23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar dari Natalia, Perempuan yang Hobi Donor Darah

Pande Putu Jana Wijnyana by Pande Putu Jana Wijnyana
April 28, 2024
in Khas
Belajar dari Natalia, Perempuan yang Hobi Donor Darah

Ketut Devianti Natalia | Foto: Pande

SEBAGIAN orang menganggap donor darah menjadi suatu aktivitas yang menakutkan. Terlebih, jarum donor itu lumayan besar dari jarum pada umumnya. Tidak dapat dimungkiri, banyak orang yang ingin mencoba, tapi malah berbalik mengurungkan niatnya untuk melakukan donor.

Namun, hal tersebut tentu sangat berbeda jauh dengan Ketut Devianti Natalia. Salah satu pegawai di Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng (PDAM Buleleng) ini mengatakan bahwa ia sangat suka donor darah, bahkan ia sudah menganggapnya sebagai sebuah hobi.

Agak lain, memang, sata kita mendengar tentang hobi donor darah, tapi hal ini benar terjadi pada perempuan asal desa Munduk itu. Natalia sudah melakukan donor darah sejak menginjak ubin kelas 2 sekolah menengah pertama. Uniknya, aktivitas yang hari ini bisa dibilang hobinya itu, dimulai ketika ia merasa jengah dan terpaksa.

“Dulu sama sekali tidak ada yang mau ikut, karena kami [teman-teman sekelasnya waktu SMP] semuanya takut. Kebetulan saya jadi ketua kelas, mau tidak mau harus ikut, kalau tidak ikut ya malu sama yang lain,” ujarnya sembari tertawa.

Pemilik golongan darah B itu awalnya memang ada rasa ketakutan. Dua hari sebelum kegiatan, ketakutan berkemelut dalam benaknya. Namun, pikirannya sudah merajalela, mau diapakan saja saat donor darah, dengannya juga, jarum donor lebih besar dari jarum suntik imunisasi. Tapi pada akhirnya, keberanian dan tekad itulah yang menyadarkannya, meskipun gugup dan keringat dingin berkucur di tubuhnya.

Natalia sedang melakukan donor darah di Kantor | Foto: Humas PDAM Buleleng

“Jarum dulu masih sama seperti sekarang. Besarnya masih sama, tapi dulu jarumnya pakai jarum besi. Sekarang sudah agak elastis, kantongnya pun dulu masih kecil, mungkin setengahnya. Tapi sekarang sudah besar, rasanya ada sekitar 350cc darah yang bisa ditampung atau lebih,” ujar Lia.

Ketakutannya sirna ketika telah selesai melakukan donor darah. Ia mengatakan, awalnya memang terasa lemas, tapi beberapa jam setelahnya, kondisinya akan normal kembali seperti semula.

“Malahan badan jadinya lebih bugar, jadi lebih fresh, tubuh rasanya lebih ringan saat beraktivitas. zaman itu diberi reward seperti bubur kacang ijo dan susu senangnya sudah minta ampun,” katanya dengan nada penuh semangat.

Kini donor darah menjadi semacam rutinitas hidupnya. Setiap tahun, selalu ada notifikasi SMS ataupun Whatsapp dari Palang Merah Indonesia (PMI) Singaraja yang masuk ke ponselnya itu.

“Masalah donor tidak pernah absen sampai sekarang. Dulu informasi boleh donor kembali setahun sekali, tapi sekarang sudah berubah, informasi terakhir katanya 3 bulan setelahnya sudah bisa melakukan donor lagi,” ujar Lia.

Aktivitasnya itu pun menjadi pemantik, bukan lagi bagi dirinya sendiri, tapi juga untuk lingkungan sekitarnya. Lucunya, setelah ia melakukan donor untuk pertama kalinya, tahun berikutnya, teman-temannya yang lain malah ingin ikut mencobanya.

“Bukan karena kacang ijo atau susunya yang membuat mereka ikut, tapi teman-teman ternyata perlu diyakinkan dan dibuktikan. Alhasil, sampai sekarang, teman-teman malah ikut ketagihan,” ujarnya sembari tertawa.

