2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa

Pande Putu Jana Wijnyana by Pande Putu Jana Wijnyana
April 24, 2024
in Khas
Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa

Mang Arya sedang memfoto water meter | Foto: Pande

BANYAK orang mengira, menjadi seorang petugas PDAM itu hanya berurusan dengan sambung-menyambung pipa saja. Padahal, di luar itu masih banyak tugas lain yang jarang kita ketahui.

Di rumah kita, setiap bulan sering kita mendengar, “Permisi, cek air.” Benar. Itu suara seorang pembaca water meter PDAM. Menjadi petugas pembaca water meter bukanlah perkara yang mudah. Malah bisa dikatakan, lebih banyak dukanya daripada sukanya. Coba kita tanya kepada Komang Arya Darmawan, salah satu petugas pembaca meter di kantor Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng.

Mang Arya sapaan akrabnya. Ia mengemban tugas pembaca meter PDAM sudah hampir 9 tahun. Selama ia bertugas, tentu banyak cerita menarik untuk disampaikan. Kalau soal panas terik matahari dan derasnya hujan bisa dibilang sudah menjadi kawan setia baginya.

Dulu, awal bertugas, Arya mengaku agak bingung menggunakan aplikasi, tapi lama-kelamaan jadi terbiasa sebab sudah di-update sedemikian rupa, demi kelancaran dalam bertugas. Tapi kini tugasnya jadi lebih mudah dengan aplikasi baca meter, hanya dengan difoto data bacaan sudah masuk ke server.

Mang Arya sedang memfoto water meter | Foto: Pande

“Dengar cerita dari pegawai senior, ke mana-mana masih catat angka meteran pakai buku, kadang-kadang bukunya basah terkena hujan. Tapi sekarang lebih mudah, tinggal foto saja langsung bisa, tanpa ribet mencatat manual lagi,” kata Arya.

Memakai buku, atau sistem manual, selain rentan kerusakan fisik karena basah, dll, terkadang bacaan juga bisa tertukar dengan petugas lain. Data menjadi tidak akurat dan jelimet. Jika ini terjadi, mau tidak mau petugas harus mengulang kembali bacaannya satu persatu.

Namun, berbeda dengan dulu, sekarang petugas sudah menggunakan aplikasi baca meter, secara otomatis jadi lebih gampang dalam proses input data bacaan.

Di Perumda Air Minum Buleleng, setiap petugas rata-rata mengemban tugas membaca kurang lebih 2.600 data bacaan pelanggan. Semua bacaan harus diselesaikan sesuai tanggal yang telah ditentukan. Lokasi bacaan pun tidak tanggung-tanggung, mencakup sebagian wilayah Kota Singaraja, Banyuning, Penarungan, Sambangan, hingga seputar wilayah Desa Sangsit.

“Sekarang 2.600 pelanggan, itu harus selesai setiap tanggal 25 di akhir bulan. Setiap petugas pembaca dapat wilayah I sampai IV yang tersebar dari wilayah Kota Singaraja dan sekitarnya, kadang harus nambah jam kerja di hari-hari libur,” ujar Arya.

Semakin lama menjadi pembaca meter, sebagaimana diceritakan Mang Arya, semakin banyak duka daripada sukanya. Tantangan di lapangan bukan hanya sekadar cuaca, tapi juga kejadian-kejadian tak terduga, seperti cuitan-cuitan kecil, untuk tidak mengatakan protes, dari pelanggan tentang air mati atau kebocoran, sudah biasa ia dengar.

“Kalau air mati, pelanggan pasti komplainnya ke sini (pembaca water meter),” keluh Arya. Kalau sudah begini, biasanya Arya akan mendengarkan dan berjanji akan segera melaporkannya kepada petugas yang bersangkutan. Ia merasa itu bagian dari pelayanan.

Selain cuitan pelanggan, tak jarang Arya juga mendapat gangguan dari “satpam” atau anjing pelanggan. “Seremnya itu pas di rumah pelanggan ada anjingnya. Kadang tuan rumah bilang, ‘masuk saja anjingnya tidak galak’, tapi baru satu langkah saja, kaki sudah dihap,” celetuk Arya.

