14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Banjar Peninjoan Batuan dalam Lomba Baleganjur Ngarap di Desa Batuan: Bangun Regenerasi, Harmonisasi Pawongan

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
December 27, 2025
in Panggung
Banjar Peninjoan Batuan dalam Lomba Baleganjur Ngarap di Desa Batuan: Bangun Regenerasi, Harmonisasi Pawongan

Sekaa Gong Peniti Banjar Peninjoan Batuan dalam Pentas Baleganjur Ngarap

GAMELAN baleganjur makin eksis saja. Belakangan ini lomba baleganjur makin sering terdengar di daerah-daerah di Bali. Di Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, dalam rangka HUT ke-1003 Desa Batuan, 25 Desember 2025, baleganjur ngarap dijadikan sebagai materi lomba untuk memeriahkan hari ulang tahun desa itu.

Dalam lomba itu, ada hal yang menraik. Lomba biasanya diikuti peserta terbaik yang dimiliki masing-masing desa atau banjar. Namun Banjar Peninjoan di Desa Batuan mengirimkan penabuh anak-anak yang baru mengenal gamelan baleganjur dalam lomba itu. Dan, mereka berhasil menduduki juara 2 dari 11 peserta se-Desa Batuan.

Banjar Peninjoan di Batuan, Sukawati, memiliki kelompok gamelan yang bernama Peniti (Peninjoan Teruna Teruni) dan sering memainkan gamelan baleganjur untuk mengiringi upacara dewa yadnya (melancaran sesuhunan, melasti, dan lainnya).

Pertanyaannya adalah, kenapa Peniti tidak mengirimkan penabuh yang sudah matang dengan jam terbang tinggi untuk meraih juara dalam lomba itu? Padahal kalau dilihat, penabuh di Banjar Peninjoan Batuan sangatlah banyak, terlebih yang kompeten untuk lomba.

Ternyata, bagi seniman-seniman baleganjur di banjar itu,  ada suatu tujuan yang “lebih baik” dari sekedar juara, yakni regenerasi.

Penabuh Generasi Baru Pentiti Banjar Peninjoan Batuan

Penabuh baleganjur ngarap dari Banjar Peninjoan yang menjadi peserta lomba didominasi oleh penabuh yang masih muda. Ada yang baru menginjak bangku pendidikan dasar dan menengah. Mereka yang dipilih itu pun adalah penabuh yang sebagian besar belum pernah memainkan gamelan baleganjur.

Mangwin dan Wahyu Pecok ,sebagai pencipta gending baleganjur ngarap di Banjar Peninjoan menjelaskan, keputusan warga Banjar Peninjoan Batuan untuk mengirimkan penabuh muda adalah untuk membentuk generasi penabuh baleganjur yang seterusnya akan ngayah di lingkungan Banjar Peninjoan maupun di Desa Batuan.

Namanya lomba, Wahyu Pecok tetap mentargetkan karya gending baleganjur yang ia buat dapat terselesaikan dan tampil maksimal dalam lomba. Pada proses pembentukan gending, waktu latihan diperlukan rata-rata 4 jam per sekali latihan. Waktu ini dibutuhkan untuk tercapainya target gending yang diinginkan Wahyu Pecok dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan yang disiapkan panitia lomba. Judul tabuh baleganjur yang mereka mainkan berjudul “Betel Tingal”.

Penabuh Peniti Generasi Baru Makan Nasi Yasa Bersama

Pawongan dalam Proses Baleganjur Ngarap

Pawongan merupakan harmonisasi manusia dengan manusia dari salah satu konsep Tri Hita Karana umat Hindu Bali. Di Banjar Peninjoan Batuan, harmonisasi ini secara langsung tumbuh dan mangalir dalam proses pembentukan penabuh generai baru pada lomba baleganjur ngarap.

Proses terbentuknya garapan baleganjur ngarap “Bétel Tingal”  itu dibantu oleh banyak elemen masyarakat. Mulai dari masyarakat Banjar Peninjoan Batuan hingga masyarakat di luar Desa Batuan.

