2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya—Usaha Merawat Ingatan tentang sang Maestro

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
April 27, 2024
in Khas
Festival The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya—Usaha Merawat Ingatan tentang sang Maestro

The (Famous) Squatting Dance: Jung-Jung Te Jung | Foto: Rusdi

FESTIVAL The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya yang digelar Mulawali Institute resmi dibuka dengan pertunjukan dan pameran yang membuat halaman Puri Kaleran Tabanan, Bali, seperti episentrum artistik, Jumat (26/4/2024) malam.

Malam pembukaan dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari budayawan, sastrawan, akademisi, komunitas, media, mahasiswa, pelajar, sampai masyarakat setempat. Orang-orang yang hadir begitu antusias menikmati acara yang, selian mengenang, juga membaca dan merespon karya I Ketut Marya, sang maestro tari kontemporer Bali.

Pembukaan diawali dengan sambutan dari Wayan Sumahardika, Direktur Artistik Festival sekaligus Ketua Yayasan Mulawali Institute. Suma mengungkap urgensi atau alasan kuat dalam menghadirkan festival.

Dalam sambutannya, Suma—panggilan akrab Wayan Sumahardika— menyampaikan, “Marya hidup di persimpangan antara era kerajaan Bali dan masa kolonial. Penting bagi kita memaknai kembali di tengah arus globalisasi, di mana Bali, Indonesia, dan negara-negara di dunia saling-silang (bertaut) satu sama lain. Dan dalam konteks ini I Marya menjadi sosok penting—yang ingin kita baca dan apresiasi, sekaligus kita kritisi.”

Sambutan-sambutan | Foto: Rusdi

Bersama Mulawali Institute, ia memiliki visi artistik yang tidak hanya sekadar hadir dalam bentuk pengkultusan I Marya dan mitos-mitosnya yang hebat, melainkan berusaha memaknai sosok I Marya beserta warisan karyanya hari ini dan bagaimana orang bisa memposisikan diri terhadap itu.

Suma menyebutkan, kegiatan ini bisa terwujud berkat kerja kolaborasi dengan banyak pihak seperti Arsip Bali 1928, ITB Stikom Bali, Gurat Institute, Bang Dance, Ninus dengan Sanggar Sunari Wakya & Komunitas Seni Arjuna Production, serta Haridwipa Gamelan Group.

Bersama Bang Dance, merespon I Marya melalui konteks Kebyar Duduk; dan Ninus yang akan menampilkan Tari Oleg Tamulilingan karya I Marya; dan pertunjukkan lainnya yang dibantu oleh Sanggar Sunari Wakya dan Komunitas Seni Arjuna Production.

Pada waktu yang bersamaan juga, Suma turut mengundang Marlowe Bandem (Arsip Bali 1928) yang berperan penting dalam pameran arsip I Marya, Susanta Dwipayana (Gurat Art Project) yang hadir denga karya instalasinya, dan perwakilan dari Haridwipa Gamelan Group yang mengiringi pertunjukkan—untuk ikut maju ke depan bersamanya—memberikan penjelasan singkat tentang project kolaborasi “Merayakan Marya” yang mereka persembahkan pada festival ini.

Pembukaan The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya juga disambut baik oleh Pelingsir Puri Kaleran. Tokoh puri mengungkapkan apresiasi dan rasa bangganya terhadap acara tersebut. Dengan acara ini orang-orang bisa mengingat kembali keterlibatan Puri Kaleran pada sejarah dan proses kreatif kelahiran karya I Ketut Marya ( I Mario/I Maria) di Tabanan.

“Perlu diketahui bahwa dalam sejarah Puri Kaleran tercatat  proses kreatif I Marya pernah terjadi di sini pada masa lalu. Sehingga karyanya bisa menyebar dari Tabanan sampai Denpasar bahkan dunia,” ungkap perwakilan puri yang hadir saat memberikan sambutan.

Masih di area yang sama—halaman Puri Kaleran—terpajang pameran arsip dan karya instalasi bertajuk “I Marya dan Kebyar” dari kolaborasi Arsip Bali 1928 Gurat Art Project. Sejak sore pengunjung sudah banyak yang berdatangan saat pameran dibuka pukul 16.00 WITA. Pameran berlangsung dari tanggal 23 sampai 24 April 2024.

Instalasi Infinity dan Instalansi stensil Gurat Art Project | Foto: Rusdi

Marlowe Bandem menuturkan kerja budaya yang mereka lakukan lewat Arsip Bali 1928, salah satunya berusaha melakukan deseminasi atau menyebarluaskan materi arsip yang telah berhasil dikumpulkan untuk kepentingan kreatif. Maka, lewat acara ini hal itu dilakukan.

