12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar dari Natalia, Perempuan yang Hobi Donor Darah

Pande Putu Jana Wijnyana by Pande Putu Jana Wijnyana
April 28, 2024
in Khas
Belajar dari Natalia, Perempuan yang Hobi Donor Darah

Ketut Devianti Natalia | Foto: Pande

SEBAGIAN orang menganggap donor darah menjadi suatu aktivitas yang menakutkan. Terlebih, jarum donor itu lumayan besar dari jarum pada umumnya. Tidak dapat dimungkiri, banyak orang yang ingin mencoba, tapi malah berbalik mengurungkan niatnya untuk melakukan donor.

Namun, hal tersebut tentu sangat berbeda jauh dengan Ketut Devianti Natalia. Salah satu pegawai di Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng (PDAM Buleleng) ini mengatakan bahwa ia sangat suka donor darah, bahkan ia sudah menganggapnya sebagai sebuah hobi.

Agak lain, memang, sata kita mendengar tentang hobi donor darah, tapi hal ini benar terjadi pada perempuan asal desa Munduk itu. Natalia sudah melakukan donor darah sejak menginjak ubin kelas 2 sekolah menengah pertama. Uniknya, aktivitas yang hari ini bisa dibilang hobinya itu, dimulai ketika ia merasa jengah dan terpaksa.

“Dulu sama sekali tidak ada yang mau ikut, karena kami [teman-teman sekelasnya waktu SMP] semuanya takut. Kebetulan saya jadi ketua kelas, mau tidak mau harus ikut, kalau tidak ikut ya malu sama yang lain,” ujarnya sembari tertawa.

Pemilik golongan darah B itu awalnya memang ada rasa ketakutan. Dua hari sebelum kegiatan, ketakutan berkemelut dalam benaknya. Namun, pikirannya sudah merajalela, mau diapakan saja saat donor darah, dengannya juga, jarum donor lebih besar dari jarum suntik imunisasi. Tapi pada akhirnya, keberanian dan tekad itulah yang menyadarkannya, meskipun gugup dan keringat dingin berkucur di tubuhnya.

Natalia sedang melakukan donor darah di Kantor | Foto: Humas PDAM Buleleng

“Jarum dulu masih sama seperti sekarang. Besarnya masih sama, tapi dulu jarumnya pakai jarum besi. Sekarang sudah agak elastis, kantongnya pun dulu masih kecil, mungkin setengahnya. Tapi sekarang sudah besar, rasanya ada sekitar 350cc darah yang bisa ditampung atau lebih,” ujar Lia.

Ketakutannya sirna ketika telah selesai melakukan donor darah. Ia mengatakan, awalnya memang terasa lemas, tapi beberapa jam setelahnya, kondisinya akan normal kembali seperti semula.

“Malahan badan jadinya lebih bugar, jadi lebih fresh, tubuh rasanya lebih ringan saat beraktivitas. zaman itu diberi reward seperti bubur kacang ijo dan susu senangnya sudah minta ampun,” katanya dengan nada penuh semangat.

Kini donor darah menjadi semacam rutinitas hidupnya. Setiap tahun, selalu ada notifikasi SMS ataupun Whatsapp dari Palang Merah Indonesia (PMI) Singaraja yang masuk ke ponselnya itu.

“Masalah donor tidak pernah absen sampai sekarang. Dulu informasi boleh donor kembali setahun sekali, tapi sekarang sudah berubah, informasi terakhir katanya 3 bulan setelahnya sudah bisa melakukan donor lagi,” ujar Lia.

Aktivitasnya itu pun menjadi pemantik, bukan lagi bagi dirinya sendiri, tapi juga untuk lingkungan sekitarnya. Lucunya, setelah ia melakukan donor untuk pertama kalinya, tahun berikutnya, teman-temannya yang lain malah ingin ikut mencobanya.

“Bukan karena kacang ijo atau susunya yang membuat mereka ikut, tapi teman-teman ternyata perlu diyakinkan dan dibuktikan. Alhasil, sampai sekarang, teman-teman malah ikut ketagihan,” ujarnya sembari tertawa.

