23 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Banjar Peninjoan Batuan dalam Lomba Baleganjur Ngarap di Desa Batuan: Bangun Regenerasi, Harmonisasi Pawongan

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
December 27, 2025
in Panggung
Banjar Peninjoan Batuan dalam Lomba Baleganjur Ngarap di Desa Batuan: Bangun Regenerasi, Harmonisasi Pawongan

Sekaa Gong Peniti Banjar Peninjoan Batuan dalam Pentas Baleganjur Ngarap

GAMELAN baleganjur makin eksis saja. Belakangan ini lomba baleganjur makin sering terdengar di daerah-daerah di Bali. Di Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, dalam rangka HUT ke-1003 Desa Batuan, 25 Desember 2025, baleganjur ngarap dijadikan sebagai materi lomba untuk memeriahkan hari ulang tahun desa itu.

Dalam lomba itu, ada hal yang menraik. Lomba biasanya diikuti peserta terbaik yang dimiliki masing-masing desa atau banjar. Namun Banjar Peninjoan di Desa Batuan mengirimkan penabuh anak-anak yang baru mengenal gamelan baleganjur dalam lomba itu. Dan, mereka berhasil menduduki juara 2 dari 11 peserta se-Desa Batuan.

Banjar Peninjoan di Batuan, Sukawati, memiliki kelompok gamelan yang bernama Peniti (Peninjoan Teruna Teruni) dan sering memainkan gamelan baleganjur untuk mengiringi upacara dewa yadnya (melancaran sesuhunan, melasti, dan lainnya).

Pertanyaannya adalah, kenapa Peniti tidak mengirimkan penabuh yang sudah matang dengan jam terbang tinggi untuk meraih juara dalam lomba itu? Padahal kalau dilihat, penabuh di Banjar Peninjoan Batuan sangatlah banyak, terlebih yang kompeten untuk lomba.

Ternyata, bagi seniman-seniman baleganjur di banjar itu,  ada suatu tujuan yang “lebih baik” dari sekedar juara, yakni regenerasi.

Penabuh Generasi Baru Pentiti Banjar Peninjoan Batuan

Penabuh baleganjur ngarap dari Banjar Peninjoan yang menjadi peserta lomba didominasi oleh penabuh yang masih muda. Ada yang baru menginjak bangku pendidikan dasar dan menengah. Mereka yang dipilih itu pun adalah penabuh yang sebagian besar belum pernah memainkan gamelan baleganjur.

Mangwin dan Wahyu Pecok ,sebagai pencipta gending baleganjur ngarap di Banjar Peninjoan menjelaskan, keputusan warga Banjar Peninjoan Batuan untuk mengirimkan penabuh muda adalah untuk membentuk generasi penabuh baleganjur yang seterusnya akan ngayah di lingkungan Banjar Peninjoan maupun di Desa Batuan.

Namanya lomba, Wahyu Pecok tetap mentargetkan karya gending baleganjur yang ia buat dapat terselesaikan dan tampil maksimal dalam lomba. Pada proses pembentukan gending, waktu latihan diperlukan rata-rata 4 jam per sekali latihan. Waktu ini dibutuhkan untuk tercapainya target gending yang diinginkan Wahyu Pecok dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan yang disiapkan panitia lomba. Judul tabuh baleganjur yang mereka mainkan berjudul “Betel Tingal”.

Penabuh Peniti Generasi Baru Makan Nasi Yasa Bersama

Pawongan dalam Proses Baleganjur Ngarap

Pawongan merupakan harmonisasi manusia dengan manusia dari salah satu konsep Tri Hita Karana umat Hindu Bali. Di Banjar Peninjoan Batuan, harmonisasi ini secara langsung tumbuh dan mangalir dalam proses pembentukan penabuh generai baru pada lomba baleganjur ngarap.

Proses terbentuknya garapan baleganjur ngarap “Bétel Tingal”  itu dibantu oleh banyak elemen masyarakat. Mulai dari masyarakat Banjar Peninjoan Batuan hingga masyarakat di luar Desa Batuan.

Wahyu Pecok menjelaskan, masyarakat Banjar Peninjoan silih berganti memberikan yasa berupa nasi bungkus, hingga yasa spesial berupa lawar lengkap khas Desa Batuan. Tiap hari, dari pertengahan proses latihan baleganjur ngarap, yasa itu tak hentinya membantu sekaa gong Peniti.

Yasa dari luar banjar juga diberikan oleh Pan Dex’o, yang merupakan pedagang lawar plek terkenal di Desa Batuan. Selain itu, Banjar Tameng Sukawati dari luar Desa Batuan pun ikut membantu berupa yasa nasi bungkus, dan meminjamkan tatakan instrumen reong yang mereka miliki.

