Januari 2023.

Pameranyang mengambil areal Galeri Kampus Bawah FBS sebagai ruang pameran ini merupakan luaran dari gabungan mata kuliah yang diambil oleh para mahasiswa tingkat akhir yakni konsentrasi TA (Tugas Akhir) Penciptaan serta Manajemen Pameran. Sehingga jelas materi karya yang tampil dalam pameran ini merupakan karya-karya hasil eksperimen dan eksplorasi terbimbing para mahasiswa/i bersama dosen pengampu dalam kurun waktu 1 semester.

Pameran ini pun selain bertujuan sebagai alat sajian pertanggungjawaban para mahasiswa atas kerja kreatifnya kepada khalayak juga sebagai pemenuhan kewajiban akademik mereka kepada para dosen pengampu matkul yang sekaligus merangkap bertindak sebagai kritikus atau evaluator.

Soal seberapa perlu adanya pameran TA semacam ini, kurator Hardiman pernah menyampaikan alasannya secara singkat dalam salah satu esai kuratorialnya. Menurutnya sebagai lembaga Pendidikan, Undiksha berkewajiban memproduksi calon pendidik seni yang juga adalah pelaku seni. Karenanya para mahasiswa prodi Pendidikan Seni Rupa Undiksha harus mengenali dunia seni dan aktivitas-aktivitas yang berlaku di sekelilingnya, berpameran dan mempersiapkan pameran adalah dua dari banyak hal mendasar lainnya yang perlu dikuasai.

>>>

Pada proses selanjutnya, para mahasiswa diminta untuk menjalankan sejumlah prosedur sebagaimana sebuah pameran biasanya dipersiapkan. Mulai dari menentukan sistem kurasi, mengatur lokasi pameran, memikirkan komunikasi publik, hingga memikirkan kerja manajemennya.

Maka oleh para mahasiswa yang berjumlah 20 orang ini dibentuklah kelompok yang mereka beri nama “Artmostfier” atas dasar ikatan “satu angkatan” sebagai wadah mempermudah komunikasi, koordinasi serta menyiapkan pameran.

Para mahasiswa tersebut alias peserta pameran ini adalah Ariyanti Okta Viana, I Putu Angga Tangkas Pratama, I Gede Suardika, I Putu Susila Adnyana, Ifan Setiawan, Yuliana Khairi Putri, Desi Nurul Komala Sari, Nova Erlina, Romi Hartono, Gede Sukradana, I Gusti Ngurah Alit Sudiarsana, Putu Tri Janu Budi Utama, Udis Suandi, Gede Wahyu Putra Pasek, Ahmad Nur Faizin, Weka Arum Salsadilla, Made Astangga Wahyu, Bilqis Dini Adzkiya Nisa, Kadek Rizky Setiawan, dan I Gusti Surya Wiwekananda.

Tema pameran ini mengambil istilah Exposition, berangkat dari bahasa latin “exponere” yang berarti memamerkan (to show) atau menjelaskan (to expose). Dalam dunia sastra istilah exposition (eksposisi) merujuk pada metode untuk memberi gambaran atau informasi terkait latar belakang suatu cerita untuk memudahkan pembaca memahami konteks cerita tersebut.

Sedangkan dalam dunia seni rupa, kurator Mikke Susanto menyebutkan bahwa kata ‘eksposisi’ merupakan salah satu bentuk peringai dari kata exhibition yang kemudian disepakati menjadi ‘pameran’.

Istilah Exposition ini lalu dipinjam oleh para peserta pameran dengan maksud membingkai keseluruhan karya-karya yang ditampilkan. Sebagaimana ‘membingkai’, adapun tema yang ditetapkan tidak bersifat untuk membatasi kemungkinan-kemungkinan pembacaan yang ada, sebaliknya tema ini dipilih untuk memberi semacam stimulus awal pada audiens untuk mengamati karya-karya yang dieksposisikan para mahasiswa dalam pameran ini.

Apa yang dieksposisikan dalam pameran ini hadir secara beragam, bukan hanya karena pilihan konsentrasi penciptaan yang ditawarkan oleh kampus yang variatif dan tidak terbatas pada karya-karya 2 dimensi (seni lukis, grafis, prasi) tetapi juga 3 dimensi (seni kriya, seni patung) hingga disiplin Intermedia.