Sejauh pengalamannya menjadi petugas cek meteran air PDAM, Arya bahkan sudah 2 kali digigit anjing, celananya sampai robek. Saking tak kuat menghadapi situasi semacam itu, ia kadang tak melanjutkan tugasnya. Nyawa lebih penting dari segalanya.

Saat digigit anjing, ia langsung melakukan pertolongan pertama dengan membasuh luka menggunakan air mengalir. Waktu itu ia juga ke rumah sakit untuk meminta vaksin anti rabies—walaupun tak mendapatkan hasil. Ya, dua kali digigit anjing, Arya tak mendapat vaksin. Tapi syukur, ia tidak merasakan ada tanda-tanda gejala rabies sampai hari ini.

“Kalau dikejar anjing sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Lucunya, sudah dikejar, pelanggan selalu mengatakan aman saja, tidak galak, cuman sekadar kejar,” kata Arya sembari tertawa.

Biasanya, kalau di rumah pelanggan ada anjing, Arya memakai trik tertentu. Ia akan melangkah sangat pelan saat melewati binatang peliharaan itu. “Tapi kalau sudah terlanjur, ya sudah, harus ngebut. Untungnya aman saja sampai sekarang,” ujarnya.

Mang Arya dan pelanggan PDAM | Foto: Pande

Tapi Arya tidak berani mengambil risiko. Untuk menyiasati kejadian-kejadian tidak mengenakkan itu, ia kadang langsung memberikan telponnya kepada pelanggan untuk membantu proses foto water meter. “Kalau rumah terkunci atau tuan rumah tidak ada, biasanya minta nomor hp, biar foto wm dikirim lewat Whatsapp saja,” tambah Arya.

Bukan hanya itu, tak jarang Arya juga berjumpa dengan ular saat membuka meteran. Biasanya meteran air memang dibikinkan semacam wadah yang terbuat dari beton atau kayu.

Pada saat Arya mengecek water meter milik salah seorang pelanggan, seperti biasa, dengan santai ia membuka penutup water meter. Dari sana ia mendengar suara desisan. Ia mengira ada pipa bocor karena suaranya hampir mirip. Tapi setelah cek foto, ternyata ada ular melilit di water meter. Beruntung, nasib baik masih menyertainya waktu itu.

“Ular suka tempat lembap, tidak heran lagi. Tapi saya sedikit shock. Untung tidak dipatuk,” kata Arya.

Tetapi, terlepas dari pengalaman buruk yang Arya alami, di balik duka itu, juga banyak hal yang menggembirakan. Selama menjadi petugas, untuk menyebut satu contoh, ia kadang mendapat mangga dari konsumen, bahkan tak jarang ia disuruh petik langsung dari pohonnya.

Selain mangga, pernah ia hendak diberi ikan laut, tapi Arya menolak. “Itu untuk dijual. Dia juga pejuang rupiah, jadi tidak enak jika diterima,” katanya, bijak.

Banyaknya peristiwa di lapangan, baik suka maupun duka, tak membuat langkah Arya kendor. Ia memikili prinsip untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan atau masyarakat, kapan pun dalam kondisi apa pun.

“Kalau sedikit-sedikit ngeluh, tidak akan membuahkan hasil. Bekerja di bidang pelayanan harus siap melayani yang terbaik,” katanya. Saat mengatakan ini, Arya terlihat sangat serius.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Pande Putu Jana Wijnyana
Penulis: Pande Putu Jana Wijnyana
Editor: Jaswanto

Pak Tua Parsa Si Penjaga Reservoar Waterleiding dan Suido Syo di Buleleng
Tags: PDAM Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DIALOG DI TEPI MASCETI: Kritik Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen tentang Kependetaan

Next Post

“Save Your Song”, Musisi Harus Paham Apa Saja Yang Menjadi Haknya

Pande Putu Jana Wijnyana

Pande Putu Jana Wijnyana

Mahasiswa STAH Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
“Save Your Song”, Musisi Harus Paham Apa Saja Yang Menjadi Haknya

“Save Your Song”, Musisi Harus Paham Apa Saja Yang Menjadi Haknya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co