24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lihatlah, Nikmatilah, Itu Saja! – Catatan Pameran Seni Rupa Dosen Undiksha Singaraja

Dian Suryantini by Dian Suryantini
November 28, 2019
in Ulasan
Lihatlah, Nikmatilah, Itu Saja! – Catatan Pameran Seni Rupa Dosen Undiksha Singaraja

Lukisan karya Hardiman dalam pameran seni rupa di Undiksha Singaraja, 27 Novemver hingga 11 Desember 2019

BACA JUGA: Cara Dosen Merespons Kondisi Kekinian – Catatan Pameran Seni Rupa Dosen Undiksha


Ditanya soal seni, saya memang awam. Bahkan sangat awam. Boleh dibilang saya tidak tahu apa itu seni. Jika melihat, saya bisa mengatakan bahwa itu adalah karya seni. Tapi sekali lagi, I don’t know about art.

Saya hanya bisa merasakan tapi tak tahu cara menjelaskan. Tapi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya dan sebagainya).

Kalau menurut saya, seni adalah suatu karya yang bisa dilihat dan dirasakan, tak perlu dijelaskan. Sebab tak semua hal butuh penjelasan dan alasan. Ya, seperti cinta misalnya. Cinta adalah sebuah seni menyukai dan menyayangi seseorang tanpa tahu kenapa bisa suka dan sayang.

Ya begitulah seni. Rumit bagi saya yang baru belajar memahami dunia seni, meskipun pernah sebagai pelaku seni. Menurut saya seni tidak saja pada sebuah karya seperti lukisan, tarian, kriya, musik, drama atau yang lainya. Bagi saya hidup juga seni. Berjalan, berbicara, menulis, bernyanyi. Itu semua seni. Seni dalam diri. Hehehe. Menurut saya lo ya.

Meskipun saya tak mengerti soal seni, saya berusaha belajar. Walau tak mendalami setidaknya saya bisa melihat dan menikmati karya seni. Tak ada karya seni yang buruk. Itu hanya soal rasa. Begitu niatnya saya ingin belajar, saya meluangkan waktu sedikit untuk sekadar ingin tahu pameran seni rupa di kampus Undiksha yang diselenggarakan Prodi Pendidikan Seni Rupa mulai 27 November hingga 11 Desember 2019.

Ini yang kedua kalinya saya datang ke Galeri FBS Undiksha untuk melihat pameran dan masih saja tak paham soal seni. Betapa bodohnya saya.

Sesampainya di ruangan itu mata saya melihat luas sekeliling. Di depan saya ada 5 kayu yang dicat warna warni yang menurut saya menyerupai koral di laut. Sekilas bagi saya itu hanya kayu biasa. Yang membuatnya tidak biasa adalah perlakuan si pemilik kayu terhadap kayu itu sendiri. Paduan warna cat pada bidang kayu membuatnya lebih hidup. Saya perhatikan lagi detailnya, seperti ada hewan yang menempel pada tumbuhan laut yang diinterpretasikan pada bidang kayu itu.


5 kayu yang dicat warna warni yang menurut saya menyerupai koral di laut pada pameran seni rupa dosen Undiksha di Undiksha Singaraja

Tak puas hanya melihat kayu-kayu itu, saya pun menyusuri ruangan itu samai ke dalam-dalamnya. Di ruangan tengah dipamerkan hasil karya seni kriya dari bahan keramik. Disampingnya ada kerumunan orang yang sibuk memperhatikan seseorang yang sibuk dengan kuas dan catnya. Saya tak bisa melihat dengan jelas. Ya tahulah saya berada di barisan belakang dan…pendek. Hikss.. sedih.

Karena tak bisa melihat apa yang dilakukan, saya sedikat kesal. Saya berusaha melihat yang lainnya. Saya kembali ke ruangan utama. Pandangan saya tertuju pada lukisan I Gusti Nengah Sura Ardana dengan judul Lapuk itu Indah. Saya cukup lama memandangi lukisan kakek tua bertopi yang sudah keriput. Polesan cat di atas bidang kanvas sangat detail. Saya pandang lukisan itu lekat-lekat seolah saya sedang bertatapan degan si kakek dalam lukisan itu. Tak lama hati saya merasa sedih. Mata saya sempat berkaca-kaca sebentar. Beruntung saya dapat mengendalikan diri dan mengalihkan pandangan.

