24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PENITI Generation  ‘Mebaleganjuran Ngarap’,  Dari Panggung Lomba ke Panggung Nyata di Tengah Masyarakat

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
March 7, 2026
in Panggung
PENITI Generation  ‘Mebaleganjuran Ngarap’,  Dari Panggung Lomba ke Panggung Nyata di Tengah Masyarakat

Para Penabuh PENITI Generation mengiringi Pelebon Jero Mangku Banjar Peninjoan Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, Bali

BAGAIMANA jika sebuah panggung pentas untuk atraksi baleganjur ngarap terjadi langsung di tengah-tengah masyarakat, bukan di atas panggung dalam sebuah gedung pertunjukan sebagaimana yang terjadi dalam lomba-lomba atau perhelatan festival?

Tentu saja seru

Apalagi ada properti berupa arak-arakan lembu putih dan bade padma—tempat layon berbentuk bangunan beratap dihiasi ukiran-ukiran khas. Panggungnya berupa jalan raya, penontonnya berdiri di pingggir jalan, dan jalanan dipenuhi dengan masyarakat yang mengiringi upacara.

Hal itu terjadi di tengah-tengah masyarakat adat Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, pada saat di banjar itu diadakan upacara pitra yadnya (ngaben). Masyarakat adat memberikan ruang pentas untuk sekaa gong baleganjur generasi baru, PENITI Generation.

PENITI Generation adalah seka gong generasi baru Banjar Peninjoan Desa Batuan Sukawati yang kini semaakin bersinar setelah beberapa bulan lalu mengikuti lomba Baleganjur pada HUT Desa Batuan Sukawati.  (Baca “Banjar Peninjoan Batuan dalam Lomba Baleganjur Ngarap di Desa Batuan: Bangun Regenerasi, Harmonisasi Pawongan). Dalam lomba itu PENITI Generation berhasil meraih juara 2.  

Lembu Putih untuk mengantarkan layon jero mangku Banjar Peninjoan Desa Batuan, Sukawati, Gianyar

Panggung lomba dan “pentas” langsung di masyarakat merupakan dua panggung yang berbeda. Tampil di panggung ketika lomba, penabuh memainkan gamelan dengan duduk, bisa konsentrasi dengan persiapan gending baleganjur. Jalan gendingnya sudah terukur dan terpatok. Tantangannya hampir tidak ada jika pentas di panggung lomba.

Sangat berbeda jika “pentas” langsung di tengah masyarakat dalam upcara ngaben. Baleganjur ngarap dimainkan berdiri, kadang kala sambil berlari karena kondisi di lapangan. Dan saat itulah para penabuh diuji kesigapannya, konsentrasi, maupun kekompakannya.

Peniti Generation dibentuk dengan harapan mampu meneruskan seka gong baleganjur di Banjar Peninjoan Desa Batuan, Sukawati. Panggung PENITI Generation, dalam kehidupan masyarakat adat sehari-hari, hidup lebih nyata, penuh tantangan yang diberikan oleh masyarakatnya.

Tanggal 6 Februari 2026, panggung itu dipersembahkan oleh krama Banjar Peninjoan Desa Batuan Sukawati untuk mengiringi upacara pitra yadnya (pelebon) dari dua layon bergelar Jero Mangku di lingkungan Banjar Peninjoan Desa Batuan Sukawati.

Berawal dari seruan di grup Whatsapp pada tanggal 20 Januari 2026, pengumuman ngayah diumumkan oleh salah satu anggota grup. Hanya berselang kurang lebih semenit, beberapa anggota grup PENITI Generation langsung merespon pengumumuan itu. Terlihat dari respon cepat, semangat mereka untuk pentas berikutnya begitu antusias. Seruan tersebut menjadi tanda bahwa mereka kembali menikmati hobinya memainkan gamelan baleganjur ngarap setelah lomba berlalu.

