24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gerabah dan Manusia yang Berubah

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
March 7, 2026
in Ulas Rupa
Gerabah dan Manusia yang Berubah

Pameran Gerabah karya Ketut Muka Pendet

Dalam pameran Bali Bhuwana Rupa oleh ISI Denpasar di ARMA Museum Ubud, yang bertajuk ‘ Adhi Jnana Astam (Mastery-Mind-Marvel), banyak dimensi rupa menarik yang ditawarkan untuk dinikmati, salah satunya adalah karya Ketut Muka Pendet yang berjudul “Gerabah”.

Karya Gerabah hadir dalam dimensi ruang masa lalu, masa kini dan masa depan, dengan frekwensi dan vibrasi beragam yang ditawarkan, sesuai dengan manusia sebagai penikmat, penghayat dan pemakna .

Gerabah dan Tembikar

Gerabah sebagai karya kerajinan, seni, intelektual dan spiritual adalah “benda” yang terbuat dari tanah liat, sering didekatkan dengan tembikar, tempayan, dan keramik. Perbedaan ini terkait dengan proses, bentuk, dan fungsinya.

Gerabah (Earthenware), adalah difinisi umum untuk kerajinan tanah liat yang dibakar dengan suhu rendah-menengah (biasanya di bawah 1000°C). Proses ini menjadikan gerabah sebagai bentuk tanah liat berpori (tidak kedap air jika tidak diglasir), tekstur kasar, dan rentan pecah, bisa berbentuk ‘caratan’ (kendi) ‘coblong’ (kuali), ‘pasepan’ (tungku), pot, bata merah, cekengan, dan lain-lain tergantung tempat, ruang, waktu, fungsi dan makna yang menyertainya.

Tembikar (Pottery) adalah sebutan benda berbahan tanah liat dalam fungsinya yang lebih spesifik sebagai karya seni wadah yang dihasilkan dari sentuhan teknologi.

Pameran Gerabah karya Ketut Muka Pendet

Secara spesifik sebutan ‘tembikar’ merujuk pada benda fungsional (wadah) yang dihasilkan dari seni tanah liat (pottery), sering kali menggunakan roda putar, sehingga kualitasnya “dianggap’ lebih tinggi. Perbedaan sebutan dan kualitas ini, biasanya karena dibarengi dengan memrosesan secara modern, misalnya dengan dengan pengerjaan yang lebih halus, digrafir agar lebih kedap air.

Jadi, gerabah bisa dijadikan tembikar, dan semua tembikar berasal dari gerabah.

Manusia yang Berubah

Judul ‘Gerabah” yang dipakai seniman, menyiratkan maksud dan tujuannya dalam mengkomunikasikan idenya tentang ketradisionlan Bali sebagai awal dari budaya Bali Kini dan Masa Depan. Lapal ‘gerabah’ terkesan lebih polos dan apa adanya, ketimbang “tembikar” yang lebih “nyastra”.

‘Caratan” dan “Coblong”

Kepolosan seorang seniman dalam tempat, ruang dan waktu yang berkarya di masa kini, tentu sangat dipengaruhi oleh ketrampilan sebagai bagian dari pemanfaatan raga dengan indria-indrianya, perasaan dan pikirannya, sehingga Muka Pendet memilih bentuk dua (2) “Caratan” Kenci Besar sebagai bentuk ekpresi tanpa “Coblong” Kuali Besar.

Pameran Gerabah karya Ketut Muka Pendet

Pilihan ini menyiratkan maskulinitas yang lebih bersifat spirit sebagai kecerdasan ketimbang tanah liat itu sendiri yang bersifat nyata dan menyiratkan feminimitas.

Pilihan ini membebaskan seniman menuangkan ide-ide, spirit, masukin dalam media tanah liat yang nyata, yang bersifat feminim.

Kendi

Kendi “caratan” dalam filsafat Hindu Bali, disejajarkan sebagai ‘lingga’ dimaknai sebagai laki-laki, dengan lubang, sebagai tempat air dituangkan.

