2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jika Sekolah Tadika Mesra dalam Film Upin Ipin Menerapkan Program Makan Siang Gratis, Gimana Jadinya Ya?

Ananta Kurnia by Ananta Kurnia
May 7, 2024
in Esai
Jika Sekolah Tadika Mesra dalam Film Upin Ipin Menerapkan Program Makan Siang Gratis, Gimana Jadinya Ya?

Sekolah Tadika Mesra dalam film Upin Ipin

HASIL pemilu di Indonesia masih cukup ramai untuk dibahas, entah itu di kanal media massa maupun media sosial, bahkan di pos ronda bapak-bapak pun masih ramai membicarakan hasil pemilu termasuk hal-hal yang akan terjadi berikutnya. Salah satu penyebabnya adalah pasangan capres dan cawapres nomor urut dua, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah sah secara resmi memenangkan Pemilu 2024 yang telah disusul dengan Putusan Mahkamah Konstitusi dan Penetapan dari KPU RI.

Salah satu program yang diusung paslon nomor urut dua ini adalah program makan siang dan susu gratis untuk mencegah stunting. Sekilas program ini tidak ada masalah selain harus cermat terkait dengan dana APBN yang digunakan. Namun yang lebih seru adalah buanyak sekali netizen yang menerka-nerka bagaimana program makan siang gratis ini dilaksanakan.

Harus diakui, program makan siang gratis ini memang cukup menarik untuk dibahas. Saya pun akhirnya berandai-andai untuk mensimulasikan jika program makan siang gratis ini dilaksanakan di Sekolah Tadika Mesra dalam film Upin Ipin produksi Malaysia. Sekolah Tadika Mesra adalah tempat Upin Ipin menimba ilmu.

Menurut perkiraan saya, beginilah yang akan terjadi.

Para Murid Tadika Mesra semakin rajin untuk bersekolah

Siapa sih yang nggak suka makanan gratis? Rasanya hampir semua orang menyukai gratisan.  Nah, program makan siang gratis ini saya yakin bisa menjadi pemacu motivasi agar anak-anak rajin bersekolah, tak terkecuali di Tadika Mesra.

Saya yakin, setiap malam para murid pasti sudah membayangkan menu makanan yang akan disajikan pada keesokan harinya. Apalagi kalau menunya sudah dishare di grup WA wali murid, bisa jadi menambah semangat sekolah nggak sih? Nantinya setiap murid bahkan Upin Ipin pada malam sembari mengerjakan PR malah bertanya pada Opah, “Opah opah, besok menu makan siang gratisnya apa ya?”

Kalau tahu besok menu makan gratisnya adalah ayam goreng, tentunya Opah maupun Kak Ros tidak akan kesulitan untuk membangunkan Upin Ipin.

Mail bisa jadi kaya raya

Hal yang paling didambakan Mail dalam program makan siang gratis ini adalah terpilihnya dirinya menjadi pemasok makan siang gratis di Tadika Mesra. Tak dapat dipungkiri bahwa Mail selain berjualan mainan juga berjualan ayam goreng, apalagi makanan buatan Mail bukan main enaknya.

Coba bayangkan saja jika Mail mendapat tawaran untuk menyediakan makan siang gratis di sekolahnya setiap hari, bisa dibayangkan omzet yang akan Mail terima selama dia bersekolah disana, ditambah pula sifat manajemen keuangan Mail yang penuh perhitungan membuat dia bisa menjadi kaya raya jika dapat mengelola keuangan dengan baik.

Kedai Paman Mutu sepi pembeli

Hal agak lain yang akan mungkin terjadi jika di Tadika Mesra ada program makan siang gratis adalah Paman Mutu jadi kekurangan pembeli. Meskipun kenyataannya Kedai Paman Mutu punya pelanggan setia yaitu Tok Dalang, dengan adanya program makan siang gratis ini tetap bikin penjualan di kedainya menjadi menurun.

Bisa kita bayangkan betapa besarnya kontribusi anak-anak Sekolah Tadika Mesra terhadap kedai Paman Mutu. Tiap pulang sekolah, mereka langsung main, setelah puas atau capek bermain, tujuan selanjutnya ke Kedai Paman Mutu untuk memesan cemilan atau es. Bayangkan kalau mereka dalam posisi kenyang setelah makan siang gratis, otomatis rasa ingin makan berkurang drastis.

Fizi bisa makan enak

Selanjutnya, hal yang mungkin terjadi jika program makan siang gratis diterapkan di Tadika Mesra adalah para siswa yang kurang mampu bisa makan enak dan mungkin terpenuhi gizinya, terutama Fizi. Rasanya para penonton belum banyak yang tahu jika Fizi secara ekonomi sedikit kurang mampu. Ini dibuktikan pada beberapa episode juga sering kali menunjukkan ketergantungan Fizi terhadap Ehsan, seperti pinjam pensil warna hingga meminjam mainan yang menandakan bahwa dirinya tidak mempunyai barang-barang semacam itu.

Nah, program makan siang gratis ini di Tadika Mesra tentu menjadi kabar baik untuk Fizi. Pasalnya dia bisa makan makanan enak setiap hari.

Para Wali Murid Tadika Mesra bisa kaya

Ini yang terakhir, program makan siang gratis di Tadika Mesra ini juga dapat membuat para wali murid Tadik Mesra kaya raya. Kok bisa sih? Ya bisa aja. Sekarang mari kita bayangkan betapa banyak uang yang bisa ditabung kalau-kalau makan siang dan susu gratis beneran terjadi di sekolah. Katakanlah, untuk satu kali makan siang per hari butuh budget 15 ribu, belum lagi harga susunya, kalau dikalikan 5 hari sekolah mengikuti kalender sekolah negeri, berarti para wali murid Tadika Mesra bisa menghemat minimal 75 ribu dalam seminggu.

Dalam satu bulan, artinya mereka bisa menghemat uang sampai 300 ribu. 300 ribu itu lumayan besar lho, apalagi ini akan dilaksanakan berbulan-bulan lamanya. Uang segitu pasti dibutuhkan banget untuk belanja sehari-hari dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Kira-kira begitulah hal-hal yang mungkin terjadi seandainya program makan siang dan susu gratis diterapkan di Tadika Mesra. Kalau memang beneran ada dan dilaksanakan, saya pikir akan menguntungkan lebih banyak pihak terutama bagi murid yang status ekonominya kurang mampu atau berasal dari keluraga yatim pitu seperti Upin Ipin.

Kira-kira apalagi ya yang akan terjadi jika program makan siang gratis diterapkan di Sekolah Tadika Mesra? Ada yang bisa menambahkan? [T]

Beruntung Upin Ipin Tak Lahir di Kuburan
Festival Makan Duren di Buleleng: Promosi Buah Tempatan, Bolehlah Nyontek Upin-Ipin
Tags: PolitiksatireUpin Ipin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wisata Kemiskinan: Menjual Citra dan Nestapa

Next Post

Puji Hartono, Menggantung Hidup kepada Sadel Motor

Ananta Kurnia

Ananta Kurnia

Pengangguran. Lahir dan tinggal di Gilimanuk, Jembrana, Bali

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Puji Hartono, Menggantung Hidup kepada Sadel Motor

Puji Hartono, Menggantung Hidup kepada Sadel Motor

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co