2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 1, 2025
in Kuliner
Mencicipi 70 Varian Sambal Kerajaan dari 9 Puri di Bali Royal Chili Festival 2025

Berbagai macam sambal kerajaan di di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

ADA pemandangan menarik ketika para undangan dan pengunjung The Amazing Taman Safari Bali dipersilakan mencicipi sambal serangkaian dengan Bali Royal Chili Festival 2025. Ada yang  tampak kebingungan harus memilih jenis sambal yang mana; ada yang langsung mencoba dari satu deret ke deret berikutnya; ada yang hanya memilih jenis sambal yang diketahuinya; dan ada pula yang melihat-lihat tanpa mencoba sama sekali.

Sambal yang disajikan memang bukan satu atau dua jenis. Jumlah sambal yang dipamerkan sebanyak 70 jenis dan merupakan sambal khas kerajaan dari 9 puri di Pulau Dewata. Sambal ini disajikan dalam 4 stand yang ditata dengan nuansa tradisional Bali. Setiap sambal diisi nama dan bahan yang digunakan. Bagi mereka yang lahir di tahun 70-90an, mencicipi berbagai jenis sambal tempo dulu itu sebagai ajang untuk bernostalgia.

“Kami berupaya menciptakan sebuah festival yang bukan sekadar tempat menikmati makanan, tetapi juga ruang edukasi dan apresiasi terhadap kearifan lokal. Kami berharap, Bali Royal Chili ini dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat citra Bali, tidak hanya sebagai destinasi wisata alam dan budaya, tetapi juga sebagai destinasi kuliner kelas dunia,” kata Alexander Zulkarnain selaku ACT Chief Marketing Officer Taman Safari Indonesia Group.

Sambal pangi di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

Sambal-sambal itu tak semuanya lumrah. Artinya, tidak banyak dikenal oleh masyarakat kini. Mereka lebih banyak mencicipi sambal yang biasa ditemui sehari-hari, seperti sambal goring, sambal bongkot, sambal kecicang megoreng, dan lainnya. Berbeda halnya dengan para orang tua, lebih banyak mencoba sambal yang jarang ditemukan, seperti sambal pangi, sambak encal metunu, dan lainnya. Mereka mencicipi sambal itu untuk mengenang masa lalunya.

Bali Royal Chili Festival 2025 merupakan inisiatif Taman Safari Indonesia yang menjadi festival kuliner dan budaya. Festival ini berlangsung mulai 28 Agustus hingga 7 September 2025 bertempat di UMA Restaurant dan bertujuan untuk mempromosikan sekaligus melestarikan berbagai resep tradisional—sambal dari dapur istana Kerajaan Bali. “Tahun ini kami menampilkan kurang lebih 70 jenis sambal autentik dari 9 puri di Bali,” tegas Alexander Zulkarnain.

Festival ini mengajak pengunjung menjelajahi kekayaan budaya Bali melalui pameran kuliner budaya yang interaktif di Bale Banjar. Pameran ini akan menampilkan keindahan kain kerajaan dengan motif dan teknik tenun tradisional, musik kerajaan yang dimainkan dengan instrumen tradisional Bali, dan pengalaman mencicipi kopi kerajaan, di mana varian kopi pilihan akan disajikan secara istimewa.

Sambal encak matunu di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

Selain itu, akan ada layanan kopi oleh barista profesional serta lokakarya bagi mereka yang ingin belajar membuat kopi sendiri. Kain kerajaan, kopi kerajaan, dan musik kerajaan masing-masing akan memiliki area ‘istana’ khusus mereka sendiri, menciptakan tampilan yang istimewa dan imersif.

“Melalui Bali Royal Chili 2025, kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya unik tetapi juga sarat makna budaya adiluhung Indonesia,” ucapnya.

Festival ini merupakan wujud komitmen Taman Safari Indonesia dalam mendukung pelestarian warisan kuliner nusantara, khususnya resep sambal kerajaan yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi. Festival ini melibatkan berbagai elemen budaya seperti tarian, musik, kain tradisional, hingga kopi Bali.

“Kami berupaya menciptakan sebuah festival yang bukan sekadar tempat menikmati makanan, tetapi juga ruang edukasi dan apresiasi terhadap kearifan lokal,” ujar Alexander Zulkarnain.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarjaya yang mewakili Gubernur Bali pada pembukaan festival tersebut mengatakan, Bali Royal Chili Festival 2025 ini wujud pengingatan terhadap warisan rasa dan tradisi Bali, khususnya budaya Bali. Festival ini mengangkat warisan nilai dari segi teknik memasak maupum hidangan.

Sambal bongkot di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

“Hal ini sebagai ungkapan rasa syukur khususnya bidang kuliner yang sudah dilakukan secara turun-temurin. “Budaya tak hanya untuk dikenal, tetapi diwarisakan dan dikembangkan,” imbuhnya.

Perwakilan Puri Karangasem, Anak Agung Made Dewandra Jelantik mengatakan, sambal salah satu jenis makanan ini hampir ada di seluruh nusantara. Kalau makan mesti ada sambal untuk memberikan rasa yang autentik. Pada festival sebelumnya hanya menyajikan 30 sambal, namun kali ini jumlahnya meningkat setelah melakukan kurasi di beberap puri di Bali.

“Terima kasih Bali Safari yang menjaga dan melestarikan sambal luluhur kami. Kami berharap festival ini bisa dikembangkan di daerah lain, sehingga sambal ini bisa menjadi budaya mempersatukan nusantara,” harap Dewandra Jelantik.

Bondres gedebong goyang mencicipi sambal di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

Perwakilan Puri Karangasem ini menyampaikan, festival ini bukan sekadar perayaan kuliner, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya Bali. Resep sambal kerajaan yang diwariskan turun-temurun kini dapat dinikmati masyarakat luas dalam suasana penuh kearifan lokal.

Dengan semangat pelestarian dan perayaan kuliner kerajaan, Bali Royal Chili 2025 mengajak masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara untuk merasakan keunikan sambal Kerajaan Bali.

Festival ini harus memberikan kontribusi positif kepada Bali. Even tahunan berbasis kearifan lokal ini dapat mendorong keterlibatan aktif usaha lokal. Festival ini menjadi atraksi budaya yang diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.

Legendari kuliner puri I Gusti Nyoman Darta demo buat sambal di Bali Royal Chili Festival 2025 | Foto: Budarsana

“Lebih dari sekadar festival makanan, acara ini menjadi jembatan yang menghubungkan tradisi, budaya, dan pengalaman wisata, menghadirkan Bali sebagai destinasi yang kaya rasa, penuh makna, dan tak terlupakan,” ungkap Dewandra Jelantik.

Sebelum Bali Royal Chili Festival 2025 ini dibuka secara resmi, Bondres Gedebong Goyang memaparkan sambal sebagai kearifan lokal yang patut dilestarikan. Pemaparannya itu tentu dilakukan melalui “gegonjakan” di atas panggung, lucu, menarik dan sarat pesan. Meski mereka berdua merupakan bule, tetapi mereka menggunakan bahasa Bali lumbrah—bahkan bahasa Bali halus.

Acara pembukaan kemudian diakhir dengan demo masak oleh legendari kuliner I Gusti Nyoman Darta yang membuat sambal kukus dan sambal paya.[T]

Penulis/Reporter: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bali Royal Chili FestivalBali Royal Chili Festival 2025kerajaan balikerjaankulinerpurisambal
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perkara Tanah, Bukan Sengketa Pulau: “Sedumuk Bathuk Senyari Bumi”

Next Post

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails
Next Post
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co