Entah, seperti suatu keberuntungan. Kebetulan saja di tempat ia bekerja saat ini, setiap kegiatan ulang tahun kantor, selalu mengadakan kegiatan donor darah. Meskipun usianya sudah hampir menginjak setengah abad, tapi semangatnya menjalankan misi kemanusiaan tidak akan ada henti-hentinya. “Di kantor sudah langganan. Petugasnya pun (PMI) sudah sampai hafal, bahkan sudah diberitahu untuk mengambil kartu anggota donor darah,” tambahnya sembari tersenyum senang

Lia pun menceritakan bagaimana pengalaman berkesannya ketika ada seseorang yang membutuhkan donor dari darahnya sendiri. Ia mengatakan, meski lupa pada tahun berapa, ketika itu ada seorang anak kecil yang memerlukan darah, tanpa basa-basi ia segera menjadi pendonor. Kebetulan golongan darahnya cocok. Ia selalu berpikir bagaimana jika berada di posisi mereka?

“Rasanya benar-benar bahagia bercampur haru ketika sudah bisa membantu. Kadang inisiatif sendiri datang ke kantor PMI, biasanya PMI selalu membutuhkannya.” Saat mengatakan ini, Lia seperti menerawang jauh, mungkin mengingat pengalaman mulia itu.

Sejauh pengalamannya mengikuti donor darah, ternyata ada pengalaman buruk yang pernah ia alami. “Pernah sekali, ketika itu jarumnya bengkok, terus setelah dicabut malah patah. Itu karena petugas memasukkannya secara salah, terlalu miring rasanya. Tapi untungnya tidak apa-apa, penanganannya cepat, kalau diingat-ingat sedikit ngeri juga,” tutur Lia. Meskipun ada pengalaman buruk, ia tidak pernah terpikirkan untuk berhenti melakukan misi kemanusiaan itu.

Ia merasa misi ini belum lengkap bila tidak menyampaikan pentingnya kegiatan ini kepada kedua anaknya. Ia tentu ingin kegiatan mulia ini dapat dilanjutkan secara terus-menerus. Menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak-anaknya sejak dini sudah menjadi tugas utamanya.

“Kedua anak saya sudah mulai saya ajarkan. Anak pertama responnya lebih enggan, karena memang takut dengan jarum. Tapi anak kedua begitu bersemangat, pengalamannya juga tidak pernah takut, sudah dari kecil ketika imunisasi dulu tidak pernah menangis sama sekali,” ungkapnya penuh semangat.

Ia juga membeberkan tips ketika ingin menjadi pendonor darah pemula. Ia mengatakan kuncinya adalah dari dalam diri kita sendiri. “Kalau tidak yakin mustahil rasanya berhasil, apalagi punya niat yang setengah-setengah, darah bisa saja macet, tidak mau keluar karena saking gugupnya,” ujarnya.

Selain itu, menurut Lia, si pendonor juga perlu istirahat yang cukup sebelum melakukan kegiatan donor darah, yang pasti tidak boleh begadang. Sarapan pagi juga harus dilakukan sebelum darah disedot.

“Tidak perlu dipikirkan. Intinya, jika takut dengan jarumnya, tidak perlu dilihat. Rileks, pikirkan kita melakukan untuk dasar mulia, kemanusiaan, segala sesuatunya pasti dilancarkan,” ungkapnya dengan serius.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Pande Putu Jana Wijnyana
Penulis: Pande Putu Jana Wijnyana
Editor: Jaswanto

Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa
Gede Artana, Sun Go Kong dari Desa Pedawa
Tags: donor darahPalang Merah IndonesiaPMI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Darah Memerah di Catuspata | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Next Post

Membaca dan Kesadaran: Catatan Singkat Bincang-Bincang Bersama Duta Baca Indonesia

Pande Putu Jana Wijnyana

Pande Putu Jana Wijnyana

Mahasiswa STAH Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Membaca dan Kesadaran: Catatan Singkat Bincang-Bincang Bersama Duta Baca Indonesia

Membaca dan Kesadaran: Catatan Singkat Bincang-Bincang Bersama Duta Baca Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co