. NOCTURNO Daun-daun menguning Kenangan membiru Lebam oleh waktu Dimanakah kita bertemu Di ranjang atau kuburan Tempat segala usia Berakhir...
Read moreDetailsCerpen: Jaswanto AKU tak pernah ragu dengan kekayaan Indonesia. 17.000 pulau dan hampir 110 juta Hektar hutan tropis, dari...
Read moreDetails. KUBUTAMBAHAN Kau dengar nelayan itu tak pernah lagi kembali Ia menjelma bintang Yang jatuh sesubuh ini. Para leluhur masih...
Read moreDetailsSEMUA ini berawal pada malam penghujung September 1965, Indonesia mengalami politik yang berdarah. Salah satunya ditandai dengan penculikan dan...
Read moreDetailsCerpen: Devy Gita “Menurutku, hanya lelaki pengecut yang mendekati wanita yang sudah menjalani prosesi sakramen pranikah di gereja.” Bram...
Read moreDetailsWAJAH manis itu namanya Ais. Perempuan yang kukenal dengan kebetulan yang direncanakan. Saat itu hampir tengah malam, di sudut...
Read moreDetailsCerpen: Dee Hwang Perempuan di seberang telepon masih belum berhenti menangis. Bahuk mengira itu telepon dari kekasihnya. Jam-jam segini,...
Read moreDetails. MEMBANDINGKAN TUBUH DI GENANGAN Sejak hari semakin sengit memancarkan debu disekitar kaki para pekerja asing. Langit diam saja dan...
Read moreDetails. SISA KALIMAT Adakah sisa kalimat untukku ? Jika tidak biarkan aku berlalu Meletakkan diri di tepi sungai agar selalu...
Read moreDetailsCerpen: Yusna Safitri Kau lelaki penuh tanda tanya, penuh teka-teki, dan penuh dengan misteri yang ingin segera aku pecahkan....
Read moreDetails. SEBUAH KENANGAN DALAM BOTOL BIR Didalam café tergeletak botol bir Seorang pria memandangnya Tiap denting jam bergetar Tak berkutik...
Read moreDetailsCerpen: Agus Wiratama SENJA menjalarkan semburat cahayanya sepanjang mata menjaring warna. Terlihat tiga orang sedang berjalan dengan mesra sambil...
Read moreDetailsKELABU Di lorong masa lalu Ia menjelma abu Hilang dan kelabu Menjadi waktu Menjadi waktu adalah menu makan malam kegemarannya...
Read moreDetailsBAGAIMANA jika seniman tato jatuh cinta kepada seorang perempuan yang ditatonya? Ya, biasa-biasa saja. Sama dengan dokter jatuh cinta...
Read moreDetailsCerpen: Alif Febriyantoro Ya. Saya tahu, bahwa saya adalah wanita yang belum mengerti tentang kepergian. Tapi pada akhirnya...
Read moreDetailsCerpen: Dee Hwang PAGI ini, Remuna bangun tidur dengan wajah berseri-seri. Tidak ada yang lebih menyenangkan hatinya kecuali perumpamaan...
Read moreDetailsCerpen: Devy Gita LAUT, aku datang lagi. Kembali menduduki pasirmu yang kasar. memandangimu yang sedang tenang saat ini. Hembusan...
Read moreDetailsTERINGAT suatu pagi, ketika tahun ajaran baru dimulai, anak-anak Paud terperangah. Ada banyak mainan. Mereka bingung harus memainkan yang...
Read moreDetailsCerpen: Ferry Fansuri WAJAH-wajah kecut, kusam dan buram terlihat keramaian di sana. Tidak ada tanda kemenangan hanya geram dan...
Read moreDetailsJULI UNTUK SHERLIN Figur: Sherlin Devakosasi Tetesan hujan menjadi kisah bulan juli Sherlin bocah kecil yang sedang bernyanyi lalu menari...
Read moreDetailsCerpen: Lamia Putri Damayanti Kabarnya, pemuda yang mati di atas bukit itu, disebabkan oleh hantu lelaki tua yang dibunuhnya...
Read moreDetailsCerpen: Andika Wahyu A.P. Marlon yang Sekarat Pria itu, Marlon namanya, tergusur, jatuh telungkup berdarah parah di sekujur tubuhnya...
Read moreDetailsSAJAK UNTUK DENA Pilihlah sajak yang kau suka akan kujadikan embun di lensa rabunmu kusisip di lembar kamus kecilku...
Read moreDetailsSUGESTI BAYANGMU Seiring kisah tentang aku dan kamu yang hadir di sela-sela kerinduan Aku lupa hal itu, cara bercumbu...
Read moreDetailsCerpen: Agus Wiratama PERLAHAN dua cacing mendekati kedua telapak kakiku. Kemudian mereka menari bagaikan penari ulung yang siap pentas...
Read moreDetailsLAILA O LAILA di kota kecil dekat kebun anggur yang ranum kutumbuhi jendela-jendela angin untuk menghambur di segala sisi, airmata...
Read moreDetailsCerpen: Kim Al Ghozali AM USIA kami selisih cukup jauh, dia dua belas tahun lebih tua dariku. Tapi itu...
Read moreDetailsPERPLEXED nikmati saja malam selayaknya malam tak kita habiskan untuk tidur untuk tertawa? ya, dan bercinta ingatkan aku agar tak...
Read moreDetailsCerpen: Oktaria Asmarani SETIAP pukul setengah lima pagi, bapak selalu keluar rumah lewat pintu samping. Ia hendak sembahyang. Agak aneh...
Read moreDetailsCerpen: Agus Wiratama MATAHARI memang selalu memberi senyum. Begitu pula sebaliknya, langit mendung selalu menanam kesedihan yang dalam. Sawah yang...
Read moreDetailsSAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...
Read moreDetailsADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....
Read moreDetailsSETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....
Read moreDetails

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...
PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...
HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...
“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...
TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co