13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival Makan Duren di Buleleng: Promosi Buah Tempatan, Bolehlah Nyontek Upin-Ipin

Kardian Narayana by Kardian Narayana
February 7, 2018
in Lingkungan
Festival Makan Duren di Buleleng: Promosi Buah Tempatan, Bolehlah Nyontek Upin-Ipin

BICARA tentang acara festival, masyarakat Buleleng pasti tak asing dengan acara Buleleng Festival, Twin Lake Festival, Lovina Festival, Pemuteran Festival, Buleleng Bali Dive Festival, dan festival-festival lain yang di buat di setiap kecamatan di Buleleng. Kali ini akan ada Festival baru “Festival Makan Duren”

Semua ini berawal saat saya mendapatkan pesan whatsapp dari koordinator liputan tempat saya bekerja, yang isinya mengirimkan link berita tentang Buah Naga Kuning. “Ini menarik, bisa diliput jika sudah panen.”  Saya hanya menjawab, “Oce”.

Saya membaca link berita, dan langsung ingat dengan Robin seorang wartawan media cetak, yang sempat bercerita tentang pertemuannya dengan seorang pensiunan notaris yang kini memilih mengisi masa pensiunnya dengan bertani. Saya langsung bertamu ke rumahnya, dan mengatakan saya dapat tugas liputan buah naga kuning.

Pembicaraan pun berlanjut dengan membahas tentang festival buah, dan akhirnya Robin dan istrinya mengajak saya ke rumah pesiunan notaris yang jadi petani, di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan.

Pertama kali ke rumah petani pensiunan notaris ini, saya langsung berpikir, “Wah, ini pasti petani elite, pantesan aja”.

Perkenalan pun dimulai, seperti biasa dimulai dengan percakapan basa-basi dan syukurnya tidak busuk. Oh ya saya perkenalkan nama petani pensiunan notaris ini, I Made Arnaja. Huruf J dalam nama Arnaja di baca Y, ini ejaan lama. Jadi, jika dibunyinakan namanya jadi Arnaya.

Made Arnaja menjelaskan tentang kebunnya, yang dia beri nama Rama Shinta Farm. Dari percakapan yang berlangsung dari sore hingga malam satu kalimat yang diucapkan cukup menempel di kepala saya.

Ia berkata: “Semua ini sudah saya bangun lebih dari sepuluh tahun, tiga tahun terakhir saya mulai serius bertani, untuk mengisi waktu pensiun, walaupun saya sudah pensiun saya tidak mau menjadi barang tua yang rongsok dan tak berguna, sekarang saat saya mengabdi terutamanya untuk desa kelahiran saya”

Obroloan berlanjut sampai membahas lebih serius tentang pengembangan lahan pertaniannya menjadi agrowisata, mengembangkan desa dan akhirnya berkeinginan membuat Festival Makan Duren. Secara tidak langsung Robin yang diminta membantu pak made dan keluarga mewujudkan acara tersebut, mengajak saya untuk gabung dalam tim FESTIVAL MAKAN DUREN (FMD).

Proses pemerasan otak pun dimulai, grup WA pun di buat, untuk membahas tentang FMD, dari grup dan akhirnya bertemu di Hotel Aston Denpasar, keputusan pun diambil Festival Makan Duren 2018 akan di gelar Minggu 4 Maret 2018.

Belah duren menjelang Festival Makan Duren di Tajun

FESTIVAL MAKAN DUREN, dikonsep dengan istilah yang kami para panitia menyebutnya festival rekreasi. Seluruh peserta bagi kami adalah keluarga.  Dalam Festival Makan Duren ini, peserta akan kami ajak berekreasi di kebun agrowisata Rama Shinta Farm. Selayaknya berekreasi keagrowisata, kami akan menyiapkan para pemandu (yang kami istilahkan volunteer), satu volunteer akan mendampingi 25 peserta. Volunteer akan bertugas menjelaskan secara terperinci tentang acara.

Seluruh peserta rekreasi akan kami ajak berkunjung ketiga lokasi pertama lokasi makan durian sepuasnya ditengah perkebunan durian (buah durian local desa tajun). Kedua lokasi edukasi tentang buah naga, (dari cara menanam hingga merawat dan panen). Ketiga lokasi FUN GAME, peserta akan kita ajak bermain yang menyenangkan dan menghibur. Kami mengharapkan peserta yang datang benar-benar berekreasi di kebun agrowisata. Seluruh lokasinya adalah lahan perkebunan.

