2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya—Usaha Merawat Ingatan tentang sang Maestro

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
April 27, 2024
in Khas
Festival The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya—Usaha Merawat Ingatan tentang sang Maestro

The (Famous) Squatting Dance: Jung-Jung Te Jung | Foto: Rusdi

FESTIVAL The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya yang digelar Mulawali Institute resmi dibuka dengan pertunjukan dan pameran yang membuat halaman Puri Kaleran Tabanan, Bali, seperti episentrum artistik, Jumat (26/4/2024) malam.

Malam pembukaan dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari budayawan, sastrawan, akademisi, komunitas, media, mahasiswa, pelajar, sampai masyarakat setempat. Orang-orang yang hadir begitu antusias menikmati acara yang, selian mengenang, juga membaca dan merespon karya I Ketut Marya, sang maestro tari kontemporer Bali.

Pembukaan diawali dengan sambutan dari Wayan Sumahardika, Direktur Artistik Festival sekaligus Ketua Yayasan Mulawali Institute. Suma mengungkap urgensi atau alasan kuat dalam menghadirkan festival.

Dalam sambutannya, Suma—panggilan akrab Wayan Sumahardika— menyampaikan, “Marya hidup di persimpangan antara era kerajaan Bali dan masa kolonial. Penting bagi kita memaknai kembali di tengah arus globalisasi, di mana Bali, Indonesia, dan negara-negara di dunia saling-silang (bertaut) satu sama lain. Dan dalam konteks ini I Marya menjadi sosok penting—yang ingin kita baca dan apresiasi, sekaligus kita kritisi.”

Sambutan-sambutan | Foto: Rusdi

Bersama Mulawali Institute, ia memiliki visi artistik yang tidak hanya sekadar hadir dalam bentuk pengkultusan I Marya dan mitos-mitosnya yang hebat, melainkan berusaha memaknai sosok I Marya beserta warisan karyanya hari ini dan bagaimana orang bisa memposisikan diri terhadap itu.

Suma menyebutkan, kegiatan ini bisa terwujud berkat kerja kolaborasi dengan banyak pihak seperti Arsip Bali 1928, ITB Stikom Bali, Gurat Institute, Bang Dance, Ninus dengan Sanggar Sunari Wakya & Komunitas Seni Arjuna Production, serta Haridwipa Gamelan Group.

Bersama Bang Dance, merespon I Marya melalui konteks Kebyar Duduk; dan Ninus yang akan menampilkan Tari Oleg Tamulilingan karya I Marya; dan pertunjukkan lainnya yang dibantu oleh Sanggar Sunari Wakya dan Komunitas Seni Arjuna Production.

Pada waktu yang bersamaan juga, Suma turut mengundang Marlowe Bandem (Arsip Bali 1928) yang berperan penting dalam pameran arsip I Marya, Susanta Dwipayana (Gurat Art Project) yang hadir denga karya instalasinya, dan perwakilan dari Haridwipa Gamelan Group yang mengiringi pertunjukkan—untuk ikut maju ke depan bersamanya—memberikan penjelasan singkat tentang project kolaborasi “Merayakan Marya” yang mereka persembahkan pada festival ini.

Pembukaan The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya juga disambut baik oleh Pelingsir Puri Kaleran. Tokoh puri mengungkapkan apresiasi dan rasa bangganya terhadap acara tersebut. Dengan acara ini orang-orang bisa mengingat kembali keterlibatan Puri Kaleran pada sejarah dan proses kreatif kelahiran karya I Ketut Marya ( I Mario/I Maria) di Tabanan.

“Perlu diketahui bahwa dalam sejarah Puri Kaleran tercatat  proses kreatif I Marya pernah terjadi di sini pada masa lalu. Sehingga karyanya bisa menyebar dari Tabanan sampai Denpasar bahkan dunia,” ungkap perwakilan puri yang hadir saat memberikan sambutan.

Masih di area yang sama—halaman Puri Kaleran—terpajang pameran arsip dan karya instalasi bertajuk “I Marya dan Kebyar” dari kolaborasi Arsip Bali 1928 Gurat Art Project. Sejak sore pengunjung sudah banyak yang berdatangan saat pameran dibuka pukul 16.00 WITA. Pameran berlangsung dari tanggal 23 sampai 24 April 2024.

Instalasi Infinity dan Instalansi stensil Gurat Art Project | Foto: Rusdi

Marlowe Bandem menuturkan kerja budaya yang mereka lakukan lewat Arsip Bali 1928, salah satunya berusaha melakukan deseminasi atau menyebarluaskan materi arsip yang telah berhasil dikumpulkan untuk kepentingan kreatif. Maka, lewat acara ini hal itu dilakukan.

