23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa

Pande Putu Jana Wijnyana by Pande Putu Jana Wijnyana
April 24, 2024
in Khas
Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa

Mang Arya sedang memfoto water meter | Foto: Pande

BANYAK orang mengira, menjadi seorang petugas PDAM itu hanya berurusan dengan sambung-menyambung pipa saja. Padahal, di luar itu masih banyak tugas lain yang jarang kita ketahui.

Di rumah kita, setiap bulan sering kita mendengar, “Permisi, cek air.” Benar. Itu suara seorang pembaca water meter PDAM. Menjadi petugas pembaca water meter bukanlah perkara yang mudah. Malah bisa dikatakan, lebih banyak dukanya daripada sukanya. Coba kita tanya kepada Komang Arya Darmawan, salah satu petugas pembaca meter di kantor Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng.

Mang Arya sapaan akrabnya. Ia mengemban tugas pembaca meter PDAM sudah hampir 9 tahun. Selama ia bertugas, tentu banyak cerita menarik untuk disampaikan. Kalau soal panas terik matahari dan derasnya hujan bisa dibilang sudah menjadi kawan setia baginya.

Dulu, awal bertugas, Arya mengaku agak bingung menggunakan aplikasi, tapi lama-kelamaan jadi terbiasa sebab sudah di-update sedemikian rupa, demi kelancaran dalam bertugas. Tapi kini tugasnya jadi lebih mudah dengan aplikasi baca meter, hanya dengan difoto data bacaan sudah masuk ke server.

Mang Arya sedang memfoto water meter | Foto: Pande

“Dengar cerita dari pegawai senior, ke mana-mana masih catat angka meteran pakai buku, kadang-kadang bukunya basah terkena hujan. Tapi sekarang lebih mudah, tinggal foto saja langsung bisa, tanpa ribet mencatat manual lagi,” kata Arya.

Memakai buku, atau sistem manual, selain rentan kerusakan fisik karena basah, dll, terkadang bacaan juga bisa tertukar dengan petugas lain. Data menjadi tidak akurat dan jelimet. Jika ini terjadi, mau tidak mau petugas harus mengulang kembali bacaannya satu persatu.

Namun, berbeda dengan dulu, sekarang petugas sudah menggunakan aplikasi baca meter, secara otomatis jadi lebih gampang dalam proses input data bacaan.

Di Perumda Air Minum Buleleng, setiap petugas rata-rata mengemban tugas membaca kurang lebih 2.600 data bacaan pelanggan. Semua bacaan harus diselesaikan sesuai tanggal yang telah ditentukan. Lokasi bacaan pun tidak tanggung-tanggung, mencakup sebagian wilayah Kota Singaraja, Banyuning, Penarungan, Sambangan, hingga seputar wilayah Desa Sangsit.

“Sekarang 2.600 pelanggan, itu harus selesai setiap tanggal 25 di akhir bulan. Setiap petugas pembaca dapat wilayah I sampai IV yang tersebar dari wilayah Kota Singaraja dan sekitarnya, kadang harus nambah jam kerja di hari-hari libur,” ujar Arya.

Semakin lama menjadi pembaca meter, sebagaimana diceritakan Mang Arya, semakin banyak duka daripada sukanya. Tantangan di lapangan bukan hanya sekadar cuaca, tapi juga kejadian-kejadian tak terduga, seperti cuitan-cuitan kecil, untuk tidak mengatakan protes, dari pelanggan tentang air mati atau kebocoran, sudah biasa ia dengar.

“Kalau air mati, pelanggan pasti komplainnya ke sini (pembaca water meter),” keluh Arya. Kalau sudah begini, biasanya Arya akan mendengarkan dan berjanji akan segera melaporkannya kepada petugas yang bersangkutan. Ia merasa itu bagian dari pelayanan.

Selain cuitan pelanggan, tak jarang Arya juga mendapat gangguan dari “satpam” atau anjing pelanggan. “Seremnya itu pas di rumah pelanggan ada anjingnya. Kadang tuan rumah bilang, ‘masuk saja anjingnya tidak galak’, tapi baru satu langkah saja, kaki sudah dihap,” celetuk Arya.

