2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tak Habis Pikir, Kenapa Teman Saya ini Sibuk-sibuk Raih Doktor?

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 7, 2018
in Khas
Tak Habis Pikir, Kenapa Teman Saya ini Sibuk-sibuk Raih Doktor?

SAYA senang melihat teman saya, Gde Suardana, mantan wartawan yang kini jadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng, meraih gelar doktor. Itu saya ketahui setelah foto-fotonya tersebar di facebook usai dinyatakan lulus dalam ujian terbuka Program Studi Doktor Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud di Ruang Ir. Soekarno, kampus setempat, Rabu, 31 Januari 2018.

Gde Suardana berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Analisis Komodifikasi Seni Pertunjukan Pariwisata Bali Agung – The Legend of Balinese Goddesses” setelah dikurung 8 penguji kelas kakap. Ia pun dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Dr. Gde Suardana, begitulah sebutannya kini. Saya senang mendengarnya. Tapi tak habis pikir juga saya, kenapa teman saya itu mau sibuk-sibuk meraih gelar doktor? Apa untungnya bagi dia?

Jika dia jadi pegawai negeri di lembaga pemerintah, misalnya jadi dosen di perguruan tinggi, tentu tak perlu dipikir. Gelar doktornya mungkin bisa mendongkrak pangkat dan jabatan atau mengelembungkan isi kantong karena gaji plus tunjangan bisa nambah.

Seorang dosen misalnya, bisa dimaklumi kenapa sibuk pontang-panting urus ini-itu agar segera raih doktor atau professor, meski mungkin disertasi dan penelitiannya entah ke mana, entah berguna atau tidak, setelah lulus dan gelar di tangan. Karena dampak dari gelar itu sungguhlah menakjubkan, mungkin menakjubkan dalam hal “berpendapat” dan tentu juga dalam hal “pendapatan”.

Tapi ini, teman saya ini, adalah Ketua KPU. Tak ada syarat seorang Ketua KPU harus doktor. Dan kalau seorang komisioner tiba-tiba raih doktor, tak ada pengaruh apa-apa. Tunjangan material yang masuk kantong tetap akan segitu-segitu saja sebagaimana awal mulanya.

Saya pikir lagi, mungkin setelah pensiun dari kursi KPU, teman saya itu akan loncat cari kursi di gelangang politik, misalnya dengan jadi calon legislatif (caleg), sebagaimana banyak dilakukan mantan komisioner KPU di Indonesia. Tapi syarat seorang caleg tak harus doktor. Tamat SMA saja sudah cukup, meski izasahnya hanya “kejar paket”.

Dan tak ada jaminan seorang caleg yang doktor bisa mendapatkan suara lebih banyak dari caleg yang kejar paket. Dulu, saya tahu, bahkan ada seorang caleg terpilih dengan suara cukup besar, padahal sehari-hari masuk sekolah di arena tajen. Tapi ia punya “teman sekolah” yang sangat banyak. Teman-temannya itulah yang memilih dia.

Jika ia misalnya ingin loncat jadi dosen di perguruan tinggi, mungkin bisa saja. Tapi tampaknya cukup ribet karena pendidikan teman saya itu tak begitu linier. S1-nya matematika, tapi doktornya kajian budaya. Dia mau ngampu mata kuliah apa?

Bicara pendidikan, teman saya ini memang cukup kacau. Tamat S1 pendidikan matematika di Undiksha Singaraja ia justru jadi wartawan, berawal di Nusa Bali, berakhir di detik.com. Ia kemudian jadi pengusaha dengan membuka toko buah dan tempat ngejus yang kini sangat ngetrend di Singaraja. Di tengah kesibukan ngurus toko buah, ia melaju jadi Ketua KPU Buleleng, salah satu tugasnya mengurus orang-orang yang hobi jadi caleg.

Di tengah angin politik yang tak menentu, kadang adem kadang ngelinus, kadang diterpa demo massa, ia juga berkutat dengan penelitian disertasi. Eh, penelitiannya tak berkaitan dengan pekerjaannya sehari-hari. Ia meneliti sejarah, tradisi lisan, seni pertunjukan yang dikaitkan dengan pariwisata Bali. Semua itu dikaji dengan teori komodifikasi, semiotika, dan ideologi pariwisata budaya.

Tak habis pikir saya, betapa kacau hidup teman saya itu. Betapa bingung saraf dan otaknya saat sehari-hari ia bangun pagi.