Setelah melihat lukisan itu, saya bergeser ke sisi selatan di ruang utama dengan harapan bisa menormalkan hati. Lagi-lagi pandangan saya terpaut pada sebuah lukisan karya I Gusti Nengah Sura Ardana yang diberi judul Guratan Makna (series). Dalam lukisan itu digambarkan seorang nenek tua yang tengah menggendong wakul. Lalu disekelilingnya bertaburan dengan gambar ikan dan beras.

Sekilas saya menangkap pesan dari lukisan itu bahwa hidup itu keras. Penuh perjuangan. Untuk mendapatkan nafkah harus mampu bertarung dengan waktu. Jika pepatah mengatakan belajar tak mengenal usia, maka untuk lukisan ini boleh dibilang bekerja tak mengenal usia. Bayangkan saja, seseorang dengan usia yang tak muda lagi masih harus bekerja, berjuang demi menghidupi diri. Demi mendapatkan rejeki. Kondisi ini juga sering kita jumpai kan?


Karya yang dipamerkan dalam pameran seni rupa dosen Undiksha di Undiksha Singaraja

Menengok ke sisi utara. Seingat saya disana dipajang lukisan abstrak dari Kang Hardiman, seorang seniman yang juga dosen Prodi Pendidikan Seni Rupa. Lukisan-lukisan abstraknya menarik bagi saya. Tapi saya tak bisa menangkap pesan dari lukisan itu. Ada satu hal yang lucu yang saya lakukan bersama teman saya saat melihat lukisan Kang Hardiman yang berjudul Seri Sepuluh Abstraksi Unggas. Tapi saya tak menemukan yang ke-10. Hanya ada sembilan.

Lalu satu teman saya dengan gaya skeptisnya mengatakan yang kesepuluh adalah gabungan dari sembilan lukisan itu. Mungkin dia bisa merasakan dan melihat seninya. Tapi saya tidak. Dari sembilan lukisan karyanya hanya enam lukisan yang bisa saya tangkap mirip dengan unggas. Tiga lainnya malah saya lihat seperti ikan. Ikan lele tepatnya.

Setelah lama menerka-nerka, lalu datanglah Kang Hardiman. Dia itu pelukis ikan itu. Dia adalah dosen, pelukis, penulis seni rupa dan kurator.

Kami bertanya kenapa lukisannya itu hanya ada sembilan. Dia bilang yang satunya sengaja tak dipasang karena kalau dipasang posisi lukisannya jadi kurang harmonis. Jadi tidak enak untuk dilihat. Saya tertawa saat itu. Betapa pintarnya kami yang memiliki imajinasi melebihi sang seniman.

Kemudian saya utarakan isi hati saat melihat lukisannya. Jujur saya katakan bahwa dari sembilan lukisan yang pajang dalam series itu kenapa hanya enam yang bisa saya tangkap mirip unggas. Dan tiga lainnya malah menyerupai ikan. Bentuknya sudah tidak mirip unggas. Beliau mengatakan pada kami bahwa memang ketiganya itu sudah tak terpaku pada bentuk utama. Namun ebih menonjol kepada permainan bentuk yang mengikuti perasaan si pelukis.

Karena saya penasaran dan tak mampu menjadi penikmat seni dalam ruangan itu, saya meminta sebuah cara dari Kang Hardiman. Cara bagaimana menikmati sebuah karya seni dan memahaminya. Dengan cepat pertanyaan saya disanggahnya. Seni itu dapat dinikmati tergantung dari orang yang menikmatinya. Tak perlu ambil pusing jika tak paham. Cukup lihat, rasakan, nikmati. Setelah merasa cukup dan puas bisa pergi. Atau bahkan bisa menjadi bahan rumpi yang menginspirasi. [T]

Tags: Pameran Seni RupaUndiksha
Share56TweetSendShareSend
Previous Post

Andai Pariwisata Tak Merasuki, Siapa Yang Peduli Sampah Plastik di Nusa Penida?

Next Post

Literasi di Tempat Rekreasi

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Literasi di Tempat Rekreasi

Literasi di Tempat Rekreasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co