23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

tatkala by tatkala
September 1, 2025
in Lingkungan
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

Tiga orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, saat mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle Conservation and  Education Center (TCEC), Serangan, Bali | Foto: Wiliyan Ardi

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle Conservation and  Education Center (TCEC), Serangan, Bali bersama WWF-Indonesia bersama Dinas Kelautan  dan Perikanan GP XI. Kegiatan ini berlangsung pada 24–25 Agustus 2025 sebagai bagian dari  upaya memperkuat pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Mdona Hiera, Lakor, Moa, dan  Letti, Maluku.

Perairan yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5  Tahun 2022 ini, dikenal sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tinggi. Terdapat berbagai jenis spesies laut dilindungi dan terancam punah seperti penyu, hiu, pari, dan mamalia  laut hidup di sana. Bahkan untuk Desa Nyama di Pulau Moa telah diindikasikan sebagai salah  satu lokasi peneluran penting bagi spesies penyu.

Bapak Kristian Tovanste Jan selaku KCDKP GP XI menjelaskan bahwa sudah ada Peraturan  Gubernur Nomor 43 Tahun 2024 mengenai Rencana Aksi Daerah untuk Konservasi Penyu.  Awalnya, program tersebut difokuskan untuk Pulau Luang, terutama terkait penyu hijau dan  penyu sisik. Menurutnya, dalam rencana awal, tiga tahun pertama seharusnya diisi dengan  survei, dengan jangka waktu program sekitar tujuh tahun. Namun hingga kini, ia mengaku belum  mengetahui adanya tindak lanjut atau pemberitahuan resmi terkait realisasi Peraturan Gubernur  tersebut dan menduga mungkin terdapat kendala teknis di tingkat pelaksana.

Penyu di TCEC Bali | Foto: Wiliyan Ardi

Peraturan ini sejalan dengan temuan hasil monitoring WWF-Indonesia terkait pemanfaatan  spesies laut terancam punah periode Juni 2024–Juni 2025 di enam lokasi, yaitu Pulau Moa, Desa  Luang Barat, Desa Luang Timur, Metimarang, Pulau Wekenau, dan Pulau Letti. Data tersebut  menunjukkan bahwa praktik pemanfaatan penyu masih terjadi, menegaskan adanya ancaman  nyata terhadap keberlangsungan populasi penyu di Maluku Barat Daya. Temuan ini sekaligus  menjadi pengingat bahwa tanpa tindakan nyata dan terkoordinasi, fungsi penting ekosistem laut  di kawasan tersebut akan terus berada dalam kondisi terancam.

“Di Pulau Luang, konservasi sering disalahartikan hanya sebagai larangan. Padahal, tujuannya  adalah mengatur pemanfaatan sumber daya agar tetap lestari dan bisa dinikmati hingga anak  cucu. Pemanfaatan penyu masih menjadi bagian adat turun-temurun, meski sebagian warga telah  mengetahui bahwa penyu dilindungi oleh hukum. Karena itu, dibutuhkan langkah strategis dan  kerja sama lintas pihak, pemerintah, pengelola kawasan, NGO, hingga masyarakat untuk  menjelaskan dan memberi contoh nyata bahwa adat dan kelestarian bisa berjalan seiring. Melalui  sekolah lapang konservasi penyu di TCEC Bali, WWF-Indonesia berharap dukungan masyarakat  Pulau Luang semakin kuat, bukan hanya untuk penyu, tapi juga seluruh sumber daya laut dan perikanan di wilayah tersebut,” ujar Bapak Mohammad Budi Santosa selaku Project Leader Inner  Banda Arch Seascape (IBAS), Yayasan WWF Indonesia.

Tiga orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, saat mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle Conservation and  Education Center (TCEC), Serangan, Bali | Foto: Wiliyan Ardi

Kegiatan sekolah lapang ini diikuti oleh perwakilan dari KCDKP GP XI, Pemerintah Desa  Luang Barat, dan Pemerintah Desa Luang Timur. Selama dua hari, peserta akan diperkenalkan  pada fungsi TCEC sebagai pusat konservasi sekaligus pusat edukasi masyarakat tentang  perlindungan penyu.

Dalam kunjungan ini, TCEC membahas strategi edukasi masyarakat, peningkatan kesadaran publik, hingga peluang ekonomi berbasis konservasi. Bersama para Pemimpin Desa dari Pulau  Luang, mereka berdiskusi tentang pengalaman pelestarian penyu, penanganan keterdamparan,  dan bycatch. Peserta juga diajak mengenal langsung pusat konservasi TCEC, mulai dari area  relokasi sarang, tempat rehabilitasi, ruang perawatan penyu terdampar, hingga pantai-pantai  peneluran tempat mereka bekerja.

“Melalui paparan-paparan yang disampaikan terkait teteruga (penyu) di Pulau Bali hampir sama  dengan apa yang terjadi di masyarakat saya di Pulau Luang. Namun perbedaannya disini, kalau  di Pulau Luang dipakai untuk syukuran dan daging penyu dimakan untuk dimanfaatkan.  Sedangkan di Bali hanya sebagai simbol. Disini lah luar biasanya peran TCEC ini kita bisa  melihat perkembangan dan perbedaan konservasi penyu, berbeda jauh dengan kami di sana,”  ucap Kepala Desa Luang Barat, Paulinus Yoseph Wolonter.

Foto bersama di Turtle Conservation and  Education Center (TCEC), Serangan, Bali | Foto: Wiliyan Ardi

Bapak Anderson Leha, Kepala Desa Luang Timur, juga menambahkan bahwa melalui kegiatan  tersebut mereka mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru. Harapannya, ketika  kembali ke Maluku Barat Daya, apa yang mereka pelajari dapat dikembangkan dan diterapkan  secara bertahap sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Harapannya kegiatan ini menjadi momentum bagi para pemimpin desa untuk membawa  perubahan. Dengan bekal pemahaman baru, mereka dapat memimpin upaya perlindungan penyu  di desanya masing-masing sekaligus mengembangkan wilayah yang produktif, sejahtera, dan  tetap menjaga sumber daya laut Maluku Barat Daya yang berkelanjutan. [T]

Penulis/Reporter: Rilis WWF
Editor: Budarsana

Tags: konservasikonservasi penyulingkunganMaluku Barat DayaWWF Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

Next Post

Unb’rocken Lepas Video Klip “Fuck It”: Rock Bali Siap Guncang Melbourne, Sydney, Perth, dan Adelaide

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

by tatkala
September 21, 2026
0
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

Read moreDetails

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

by tatkala
August 21, 2026
0
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

Read moreDetails

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
0
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

Read moreDetails

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
0
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

Read moreDetails

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

by Son Lomri
April 21, 2026
0
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

by tatkala
March 29, 2026
0
Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

SEBANYAK lebih dari 100 orang melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan, Buleleng, Bali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka berasal...

Read moreDetails

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails

12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

by tatkala
September 3, 2024
0
12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

PERUBAHAN iklim semakin mendesak perhatian global, didorong oleh emisi karbon yang kian meningkat. Hal ini tak hanya mengancam lingkungan, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Unb’rocken Lepas Video Klip “Fuck It”: Rock Bali Siap Guncang Melbourne, Sydney, Perth, dan Adelaide

Unb’rocken Lepas Video Klip “Fuck It”: Rock Bali Siap Guncang Melbourne, Sydney, Perth, dan Adelaide

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co