Mencintai Pengetahuan

Senin malam, 5 Februari 2018, beberapa hari setelah namanya berisi Dr., saya ngobrol dengan Gde Suardana di Apple Mart, tempat ngejus miliknya. Ia ingin membukukan disertasinya dan saya (sesungguhnya tanpa diminta) bersedia jadi editornya. Biar pernah jadi editor seorang Doktor.

Dari obrolan itu saya paham, teman saya itu ternyata punya ambisi besar dalam mengembangkan dunia pendidikan, terutama pendidikan di luar lembaga-lembaga formal.  Ia berminat pada tradisi lisan awalnya karena rasa cintanya pada cerita-cerita lisan, dan ia ingin menghidupkan tradisi itu sebagai bagian dari pendidikan untuk anak-anak.

Namun dalam disertasinya ia mengkaitkan tradisi lisan dengan komodifikasi pariwisata. Ini dilakukan karena ia juga ingin member sumbangan kepada pengembangan pariwisata budaya di Bali. Jadi, sungguh banyaklah keinginan dia, yang jika disimpulkan semua itu semata karena keinginan dia mengembangkan ilmu pengetahuan, tanpa penting dapat tunjangan atau tidak.

“Dengan disertasi ini, dan apa yang saya lakukan ini, saya ingin banyak orang mendapatkan inspirasi. Inspirasi untuk membangun tradisi lisan, inspirasi untuk mengelola pariwisata budaya, dan inspirasi untuk melanjutkan penelitian ini dengan lebih lengkap,” kata dia.

Gde Suardana meneliti tentang seni pertunjukan Bali Agung – The Legend of Balinese Goddesses yang dipentaskan secara reguler di Bali Safari and Marine Park, Gianyar, Bali. Itu adalah seni pertunjukan pariwisata. Lakon yang dikisahkan diambil dari mitos Raja Jayapangus dengan permaisuri putri Cina Kang Cing Wie.

Seni pertunjukan pariwisata itu mengandung banyak unsur yang selama ini dipelajari orang Bali dan akan terus dipelajari, misalnya tentang sejarah Kerajaan Bali dan Raja Jayapangus serta mitos yang berkembang dan mewarnai tradisi lisan di Bali.

Di situ juga bisa dipelajari tentang adanya akulturasi. Karena menurut Gde Suardana, seni pertunjukan yang dipentaskan di Bali Safari and Marine Park itu  adalah seni pertunjukan hybrid. campuran unsur kesenian Bali dan Cina. Unsur Cina tampak dari tata busana Kang Cing Wie dan tokoh cerita lain berlatar Cina serta tata warna dominan merah yang merupakan warna-warni identitas Cina. Unsur percampuran tidak saja dari seni Bali dan Cina tetapi juga unsur teater modern Barat seperti tampak dari tata lampu, tata musik, dan tentu saja tata panggung.

Prof. I Nyoman Darma Putra mengatakan disertasi Gde Suardana memberikan kontribusi dalam kajian atas seni pertunjukan pariwisata dalam konteks pariwisata budaya yang dilakukan peneliti sebelumnya seperti Miche Picard (1980-an).

Picard menyampaikan bahwa pariwisata budaya (cultural tourism) dan budaya pariwisata (touristik culture) bukan dua hal yang berbeda karena orang Bali melihat keduanya menyatu dalam pengembangan pariwisata dan pengembangan budaya. Sejak penelitian Picard, dan sejak hadirnya Bali Agung, kajian substantif pertunjukan turistik belum pernah dilaksanakan.

Setelah mendapat penjelasan dari Gde Suardana dan Prof. Darma Putra saya kini manggut-manggut. Tapi tetap tak habis pikir, kenapa justru Gde Suardana yang melakukan itu, kenapa bukan teman-teman saya yang lain, misalnya teman yang selama ini memang digaji untuk melakukan hal-hal seperti itu? Seperti itu, apa? Ah, sudahlah… (T)

Tags: BudayaPariwisataPendidikanPolitikseni pertunjukan
Share234TweetSendShareSend
Previous Post

Politik Patronase, Kegagalan Mencipta Pemilih Mandiri – Catatan Jelang Pilkada

Next Post

Festival Makan Duren di Buleleng: Promosi Buah Tempatan, Bolehlah Nyontek Upin-Ipin

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Festival Makan Duren di Buleleng: Promosi Buah Tempatan, Bolehlah Nyontek Upin-Ipin

Festival Makan Duren di Buleleng: Promosi Buah Tempatan, Bolehlah Nyontek Upin-Ipin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co