14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gerabah dan Manusia yang Berubah

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
March 7, 2026
in Ulas Rupa
Gerabah dan Manusia yang Berubah

Pameran Gerabah karya Ketut Muka Pendet

Dalam pameran Bali Bhuwana Rupa oleh ISI Denpasar di ARMA Museum Ubud, yang bertajuk ‘ Adhi Jnana Astam (Mastery-Mind-Marvel), banyak dimensi rupa menarik yang ditawarkan untuk dinikmati, salah satunya adalah karya Ketut Muka Pendet yang berjudul “Gerabah”.

Karya Gerabah hadir dalam dimensi ruang masa lalu, masa kini dan masa depan, dengan frekwensi dan vibrasi beragam yang ditawarkan, sesuai dengan manusia sebagai penikmat, penghayat dan pemakna .

Gerabah dan Tembikar

Gerabah sebagai karya kerajinan, seni, intelektual dan spiritual adalah “benda” yang terbuat dari tanah liat, sering didekatkan dengan tembikar, tempayan, dan keramik. Perbedaan ini terkait dengan proses, bentuk, dan fungsinya.

Gerabah (Earthenware), adalah difinisi umum untuk kerajinan tanah liat yang dibakar dengan suhu rendah-menengah (biasanya di bawah 1000°C). Proses ini menjadikan gerabah sebagai bentuk tanah liat berpori (tidak kedap air jika tidak diglasir), tekstur kasar, dan rentan pecah, bisa berbentuk ‘caratan’ (kendi) ‘coblong’ (kuali), ‘pasepan’ (tungku), pot, bata merah, cekengan, dan lain-lain tergantung tempat, ruang, waktu, fungsi dan makna yang menyertainya.

Tembikar (Pottery) adalah sebutan benda berbahan tanah liat dalam fungsinya yang lebih spesifik sebagai karya seni wadah yang dihasilkan dari sentuhan teknologi.

Pameran Gerabah karya Ketut Muka Pendet

Secara spesifik sebutan ‘tembikar’ merujuk pada benda fungsional (wadah) yang dihasilkan dari seni tanah liat (pottery), sering kali menggunakan roda putar, sehingga kualitasnya “dianggap’ lebih tinggi. Perbedaan sebutan dan kualitas ini, biasanya karena dibarengi dengan memrosesan secara modern, misalnya dengan dengan pengerjaan yang lebih halus, digrafir agar lebih kedap air.

Jadi, gerabah bisa dijadikan tembikar, dan semua tembikar berasal dari gerabah.

Manusia yang Berubah

Judul ‘Gerabah” yang dipakai seniman, menyiratkan maksud dan tujuannya dalam mengkomunikasikan idenya tentang ketradisionlan Bali sebagai awal dari budaya Bali Kini dan Masa Depan. Lapal ‘gerabah’ terkesan lebih polos dan apa adanya, ketimbang “tembikar” yang lebih “nyastra”.

‘Caratan” dan “Coblong”

Kepolosan seorang seniman dalam tempat, ruang dan waktu yang berkarya di masa kini, tentu sangat dipengaruhi oleh ketrampilan sebagai bagian dari pemanfaatan raga dengan indria-indrianya, perasaan dan pikirannya, sehingga Muka Pendet memilih bentuk dua (2) “Caratan” Kenci Besar sebagai bentuk ekpresi tanpa “Coblong” Kuali Besar.

Pameran Gerabah karya Ketut Muka Pendet

Pilihan ini menyiratkan maskulinitas yang lebih bersifat spirit sebagai kecerdasan ketimbang tanah liat itu sendiri yang bersifat nyata dan menyiratkan feminimitas.

Pilihan ini membebaskan seniman menuangkan ide-ide, spirit, masukin dalam media tanah liat yang nyata, yang bersifat feminim.

Kendi

Kendi “caratan” dalam filsafat Hindu Bali, disejajarkan sebagai ‘lingga’ dimaknai sebagai laki-laki, dengan lubang, sebagai tempat air dituangkan.

Karya ‘Gerabah” Muka Pendet yang satu polos dengan 5 luang air, diletakan pada areal tengah ruangan yang tak kentara. Kehadirannya, seolahan menjadi dasar dari semua kreatifitas seni yang dipamerkan.