Tangkapan layar pemberitahuan di grup Whatsapp oleh Kadek Jodi

“Latihannya hanya dua kali, tapi senangnya berkali kali. Seperti itu suasana isi hati para PENITI Generation ketika ngayah Baleganjur Ngarap,” kata Kadek Jodi, begitu sapaan akrabnya, salah satu anggota PENITI Generation. “Hatipun senang, semangat, permainan gending Baleganjurnya pun lebih cepat daripada ketika lomba,” imbuhnya.

Hal unik yang dialami Kadek Jodi juga disambungkan, “Padahal saya awalnya tidak bisa ikut ngayah, namun seketika di pagi hari saat akan hendak ngayah baleganjur ngarap, semua jadwal yang harusnya saya hadiri ternyata batal. Akhirnya saya memutuskan ikut ngayah baleganjur ngarap bersama PENITI Generation walaupun tanpa ikut latihan.”

Kadek Jodi juga menceritakan bahwa adanya perbedaan yang signifikan ketika lomba dengan pentas ngayah baleganjur ngarap secara langsung di masyarakat. Kadek Jodi menjelaskan bahwa, tenaga ketika pentas di masyarakat sangat dikuras, karena beberapa bagian gending baleganjurnya diulang-ulang.

Durasi gending ketika lomba yang hanya belasan menit, namun ketika pentas di masyarakat gending baleganjur itu menjadi melebihi dari durasi lomba, hingga berjam-jam. Walau demikian, perasaan Kadek Jodi dan para penabuh lainnya sangat senang ketika pentas langsung di masyarakat.

Para Penabuh PENITI Generation memainkan gamelan Baleganjur Ngarap


Bahkan terpantau dari unggahan cerita Instagram dan Facebook dari masyarakat Banjar Peninjoan Desa Batuan Sukawati, mereka mengunggah keseruan para penabuh PENITI Generation ketika iringan lembu putih dan bade padma dan sarana lainnya sudah sampai di setra.

Terlihat salah satu penabuh yang harusnya mamainkan istrumen bende, di tengah-tengah gending baleganjur ngarap, penabuh yang dikenal dengan nama Putu Indra berdiri dan berjoged menikmati jalannya gending. Sontak aksi tersebut membuat para krama Banjar Peninjoan Desa Batuan Sukawati yang berada di lokasi itu mendekat dan menyaksikan aksi Putu Indra hingga mengabadikan dengan telepon genggam mereka.

Para penabuh lainnya pun ikut menikmati aksi Putu Indra sembari memainkan gending baleganjur ngarap yang memang atraktif itu.

Unggahan video Putu Indra (main bende dan berdiri menari) dari Mangwin (kiri dan tengah) dan Aryantini_ewiik (kanan)

Begitu menyenangkan ketika para penabuh baleganjur ngarap PENITI Generation diberi ruang untuk berkesenian. Mereka dirawat melalui kegiatan adat, yang memberikan PENITI Generation ruang untuk tampil dan mengasah kemapuannya. Masyarakat sekitar juga menjadi salah satu pengaruh untuk bisa melestarikan kesenian melalui generasi yang mereka bentuk.

Harusnya seperti itu, ketika kelompok atau sekaa yang dibentuk untuk kebutuhan sementara (seperti mewakili lomba), supaya bisa berkelanjutan dan lestari, sekaa tersebut harus terus diberi ruang untuk mereka berekspresi sekaligus terus mengasah kemampuan mereka hingga menjadi ahli dibidangnya. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Adnyana Ole

BACA JUGA:

Banjar Peninjoan Batuan dalam Lomba Baleganjur Ngarap di Desa Batuan: Bangun Regenerasi, Harmonisasi Pawongan
Tags: baleganjur ngarapDesa BatuanGianyarsukawati
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kompres Video dan Gabung Foto: Panduan Lengkap Membuat Konten Visual Lebih Menarik

Next Post

Gerabah dan Manusia yang Berubah

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails
Next Post
Gerabah dan Manusia yang Berubah

Gerabah dan Manusia yang Berubah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co