12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Mobile Legends” dan Ihwal Remeh-temeh yang Sangat Mengkhawatirkan

Ozik Ole-olang by Ozik Ole-olang
February 7, 2018
in Esai
“Mobile Legends” dan Ihwal Remeh-temeh yang Sangat Mengkhawatirkan

BERANGKAT dari beberapa minggu lalu ketika saya sempat dibuat tersihir dan tertarik pada sebuah game android. Awalnya agak risih juga melihat sejumlah teman saya yang terus-terusan bermain game. Lambat laun, setelah setiap hari bahkan setiap beberapa jam selalu mendengarkan nada game tersebut, akhirnya saya mencoba-coba.

Setelah mengerti dan semakin lihai memencet tombol-tombol navigasi akhirnya saya pun ketagihan bermain game itu. Dikarenakan smartphone yang kurang memadai, akhirnya demi memuaskan hasrat nge-game, gadget teman saya pun jadi korban. Sampai-sampai bila dihitung dan diprosentasekan terkait pemakaian, pemilik (teman saya) akan mendapat angka lebih sedikit daripada si peminjam (saya sendiri).

Pada akhirnya, setelah teman yang gadgetnya biasa saya pinjam untuk nge-game itu pulang, saya seperti merasakan gelisah. Hampir mirip perokok berat yang kehabisan rokok dan lagi kebelet ingin rokokan. Benar-benar sakau. Ambisi untuk meng-upgrade smartphone sangat menggelora di hati saya. Namun nasib tidak mengizinkannya. Dengan segenap kekecewaan dan iba, saya pendam keinginan itu dalam kantong tipis dompet saya.

Bukan hanya Mobile Legends juga sebenarnya, beberapa game kerap membuat manusia kecanduan bermain smartphone. Sempat pula Clash of Clans viral di tengah para pengguna gadget. Berbagai ulasan tentang tips and trick memenuhi semesta google perihal cara bermain game tersebut. Begitu pula youtube yang tak mau kalah menampilkan tayangan-tayangan game di beranda awal semakin membuat para gamers kecanduan dan bagi yang tidak tahu jadi semakin penasaran. Manusia menjadi makhluk pemuja game. Sebab melalui game tersebut, hasrat untuk memenuhi kebahagiaan bisa tercapai. Belum lagi sejumlah idealisme ala gamers yang membuat bermain game seolah menjadi kegiatan yang penuh manfaat dan mengesankan.

Barangkali, bila Karl Marx hidup pada zaman ini, maka yang dia legitimasikan sebagai “candu” bukan lagi agama, melainkan game. Game menjadi jalan terakhir dan pemasrahan diri bagi segenap kepenatan dan kegalauan manusia. Atau mungkin Marx akan mengulas fenomena ini dengan penafsirannya perihal teori keterasingan (alienasi), di mana manusia terasing dengan ciptaannya sendiri, yang pada konteks ini adalah game. Sehingga secara tidak langsung dan mau tidak mau, mereka seperti memuja dan mengagung-agungkan game.

Berapa banyak orang yang rela menghabiskan waktunya bahkan rela mengeluarkan uang untuk keberlangsungan karir game-nya. Tahun lalu bahkan sempat viral beberapa pemberitaan perihal game Pokemon yang miris hampir membuat banyak bencana. Sejumlah orang bahkan diberitakan meninggal karena ambisi untuk mendapatkan pokemon. Padahal yang mereka cari itu hanya terdapat di layar hp, tidak lebih. Dimakan juga tidak bisa. Apalagi membuat manusia masuk surga. Sangat utopis!

Sedikit merasa munafik juga menulis artikel ini ketika yang dirasa-rasakan bahwa saya juga suka nge-game dan dengan seolah paling lantang meneriakkan bahwa bermain game adalah kegiatan pragmatis tiada guna. Namun bagaimana lagi ketika kenyataan yang ada memanglah seperti ini. Manusia (termasuk saya) sadar sesadar-sadarnya bahwa bermain game itu tidak bermanfaat – paling-paling ada tapi sedikit – namun mereka terus melakukannya bahkan menganggap game itu adalah aktifitas utama mereka. Sampai-sampai makan yang menjadi kebutuhan utama hidup dinomorduakan.

Game hanyalah salah satu bagian kecil dari lingkaran besar yang banyak merubah hidup manusia melalui kecanggihan teknologi. Banyak hal lain yang juga membatasi pandangan manusia yang berkutat hanya pada kotak kecil yang bersinar. Mereka kemudian enggan dan apatis terhadap dunia luar. Mbak Maya seperti terlihat lebih anggun daripada Buk Nyata.

Zaman telah memasuki era krisis emosional dikarenakan teknologi informasi yang semakin canggih dan luar biasa pesat pekembangannya. Emosi-emosi di dunia maya cukup diwakili dengan gambaran emoji. Tersenyum, melet, terbahak, dan lainnya. Sampai kemudian muncul pemberitaan hari emoji internasional. Menurut saya hal itu merupakan puncak dari kekolotan dan konserfatifme manusia dalam hal emosi. Emosi yang menjadi unsur alamiah kemanusiaan mengalami pengkerdilan juga distorsi makna dan kemudian hanya menjadi sebatas gambaran simbolisme semata.

Satu game heboh pada masanya, kemudian game lain tumbuh menumbangkan keviralan game-game lainnya. Game seolah pahlawan hero yang muncul untuk menyelamatkan kemurungan manusia. Tanpa iklan dan tanpa spanduk-spanduk promosi yang nagkring di warung-arung pojok suatu game dengan sendirinya banyak digandrungi orang-orang, apa lagi bila memunculkan iklan di televisi.

Game juga menjadi lahan alteratif bagi mereka yang belum menemukan kenikmatan dalam aplikasi chat semacam whatsapp. Entah sebab karena “kejombloan” atau memang karena tidak suka. Pada intinya, manusia selalu menemukan sisi menyenangkan dalam menggunakan smartphone. Tanpa perlu adanya motivator dan acara-acara inspiratif, pemain game pun akan dengan sendirinya tekun dan gigih membukanya setiap waktu.

Pada akhirnya saya akan memohon ampun pada tuhan dan segenap jajaran malaikat pencatat amal buruk karena kemunafikan saya dalam tulisan ini. Jujur, saya masih menyimpan file apk beberapa game yang saya suka, termasuk Mobile Legends, Clash of Clans, Clash Royal, dan banyak nama-nama game lain di memori smartphone saya agar kelak bila sudah kebelet pengen main tinggal install tanpa buang-buang kuota untuk download lagi di google play store. Namun terkadang, untuk menyadarkan diri sendiri lebih-lebih orang lain, sikap muka dua memang perlu direalisasikan. Sekali lagi, maafkan kami Tuhan.(T)

Tags: gamepermainansmartphone
Share8TweetSendShareSend
Previous Post

Festival Makan Duren di Buleleng: Promosi Buah Tempatan, Bolehlah Nyontek Upin-Ipin

Next Post

Catatan Harian Sugi Lanus# Menimbang Bahasa Bali Sebagai MKDU di Perguruan Tinggi

Ozik Ole-olang

Ozik Ole-olang

Pemuda asal Madura yang lahir di Lamongan dan berdomisili di kota Malang.

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Catatan Harian Sugi Lanus# Menimbang Bahasa Bali Sebagai MKDU di Perguruan Tinggi

Catatan Harian Sugi Lanus# Menimbang Bahasa Bali Sebagai MKDU di Perguruan Tinggi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co