12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa

Pande Putu Jana Wijnyana by Pande Putu Jana Wijnyana
April 24, 2024
in Khas
Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa

Mang Arya sedang memfoto water meter | Foto: Pande

BANYAK orang mengira, menjadi seorang petugas PDAM itu hanya berurusan dengan sambung-menyambung pipa saja. Padahal, di luar itu masih banyak tugas lain yang jarang kita ketahui.

Di rumah kita, setiap bulan sering kita mendengar, “Permisi, cek air.” Benar. Itu suara seorang pembaca water meter PDAM. Menjadi petugas pembaca water meter bukanlah perkara yang mudah. Malah bisa dikatakan, lebih banyak dukanya daripada sukanya. Coba kita tanya kepada Komang Arya Darmawan, salah satu petugas pembaca meter di kantor Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng.

Mang Arya sapaan akrabnya. Ia mengemban tugas pembaca meter PDAM sudah hampir 9 tahun. Selama ia bertugas, tentu banyak cerita menarik untuk disampaikan. Kalau soal panas terik matahari dan derasnya hujan bisa dibilang sudah menjadi kawan setia baginya.

Dulu, awal bertugas, Arya mengaku agak bingung menggunakan aplikasi, tapi lama-kelamaan jadi terbiasa sebab sudah di-update sedemikian rupa, demi kelancaran dalam bertugas. Tapi kini tugasnya jadi lebih mudah dengan aplikasi baca meter, hanya dengan difoto data bacaan sudah masuk ke server.

Mang Arya sedang memfoto water meter | Foto: Pande

“Dengar cerita dari pegawai senior, ke mana-mana masih catat angka meteran pakai buku, kadang-kadang bukunya basah terkena hujan. Tapi sekarang lebih mudah, tinggal foto saja langsung bisa, tanpa ribet mencatat manual lagi,” kata Arya.

Memakai buku, atau sistem manual, selain rentan kerusakan fisik karena basah, dll, terkadang bacaan juga bisa tertukar dengan petugas lain. Data menjadi tidak akurat dan jelimet. Jika ini terjadi, mau tidak mau petugas harus mengulang kembali bacaannya satu persatu.

Namun, berbeda dengan dulu, sekarang petugas sudah menggunakan aplikasi baca meter, secara otomatis jadi lebih gampang dalam proses input data bacaan.

Di Perumda Air Minum Buleleng, setiap petugas rata-rata mengemban tugas membaca kurang lebih 2.600 data bacaan pelanggan. Semua bacaan harus diselesaikan sesuai tanggal yang telah ditentukan. Lokasi bacaan pun tidak tanggung-tanggung, mencakup sebagian wilayah Kota Singaraja, Banyuning, Penarungan, Sambangan, hingga seputar wilayah Desa Sangsit.

“Sekarang 2.600 pelanggan, itu harus selesai setiap tanggal 25 di akhir bulan. Setiap petugas pembaca dapat wilayah I sampai IV yang tersebar dari wilayah Kota Singaraja dan sekitarnya, kadang harus nambah jam kerja di hari-hari libur,” ujar Arya.

Semakin lama menjadi pembaca meter, sebagaimana diceritakan Mang Arya, semakin banyak duka daripada sukanya. Tantangan di lapangan bukan hanya sekadar cuaca, tapi juga kejadian-kejadian tak terduga, seperti cuitan-cuitan kecil, untuk tidak mengatakan protes, dari pelanggan tentang air mati atau kebocoran, sudah biasa ia dengar.

“Kalau air mati, pelanggan pasti komplainnya ke sini (pembaca water meter),” keluh Arya. Kalau sudah begini, biasanya Arya akan mendengarkan dan berjanji akan segera melaporkannya kepada petugas yang bersangkutan. Ia merasa itu bagian dari pelayanan.

Selain cuitan pelanggan, tak jarang Arya juga mendapat gangguan dari “satpam” atau anjing pelanggan. “Seremnya itu pas di rumah pelanggan ada anjingnya. Kadang tuan rumah bilang, ‘masuk saja anjingnya tidak galak’, tapi baru satu langkah saja, kaki sudah dihap,” celetuk Arya.