Ia ingin membuka ruang untuk penelitian lintas disiplin. Dan yang terpenting adalah bagaimana materi-materi arsip ini bisa menjadi karya seni baru. Dalam pameran arsip tersebut, Marlowe juga menampilkan kuratorial bertajuk “meneropong masa depan yang lampau” untuk memberi penghargaan terhadap I Marya yang pada tahun 36 dan 39 itu banyak berinteraksi dengan peneliti berpengaruh.

“Untuk pertama kalinya kami menapilkan cuplikan-cuplikan Sang Maestro yang mendedikasikan dirinya pada bidang spiritualitas, ritual, dan kreativitas,” ungkap Marlowe.

Pameran arsip dari Arsip Bali 1928 | Foto: Rusdi

Sementara itu, karya instalasi yang digarap oleh Susanta Dwipayana berusaha menginterpreatsi atas pola dan simbol-simbol gerak dari I Marya.

“Kami mencoba membuat dua intalasi yang interaktif. Pertama, kami buat instalasi dengan teknik stensil untuk interpretasi notasi laban dari karya I Marya. Kedua, intalasi kami berjudul infinity, dari hasil pemaknaan kami pada pola gerak kipas yang seolah membentuk angka 8,” Kata Susanta.

Koordinator Divisi Gurat Art Project yang bergerak dalam bidang kuratorial itu juga mengajak penonton untuk ikut berinteraksi langsung dengan instalasi pada Tur Kuratorial yang akan berlangsung Sabtu, 27 April 2024.

Setelah seremonial—laporan dan sambutan—malam pembukaan dilanjutkan dengan ceramah publik Profesor I Made Bandem (Budayawan dan Akademisi). Sosok I Ketut Marya benar-benar dibahas serius dihadapan hadirin dan tamu undangan yang penasaran dengan cerita dibalik proses kreatif sang maestro.

Prof Bandem saat memberikan ceramah publik | Foto: Rusdi

Banyak fakta sejarah yang diungkap I Made Bandem malam itu. Di antaranya tentang asal-muasal gerakan jongkok dan nyerengsek dari Tari Kebyar Duduk atau Igel Jongkok; penamaan Tari Oleg Tamulilingan; sampai tentang pengaruh Barat terhadap proses penciptaan karya I Ketut Marya.

Di sela-selah ceramahnya, I Made Bandem—seseorang yang pernah dilatih langsung oleh I Ketut Marya sewaktu kecilnya—mencoba memperagakan bagaimana gerakan-gerakan fenomenal yang diciptakan I Ketut Marya.

Malam pembukaan semakin menarik dan meriah pada puncak acara. Pasalnya, acara pembukaan semalam ditutup dengan pementasan “The (Famous) Squatting Dance: Jung-Jung Te Jung”, sebuah pementasan kolaborasi antara Mulawali Institut bersama Sanggar Haridwipa Gamelan Group, yang disutradarai langsung oleh Wayan Sumahardika.

Pertunjukan The (Famous) Squatting Dance: Jung-Jung Te Jung | Foto: Rusdi

Jung-Jung Te Jung memperlihatkan bentuk-bentuk tarian Kebyar Duduk/Igel Jongkok yang dipadukan dengan teater interaktif. Pertunjukkan yang dibawakan oleh Agus Wiratama, Jacko Kaneko, dan I Komang Try Ray Dewantara seolah membuat mata penonton tak berkedip. Lekukan tubuh dan aksi ketiga penari sekaligus aktor itu berhasil menyentuh kekaguman orang-orang.

Suasana pasca acara pembukaan | Foto: Rusdi

Pertunjukan semakin semarak ketika Agus Wiratama dengan terbuka langsung mengajak semua penonton untuk ikut mempraktikkan salah satu gerakan ikonik dari tarian jongkok. Sebagai penampilan akhir, The (Famous) Squatting Dance: Jung-Jung Te Jung memberikan kesan yang memukau para hadirin malam itu.

The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya masih akan berlangsung sampai tanggal 28 April 2024 di Puri Kaleran dengan program diskusi, workshop, pertunjukkan, pemutaran film, dan napak tilas.[T]

Reporter/Penulis: Rusdy Ulu
Editor: Jaswanto

Membaca, Mengenal, dan Memahami I Ketut Marya dalam Lokakarya Koreografi “Dari Igel Jongkok Menuju Kebyar Duduk”
Mari Merayakan Ketut Marya dan Igel Jongkok di Tabanan, 26-28 April 2024
Tentang Mario yang Tak Banyak Diketahui: Bertemu Soekarno dan Embrio Kebyar Duduk dari Busungbiu
Tags: I Ketut MaryaIgel JongkokKebyar DudukKetut MarioMerayakan MaryaMulawali Institute
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

JOKPINIANA | Obituari dari Ananda Sukarlan

Next Post

Darah Memerah di Catuspata | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Darah Memerah di Catuspata | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Darah Memerah di Catuspata | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co