2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puji Hartono, Menggantung Hidup kepada Sadel Motor

Jaswanto by Jaswanto
May 7, 2024
in Khas
Puji Hartono, Menggantung Hidup kepada Sadel Motor

Puji Hartono sedang menyervis sadel motor | Foto: Jaswanto

ADA gunting tergeletak di antara sisa-sisa spons dan kalop kulit yang rusak. Ruang kecil itu berantakan. Plafon-plafon rusak, menggambar semacam pulau-pulau tak bernama. Ruang kecil itu bagai ruang ahli bedah. Di sana, tanpa ampun, meski dengan perhitungan matang, seorang lelaki paruh baya sedang membedah kulit, mencongkel mata pengokot berkarat dan mengikis sedikit demi sedikit spons tua yang delong, bahkan ada yang sudah tak berwujud.

Mesin jahit tua, jarum-jarum, gulungan benang, pengokot dan amunisinya, serpihan-serpihan spons dan kulit sadel, bercampur menjadi satu. Pengeras suara yang tertempel di dinding usang, juga seperangkat mesin yang tak terdeteksi namanya—barangkali mesin yang ia rakit sendiri—menjadi semacam instalasi alami.

Di pintu ruangan, terpampang stiker calon presiden dan wakil presiden lima tahun yang lalu. Memperhatikan mata si calon, jelas tak sedang tertuju pada seonggok tubuh sawo matang yang kini sedang mengoyak kulit sadel motor itu. Terlalu mengada-ngada jika mengatakan sosok calon tersebut sampai memperhatikannya.

“Saya sudah sembilan tahun jadi tukang servis jok motor,” ujar lelaki yang kerap dipanggil Puji itu, setelah menyeka keringat yang hendak menuju matanya, Senin (6/5/2024) siang. Nama lengkapnya Puji Hartono, 46, diaspora Yogyakarta yang mengundi nasib di Kota Singaraja. Sebelum menginjakkan kaki di Buleleng, dia mengaku sudah sempat menjelajah daerah-daerah lain di Bali. “Kecuali Karangasem,” katanya.

Puji, layaknya tokoh-tokoh pemuda dalam cerita fiksi tahun 90-an, setelah tamat SMA, tepatnya pada tahun 1997, dengan berbekal informasi samar dari salah seorang gurunya bahwa di Bali sedang ada proyek pembangunan pabrik ikan, dia berangkat dari Bantul—tanah kelahirannya—ke Bali tanpa seorang teman maupun kenalan. Puji benar-benar petualang tanpa peta.

Puji Hartono sedang menyervis sadel motor | Foto: Jaswanto

“Dulu sempat mau ke Bekasi, tapi orang tua tidak memberi izin. Jadi, saya ke Bali,” ujarnya. Ia menuju Kabupaten Jembrana. Di sana, nasib membawanya ke Loloan Barat, lalu berlabuh menjadi tukang bubut. Tak kuat berurusan dengan mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar itu, Puji memilih menjadi tukang las. Sebentar saja menjadi tukang las, ia bekerja di tempat produksi genteng Pejaten—yang terkenal itu.

Tahun yang menjadi latar cerita Puji tentu bukan tahun yang enak. Saat ia lulus SMA—dan dua tahun setelah itu ia memutuskan berangkat ke Bali—adalah tahun di mana krisis keuangan melanda hampir seluruh Asia Timur. Hal ini mengakibatkan negara-negara ASEAN mengalami kekacauan dan kepanikan, termasuk Indonesia.

Nilai rupiah anjlok terhadap dolar Amerika yang berfluktuasi Rp. 12.000 – Rp. 18.000 dari Rp 2.200 pada awal tahun. Pada 1998, pertumbuhan ekonomi RI terkoreksi -13,1%. PDB per kapita ikut terjun ke angka $572, nominal tersebut seolah membawa perekonomian RI kembali ke tahun 1980 ($673) atau mundur hingga 18 tahun.

Di tengah situasi yang genting itu, pemerintah Orde Baru justru menaikkan tarif listrik dan bahan bakar minyak. Ekonomi rakyat semakin terpuruk. Soeharto menyiasati situasi rawan pangan dengan kampanye makan tiwul—yang disampaikannya melalui televisi.

Kekacauan di mana-mana. Hingga 21 Mei 1998 Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya—“ora dadi presiden ora pateken,” kata Soeharto. Sejak saat itulah, B.J. Habibie—yang notabene sebagai Wakil Presiden Soeharto—kemudian mengambil alih kursi kepresidenan. Di masa seperti inilah Puji sedang lontang-lantung di Bali.