Sejauh pengalamannya menjadi petugas cek meteran air PDAM, Arya bahkan sudah 2 kali digigit anjing, celananya sampai robek. Saking tak kuat menghadapi situasi semacam itu, ia kadang tak melanjutkan tugasnya. Nyawa lebih penting dari segalanya.

Saat digigit anjing, ia langsung melakukan pertolongan pertama dengan membasuh luka menggunakan air mengalir. Waktu itu ia juga ke rumah sakit untuk meminta vaksin anti rabies—walaupun tak mendapatkan hasil. Ya, dua kali digigit anjing, Arya tak mendapat vaksin. Tapi syukur, ia tidak merasakan ada tanda-tanda gejala rabies sampai hari ini.

“Kalau dikejar anjing sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Lucunya, sudah dikejar, pelanggan selalu mengatakan aman saja, tidak galak, cuman sekadar kejar,” kata Arya sembari tertawa.

Biasanya, kalau di rumah pelanggan ada anjing, Arya memakai trik tertentu. Ia akan melangkah sangat pelan saat melewati binatang peliharaan itu. “Tapi kalau sudah terlanjur, ya sudah, harus ngebut. Untungnya aman saja sampai sekarang,” ujarnya.

Mang Arya dan pelanggan PDAM | Foto: Pande

Tapi Arya tidak berani mengambil risiko. Untuk menyiasati kejadian-kejadian tidak mengenakkan itu, ia kadang langsung memberikan telponnya kepada pelanggan untuk membantu proses foto water meter. “Kalau rumah terkunci atau tuan rumah tidak ada, biasanya minta nomor hp, biar foto wm dikirim lewat Whatsapp saja,” tambah Arya.

Bukan hanya itu, tak jarang Arya juga berjumpa dengan ular saat membuka meteran. Biasanya meteran air memang dibikinkan semacam wadah yang terbuat dari beton atau kayu.

Pada saat Arya mengecek water meter milik salah seorang pelanggan, seperti biasa, dengan santai ia membuka penutup water meter. Dari sana ia mendengar suara desisan. Ia mengira ada pipa bocor karena suaranya hampir mirip. Tapi setelah cek foto, ternyata ada ular melilit di water meter. Beruntung, nasib baik masih menyertainya waktu itu.

“Ular suka tempat lembap, tidak heran lagi. Tapi saya sedikit shock. Untung tidak dipatuk,” kata Arya.

Tetapi, terlepas dari pengalaman buruk yang Arya alami, di balik duka itu, juga banyak hal yang menggembirakan. Selama menjadi petugas, untuk menyebut satu contoh, ia kadang mendapat mangga dari konsumen, bahkan tak jarang ia disuruh petik langsung dari pohonnya.

Selain mangga, pernah ia hendak diberi ikan laut, tapi Arya menolak. “Itu untuk dijual. Dia juga pejuang rupiah, jadi tidak enak jika diterima,” katanya, bijak.

Banyaknya peristiwa di lapangan, baik suka maupun duka, tak membuat langkah Arya kendor. Ia memikili prinsip untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan atau masyarakat, kapan pun dalam kondisi apa pun.

“Kalau sedikit-sedikit ngeluh, tidak akan membuahkan hasil. Bekerja di bidang pelayanan harus siap melayani yang terbaik,” katanya. Saat mengatakan ini, Arya terlihat sangat serius.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Pande Putu Jana Wijnyana
Penulis: Pande Putu Jana Wijnyana
Editor: Jaswanto

Pak Tua Parsa Si Penjaga Reservoar Waterleiding dan Suido Syo di Buleleng
Tags: PDAM Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DIALOG DI TEPI MASCETI: Kritik Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen tentang Kependetaan

Next Post

“Save Your Song”, Musisi Harus Paham Apa Saja Yang Menjadi Haknya

Pande Putu Jana Wijnyana

Pande Putu Jana Wijnyana

Mahasiswa STAH Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
“Save Your Song”, Musisi Harus Paham Apa Saja Yang Menjadi Haknya

“Save Your Song”, Musisi Harus Paham Apa Saja Yang Menjadi Haknya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co