2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

tatkala by tatkala
September 1, 2025
in Lingkungan
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

Tiga orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, saat mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle Conservation and  Education Center (TCEC), Serangan, Bali | Foto: Wiliyan Ardi

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle Conservation and  Education Center (TCEC), Serangan, Bali bersama WWF-Indonesia bersama Dinas Kelautan  dan Perikanan GP XI. Kegiatan ini berlangsung pada 24–25 Agustus 2025 sebagai bagian dari  upaya memperkuat pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Mdona Hiera, Lakor, Moa, dan  Letti, Maluku.

Perairan yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5  Tahun 2022 ini, dikenal sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tinggi. Terdapat berbagai jenis spesies laut dilindungi dan terancam punah seperti penyu, hiu, pari, dan mamalia  laut hidup di sana. Bahkan untuk Desa Nyama di Pulau Moa telah diindikasikan sebagai salah  satu lokasi peneluran penting bagi spesies penyu.

Bapak Kristian Tovanste Jan selaku KCDKP GP XI menjelaskan bahwa sudah ada Peraturan  Gubernur Nomor 43 Tahun 2024 mengenai Rencana Aksi Daerah untuk Konservasi Penyu.  Awalnya, program tersebut difokuskan untuk Pulau Luang, terutama terkait penyu hijau dan  penyu sisik. Menurutnya, dalam rencana awal, tiga tahun pertama seharusnya diisi dengan  survei, dengan jangka waktu program sekitar tujuh tahun. Namun hingga kini, ia mengaku belum  mengetahui adanya tindak lanjut atau pemberitahuan resmi terkait realisasi Peraturan Gubernur  tersebut dan menduga mungkin terdapat kendala teknis di tingkat pelaksana.

Penyu di TCEC Bali | Foto: Wiliyan Ardi

Peraturan ini sejalan dengan temuan hasil monitoring WWF-Indonesia terkait pemanfaatan  spesies laut terancam punah periode Juni 2024–Juni 2025 di enam lokasi, yaitu Pulau Moa, Desa  Luang Barat, Desa Luang Timur, Metimarang, Pulau Wekenau, dan Pulau Letti. Data tersebut  menunjukkan bahwa praktik pemanfaatan penyu masih terjadi, menegaskan adanya ancaman  nyata terhadap keberlangsungan populasi penyu di Maluku Barat Daya. Temuan ini sekaligus  menjadi pengingat bahwa tanpa tindakan nyata dan terkoordinasi, fungsi penting ekosistem laut  di kawasan tersebut akan terus berada dalam kondisi terancam.

“Di Pulau Luang, konservasi sering disalahartikan hanya sebagai larangan. Padahal, tujuannya  adalah mengatur pemanfaatan sumber daya agar tetap lestari dan bisa dinikmati hingga anak  cucu. Pemanfaatan penyu masih menjadi bagian adat turun-temurun, meski sebagian warga telah  mengetahui bahwa penyu dilindungi oleh hukum. Karena itu, dibutuhkan langkah strategis dan  kerja sama lintas pihak, pemerintah, pengelola kawasan, NGO, hingga masyarakat untuk  menjelaskan dan memberi contoh nyata bahwa adat dan kelestarian bisa berjalan seiring. Melalui  sekolah lapang konservasi penyu di TCEC Bali, WWF-Indonesia berharap dukungan masyarakat  Pulau Luang semakin kuat, bukan hanya untuk penyu, tapi juga seluruh sumber daya laut dan perikanan di wilayah tersebut,” ujar Bapak Mohammad Budi Santosa selaku Project Leader Inner  Banda Arch Seascape (IBAS), Yayasan WWF Indonesia.

Tiga orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, saat mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle Conservation and  Education Center (TCEC), Serangan, Bali | Foto: Wiliyan Ardi

Kegiatan sekolah lapang ini diikuti oleh perwakilan dari KCDKP GP XI, Pemerintah Desa  Luang Barat, dan Pemerintah Desa Luang Timur. Selama dua hari, peserta akan diperkenalkan  pada fungsi TCEC sebagai pusat konservasi sekaligus pusat edukasi masyarakat tentang  perlindungan penyu.

Dalam kunjungan ini, TCEC membahas strategi edukasi masyarakat, peningkatan kesadaran publik, hingga peluang ekonomi berbasis konservasi. Bersama para Pemimpin Desa dari Pulau  Luang, mereka berdiskusi tentang pengalaman pelestarian penyu, penanganan keterdamparan,  dan bycatch. Peserta juga diajak mengenal langsung pusat konservasi TCEC, mulai dari area  relokasi sarang, tempat rehabilitasi, ruang perawatan penyu terdampar, hingga pantai-pantai  peneluran tempat mereka bekerja.

“Melalui paparan-paparan yang disampaikan terkait teteruga (penyu) di Pulau Bali hampir sama  dengan apa yang terjadi di masyarakat saya di Pulau Luang. Namun perbedaannya disini, kalau  di Pulau Luang dipakai untuk syukuran dan daging penyu dimakan untuk dimanfaatkan.  Sedangkan di Bali hanya sebagai simbol. Disini lah luar biasanya peran TCEC ini kita bisa  melihat perkembangan dan perbedaan konservasi penyu, berbeda jauh dengan kami di sana,”  ucap Kepala Desa Luang Barat, Paulinus Yoseph Wolonter.

Foto bersama di Turtle Conservation and  Education Center (TCEC), Serangan, Bali | Foto: Wiliyan Ardi

Bapak Anderson Leha, Kepala Desa Luang Timur, juga menambahkan bahwa melalui kegiatan  tersebut mereka mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru. Harapannya, ketika  kembali ke Maluku Barat Daya, apa yang mereka pelajari dapat dikembangkan dan diterapkan  secara bertahap sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Harapannya kegiatan ini menjadi momentum bagi para pemimpin desa untuk membawa  perubahan. Dengan bekal pemahaman baru, mereka dapat memimpin upaya perlindungan penyu  di desanya masing-masing sekaligus mengembangkan wilayah yang produktif, sejahtera, dan  tetap menjaga sumber daya laut Maluku Barat Daya yang berkelanjutan. [T]

Penulis/Reporter: Rilis WWF
Editor: Budarsana

Tags: konservasikonservasi penyulingkunganMaluku Barat DayaWWF Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

Next Post

Unb’rocken Lepas Video Klip “Fuck It”: Rock Bali Siap Guncang Melbourne, Sydney, Perth, dan Adelaide

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

by tatkala
September 21, 2026
0
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

Read moreDetails

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

by tatkala
August 21, 2026
0
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

Read moreDetails

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
0
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

Read moreDetails

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
0
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

Read moreDetails

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

by Son Lomri
April 21, 2026
0
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

by tatkala
March 29, 2026
0
Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

SEBANYAK lebih dari 100 orang melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan, Buleleng, Bali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka berasal...

Read moreDetails

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails

12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

by tatkala
September 3, 2024
0
12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

PERUBAHAN iklim semakin mendesak perhatian global, didorong oleh emisi karbon yang kian meningkat. Hal ini tak hanya mengancam lingkungan, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Unb’rocken Lepas Video Klip “Fuck It”: Rock Bali Siap Guncang Melbourne, Sydney, Perth, dan Adelaide

Unb’rocken Lepas Video Klip “Fuck It”: Rock Bali Siap Guncang Melbourne, Sydney, Perth, dan Adelaide

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co