FESTIVAL MAKAN DUREN,  kami rancang sedikit ekslusif, bagi yang ingin ikut dalam acara, kami kenakan tiket masuk seharga Rp. 150.000 per orangnya. Dengan Rp. 150.000, peserta akan mendapatkan souvenir berupa topi “Pak Tani”, tas kegiatan, makan siang, welcome drink, makan duren sepuasnya, edukasi tentang buah naga, fun game dan bibit tanaman.

Selain itu kami juga menyiapkan bazar kuliner tradiosnal dan modern, bazzar buah, live music, live karikatur dan lelang buah. Acara lelang buah ini merupakan bagian dari pengalangan donasi yang akan nantinya kita sumbangkan ke warga Desa Tajun yang membutuhkan. Ohh ya… tiket kami jual hanya untuk 300 orang.

Kenapa lokasinya di Desa Tajun? Tidakkah Kejauhan?

Banyak alasan yang mendasari lokasi Festival Makan Duren dilaksanakan di Desa Tajun. Pertama,  salah satu lokasi Agrowisata Rama Shinta berada di Desa Tajun.

Kedua, kami ingin mengenalkan Desa Tajun. Bagi umat Hindu pada umumnya mengenal, karena di Desa Tajun ada pura sungsungan jangat Pura Bukit Sinunggal, bagi umat lain, yang kami ingin kenalkan suasana alam Desa Tajun sangat sejuk dan merupakan salah satu daerah penghasil buah-buahan di Buleleng.

Ketiga, kami ingin mengajak para pengunjung untuk pergi kedesa, jangan mainnya ke kota aja biar ngak kampungan. Keempat, yang ini agak terdengar sedikit lebay, kami ingin membantu pemerintah untuk mengembangkan pariwisata dan pertanian di Buleleng.

Festival Makan Duren benar-benar kami rancang sebagai Festival Rekreasi, dan cukup berbeda dengan festival-festival yang telah ada di Buleleng selama ini. Durian adalah buah yang sangat eksotis, kulitnya tajam, baunya menyengat, buahnya manis. Buah ini banyak yang suka dan banyak juga yang tidak suka. Festival ini, kami khususkan untuk para pecinta durian, jika benar-benar suka, ayo datanglah dan nikmati.

Festival ini sedikit menyontek di film kartun dari Malaysia, Upin dan Ipin. Di film itu Upin dan Ipin itu, buah durian menjadi sumber cerita. Jika ada yang pernah nonton, pasti ingat dengan episode hantu durian dan raja buah.

Malaysia sampai segitunya memperkenalkan potensi buah tempatan (buah lokal), terutama potensi durian yang mereka miliki, sampai menjadi cerita di film kartun yang cukup dikenal di Indonesia. Di Episode itu jelas ceritakan tentang kualitas durian negeri jiran. Nah, sekarang di Buleleng ada Festival Makan Duren, kenapa mesti ragu untuk ikut? (T)

Tags: buah lokalbulelengfestivalFestival Makan Duren
Share372TweetSendShareSend
Previous Post

Tak Habis Pikir, Kenapa Teman Saya ini Sibuk-sibuk Raih Doktor?

Next Post

“Mobile Legends” dan Ihwal Remeh-temeh yang Sangat Mengkhawatirkan

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
0
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

Read moreDetails

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
0
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

Read moreDetails

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

by Son Lomri
April 21, 2026
0
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

by tatkala
March 29, 2026
0
Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

SEBANYAK lebih dari 100 orang melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan, Buleleng, Bali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka berasal...

Read moreDetails

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

by tatkala
September 1, 2025
0
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle...

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails

12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

by tatkala
September 3, 2024
0
12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

PERUBAHAN iklim semakin mendesak perhatian global, didorong oleh emisi karbon yang kian meningkat. Hal ini tak hanya mengancam lingkungan, tetapi...

Read moreDetails

Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

by tatkala
July 27, 2024
0
Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

“Adopt Nest Technology (ANT), sebuah program ekoeduwisata pionir berbasis sains dan Internet of Things (IOT), diluncurkan untuk memantau dan memitigasi...

Read moreDetails
Next Post
“Mobile Legends” dan Ihwal Remeh-temeh yang Sangat Mengkhawatirkan

“Mobile Legends” dan Ihwal Remeh-temeh yang Sangat Mengkhawatirkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co