Sejauh pengalamannya menjadi petugas cek meteran air PDAM, Arya bahkan sudah 2 kali digigit anjing, celananya sampai robek. Saking tak kuat menghadapi situasi semacam itu, ia kadang tak melanjutkan tugasnya. Nyawa lebih penting dari segalanya.

Saat digigit anjing, ia langsung melakukan pertolongan pertama dengan membasuh luka menggunakan air mengalir. Waktu itu ia juga ke rumah sakit untuk meminta vaksin anti rabies—walaupun tak mendapatkan hasil. Ya, dua kali digigit anjing, Arya tak mendapat vaksin. Tapi syukur, ia tidak merasakan ada tanda-tanda gejala rabies sampai hari ini.

“Kalau dikejar anjing sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Lucunya, sudah dikejar, pelanggan selalu mengatakan aman saja, tidak galak, cuman sekadar kejar,” kata Arya sembari tertawa.

Biasanya, kalau di rumah pelanggan ada anjing, Arya memakai trik tertentu. Ia akan melangkah sangat pelan saat melewati binatang peliharaan itu. “Tapi kalau sudah terlanjur, ya sudah, harus ngebut. Untungnya aman saja sampai sekarang,” ujarnya.

Mang Arya dan pelanggan PDAM | Foto: Pande

Tapi Arya tidak berani mengambil risiko. Untuk menyiasati kejadian-kejadian tidak mengenakkan itu, ia kadang langsung memberikan telponnya kepada pelanggan untuk membantu proses foto water meter. “Kalau rumah terkunci atau tuan rumah tidak ada, biasanya minta nomor hp, biar foto wm dikirim lewat Whatsapp saja,” tambah Arya.

Bukan hanya itu, tak jarang Arya juga berjumpa dengan ular saat membuka meteran. Biasanya meteran air memang dibikinkan semacam wadah yang terbuat dari beton atau kayu.

Pada saat Arya mengecek water meter milik salah seorang pelanggan, seperti biasa, dengan santai ia membuka penutup water meter. Dari sana ia mendengar suara desisan. Ia mengira ada pipa bocor karena suaranya hampir mirip. Tapi setelah cek foto, ternyata ada ular melilit di water meter. Beruntung, nasib baik masih menyertainya waktu itu.

“Ular suka tempat lembap, tidak heran lagi. Tapi saya sedikit shock. Untung tidak dipatuk,” kata Arya.

Tetapi, terlepas dari pengalaman buruk yang Arya alami, di balik duka itu, juga banyak hal yang menggembirakan. Selama menjadi petugas, untuk menyebut satu contoh, ia kadang mendapat mangga dari konsumen, bahkan tak jarang ia disuruh petik langsung dari pohonnya.

Selain mangga, pernah ia hendak diberi ikan laut, tapi Arya menolak. “Itu untuk dijual. Dia juga pejuang rupiah, jadi tidak enak jika diterima,” katanya, bijak.

Banyaknya peristiwa di lapangan, baik suka maupun duka, tak membuat langkah Arya kendor. Ia memikili prinsip untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan atau masyarakat, kapan pun dalam kondisi apa pun.

“Kalau sedikit-sedikit ngeluh, tidak akan membuahkan hasil. Bekerja di bidang pelayanan harus siap melayani yang terbaik,” katanya. Saat mengatakan ini, Arya terlihat sangat serius.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Pande Putu Jana Wijnyana
Penulis: Pande Putu Jana Wijnyana
Editor: Jaswanto

Pak Tua Parsa Si Penjaga Reservoar Waterleiding dan Suido Syo di Buleleng
Tags: PDAM Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DIALOG DI TEPI MASCETI: Kritik Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen tentang Kependetaan

Next Post

“Save Your Song”, Musisi Harus Paham Apa Saja Yang Menjadi Haknya

Pande Putu Jana Wijnyana

Pande Putu Jana Wijnyana

Mahasiswa STAH Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
“Save Your Song”, Musisi Harus Paham Apa Saja Yang Menjadi Haknya

“Save Your Song”, Musisi Harus Paham Apa Saja Yang Menjadi Haknya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co