24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PENITI Generation  ‘Mebaleganjuran Ngarap’,  Dari Panggung Lomba ke Panggung Nyata di Tengah Masyarakat

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
March 7, 2026
in Panggung
PENITI Generation  ‘Mebaleganjuran Ngarap’,  Dari Panggung Lomba ke Panggung Nyata di Tengah Masyarakat

Para Penabuh PENITI Generation mengiringi Pelebon Jero Mangku Banjar Peninjoan Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, Bali

BAGAIMANA jika sebuah panggung pentas untuk atraksi baleganjur ngarap terjadi langsung di tengah-tengah masyarakat, bukan di atas panggung dalam sebuah gedung pertunjukan sebagaimana yang terjadi dalam lomba-lomba atau perhelatan festival?

Tentu saja seru

Apalagi ada properti berupa arak-arakan lembu putih dan bade padma—tempat layon berbentuk bangunan beratap dihiasi ukiran-ukiran khas. Panggungnya berupa jalan raya, penontonnya berdiri di pingggir jalan, dan jalanan dipenuhi dengan masyarakat yang mengiringi upacara.

Hal itu terjadi di tengah-tengah masyarakat adat Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, pada saat di banjar itu diadakan upacara pitra yadnya (ngaben). Masyarakat adat memberikan ruang pentas untuk sekaa gong baleganjur generasi baru, PENITI Generation.

PENITI Generation adalah seka gong generasi baru Banjar Peninjoan Desa Batuan Sukawati yang kini semaakin bersinar setelah beberapa bulan lalu mengikuti lomba Baleganjur pada HUT Desa Batuan Sukawati.  (Baca “Banjar Peninjoan Batuan dalam Lomba Baleganjur Ngarap di Desa Batuan: Bangun Regenerasi, Harmonisasi Pawongan). Dalam lomba itu PENITI Generation berhasil meraih juara 2.  

Lembu Putih untuk mengantarkan layon jero mangku Banjar Peninjoan Desa Batuan, Sukawati, Gianyar

Panggung lomba dan “pentas” langsung di masyarakat merupakan dua panggung yang berbeda. Tampil di panggung ketika lomba, penabuh memainkan gamelan dengan duduk, bisa konsentrasi dengan persiapan gending baleganjur. Jalan gendingnya sudah terukur dan terpatok. Tantangannya hampir tidak ada jika pentas di panggung lomba.

Sangat berbeda jika “pentas” langsung di tengah masyarakat dalam upcara ngaben. Baleganjur ngarap dimainkan berdiri, kadang kala sambil berlari karena kondisi di lapangan. Dan saat itulah para penabuh diuji kesigapannya, konsentrasi, maupun kekompakannya.

Peniti Generation dibentuk dengan harapan mampu meneruskan seka gong baleganjur di Banjar Peninjoan Desa Batuan, Sukawati. Panggung PENITI Generation, dalam kehidupan masyarakat adat sehari-hari, hidup lebih nyata, penuh tantangan yang diberikan oleh masyarakatnya.

Tanggal 6 Februari 2026, panggung itu dipersembahkan oleh krama Banjar Peninjoan Desa Batuan Sukawati untuk mengiringi upacara pitra yadnya (pelebon) dari dua layon bergelar Jero Mangku di lingkungan Banjar Peninjoan Desa Batuan Sukawati.

Berawal dari seruan di grup Whatsapp pada tanggal 20 Januari 2026, pengumuman ngayah diumumkan oleh salah satu anggota grup. Hanya berselang kurang lebih semenit, beberapa anggota grup PENITI Generation langsung merespon pengumumuan itu. Terlihat dari respon cepat, semangat mereka untuk pentas berikutnya begitu antusias. Seruan tersebut menjadi tanda bahwa mereka kembali menikmati hobinya memainkan gamelan baleganjur ngarap setelah lomba berlalu.

