12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulu Mata yang Jatuh di Pipi Remuna Pagi Ini

Dee Hwang by Dee Hwang
February 2, 2018
in Cerpen

Ilustrasi: IB Pandit Parastu

 

Cerpen: Dee Hwang

PAGI ini, Remuna bangun tidur dengan wajah berseri-seri. Tidak ada yang lebih menyenangkan hatinya kecuali perumpamaan bahwa cinta mungkin sudah berbalas baginya.

Ketika ia menghadapi kaca dan menemukan sehelai bulu mata jatuh di atas pipinya, ia langsung teringat dengan lelaki itu. Sebenarnya, ia kenal, tapi tak begitu lama dengan lelaki itu. Baru seminggu. Lewat Facebook. Sekedar lewat. Tapi, entah bagaimana, ia meninggalkan sesuatu yang membuat Remuna terkenang-kenang. Inikah cinta pada pandangan pertama? Uh. Bila cinta selalu tegak pada segala kemungkinan, maka cinta di media sosial cukup wajar menurutnya.

Tiba-tiba saja seseorang itu muncul. Lelaki itu datang dengan profil yang…tampan. Rendah hati. Pandai. Punya kemauan untuk mendengarkan. Orang terkenal lagi. Apakah lelaki itu menghubungi Remuna karena foto profil Remuna menangkap hatinya? Apakah Remuna dirasa punya kualifikasi buat jadi calon istri? Remuna tersenyum-senyum.

Sambil memandangi bulu mata yang diletakkannya di ujung telunjuk, ia teringat percakapan mereka. Bukan percakapan yang sering. Bukan yang panjang. Mungkin baru tiga kali. Itu pun setiap tengah malam. Mungkin lelaki itu sibuk dengan pekerjaannya. Maklum, orang kota. Kota besar. Sebenarnya, Remuna tidak hendak memberikan balasan, tapi apa yang bisa ia lakukan kalau lelaki itu datang dengan ajakan untuk menikah?

***

Sebenarnya, Remuna merasa mengkhianati dirinya sendiri.

Remuna, dalam sejarah kehidupannya, sudah memutuskan untuk tidak menikah. Ini langkah yang dibalas oleh keluarganya dengan urutan di dada. Terutama Umaknya. Disangka punya kesenangan sesama jenis, ternyata Remuna memang tidak tertarik pada jenis kelamin apapun. Bukan karena ia hilang nafsu. Ia hilang kepercayaan—cinta di hatinya yang perawan itu adalah penyakit dan penderitaan dan baginya itu cukup buat meleburkan segala keromantisan.

Bila kau tanya, maka keyakinannya bahwa menikah, punya anak, menghabiskan hidup bersama seseorang adalah omong kosong, adalah sumbangan dari keputusan Umak–nya sendiri. Umak–nya hobi kawin-cerai. Sudah lima kali. Tahun depan, bisa saja tujuh kali. Oleh karena itu, Umak–nya cuma bisa mengurut dada—mengucap Tuhan ia merasa berdosa, kecuali kalau mengucap nama suaminya satu-satu, ia tak merasa sia-sia.

Mendapati kehidupan yang tak pernah damai dari pernikahan Umak–nya yang kesekian itu, Remuna memutuskan buat tidak menikah. Sebenarnya, Remuna bukan perempuan buruk muka. Dia cantik. Kulitnya putih. Tak punya cacat. Pintar. Sekolahnya tinggi sampai ke seberang pulau. Punya kemampuan menundukkan hati siapa saja. Tapi, mungkin karena sudah pekat kebenciannya pada berbagai hubungan, maka ia tak punya teman kecuali dari media sosial yang menawarkan banyak jalan pintas buat dikenal.

Remuna tidak tahu kalau hal itu bisa luntur cuma karena kehadiran satu orang. Remuna merasa ia harus membuka pintu hatinya sekarang, entah bagaimana. Seperti yang sudah kujelaskan di muka, Remuna dibuat terkenang-kenang. Ketika lelaki itu bertanya apakah Remuna masih sendiri, ketika lelaki itu menjelaskan seberapa rendah hatinya mengalah buat perempuan, dan ketika ia bertanya di mana alamat rumah Remuna, malam harinya, Remuna malah mimpi duduk di atas pelaminan.

***

Remuna menatapi bulu mata yang jatuh di pipinya pagi ini. Kata orang dulu, itu artinya ada seseorang yang merindukannya. Entah siapa. Entah dimana. Apa lelaki itu? Boleh jadi. Mana tahu. Semoga betul. Remuna kan tak punya banyak kenalan lelaki—apalagi yang mau mengajaknya menikah.

Dulu, Remuna menganggap ia sudah memikirkan matang-matang. Menurutnya, menikah tidak pernah mendatangkan kedamaian. Kalau tidak, buat apa Umak–nya menikah sampai lima kali? Remuna saja bingung mana Bapang–nya. Oleh karenanya, semua lelaki yang menikahi Umak–nya tak pernah ia panggil dengan sebutan sebagaimana orangtua, kecuali orang itu. Ya. Orang satu. Orang dua. Orang tiga. Orang….beruntung semua Bapang sambungnya tak pusing memikirkan sapaan. Menikahi janda jarang ada yang lurus dengan mengangkat anak.

Remuna duduk di tepi tempat tidurnya, mengambil selembar sapu tangan, meletakkan bulu matanya itu hati-hati. Sudah lupa ia dengan bau badannya sendiri. Sudah lupa ia kalau perutnya kempis karena tak diisi sejak sore kemarin. Sudah lupa ia kalau ia sudah berkepala tiga. Sudah lupa Remuna kalau Umak–nya yang sudah pergi dengan orang kelima ke pulau seberang, sudah meninggal semester lalu. Lupa Remuna kalau ia hidup sendirian di rumah ini.

Yang Remuna ingat hanya lelaki itu. Tetapi, apakah itu cukup?

Remuna berkaca lagi. Sebenarnya, bingung, dia. Apakah ini sebab mengapa lelaki itu tak lagi muncul sampai sekarang? Oh. Dia terlalu sibuk. Maklum, orang kota. Kota besar. Bukankah ia penyair yang terkenal itu, yang sekarang lagi sibuk-sibuknya meluncurkan buku ketiganya? Apakah nama Remuna ada di situ? Atau, ia bukan satu-satunya perempuan yang diajak buat menikah? Apakah satu perempuan saja kurang buat jadi sumber kata-katanya? Remuna berkaca lagi. Ia sudah lupa bagaimana kesepian, sebagaimana yang Umak–nya hadapi dulu sehingga tak habis-habis menikah itu, berpotensi melalap ingatan habis-habisan.

Lelaki itu harus jadi milik Remuna. Remuna memang merasa sudah mengkhianati dirinya sendiri, namun, mau bagaimana lagi. Remuna yang lama sudah mati. Remuna yang ini Remuna yang baru—ia perempuan yangsedang menghadapi cermin, dan mencabuti bulu matanya satu-satu. (T)

Tags: Cerpen
Share6TweetSendShareSend
Previous Post

Made Urip, Politik Tenang, dan Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta

Next Post

Tips Menghadapi OKK/Ospek dengan Cara Aneh, Unik dan Luar Biasa

Dee Hwang

Dee Hwang

Kelahiran 9 September 1991. Lulusan FKIP Biologi Universitas Sriwijaya. Saat ini aktif menekuni dunia musik sebagai pemain Biola di SAMS Chamber Orchestra Jogjakarta.

Related Posts

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails
Next Post

Tips Menghadapi OKK/Ospek dengan Cara Aneh, Unik dan Luar Biasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co