2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

Agung Bawantara by Agung Bawantara
February 22, 2026
in Ulas Rupa
Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

OGOH-OGOH Kalabendu karya Sekaa Teruna (ST) Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu, Kuta Selatan, menempatkan figur bhutakala bertangan enam sebagai pusat komposisi. Tiga tangan berada di sisi kiri dan tiga di sisi kanan. Tubuhnya condong ke depan, seolah menguasai ruang di bawahnya.

Di belakang mahkotanya berdiri jam pasir yang terpasang tepat pada sumbu kepala. Ketika kepala bhutakala bergerak sekitar 45 derajat ke kiri dan ke kanan melalui sistem hidrolik, jam pasir ikut berputar mengikuti poros yang sama. Waktu bergerak bersama arah tatapan.

Di bawah figur utama, dua manusia—seorang perempuan dan seorang laki-laki—digambarkan digerakkan melalui benang.

Pada sisi kanan, jari-jari bhutakala terikat benang yang terhubung pada sosok perempuan. Perempuan itu meringis kesakitan dan terjengkang ke belakang. Tubuhnya mengikuti tarikan dari atas, seolah kehilangan kendali atas geraknya sendiri.

Pada sisi kiri, jari-jari tangan lainnya juga terikat benang yang terhubung pada seorang laki-laki. Laki-laki tersebut memegang sapu yang digunakannya untuk memukul istrinya. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ditampilkan secara langsung. Kendali tidak divisualkan sebagai cengkeraman kasar, melainkan sebagai tarikan halus melalui gerak jari.

Empat tangan lainnya masing-masing memegang figur punakawan: Werdah dan Tawalen di satu sisi, serta Sangut dan Delem di sisi lain. Dengan komposisi ini, karya membangun satu sistem makna: manusia dikendalikan, sementara nilai-nilai moral—baik dan buruk—berada dalam genggaman figur utama.

Kalabendu dalam Konsep Zaman

Istilah kalabendu berasal dari khazanah Jawa-Bali. Kala berarti waktu atau zaman, sedangkan bendu berarti kesengsaraan atau malapetaka. Kalabendu merujuk pada periode ketika moralitas runtuh dan tatanan kehidupan terbalik—kebenaran disalahkan, kebohongan dibenarkan.

Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

Konsep ini kerap dikaitkan dengan ramalan Jayabaya dan Ronggawarsita dalam gagasan wolak-waliking zaman, perputaran waktu ketika nilai sosial mengalami pembalikan.

Jam pasir di belakang mahkota mempertegas gagasan siklus tersebut. Zaman bergerak, dan setiap periode memiliki ujian moralnya sendiri.

Detail sapu sebagai alat kekerasan memperlihatkan bagaimana kekacauan zaman hadir dalam ruang domestik. Sapu adalah alat sehari-hari untuk merawat rumah. Ketika fungsinya berubah menjadi alat pemukul, terjadi pembalikan nilai.

Di situlah wolak-waliking zaman menjadi konkret. Krisis moral tidak hanya lahir dari kebijakan besar, tetapi juga dari tindakan individu yang tidak dilandasi pertimbangan etis.

Konstruksi dan Sistem Gerak

Secara visual, Bhutakala tampak melayang tanpa pijakan langsung pada dudukan ogoh-ogoh. Titik sambungan struktural hanya berada pada jempol kaki kanan yang terhubung pada pangkal sapu yang dipegang figur laki-laki.

Sambungan ini disamarkan sebagai bagian dari narasi visual. Di dalam tubuh Bhutakala terdapat rangka besi internal yang menjadi poros distribusi beban. Rangka tersebut tersambung secara strategis ke tangan figur laki-laki, sehingga elemen cerita sekaligus menjadi elemen struktural.

Pendekatan ini menciptakan ilusi bebas gravitasi sekaligus menjaga stabilitas. Beban tubuh atas disalurkan melalui satu sistem poros yang diperkuat tanpa mengganggu komposisi visual.

Karya ini juga memanfaatkan mesin hidrolik. Kepala Bhutakala dapat bergerak sekitar 45 derajat ke kiri dan ke kanan. Jam pasir yang terpasang pada rangka kepala ikut bergerak mengikuti rotasi tersebut. Jari-jari yang terikat benang juga dapat bergerak, memperkuat kesan bahwa kendali terhadap manusia benar-benar terjadi.

Gerakan yang dihadirkan bersifat terukur dan sugestif. Dinamika muncul tanpa mengorbankan stabilitas struktur.

Cermin Moral yang Digenggam

Empat punakawan dalam karya ini bukan sekadar pelengkap visual. Dalam tradisi wayang kulit Bali, Werdah dan Tawalen adalah figur abdi yang setia pada tokoh dharma. Mereka kerap menjadi suara kebijaksanaan rakyat, penyeimbang, dan pengingat nilai-nilai kebenaran.

Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

Di sisi lain, Sangut dan Delem sering hadir sebagai representasi kelicikan, oportunisme, dan keberpihakan pada kekuasaan yang salah. Mereka tidak selalu jahat, tetapi sering menampilkan watak yang mudah beradaptasi dengan kepentingan penguasa.

Dalam komposisi Kalabendu, keempat punakawan itu berada dalam genggaman Bhutakala. Ini memberi lapisan makna tambahan: bukan hanya manusia yang dikendalikan, tetapi juga simbol-simbol moral. Kebaikan dan keburukan sama-sama dapat diperalat oleh zaman.

Punakawan dalam tradisi Bali biasanya berfungsi sebagai pengingat dan penyeimbang. Namun di sini, peran itu terbalik. Mereka tidak lagi menjadi suara yang bebas, melainkan bagian dari sistem kendali.

Eling lan Waspada

Dalam tradisi Jawa, Kalabendu tidak berhenti pada gambaran kesengsaraan. Ia selalu disertai nasihat: eling lan waspada—ingat dan waspada.

Tema karya ini menekankan pentingnya pertiwi sebagai pertiwimba, pertimbangan suci dalam setiap tindakan. Pembalikan tatanan dapat dicegah jika manusia menjaga kesadaran dan keseimbangan moralnya.

Kalabendu menempatkan krisis bukan hanya di luar diri, tetapi juga dalam pilihan pribadi. Dalam konteks ekonomi kreatif, ogoh-ogoh seperti ini menunjukkan bagaimana tradisi dapat menjadi medium refleksi sosial sekaligus ruang inovasi teknik.
Pertanyaannya sederhana: ketika tatanan terbalik, apakah manusia sepenuhnya digerakkan oleh zaman, atau masih memiliki ruang untuk menentukan arah geraknya sendiri? [T]

Penulis: Agung Bawantara
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa Adat Pecatuogoh-ogohsekaa teruna
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Takjil

Next Post

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

Agung Bawantara

Agung Bawantara

Penulis DONGENG yang juga gemar menulis esai, prosa, dan puisi. Juga aktif dalam gerakan film dokumenter di Bali. Agung adalah inisiator Denpasar Film Festival.

Related Posts

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails
Next Post
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co