“Gerabah” yang lain ditempatkan pada ruang tengah di arah utara, tepat di tenggah dua karya lukis yang lebar, dengan warna terang dan bentuk mencolok, sehingga ‘Gerabah’ tanah liat ini terkesan sederhana, tetapi dalam dan penuh makna.

Berbeda dengan Kendi yang polos yang berisi lima lubang air ( panca indria), Kendi ini berisi tiga lubang air (triguna). Perbedaan lubang air ini menyiratkan perubahan manusia dalam persepsi manusia seniman, dan penulis dari masa lalu ke masa kini.

Masa Kini

Masa lalu adalah segala kondisi yang tidak bisa diutak-atik lagi, tak bisa digugat, dengan kecerdasam masa kini termasuk teknologi IA. Masa lalu seseorang, juga hidup dan kehidupannya sudah terjadi dengan struktur atom-atom, neotron (cakra/macan/kekuatan) elektron dan proton (kundalini/naga/rasa) . Ia sudah menjadi DNA seseorang, sehingga yang perlu dikelola dan diberdayakan adalah Kekuatan dan rasa yang ada saat ini.

Kekuatan dan rasa saat inilah yang terpancar dari Gerabah ‘sederhana’ yang mengandung ketrampilan, kecerdasan dan kearifan sebagai seorang seniman Bali.

Tiga guna: Tamas, Satpam dan Rajas yang ditampilkan terbaca dari pembagian; alam bawah, tengah dan atas.
Alam bawah diwakili alam/pola geometri, binatang dan tumbuhan. Alam tengah diwakili oleh hubungan manusia dengan manusia dengan binatang dan tumbuhan. Alam atas diwakili oleh mabusia yang telah mencapai pencerahan.

Melalui “Gerabah’ berbentuk kendi ini, seniman berhasil mengepresikan dirinya sebagai manusia, raganya yang berbalut ketidaktahuan, indrianya-indranya dengan berbagai perasaannya, kecerdasan dan kearifannya dalam menggali ide, mengolah dan menampilkannya dalam sebuah karya utuh yang memberi ruang, bagi penikmat.

“Celebingkah”

Seperti halnya gerabah yang berbahan tanah liat, waktu akan menghancurkannya sehinga kembali pada tanah. Karya seni berbahan tanah dalam kesadaran sebagai manusia yang berbudidaya tak akan pernah menjadikan sampah..Ia bisa menjadi media tanaman anggrek dan akar rambat lainnya. Bahkan sebelum kembali secara sempurna, saat wadah sudah tak berfungsi, hanya kepingan yang disebut “cekebingkah” .

Pameran Gerabah karya Ketut Muka Pendet

“Celebingkah’ mewakili kearifan dasar adat dan budaya Bali dalam menerima, menghargai dan mengakui semua dan segala perbedaan. ” Cekebingkah batan biu, gumi linggah ajak liu (pecahan gerabah di bawah pisang, bumi luas untuk berbanyak. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

Tags: Museum Arma UbudPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

PENITI Generation  ‘Mebaleganjuran Ngarap’,  Dari Panggung Lomba ke Panggung Nyata di Tengah Masyarakat

Next Post

Edit Foto dan Ubah Background Foto: Panduan Lengkap Membuat Gambar Lebih Profesional

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

by Hartanto
August 29, 2026
0
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

Read moreDetails

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

by Hartanto
August 26, 2026
0
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

Read moreDetails

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
0
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

Read moreDetails

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
0
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

Read moreDetails

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

by Hartanto
August 13, 2026
0
Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

Read moreDetails

Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

by Hartanto
August 11, 2026
0
Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

PADA tanggal 25 hingga 31 Agustus mendatang akan digelar pameran seni rupa yang bertajuk The Power of Colour. Pameran akan...

Read moreDetails

Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

by I Wayan Sujana Suklu
August 11, 2026
0
Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

---Catatan seorang seniman tentang ketidaktahuan, pengetahuan, dan keberanian menggambar kembali Noe mengambar karena belum mengenal aturan, saya menjadi naif karena...

Read moreDetails
Next Post
Edit Foto dan Ubah Background Foto: Panduan Lengkap Membuat Gambar Lebih Profesional

Edit Foto dan Ubah Background Foto: Panduan Lengkap Membuat Gambar Lebih Profesional

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co