“Sekitar tahun 2004 saya ke Singaraja, sampai sekarang,” terang Puji kepada salah seorang yang sadel motornya sedang ia permak. Pada tahun setelah Timor Timur merdeka dari Indonesia itu, di Singaraja, Puji sudah menjajal banyak profesi. Ia pernah jualan kerupuk keliling, nasi goreng keliling, tukang stiker, sampai coba-coba belajar “mainan” ikan hias. “Pernah mencoba ke Tulungagung untuk belajar bertani ikan hias, cupang dan koi, tapi sepertinya tidak bakat,” ujar Puji sembari tertawa.

Menjadi Tukang Servis Sadel Motor

Pada tahun 2015, entah bagaimana cerita detailnya, saat hari Nyepi, Puji berkunjung ke Malang, ke bosnya saat ia masih menjadi tukang stiker. Di sana memang ada usaha servis sadel motor. Puji memperhatikan saja, tak pernah mencoba. Tetapi, sesampainya di Singaraja, Puji memutuskan untuk menjadi tukang reparasi sadel motor sampai hari ini—ia belajar reparasi sadel dari melihat.

Jadilah ia menyewa ruangan kecil yang tertempel di pinggir simpang Jalan A. Yani-Dewi Sartika, tepat di bawah APILL (alat pemberi isyarat lalu lintas), di seberang utara kantor Bank BPD Bali Cabang Singaraja, berdempetan dengan bangunan Clandy’s Singaraja 2. “Uang kontrak di sini setahun 10 juta,” kata Puji. Selama ini, ia mengambil kulit sadel dari Kediri, Jawa Timur.

Bekerja sebagai tukang servis sadel adalah sebuah ketidakpastian hasil. Dalam sehari, paling banyak Puji hanya mendapat tujuh sampai delapan pelanggan, itu pun kadang tak sampai. Tapi kalau sedang beruntung, katanya, dia bisa mengerjakan sepuluh sadel. “Hari ini baru dapat lima,” ujarnya sambil menyedot teh dalam kemasan.

Tempat usaha Puji Hartono | Foto: Jaswanto

Puji mematok harga tujuh puluh ribu rupiah untuk sekali servis—menambal-rapikan spons dan mengganti kulit sadel. Itu harga rata-rata. Tapi untuk jenis motor tertentu, misalnya motor-motor keluaran terbaru, ia menghargai barang dan jasanya nyaris dua ratus ribu rupiah. “Karena, selain bahan kulinya lebih mahal, motor keluaran baru juga lebih sulit pengerjaannya. Kadang saya tolak karena waktu habis untuk mengerjakan satu jok,” terang bapak beranak tiga itu.

Pada saat pandemi memukul banyak sektor, Puji berhenti menjadi tukang servis jok selama setahun setengah. Itu tahun yang menyedihkan, katanya. Saat masa sulit itu, ia terpaksa jualan gorengan. “Sekarang istri saya yang melanjutkan jualan,” katanya.

Tempat Puji bekerja bagai debu di tengah kota kecil yang kian ramai. Kendaraan berlalu-lalang, menembus jalanan yang kian gerah. Klakson menyalak setiap saat. Suara-suara khas Dunia Ketiga. Meteran, lem, gergaji besi. Sikat untuk meratakan spons, dan kipas angin ketengan untuk sekadar lap keringat, menjadi temannya sehari-sehari. Tempat kerjanya adalah hiasan khas tanah urban.

Dengan profesinya yang sekarang, Puji bisa menghidupi seorang istri dan tiga orang anak. Yang paling kecil sudah mau masuk SD, anak keduanya sebentar lagi duduk di bangku SMP, sedangkan anak sulungnya setahun lagi masuk SMA. “Siap-siap mikir biayanya,” Puji mengatakannya dengan senyum yang mengambang.

Saat ini, bersama keluarga kecilnya, ia tinggal di rumah subsidi di Tukadmungga, Buleleng. Puji mulai membuka tempat servisnya sekira pukul 10 pagi sampai 6 sore waktu setempat.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Belajar dari Natalia, Perempuan yang Hobi Donor Darah
Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa
Gede Artana, Sun Go Kong dari Desa Pedawa
Tags: Berita Kisahfeature
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jika Sekolah Tadika Mesra dalam Film Upin Ipin Menerapkan Program Makan Siang Gratis, Gimana Jadinya Ya?

Next Post

DANA ABADI PURA — PERINTAH MPU KUTURAN | Catatan Harian Sugi Lanus

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
DANA ABADI PURA — PERINTAH MPU KUTURAN | Catatan Harian Sugi Lanus

DANA ABADI PURA — PERINTAH MPU KUTURAN | Catatan Harian Sugi Lanus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co