Karya ‘Gerabah” Muka Pendet yang satu polos dengan 5 luang air, diletakan pada areal tengah ruangan yang tak kentara. Kehadirannya, seolahan menjadi dasar dari semua kreatifitas seni yang dipamerkan.

“Gerabah” yang lain ditempatkan pada ruang tengah di arah utara, tepat di tenggah dua karya lukis yang lebar, dengan warna terang dan bentuk mencolok, sehingga ‘Gerabah’ tanah liat ini terkesan sederhana, tetapi dalam dan penuh makna.

Berbeda dengan Kendi yang polos yang berisi lima lubang air ( panca indria), Kendi ini berisi tiga lubang air (triguna). Perbedaan lubang air ini menyiratkan perubahan manusia dalam persepsi manusia seniman, dan penulis dari masa lalu ke masa kini.

Masa Kini

Masa lalu adalah segala kondisi yang tidak bisa diutak-atik lagi, tak bisa digugat, dengan kecerdasam masa kini termasuk teknologi IA. Masa lalu seseorang, juga hidup dan kehidupannya sudah terjadi dengan struktur atom-atom, neotron (cakra/macan/kekuatan) elektron dan proton (kundalini/naga/rasa) . Ia sudah menjadi DNA seseorang, sehingga yang perlu dikelola dan diberdayakan adalah Kekuatan dan rasa yang ada saat ini.

Kekuatan dan rasa saat inilah yang terpancar dari Gerabah ‘sederhana’ yang mengandung ketrampilan, kecerdasan dan kearifan sebagai seorang seniman Bali.

Tiga guna: Tamas, Satpam dan Rajas yang ditampilkan terbaca dari pembagian; alam bawah, tengah dan atas.
Alam bawah diwakili alam/pola geometri, binatang dan tumbuhan. Alam tengah diwakili oleh hubungan manusia dengan manusia dengan binatang dan tumbuhan. Alam atas diwakili oleh mabusia yang telah mencapai pencerahan.

Melalui “Gerabah’ berbentuk kendi ini, seniman berhasil mengepresikan dirinya sebagai manusia, raganya yang berbalut ketidaktahuan, indrianya-indranya dengan berbagai perasaannya, kecerdasan dan kearifannya dalam menggali ide, mengolah dan menampilkannya dalam sebuah karya utuh yang memberi ruang, bagi penikmat.

“Celebingkah”

Seperti halnya gerabah yang berbahan tanah liat, waktu akan menghancurkannya sehinga kembali pada tanah. Karya seni berbahan tanah dalam kesadaran sebagai manusia yang berbudidaya tak akan pernah menjadikan sampah..Ia bisa menjadi media tanaman anggrek dan akar rambat lainnya. Bahkan sebelum kembali secara sempurna, saat wadah sudah tak berfungsi, hanya kepingan yang disebut “cekebingkah” .

Pameran Gerabah karya Ketut Muka Pendet

“Celebingkah’ mewakili kearifan dasar adat dan budaya Bali dalam menerima, menghargai dan mengakui semua dan segala perbedaan. ” Cekebingkah batan biu, gumi linggah ajak liu (pecahan gerabah di bawah pisang, bumi luas untuk berbanyak. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

Tags: Museum Arma UbudPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

PENITI Generation  ‘Mebaleganjuran Ngarap’,  Dari Panggung Lomba ke Panggung Nyata di Tengah Masyarakat

Next Post

Edit Foto dan Ubah Background Foto: Panduan Lengkap Membuat Gambar Lebih Profesional

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

by Mahesa Putra
June 18, 2026
0
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini...

Read moreDetails

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

by Oka Rusmini
June 15, 2026
0
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

Read moreDetails

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
0
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

Read moreDetails

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

by Made Chandra
June 8, 2026
0
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan,...

Read moreDetails

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

by Made Chandra
June 2, 2026
0
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

Read moreDetails

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails
Next Post
Edit Foto dan Ubah Background Foto: Panduan Lengkap Membuat Gambar Lebih Profesional

Edit Foto dan Ubah Background Foto: Panduan Lengkap Membuat Gambar Lebih Profesional

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co