23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya—Usaha Merawat Ingatan tentang sang Maestro

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
April 27, 2024
in Khas
Festival The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya—Usaha Merawat Ingatan tentang sang Maestro

The (Famous) Squatting Dance: Jung-Jung Te Jung | Foto: Rusdi

FESTIVAL The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya yang digelar Mulawali Institute resmi dibuka dengan pertunjukan dan pameran yang membuat halaman Puri Kaleran Tabanan, Bali, seperti episentrum artistik, Jumat (26/4/2024) malam.

Malam pembukaan dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari budayawan, sastrawan, akademisi, komunitas, media, mahasiswa, pelajar, sampai masyarakat setempat. Orang-orang yang hadir begitu antusias menikmati acara yang, selian mengenang, juga membaca dan merespon karya I Ketut Marya, sang maestro tari kontemporer Bali.

Pembukaan diawali dengan sambutan dari Wayan Sumahardika, Direktur Artistik Festival sekaligus Ketua Yayasan Mulawali Institute. Suma mengungkap urgensi atau alasan kuat dalam menghadirkan festival.

Dalam sambutannya, Suma—panggilan akrab Wayan Sumahardika— menyampaikan, “Marya hidup di persimpangan antara era kerajaan Bali dan masa kolonial. Penting bagi kita memaknai kembali di tengah arus globalisasi, di mana Bali, Indonesia, dan negara-negara di dunia saling-silang (bertaut) satu sama lain. Dan dalam konteks ini I Marya menjadi sosok penting—yang ingin kita baca dan apresiasi, sekaligus kita kritisi.”

Sambutan-sambutan | Foto: Rusdi

Bersama Mulawali Institute, ia memiliki visi artistik yang tidak hanya sekadar hadir dalam bentuk pengkultusan I Marya dan mitos-mitosnya yang hebat, melainkan berusaha memaknai sosok I Marya beserta warisan karyanya hari ini dan bagaimana orang bisa memposisikan diri terhadap itu.

Suma menyebutkan, kegiatan ini bisa terwujud berkat kerja kolaborasi dengan banyak pihak seperti Arsip Bali 1928, ITB Stikom Bali, Gurat Institute, Bang Dance, Ninus dengan Sanggar Sunari Wakya & Komunitas Seni Arjuna Production, serta Haridwipa Gamelan Group.

Bersama Bang Dance, merespon I Marya melalui konteks Kebyar Duduk; dan Ninus yang akan menampilkan Tari Oleg Tamulilingan karya I Marya; dan pertunjukkan lainnya yang dibantu oleh Sanggar Sunari Wakya dan Komunitas Seni Arjuna Production.

Pada waktu yang bersamaan juga, Suma turut mengundang Marlowe Bandem (Arsip Bali 1928) yang berperan penting dalam pameran arsip I Marya, Susanta Dwipayana (Gurat Art Project) yang hadir denga karya instalasinya, dan perwakilan dari Haridwipa Gamelan Group yang mengiringi pertunjukkan—untuk ikut maju ke depan bersamanya—memberikan penjelasan singkat tentang project kolaborasi “Merayakan Marya” yang mereka persembahkan pada festival ini.

Pembukaan The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya juga disambut baik oleh Pelingsir Puri Kaleran. Tokoh puri mengungkapkan apresiasi dan rasa bangganya terhadap acara tersebut. Dengan acara ini orang-orang bisa mengingat kembali keterlibatan Puri Kaleran pada sejarah dan proses kreatif kelahiran karya I Ketut Marya ( I Mario/I Maria) di Tabanan.

“Perlu diketahui bahwa dalam sejarah Puri Kaleran tercatat  proses kreatif I Marya pernah terjadi di sini pada masa lalu. Sehingga karyanya bisa menyebar dari Tabanan sampai Denpasar bahkan dunia,” ungkap perwakilan puri yang hadir saat memberikan sambutan.

Masih di area yang sama—halaman Puri Kaleran—terpajang pameran arsip dan karya instalasi bertajuk “I Marya dan Kebyar” dari kolaborasi Arsip Bali 1928 Gurat Art Project. Sejak sore pengunjung sudah banyak yang berdatangan saat pameran dibuka pukul 16.00 WITA. Pameran berlangsung dari tanggal 23 sampai 24 April 2024.

Instalasi Infinity dan Instalansi stensil Gurat Art Project | Foto: Rusdi

Marlowe Bandem menuturkan kerja budaya yang mereka lakukan lewat Arsip Bali 1928, salah satunya berusaha melakukan deseminasi atau menyebarluaskan materi arsip yang telah berhasil dikumpulkan untuk kepentingan kreatif. Maka, lewat acara ini hal itu dilakukan.

