26 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Takjil

Ahmadul Faqih Mahfudz by Ahmadul Faqih Mahfudz
February 22, 2026
in Bahasa
Takjil

Gambar adalah ilustrasi | Foto: tatkala.co

MASJID-MASJID di kota atau masjid-masjid di sisi jalan raya menggelar buka puasa Bersama selama Ramadan. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga orang yang usianya benar-benar tua dengan cekatan sekaligus sumringah menyiapkan dan membagi-bagikan takjil. Dengan sumringah dan cekatan pula jamaah masjid menyambutnya. “Lain lubuk lain ikannya,” ucap pribahasa lama, namun bagi para musafir atau bagi kaum miskin kota seperti pelajar dan mahasiswa, “lain masjid lain takjilnya.”

Takjil berasal dari bahasa Arab, dari suku kata ‘ajjala-yu’ajjilu-ta’jilan, yang berarti “menyegerakan” atau “bersegera”. Ungkapan yang semula bermakna bersegera dalam melakukan apa saja ini kemudian lebih khusus dimaknai sebagai menyegerakan berbuka puasa ketika azan magrib berkumandang, sebagaimana anjuran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam.

Namun, dalam bahasa kita, takjil mengalami pergeseran makna: yang semula di Arab sana bermakna aktifitas berbuka puasa, di Indonesia justru menjadi menu buka puasa. Yakjil yang semula verba kini popular sebagai nomina. Jadi ungkapan selanjutnya, misalnya, bukan “mari takjil, azan magrib sudah tiba!” namun “di masjidmu, takjilnya apa?”

Bulan Ramadan adalah bulan takjil. Aneka menu takjil disiapkan dan dibagi-bagikan di masjid-masjid pada senja hari bulan ini. Dari sekadar teh manis dan sebungkus nasi bersrlimut goreng telur, hingga es kopyor yang bersanding dengan nasi bersanding ayam goreng, lengkap dengan kurma sebagai penyegarnya.

Mempersiapkan, membagi-bagikan, serta menerima takjil ini pun bukan sekadar urusan selera lidah belaka, namun juga mempertemukan manusia, dari mana pun latar belakangnya, apa pun kelas-kelas sosialnya. Dari mahasiswa, sarjana, pengangguran, dosen, tukang becak, sosialita, pejabat, karyawan, hingga gelandangan dan aparatur negara semuanya menyatu di masjid: menerima dan menyantap takjil bersama.

Inilah satu dari sekian kemuliaan Ramadan yang tampak di mata. Dalam wujud kudapan dan menu buka puasa saja mampu menghilangkan batas-batas sosial yang sebelum Ramadan barangkali kokoh dan tak tergoyahkan. Di bulan Ramadan, manusia dari beragam latar belakang ini tak hanya meninggalkan namun juga menanggalkan atribut-atribut sosialnya. Dengan “komando” azan magrib, semuanya semangat menyambut Ramadan dengan kebahagiaan dan kebersamaaan, lewat rupa-rupa takjil di masjid yang didatanginya.

Pada bulan Ramadan, aneka takjil tumpah-ruah. Siapa pun bisa ambil bagian, siapa pun bisa menyantapnya, berpuasa atau tidak, karena takmir atau panitia takjilan di masjid tak akan menginterogasi jamaah: “Sampean berpuasa atau tidak?” Berkah Ramadan, semua orang diterima, disambut untuk mendapat bagian takjilnya, meski siangnya mungkin dia korupsi seteguk-dua teguk air saat mandi. Ah, sampai di sini, sering aku membatin: “Bagaimana puasa para koruptor? Kalau mereka berani mengambil uang aspal, uang jembatan, uang bencana, uang pengadaan kitab suci, sampai uang kuota haji, apakah mereka sanggup menahan diri untuk tidak menyuapkan sepiring nasi ke mulutnya pada siang hari di bulan Ramadan ini?

Namun kita—terutama kau dan aku—kadang lupa, abai bahkan alpa, bahwa pada bulan mulia ini Allah Ta’ala menghidangkan sekaligus membagi-bagikan takjil berupa pahala, ampunan, rida, bahkan malam teragung yang lebih betapa dari malam-malam pada seribu bulan di luar Ramadan. Pada bulan ini, kebaikan dan kedermawanan-Nya benar-benar memuncak. Kasih dan sayang-Nya tumpah-ruah di hari-hari dan di malam-malamnya.

