23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Banjar Peninjoan Batuan dalam Lomba Baleganjur Ngarap di Desa Batuan: Bangun Regenerasi, Harmonisasi Pawongan

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
December 27, 2025
in Panggung
Banjar Peninjoan Batuan dalam Lomba Baleganjur Ngarap di Desa Batuan: Bangun Regenerasi, Harmonisasi Pawongan

Sekaa Gong Peniti Banjar Peninjoan Batuan dalam Pentas Baleganjur Ngarap

GAMELAN baleganjur makin eksis saja. Belakangan ini lomba baleganjur makin sering terdengar di daerah-daerah di Bali. Di Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, dalam rangka HUT ke-1003 Desa Batuan, 25 Desember 2025, baleganjur ngarap dijadikan sebagai materi lomba untuk memeriahkan hari ulang tahun desa itu.

Dalam lomba itu, ada hal yang menraik. Lomba biasanya diikuti peserta terbaik yang dimiliki masing-masing desa atau banjar. Namun Banjar Peninjoan di Desa Batuan mengirimkan penabuh anak-anak yang baru mengenal gamelan baleganjur dalam lomba itu. Dan, mereka berhasil menduduki juara 2 dari 11 peserta se-Desa Batuan.

Banjar Peninjoan di Batuan, Sukawati, memiliki kelompok gamelan yang bernama Peniti (Peninjoan Teruna Teruni) dan sering memainkan gamelan baleganjur untuk mengiringi upacara dewa yadnya (melancaran sesuhunan, melasti, dan lainnya).

Pertanyaannya adalah, kenapa Peniti tidak mengirimkan penabuh yang sudah matang dengan jam terbang tinggi untuk meraih juara dalam lomba itu? Padahal kalau dilihat, penabuh di Banjar Peninjoan Batuan sangatlah banyak, terlebih yang kompeten untuk lomba.

Ternyata, bagi seniman-seniman baleganjur di banjar itu,  ada suatu tujuan yang “lebih baik” dari sekedar juara, yakni regenerasi.

Penabuh Generasi Baru Pentiti Banjar Peninjoan Batuan

Penabuh baleganjur ngarap dari Banjar Peninjoan yang menjadi peserta lomba didominasi oleh penabuh yang masih muda. Ada yang baru menginjak bangku pendidikan dasar dan menengah. Mereka yang dipilih itu pun adalah penabuh yang sebagian besar belum pernah memainkan gamelan baleganjur.

Mangwin dan Wahyu Pecok ,sebagai pencipta gending baleganjur ngarap di Banjar Peninjoan menjelaskan, keputusan warga Banjar Peninjoan Batuan untuk mengirimkan penabuh muda adalah untuk membentuk generasi penabuh baleganjur yang seterusnya akan ngayah di lingkungan Banjar Peninjoan maupun di Desa Batuan.

Namanya lomba, Wahyu Pecok tetap mentargetkan karya gending baleganjur yang ia buat dapat terselesaikan dan tampil maksimal dalam lomba. Pada proses pembentukan gending, waktu latihan diperlukan rata-rata 4 jam per sekali latihan. Waktu ini dibutuhkan untuk tercapainya target gending yang diinginkan Wahyu Pecok dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan yang disiapkan panitia lomba. Judul tabuh baleganjur yang mereka mainkan berjudul “Betel Tingal”.

Penabuh Peniti Generasi Baru Makan Nasi Yasa Bersama

Pawongan dalam Proses Baleganjur Ngarap

Pawongan merupakan harmonisasi manusia dengan manusia dari salah satu konsep Tri Hita Karana umat Hindu Bali. Di Banjar Peninjoan Batuan, harmonisasi ini secara langsung tumbuh dan mangalir dalam proses pembentukan penabuh generai baru pada lomba baleganjur ngarap.

Proses terbentuknya garapan baleganjur ngarap “Bétel Tingal”  itu dibantu oleh banyak elemen masyarakat. Mulai dari masyarakat Banjar Peninjoan Batuan hingga masyarakat di luar Desa Batuan.