Wahyu Pecok menjelaskan, masyarakat Banjar Peninjoan silih berganti memberikan yasa berupa nasi bungkus, hingga yasa spesial berupa lawar lengkap khas Desa Batuan. Tiap hari, dari pertengahan proses latihan baleganjur ngarap, yasa itu tak hentinya membantu sekaa gong Peniti.

Yasa dari luar banjar juga diberikan oleh Pan Dex’o, yang merupakan pedagang lawar plek terkenal di Desa Batuan. Selain itu, Banjar Tameng Sukawati dari luar Desa Batuan pun ikut membantu berupa yasa nasi bungkus, dan meminjamkan tatakan instrumen reong yang mereka miliki.

Tokoh masyarakat yang duduk di anggota dewan, Putu Pebri, dari Banjar Peninjoan, dan Sampik, ikut serta memberi dukungan dalam bentuk yasa nasi dan uang tunai. Dari sisi kekeluargaan penggiat seni pun ikut memberikan dukungan dengan meminjamkan alat-alat yang mereka miliki. Seperti Nano Goteng dari Batubulan meminjamkan instrumen gong, dan Pak Mandrak dari Sanggar Manis Suari Batuyang meminjam instrumen reong yang ia miliki untuk dipakai lomba.

Di hari pementasan, semua warga Banjar Peninjoan Batuan juga berbondong-bondong memberikan bantuan berupa tenaga sesuai kemampuan. Ada yang membantu merias, membantu memindahkan gamelan dari Banjar Peninjoan ke panggung pentas.

Warga yang bisa mengatur tata lampu panggung juga membantu garapan, ada juga jero mangku ikut membantu berdoa di panggung secara niskala agar pementasan mereka berjalan lancar. Semua elemen masyarakat kompak saling bahu-membahu memberikan tenaganya untuk bumi yang mereka cintai yaitu banjar Peninjoan Batuan.

Aktifitas ini secara langsung telah memproses dan membentuk keharmonisan antar warga dari satu daerah hingga luar daerah yang disebut Pawongan.

Jero mangku dan para pemuda STT Widyatmika Banjar Peninjoan membantu persiapan di panggung

Baleganjur ngarap memerlukan tenaga ekstra untuk memainkannya, karena gending yang dimainkan bersifat musik “keras”. Gamelan baleganjur ngarap memerlukan tenaga ekstra dalam mayunin gending atau mampu membentuk gending ngarap yang memiliki karakter semangat. Seyogyanya para penabuh mampu mengikuti alur pentas, dari awal gending dimainkan hingga akhir, bayun gending harus sama.

Dalam sekaa gong, sikap saling bantu-membantu itu membentuk sebuah keharmonisan antar sesama atau Pawongan. Ketika proses latihan, penabuh memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk menangkap gending yang dituangkan oleh pencipta gending. Ketika itu kesabaran pencipta gending diuji, kesabaran penabuh yang menangkap cepat juga diuji. Ketika menyamakan rasa untuk mayunin gending atau membuat dinamika gending, memerlukan rasa yang sama antar penabuh, dan antara penabuh dan pencipta gending supaya sesuai dengan keinginan pencipta gending. Dari sinilah terbentuknya keharmonisan antar sesama atau pawongan.

Menjaga keharmonisan antar warga sangat perlu dijaga nilai-nilai luhur yang akan menciptakan keselaran rasa natar warga. Jika sudah selarasnya rasa, akan menumbuhkan tali persaudaraan, dan meminimaliris terjadinya kekerasan. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Dede Putra Wiguna

Tags: baleganjurbaleganjur ngarapDesa BatuanGianyarlomba baleganjur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Incomudro’: Mercusuar di Samudera Malam

Next Post

Rara dan Bagian Diri yang Hilang | Cerpen Ahmad Sihabudin

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
0
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

Read moreDetails

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
0
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

Read moreDetails

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

Read moreDetails

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails
Next Post
Rara dan Bagian Diri yang Hilang | Cerpen Ahmad Sihabudin

Rara dan Bagian Diri yang Hilang | Cerpen Ahmad Sihabudin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co