Ia ingin membuka ruang untuk penelitian lintas disiplin. Dan yang terpenting adalah bagaimana materi-materi arsip ini bisa menjadi karya seni baru. Dalam pameran arsip tersebut, Marlowe juga menampilkan kuratorial bertajuk “meneropong masa depan yang lampau” untuk memberi penghargaan terhadap I Marya yang pada tahun 36 dan 39 itu banyak berinteraksi dengan peneliti berpengaruh.

“Untuk pertama kalinya kami menapilkan cuplikan-cuplikan Sang Maestro yang mendedikasikan dirinya pada bidang spiritualitas, ritual, dan kreativitas,” ungkap Marlowe.

Pameran arsip dari Arsip Bali 1928 | Foto: Rusdi

Sementara itu, karya instalasi yang digarap oleh Susanta Dwipayana berusaha menginterpreatsi atas pola dan simbol-simbol gerak dari I Marya.

“Kami mencoba membuat dua intalasi yang interaktif. Pertama, kami buat instalasi dengan teknik stensil untuk interpretasi notasi laban dari karya I Marya. Kedua, intalasi kami berjudul infinity, dari hasil pemaknaan kami pada pola gerak kipas yang seolah membentuk angka 8,” Kata Susanta.

Koordinator Divisi Gurat Art Project yang bergerak dalam bidang kuratorial itu juga mengajak penonton untuk ikut berinteraksi langsung dengan instalasi pada Tur Kuratorial yang akan berlangsung Sabtu, 27 April 2024.

Setelah seremonial—laporan dan sambutan—malam pembukaan dilanjutkan dengan ceramah publik Profesor I Made Bandem (Budayawan dan Akademisi). Sosok I Ketut Marya benar-benar dibahas serius dihadapan hadirin dan tamu undangan yang penasaran dengan cerita dibalik proses kreatif sang maestro.

Prof Bandem saat memberikan ceramah publik | Foto: Rusdi

Banyak fakta sejarah yang diungkap I Made Bandem malam itu. Di antaranya tentang asal-muasal gerakan jongkok dan nyerengsek dari Tari Kebyar Duduk atau Igel Jongkok; penamaan Tari Oleg Tamulilingan; sampai tentang pengaruh Barat terhadap proses penciptaan karya I Ketut Marya.

Di sela-selah ceramahnya, I Made Bandem—seseorang yang pernah dilatih langsung oleh I Ketut Marya sewaktu kecilnya—mencoba memperagakan bagaimana gerakan-gerakan fenomenal yang diciptakan I Ketut Marya.

Malam pembukaan semakin menarik dan meriah pada puncak acara. Pasalnya, acara pembukaan semalam ditutup dengan pementasan “The (Famous) Squatting Dance: Jung-Jung Te Jung”, sebuah pementasan kolaborasi antara Mulawali Institut bersama Sanggar Haridwipa Gamelan Group, yang disutradarai langsung oleh Wayan Sumahardika.

Pertunjukan The (Famous) Squatting Dance: Jung-Jung Te Jung | Foto: Rusdi

Jung-Jung Te Jung memperlihatkan bentuk-bentuk tarian Kebyar Duduk/Igel Jongkok yang dipadukan dengan teater interaktif. Pertunjukkan yang dibawakan oleh Agus Wiratama, Jacko Kaneko, dan I Komang Try Ray Dewantara seolah membuat mata penonton tak berkedip. Lekukan tubuh dan aksi ketiga penari sekaligus aktor itu berhasil menyentuh kekaguman orang-orang.

Suasana pasca acara pembukaan | Foto: Rusdi

Pertunjukan semakin semarak ketika Agus Wiratama dengan terbuka langsung mengajak semua penonton untuk ikut mempraktikkan salah satu gerakan ikonik dari tarian jongkok. Sebagai penampilan akhir, The (Famous) Squatting Dance: Jung-Jung Te Jung memberikan kesan yang memukau para hadirin malam itu.

The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya masih akan berlangsung sampai tanggal 28 April 2024 di Puri Kaleran dengan program diskusi, workshop, pertunjukkan, pemutaran film, dan napak tilas.[T]

Reporter/Penulis: Rusdy Ulu
Editor: Jaswanto

Membaca, Mengenal, dan Memahami I Ketut Marya dalam Lokakarya Koreografi “Dari Igel Jongkok Menuju Kebyar Duduk”
Mari Merayakan Ketut Marya dan Igel Jongkok di Tabanan, 26-28 April 2024
Tentang Mario yang Tak Banyak Diketahui: Bertemu Soekarno dan Embrio Kebyar Duduk dari Busungbiu
Tags: I Ketut MaryaIgel JongkokKebyar DudukKetut MarioMerayakan MaryaMulawali Institute
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

JOKPINIANA | Obituari dari Ananda Sukarlan

Next Post

Darah Memerah di Catuspata | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Darah Memerah di Catuspata | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Darah Memerah di Catuspata | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co