Wahyu Pecok menjelaskan, masyarakat Banjar Peninjoan silih berganti memberikan yasa berupa nasi bungkus, hingga yasa spesial berupa lawar lengkap khas Desa Batuan. Tiap hari, dari pertengahan proses latihan baleganjur ngarap, yasa itu tak hentinya membantu sekaa gong Peniti.

Yasa dari luar banjar juga diberikan oleh Pan Dex’o, yang merupakan pedagang lawar plek terkenal di Desa Batuan. Selain itu, Banjar Tameng Sukawati dari luar Desa Batuan pun ikut membantu berupa yasa nasi bungkus, dan meminjamkan tatakan instrumen reong yang mereka miliki.

Tokoh masyarakat yang duduk di anggota dewan, Putu Pebri, dari Banjar Peninjoan, dan Sampik, ikut serta memberi dukungan dalam bentuk yasa nasi dan uang tunai. Dari sisi kekeluargaan penggiat seni pun ikut memberikan dukungan dengan meminjamkan alat-alat yang mereka miliki. Seperti Nano Goteng dari Batubulan meminjamkan instrumen gong, dan Pak Mandrak dari Sanggar Manis Suari Batuyang meminjam instrumen reong yang ia miliki untuk dipakai lomba.

Di hari pementasan, semua warga Banjar Peninjoan Batuan juga berbondong-bondong memberikan bantuan berupa tenaga sesuai kemampuan. Ada yang membantu merias, membantu memindahkan gamelan dari Banjar Peninjoan ke panggung pentas.

Warga yang bisa mengatur tata lampu panggung juga membantu garapan, ada juga jero mangku ikut membantu berdoa di panggung secara niskala agar pementasan mereka berjalan lancar. Semua elemen masyarakat kompak saling bahu-membahu memberikan tenaganya untuk bumi yang mereka cintai yaitu banjar Peninjoan Batuan.

Aktifitas ini secara langsung telah memproses dan membentuk keharmonisan antar warga dari satu daerah hingga luar daerah yang disebut Pawongan.

Jero mangku dan para pemuda STT Widyatmika Banjar Peninjoan membantu persiapan di panggung

Baleganjur ngarap memerlukan tenaga ekstra untuk memainkannya, karena gending yang dimainkan bersifat musik “keras”. Gamelan baleganjur ngarap memerlukan tenaga ekstra dalam mayunin gending atau mampu membentuk gending ngarap yang memiliki karakter semangat. Seyogyanya para penabuh mampu mengikuti alur pentas, dari awal gending dimainkan hingga akhir, bayun gending harus sama.

Dalam sekaa gong, sikap saling bantu-membantu itu membentuk sebuah keharmonisan antar sesama atau Pawongan. Ketika proses latihan, penabuh memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk menangkap gending yang dituangkan oleh pencipta gending. Ketika itu kesabaran pencipta gending diuji, kesabaran penabuh yang menangkap cepat juga diuji. Ketika menyamakan rasa untuk mayunin gending atau membuat dinamika gending, memerlukan rasa yang sama antar penabuh, dan antara penabuh dan pencipta gending supaya sesuai dengan keinginan pencipta gending. Dari sinilah terbentuknya keharmonisan antar sesama atau pawongan.

Menjaga keharmonisan antar warga sangat perlu dijaga nilai-nilai luhur yang akan menciptakan keselaran rasa natar warga. Jika sudah selarasnya rasa, akan menumbuhkan tali persaudaraan, dan meminimaliris terjadinya kekerasan. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Dede Putra Wiguna

Tags: baleganjurbaleganjur ngarapDesa BatuanGianyarlomba baleganjur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Incomudro’: Mercusuar di Samudera Malam

Next Post

Rara dan Bagian Diri yang Hilang | Cerpen Ahmad Sihabudin

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Rara dan Bagian Diri yang Hilang | Cerpen Ahmad Sihabudin

Rara dan Bagian Diri yang Hilang | Cerpen Ahmad Sihabudin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co