Atau kau dan aku justru ingat, namun tak benar-benar serius menyambut dan mengambilnya, tak seserius dan tak sesemangat ketika menyambut aneka takjil di masjid menjelang buka puasa. Entahlah, yang jelas, setiap kali berbuka puasa di masjid kemudian menerima takjilan, melintas di lorong-lorong ingatanku sebait puisi berjudul “Sufi” (1995) karangan Subagio Sastrowardoyo:

…

Nikmat perempuan sudah kugantikan
dengan kehangatan menyerah kepadamu, Tuan,
dan lihat napasku bersatu dengan irama cintamu,
sedang bicaraku, ajaib, lahir dari lubuk sanubarimu.

…

Bagi aku-lirik, jangankan makanan dan minuman, nikmat bercinta dengan perempuan pun tak ada apa-apanya bila dibanding bercinta dengan Tu(h)an. Puncak kenikmatan ragawi berupa nikmat perempuan semu belaka andai disejajarkan dengan nikmat bersejiwa dengan-Nya. Tentu saja, kenikmatan ini tak akan pernah dirasakan oleh kau dan aku yang hatinya masih belepotan pada kenikmatan jasmani, serta masih dirundung pilu karena terlampau menjunjung harap pada kenikmatan-kenikmatan bendawi.

Dalam puisi yang ditulis empat bulan menjelang kematiannya itu, Subagio menegaskan, ketika seseorang telah mampu merasakan kenikmatan “bersetubuh” dengan yang Ilahi, menyatukan seluruh dimensi diri dan anasir kemanusiaannya dengan yang Ilahi, musnahlah seluruh kenikmatan ragawi dan kenikmatan-kenikmatan apapun selain-Nya. Yang Ilahi menjadi satu-satunya raja sekaligus kekasih yang bertakhta di kerajaan hati dan jiwanya, di berbagai ruang dan waktunya.

Ketika seseorang telah memenangkan yang Ilahi pada pertempuran akbar nun jauh di kedalaman dirinya, saat itulah ia merasakan napasnya bukan lagi napasnya, namun napas-Nya; cintanya bukan lagi cintanya, melainkan cinta-Nya; dan ungkapan apapun yang terlontar dari bibirnya hanyalah untaian-untaian hikmah dan kearifan yang semata-mata menyembul dari sejuk rimbun taman kasih-Nya.

Inilah kenikmatan hakiki, inilah kenikmatan rohani yang sebenarnya ditawarkan Ramadan kepadamu juga kepadaku. Inilah bulan yang di malam-malamnya Dia memanggil-manggil hatimu dan hatiku yang menggigil, tersebab mengharap karunia berupa ampunan dan rindu pada-Nya yang tak kepalang. Inilah perjamuan sekaligus pesta pora agung yang dipenuhi nampan-nampan mewah berisi takjil rohani.

Pada bulan Ramadan, masjid-masjid membagi-bagikan takjil: dari sekadar teh manis dan nasi bungkusan, hingga es kopyor lengkap dengan berbiji kurma. Pada bulan Ramadan, Allah Ta’ala menghambur-hamburkan takjil rohani: dari sekadar pahala dan tawaran menggiurkan lainnya bagi pemula, hingga karunia rasa yang menggetarkan, yang diburu-buru para salik yang telah lama mabuk dan berdansa karena mengikuti alunan melodi uluhiyyah dan irama rububiyyah-Nya. Pilihannya kemudian ada padamu, dan tentu juga padaku: akan sekadar menyantap takjil jasmani atau berduyun-duyun menyongsong takjil rohani. [T]

Penulis: Ahmadul Faqih Mahfudz
Editor: Adnyana Ole

Tags: BahasaIslamRamadantakjil
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

Next Post

Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

Ahmadul Faqih Mahfudz

Ahmadul Faqih Mahfudz

Penyair. Bermukim di Bali

Related Posts

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails

Duri Akar dan “Sungga”

by Komang Berata
June 24, 2026
0
Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

Read moreDetails

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

by I Made Sudiana
June 23, 2026
0
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

Read moreDetails

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

by I Made Sudiana
June 18, 2026
0
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

Read moreDetails

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

by I Made Sudiana
June 13, 2026
0
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

Read moreDetails

Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

by Ni Wayan Suwini
June 12, 2026
0
Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen...

Read moreDetails

Sihir Tiga Kode Huruf

by I Made Sudiana
June 8, 2026
0
Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

Read moreDetails

Cukup Telulas?

by Komang Berata
June 4, 2026
0
Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

Read moreDetails

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

by I Made Sudiana
June 3, 2026
0
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

Read moreDetails

Adiluhung: Makna Luhur yang Kian Kabur

by I Made Sudiana
May 26, 2026
0
Adiluhung: Makna Luhur yang Kian Kabur

DI warung kopi, seminar budaya, sampai brosur perumahan mewah, istilah adiluhung makin sering berseliweran. Istilah ini mirip stempel sakti. Apa...

Read moreDetails
Next Post
Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu ---Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co