>>>

Tetapi juga karena pilihan pokok persoalan dari masing-masing peserta pameran yang juga berbeda-beda, mulai dari menyoal isu sosio-kultural, aspek historiografi, aspek material seni, kritik terhadap kerusakan alam, hingga persoalan identitas. Hal ini wajar saja mengingat Undiksha khususnya dalam prodi Pendidikan Seni Rupa-nya memang sejak lama telah diwarnai dengan kehadiran beragam identitas mahasiswa yang multikultur.

Pokok persoalan yang berbeda-beda itu, adalah muatan karya yang secara sadar coba digali oleh mereka untuk kemudian diuji dan diamati temuan-temuannya. Sebagaimana seorang ilmuwan berkerja, para mahasiswa yang juga (calon) seniman akademik dan pendidik seni ini lalu diharapkan dapat mempertanggungjawabkan hasil eksperimen dan eksplorasi mereka dalam bentuk statement yang argumentatif dan ilmiah.

Inilah yang disebut oleh Hardiman sebagai Jalan Laboratorium, yakni “satu proses pengasahan potensi yang bisa ditempuh pendidikan formal dengan melonggarkan praktik eksperimen dan eksplorasi sebagai nafas utamanya melalui prosedur ilmiah yang menempatkan dunia cipta seni sejalan dengan dunia ilmiah.. Melalui proses demikianlah para mahasiswa seni dapat memperoleh sejumlah penemuan ide, konsep, wacana, dan kualitas estetis.”

Maka sekali lagi pameran ini selain untuk menjadi panggung dalam mempertontonkan kreativitas mereka, lebih dari itu pameran ini juga ada untuk menunjukkan mereka yang telah berproses dengan sungguh-sungguh dan menghayati apa yang telah mereka kerjakan. Selamat bereksposisi para mahasiswa seni rupa Undiksha angkatan 2019! Semoga lulus! [T]

Batubulan 2023

Problematika Material #Pengantar Pameran Studi Khusus Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, FBS, Undiksha
Lihatlah, Nikmatilah, Itu Saja! – Catatan Pameran Seni Rupa Dosen Undiksha Singaraja
Cara Dosen Merespons Kondisi Kekinian – Catatan Pameran Seni Rupa Dosen Undiksha
Tags: Pameran Seni RupaSeni RupaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menikmati Alam Gatep Lawas dan Wahana River Tubing Asyik di Buleleng

Next Post

Gede Adi Indrawan, Guru SD yang Sukses Jadi Youtuber dan DJ

Vincent Chandra

Vincent Chandra

lahir dan besar di Medan, menempuh pendidikan S1 di Undiksha, Singaraja. Senang menggambar, melukis, menulis, dan terus ingin belajar hal-hal baru.

Related Posts

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

by Agung Bawantara
March 23, 2026
0
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Di tengah hiruk-pikuk malam pengerupukan, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1948, ketika ogoh-ogoh diarak dalam gegap gempita, sosok...

Read moreDetails

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

by Agung Bawantara
March 17, 2026
0
Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Karya ogoh-ogoh berjudul “Tugu Mayang” dari ST. Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud, Gianyar, menguatkan sebuah kecenderungan estetika yang...

Read moreDetails

Gerabah dan Manusia yang Berubah

by Mas Ruscitadewi
March 7, 2026
0
Gerabah dan Manusia yang Berubah

Dalam pameran Bali Bhuwana Rupa oleh ISI Denpasar di ARMA Museum Ubud, yang bertajuk ' Adhi Jnana Astam (Mastery-Mind-Marvel), banyak...

Read moreDetails

SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

by Hartanto
February 24, 2026
0
SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

BENCANA banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat dan beberapa daerah di Indonesia – menurut saya, bukanlah sekedar bencana...

Read moreDetails

Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

by Agung Bawantara
February 22, 2026
0
Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

OGOH-OGOH Kalabendu karya Sekaa Teruna (ST) Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu, Kuta Selatan, menempatkan figur bhutakala bertangan enam sebagai pusat komposisi....

Read moreDetails
Next Post
Gede Adi Indrawan, Guru SD yang Sukses Jadi Youtuber dan DJ

Gede Adi Indrawan, Guru SD yang Sukses Jadi Youtuber dan DJ

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co