12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 1, 2025
in Kuliner
Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

Berbagai macam sambal kerajaan di di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

ADA pemandangan menarik ketika para undangan dan pengunjung The Amazing Taman Safari Bali dipersilakan mencicipi sambal serangkaian dengan Bali Royal Chili Festival 2025. Ada yang  tampak kebingungan harus memilih jenis sambal yang mana; ada yang langsung mencoba dari satu deret ke deret berikutnya; ada yang hanya memilih jenis sambal yang diketahuinya; dan ada pula yang melihat-lihat tanpa mencoba sama sekali.

Sambal yang disajikan memang bukan satu atau dua jenis. Jumlah sambal yang dipamerkan sebanyak 70 jenis dan merupakan sambal khas kerajaan dari 9 puri di Pulau Dewata. Sambal ini disajikan dalam 4 stand yang ditata dengan nuansa tradisional Bali. Setiap sambal diisi nama dan bahan yang digunakan. Bagi mereka yang lahir di tahun 70-90an, mencicipi berbagai jenis sambal tempo dulu itu sebagai ajang untuk bernostalgia.

“Kami berupaya menciptakan sebuah festival yang bukan sekadar tempat menikmati makanan, tetapi juga ruang edukasi dan apresiasi terhadap kearifan lokal. Kami berharap, Bali Royal Chili ini dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat citra Bali, tidak hanya sebagai destinasi wisata alam dan budaya, tetapi juga sebagai destinasi kuliner kelas dunia,” kata Alexander Zulkarnain selaku ACT Chief Marketing Officer Taman Safari Indonesia Group.

Sambal pangi di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

Sambal-sambal itu tak semuanya lumrah. Artinya, tidak banyak dikenal oleh masyarakat kini. Mereka lebih banyak mencicipi sambal yang biasa ditemui sehari-hari, seperti sambal goring, sambal bongkot, sambal kecicang megoreng, dan lainnya. Berbeda halnya dengan para orang tua, lebih banyak mencoba sambal yang jarang ditemukan, seperti sambal pangi, sambak encal metunu, dan lainnya. Mereka mencicipi sambal itu untuk mengenang masa lalunya.

Bali Royal Chili Festival 2025 merupakan inisiatif Taman Safari Indonesia yang menjadi festival kuliner dan budaya. Festival ini berlangsung mulai 28 Agustus hingga 7 September 2025 bertempat di UMA Restaurant dan bertujuan untuk mempromosikan sekaligus melestarikan berbagai resep tradisional—sambal dari dapur istana Kerajaan Bali. “Tahun ini kami menampilkan kurang lebih 70 jenis sambal autentik dari 9 puri di Bali,” tegas Alexander Zulkarnain.

Festival ini mengajak pengunjung menjelajahi kekayaan budaya Bali melalui pameran kuliner budaya yang interaktif di Bale Banjar. Pameran ini akan menampilkan keindahan kain kerajaan dengan motif dan teknik tenun tradisional, musik kerajaan yang dimainkan dengan instrumen tradisional Bali, dan pengalaman mencicipi kopi kerajaan, di mana varian kopi pilihan akan disajikan secara istimewa.

Sambal encak matunu di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

Selain itu, akan ada layanan kopi oleh barista profesional serta lokakarya bagi mereka yang ingin belajar membuat kopi sendiri. Kain kerajaan, kopi kerajaan, dan musik kerajaan masing-masing akan memiliki area ‘istana’ khusus mereka sendiri, menciptakan tampilan yang istimewa dan imersif.

“Melalui Bali Royal Chili 2025, kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya unik tetapi juga sarat makna budaya adiluhung Indonesia,” ucapnya.

Festival ini merupakan wujud komitmen Taman Safari Indonesia dalam mendukung pelestarian warisan kuliner nusantara, khususnya resep sambal kerajaan yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi. Festival ini melibatkan berbagai elemen budaya seperti tarian, musik, kain tradisional, hingga kopi Bali.

“Kami berupaya menciptakan sebuah festival yang bukan sekadar tempat menikmati makanan, tetapi juga ruang edukasi dan apresiasi terhadap kearifan lokal,” ujar Alexander Zulkarnain.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarjaya yang mewakili Gubernur Bali pada pembukaan festival tersebut mengatakan, Bali Royal Chili Festival 2025 ini wujud pengingatan terhadap warisan rasa dan tradisi Bali, khususnya budaya Bali. Festival ini mengangkat warisan nilai dari segi teknik memasak maupum hidangan.

Sambal bongkot di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

“Hal ini sebagai ungkapan rasa syukur khususnya bidang kuliner yang sudah dilakukan secara turun-temurin. “Budaya tak hanya untuk dikenal, tetapi diwarisakan dan dikembangkan,” imbuhnya.

Perwakilan Puri Karangasem, Anak Agung Made Dewandra Jelantik mengatakan, sambal salah satu jenis makanan ini hampir ada di seluruh nusantara. Kalau makan mesti ada sambal untuk memberikan rasa yang autentik. Pada festival sebelumnya hanya menyajikan 30 sambal, namun kali ini jumlahnya meningkat setelah melakukan kurasi di beberap puri di Bali.

“Terima kasih Bali Safari yang menjaga dan melestarikan sambal luluhur kami. Kami berharap festival ini bisa dikembangkan di daerah lain, sehingga sambal ini bisa menjadi budaya mempersatukan nusantara,” harap Dewandra Jelantik.

Bondres gedebong goyang mencicipi sambal di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

Perwakilan Puri Karangasem ini menyampaikan, festival ini bukan sekadar perayaan kuliner, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya Bali. Resep sambal kerajaan yang diwariskan turun-temurun kini dapat dinikmati masyarakat luas dalam suasana penuh kearifan lokal.

Dengan semangat pelestarian dan perayaan kuliner kerajaan, Bali Royal Chili 2025 mengajak masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara untuk merasakan keunikan sambal Kerajaan Bali.

Festival ini harus memberikan kontribusi positif kepada Bali. Even tahunan berbasis kearifan lokal ini dapat mendorong keterlibatan aktif usaha lokal. Festival ini menjadi atraksi budaya yang diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.

Legendari kuliner puri I Gusti Nyoman Darta demo buat sambal di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

“Lebih dari sekadar festival makanan, acara ini menjadi jembatan yang menghubungkan tradisi, budaya, dan pengalaman wisata, menghadirkan Bali sebagai destinasi yang kaya rasa, penuh makna, dan tak terlupakan,” ungkap Dewandra Jelantik.

Sebelum Bali Royal Chili Festival 2025 ini dibuka secara resmi, Bondres Gedebong Goyang memaparkan sambal sebagai kearifan lokal yang patut dilestarikan. Pemaparannya itu tentu dilakukan melalui “gegonjakan” di atas panggung, lucu, menarik dan sarat pesan. Meski mereka berdua merupakan bule, tetapi mereka menggunakan bahasa Bali lumbrah—bahkan bahasa Bali halus.

Acara pembukaan kemudian diakhir dengan demo masak oleh legendari kuliner I Gusti Nyoman Darta yang membuat sambal kukus dan sambal paya.[T]

Penulis/Reporter: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bali Royal Chili FestivalBali Royal Chili Festival 2025kerajaan balikerjaankulinerpurisambal
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perkara Tanah, Bukan Sengketa Pulau: “Sedumuk Bathuk Senyari Bumi”

Next Post

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails
Next Post
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co