Entah, seperti suatu keberuntungan. Kebetulan saja di tempat ia bekerja saat ini, setiap kegiatan ulang tahun kantor, selalu mengadakan kegiatan donor darah. Meskipun usianya sudah hampir menginjak setengah abad, tapi semangatnya menjalankan misi kemanusiaan tidak akan ada henti-hentinya. “Di kantor sudah langganan. Petugasnya pun (PMI) sudah sampai hafal, bahkan sudah diberitahu untuk mengambil kartu anggota donor darah,” tambahnya sembari tersenyum senang

Lia pun menceritakan bagaimana pengalaman berkesannya ketika ada seseorang yang membutuhkan donor dari darahnya sendiri. Ia mengatakan, meski lupa pada tahun berapa, ketika itu ada seorang anak kecil yang memerlukan darah, tanpa basa-basi ia segera menjadi pendonor. Kebetulan golongan darahnya cocok. Ia selalu berpikir bagaimana jika berada di posisi mereka?

“Rasanya benar-benar bahagia bercampur haru ketika sudah bisa membantu. Kadang inisiatif sendiri datang ke kantor PMI, biasanya PMI selalu membutuhkannya.” Saat mengatakan ini, Lia seperti menerawang jauh, mungkin mengingat pengalaman mulia itu.

Sejauh pengalamannya mengikuti donor darah, ternyata ada pengalaman buruk yang pernah ia alami. “Pernah sekali, ketika itu jarumnya bengkok, terus setelah dicabut malah patah. Itu karena petugas memasukkannya secara salah, terlalu miring rasanya. Tapi untungnya tidak apa-apa, penanganannya cepat, kalau diingat-ingat sedikit ngeri juga,” tutur Lia. Meskipun ada pengalaman buruk, ia tidak pernah terpikirkan untuk berhenti melakukan misi kemanusiaan itu.

Ia merasa misi ini belum lengkap bila tidak menyampaikan pentingnya kegiatan ini kepada kedua anaknya. Ia tentu ingin kegiatan mulia ini dapat dilanjutkan secara terus-menerus. Menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak-anaknya sejak dini sudah menjadi tugas utamanya.

“Kedua anak saya sudah mulai saya ajarkan. Anak pertama responnya lebih enggan, karena memang takut dengan jarum. Tapi anak kedua begitu bersemangat, pengalamannya juga tidak pernah takut, sudah dari kecil ketika imunisasi dulu tidak pernah menangis sama sekali,” ungkapnya penuh semangat.

Ia juga membeberkan tips ketika ingin menjadi pendonor darah pemula. Ia mengatakan kuncinya adalah dari dalam diri kita sendiri. “Kalau tidak yakin mustahil rasanya berhasil, apalagi punya niat yang setengah-setengah, darah bisa saja macet, tidak mau keluar karena saking gugupnya,” ujarnya.

Selain itu, menurut Lia, si pendonor juga perlu istirahat yang cukup sebelum melakukan kegiatan donor darah, yang pasti tidak boleh begadang. Sarapan pagi juga harus dilakukan sebelum darah disedot.

“Tidak perlu dipikirkan. Intinya, jika takut dengan jarumnya, tidak perlu dilihat. Rileks, pikirkan kita melakukan untuk dasar mulia, kemanusiaan, segala sesuatunya pasti dilancarkan,” ungkapnya dengan serius.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Pande Putu Jana Wijnyana
Penulis: Pande Putu Jana Wijnyana
Editor: Jaswanto

Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa
Gede Artana, Sun Go Kong dari Desa Pedawa
Tags: donor darahPalang Merah IndonesiaPMI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Darah Memerah di Catuspata | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Next Post

Membaca dan Kesadaran: Catatan Singkat Bincang-Bincang Bersama Duta Baca Indonesia

Pande Putu Jana Wijnyana

Pande Putu Jana Wijnyana

Mahasiswa STAH Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Membaca dan Kesadaran: Catatan Singkat Bincang-Bincang Bersama Duta Baca Indonesia

Membaca dan Kesadaran: Catatan Singkat Bincang-Bincang Bersama Duta Baca Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co