Tokoh masyarakat yang duduk di anggota dewan, Putu Pebri, dari Banjar Peninjoan, dan Sampik, ikut serta memberi dukungan dalam bentuk yasa nasi dan uang tunai. Dari sisi kekeluargaan penggiat seni pun ikut memberikan dukungan dengan meminjamkan alat-alat yang mereka miliki. Seperti Nano Goteng dari Batubulan meminjamkan instrumen gong, dan Pak Mandrak dari Sanggar Manis Suari Batuyang meminjam instrumen reong yang ia miliki untuk dipakai lomba.

Di hari pementasan, semua warga Banjar Peninjoan Batuan juga berbondong-bondong memberikan bantuan berupa tenaga sesuai kemampuan. Ada yang membantu merias, membantu memindahkan gamelan dari Banjar Peninjoan ke panggung pentas.

Warga yang bisa mengatur tata lampu panggung juga membantu garapan, ada juga jero mangku ikut membantu berdoa di panggung secara niskala agar pementasan mereka berjalan lancar. Semua elemen masyarakat kompak saling bahu-membahu memberikan tenaganya untuk bumi yang mereka cintai yaitu banjar Peninjoan Batuan.

Aktifitas ini secara langsung telah memproses dan membentuk keharmonisan antar warga dari satu daerah hingga luar daerah yang disebut Pawongan.

Jero mangku dan para pemuda STT Widyatmika Banjar Peninjoan membantu persiapan di panggung

Baleganjur ngarap memerlukan tenaga ekstra untuk memainkannya, karena gending yang dimainkan bersifat musik “keras”. Gamelan baleganjur ngarap memerlukan tenaga ekstra dalam mayunin gending atau mampu membentuk gending ngarap yang memiliki karakter semangat. Seyogyanya para penabuh mampu mengikuti alur pentas, dari awal gending dimainkan hingga akhir, bayun gending harus sama.

Dalam sekaa gong, sikap saling bantu-membantu itu membentuk sebuah keharmonisan antar sesama atau Pawongan. Ketika proses latihan, penabuh memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk menangkap gending yang dituangkan oleh pencipta gending. Ketika itu kesabaran pencipta gending diuji, kesabaran penabuh yang menangkap cepat juga diuji. Ketika menyamakan rasa untuk mayunin gending atau membuat dinamika gending, memerlukan rasa yang sama antar penabuh, dan antara penabuh dan pencipta gending supaya sesuai dengan keinginan pencipta gending. Dari sinilah terbentuknya keharmonisan antar sesama atau pawongan.

Menjaga keharmonisan antar warga sangat perlu dijaga nilai-nilai luhur yang akan menciptakan keselaran rasa natar warga. Jika sudah selarasnya rasa, akan menumbuhkan tali persaudaraan, dan meminimaliris terjadinya kekerasan. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Dede Putra Wiguna

Tags: baleganjurbaleganjur ngarapDesa BatuanGianyarlomba baleganjur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Incomudro’: Mercusuar di Samudera Malam

Next Post

Rara dan Bagian Diri yang Hilang | Cerpen Ahmad Sihabudin

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails

Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

by I Nengah Juliawan
April 11, 2026
0
Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

MUSEUM Soenda Ketjil di Singaraja tidak hanya menjadi ruang sunyi yang menyimpan masa lalu, melainkan juga ruang publik yang terus...

Read moreDetails

Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 11, 2026
0
Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

WAYANG sebagai produk masa lalu yang kini diratapi, ditangisi oleh orang-orang karena hampir hilang di tengah hiburan dunia digital. Pertunjukan...

Read moreDetails

Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

by tatkala
April 5, 2026
0
Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

Yayasan Mudra Swari Saraswati dengan bangga kembali menghadirkan Ubud Artisan Market (UAM), curated market yang merayakan kreativitas, komunitas, dan kerajinan...

Read moreDetails

Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

DI Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, kreativitas anak muda kembali menemukan bentuknya dalam karya ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi Caka...

Read moreDetails

Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

by Nyoman Nadiana
March 23, 2026
0
Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

PANGGUNG itu kecil saja. Tapi cukup untuk menampung ekspresi masyarakat Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Di atas panggung kecil...

Read moreDetails
Next Post
Rara dan Bagian Diri yang Hilang | Cerpen Ahmad Sihabudin

Rara dan Bagian Diri yang Hilang | Cerpen Ahmad Sihabudin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co