Ia ingin membuka ruang untuk penelitian lintas disiplin. Dan yang terpenting adalah bagaimana materi-materi arsip ini bisa menjadi karya seni baru. Dalam pameran arsip tersebut, Marlowe juga menampilkan kuratorial bertajuk “meneropong masa depan yang lampau” untuk memberi penghargaan terhadap I Marya yang pada tahun 36 dan 39 itu banyak berinteraksi dengan peneliti berpengaruh.

“Untuk pertama kalinya kami menapilkan cuplikan-cuplikan Sang Maestro yang mendedikasikan dirinya pada bidang spiritualitas, ritual, dan kreativitas,” ungkap Marlowe.

Pameran arsip dari Arsip Bali 1928 | Foto: Rusdi

Sementara itu, karya instalasi yang digarap oleh Susanta Dwipayana berusaha menginterpreatsi atas pola dan simbol-simbol gerak dari I Marya.

“Kami mencoba membuat dua intalasi yang interaktif. Pertama, kami buat instalasi dengan teknik stensil untuk interpretasi notasi laban dari karya I Marya. Kedua, intalasi kami berjudul infinity, dari hasil pemaknaan kami pada pola gerak kipas yang seolah membentuk angka 8,” Kata Susanta.

Koordinator Divisi Gurat Art Project yang bergerak dalam bidang kuratorial itu juga mengajak penonton untuk ikut berinteraksi langsung dengan instalasi pada Tur Kuratorial yang akan berlangsung Sabtu, 27 April 2024.

Setelah seremonial—laporan dan sambutan—malam pembukaan dilanjutkan dengan ceramah publik Profesor I Made Bandem (Budayawan dan Akademisi). Sosok I Ketut Marya benar-benar dibahas serius dihadapan hadirin dan tamu undangan yang penasaran dengan cerita dibalik proses kreatif sang maestro.

Prof Bandem saat memberikan ceramah publik | Foto: Rusdi

Banyak fakta sejarah yang diungkap I Made Bandem malam itu. Di antaranya tentang asal-muasal gerakan jongkok dan nyerengsek dari Tari Kebyar Duduk atau Igel Jongkok; penamaan Tari Oleg Tamulilingan; sampai tentang pengaruh Barat terhadap proses penciptaan karya I Ketut Marya.

Di sela-selah ceramahnya, I Made Bandem—seseorang yang pernah dilatih langsung oleh I Ketut Marya sewaktu kecilnya—mencoba memperagakan bagaimana gerakan-gerakan fenomenal yang diciptakan I Ketut Marya.

Malam pembukaan semakin menarik dan meriah pada puncak acara. Pasalnya, acara pembukaan semalam ditutup dengan pementasan “The (Famous) Squatting Dance: Jung-Jung Te Jung”, sebuah pementasan kolaborasi antara Mulawali Institut bersama Sanggar Haridwipa Gamelan Group, yang disutradarai langsung oleh Wayan Sumahardika.

Pertunjukan The (Famous) Squatting Dance: Jung-Jung Te Jung | Foto: Rusdi

Jung-Jung Te Jung memperlihatkan bentuk-bentuk tarian Kebyar Duduk/Igel Jongkok yang dipadukan dengan teater interaktif. Pertunjukkan yang dibawakan oleh Agus Wiratama, Jacko Kaneko, dan I Komang Try Ray Dewantara seolah membuat mata penonton tak berkedip. Lekukan tubuh dan aksi ketiga penari sekaligus aktor itu berhasil menyentuh kekaguman orang-orang.

Suasana pasca acara pembukaan | Foto: Rusdi

Pertunjukan semakin semarak ketika Agus Wiratama dengan terbuka langsung mengajak semua penonton untuk ikut mempraktikkan salah satu gerakan ikonik dari tarian jongkok. Sebagai penampilan akhir, The (Famous) Squatting Dance: Jung-Jung Te Jung memberikan kesan yang memukau para hadirin malam itu.

The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya masih akan berlangsung sampai tanggal 28 April 2024 di Puri Kaleran dengan program diskusi, workshop, pertunjukkan, pemutaran film, dan napak tilas.[T]

Reporter/Penulis: Rusdy Ulu
Editor: Jaswanto

Membaca, Mengenal, dan Memahami I Ketut Marya dalam Lokakarya Koreografi “Dari Igel Jongkok Menuju Kebyar Duduk”
Mari Merayakan Ketut Marya dan Igel Jongkok di Tabanan, 26-28 April 2024
Tentang Mario yang Tak Banyak Diketahui: Bertemu Soekarno dan Embrio Kebyar Duduk dari Busungbiu
Tags: I Ketut MaryaIgel JongkokKebyar DudukKetut MarioMerayakan MaryaMulawali Institute
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

JOKPINIANA | Obituari dari Ananda Sukarlan

Next Post

Darah Memerah di Catuspata | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Darah Memerah di Catuspata | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Darah Memerah di Catuspata | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co