Tangkapan layar pemberitahuan di grup Whatsapp oleh Kadek Jodi

“Latihannya hanya dua kali, tapi senangnya berkali kali. Seperti itu suasana isi hati para PENITI Generation ketika ngayah Baleganjur Ngarap,” kata Kadek Jodi, begitu sapaan akrabnya, salah satu anggota PENITI Generation. “Hatipun senang, semangat, permainan gending Baleganjurnya pun lebih cepat daripada ketika lomba,” imbuhnya.

Hal unik yang dialami Kadek Jodi juga disambungkan, “Padahal saya awalnya tidak bisa ikut ngayah, namun seketika di pagi hari saat akan hendak ngayah baleganjur ngarap, semua jadwal yang harusnya saya hadiri ternyata batal. Akhirnya saya memutuskan ikut ngayah baleganjur ngarap bersama PENITI Generation walaupun tanpa ikut latihan.”

Kadek Jodi juga menceritakan bahwa adanya perbedaan yang signifikan ketika lomba dengan pentas ngayah baleganjur ngarap secara langsung di masyarakat. Kadek Jodi menjelaskan bahwa, tenaga ketika pentas di masyarakat sangat dikuras, karena beberapa bagian gending baleganjurnya diulang-ulang.

Durasi gending ketika lomba yang hanya belasan menit, namun ketika pentas di masyarakat gending baleganjur itu menjadi melebihi dari durasi lomba, hingga berjam-jam. Walau demikian, perasaan Kadek Jodi dan para penabuh lainnya sangat senang ketika pentas langsung di masyarakat.

Para Penabuh PENITI Generation memainkan gamelan Baleganjur Ngarap


Bahkan terpantau dari unggahan cerita Instagram dan Facebook dari masyarakat Banjar Peninjoan Desa Batuan Sukawati, mereka mengunggah keseruan para penabuh PENITI Generation ketika iringan lembu putih dan bade padma dan sarana lainnya sudah sampai di setra.

Terlihat salah satu penabuh yang harusnya mamainkan istrumen bende, di tengah-tengah gending baleganjur ngarap, penabuh yang dikenal dengan nama Putu Indra berdiri dan berjoged menikmati jalannya gending. Sontak aksi tersebut membuat para krama Banjar Peninjoan Desa Batuan Sukawati yang berada di lokasi itu mendekat dan menyaksikan aksi Putu Indra hingga mengabadikan dengan telepon genggam mereka.

Para penabuh lainnya pun ikut menikmati aksi Putu Indra sembari memainkan gending baleganjur ngarap yang memang atraktif itu.

Unggahan video Putu Indra (main bende dan berdiri menari) dari Mangwin (kiri dan tengah) dan Aryantini_ewiik (kanan)

Begitu menyenangkan ketika para penabuh baleganjur ngarap PENITI Generation diberi ruang untuk berkesenian. Mereka dirawat melalui kegiatan adat, yang memberikan PENITI Generation ruang untuk tampil dan mengasah kemapuannya. Masyarakat sekitar juga menjadi salah satu pengaruh untuk bisa melestarikan kesenian melalui generasi yang mereka bentuk.

Harusnya seperti itu, ketika kelompok atau sekaa yang dibentuk untuk kebutuhan sementara (seperti mewakili lomba), supaya bisa berkelanjutan dan lestari, sekaa tersebut harus terus diberi ruang untuk mereka berekspresi sekaligus terus mengasah kemampuan mereka hingga menjadi ahli dibidangnya. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Adnyana Ole

BACA JUGA:

Banjar Peninjoan Batuan dalam Lomba Baleganjur Ngarap di Desa Batuan: Bangun Regenerasi, Harmonisasi Pawongan
Tags: baleganjur ngarapDesa BatuanGianyarsukawati
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kompres Video dan Gabung Foto: Panduan Lengkap Membuat Konten Visual Lebih Menarik

Next Post

Gerabah dan Manusia yang Berubah

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Gerabah dan Manusia yang Berubah

Gerabah dan Manusia yang Berubah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co