23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anomali Kucing

Ferry Fansuri by Ferry Fansuri
February 2, 2018
in Cerpen

Ilustrasi: diolah dari lukisan IB Pandit Parastu

 

Cerpen: Ferry Fansuri

WAJAH-wajah kecut, kusam dan buram terlihat keramaian di sana. Tidak ada tanda kemenangan hanya geram dan gemeretak gigi menahan amarah menuju ubun-ubun menimbulkan kepul asap kepedihan.

“Bang, ini tak bisa dibiarkan”

Suara serak tersendak di dalam kerongkongan tenggorok diantara muka-muka murung dalam gerombolan. Puluhan pria-pria tanggung berkumpul menyimpan bara dan menggenggam api tangannya. Dikampung kami memang telah lama terjadi tragedi demi tragedi akibat perselisihan yang tak jelas maksud dan tujuan. Bahasa kasar bernama tawuran jadi alat komunikasi kampung kami dengan kampung sebelah untuk menegaskan hegemoni siapa yang terkuat disini.

Tiap tahun tradisi tak pernah terlewatkan pemuda-pemuda atau preman-preman bau kencur berkedok karang taruna untuk adu otot. Kami sering bertukar cinderamata berupa batu, kayu, rantai gir besi, botol molotov atau apapun yang bisa kami ambil dari jalanan. Mata sobek, kapala bocor, memar, mata lebam dan kulit berdarah tergores benda tajam jadi makanan sehari-hari.

Terkadang kami berjam-jam membuat warga kampung mencekam, mereka tak bisa keluar rumah untuk bekerja atau anak-anak tidak bisa bersekolah akibat kabut ilusi yang kami buat. Pertikaian berasal manakah hingga kami harus berseteru dalam perang “badar” ini, ada yang bilang gara-gara seorang wanita bahenol berstatus janda jadi rebutan dua pemuda berbeda kampung. Tapi itu simpang siur, ada juga melempar gosip bahwa ada anak kampung sebelah menusuk pemuda kampung ini. Ada iri dengki mewarnai dua kampung, layaknya bensin disulut menjalar membakar.

Sebuah keberhasilan selalu ada musuh, dua kampung ini selalu bersaing untuk menunjukkan keberhasilan secara instan dan negatif. Kami pun tak kalah mentereng untuk beradu, pesta goyang dangdut dengan artis ibukota atau hajatan hingar bingar tak ada juntrungnya. Kami selalu bersaing untuk berkalang tanah mati.

Korban demi korban berjatuhan dari kampung kami atau sebelah, tawuran pun pecah, saling lempar entah siapa yang kita hujat. Kami begitu gampang disulut api benci di dada, jika ada pemuda kampung ini dilukai atau dipalak preman kampung sebelah. Kami langsung naik pitam, solidaritas yang kebablasan timbul tanpa cross cek apakah itu hoax atau tidak. Perihal yang kami tahu, kampung kami tak pernah salah.

Senja sore itu kami bersiap-siap untuk ngeluruk dengan benda-benda tumpul di tangan, wajah-wajah beringas dan menyeringai sungging bak hewan buas mau menerkam. Tersiar berita perawan kampung telah dinodai pemuda puber kampung sebelah.

“Ini sudah keterlaluan!”

“Mereka tidak bisa diampuni lagi ini!”

“Kampung ini telah tercoreng!”

“Kita harus balas!”

Suara-suara itu sahut menyahut layaknya lomba kicau burung murahan di pasar hewan di pinggir kota itu. Jika seseorang dibutakan amarah, apapun jadi gelap dan akal pikiran dianugrahkan menyaring mana yang baik dan buruk tapi sekarang kosong melompom. Apakah kami bukan manusia atau hewan? Binatang saja mungkin tidak seperti kami.

“Berhentilah sejenak kawan!”

“Jangan kebawa emosi sesaat!”

“Tiada gunanya!”

“Hanya penyesalan yang terjadi!”

“Kita ini manusia bukalah hewan!”

Seseorang tetua bijak diantara kami yang mencoba meredam amarah dan menenangkan agar tidak melakukan sesuatu yang anarki.

“Sudah jangan banyak bacot!”

“Habisi!”

“Hajar!”

Mereka tak terima penjelasan dan kompromi, cuma satu jawaban balas dendam melampiaskan niat dihati. Kami tak lebih layaknya binatang liar yang hanya mempunyai insting bertahan hidup tak lebih. Tidak ada bisikan setan di telinga kami, karena sesungguhnya setan itu sudah dalam tubuh kami. Iblis menumpang, kami wadahnya.

Gemuruh jiwa yang pedih tak tertahankan dan ingin muntah keluar, malam itu akan terjadi pertumpahan darah. Kami berjalan beriringan dan berjajar menuju kampung sebelah, melewati gang kumuh dan menyusuri sungai kotor yang mengaliri kampung ini. Di tangan-tangan kami memegang berbagai benda tajam mulai samurai, sabuk bermata gir, bambu panjang, ketapel dan apapun yang kami ambil dari rumah.

Tibalah kami di lapangan terbuka, di ujung sana gerombolan dari kampung sebelah sudah menunggu. Berhadapan-hadapan hanya ada pembatas tanah keras tanpa rerumputan getas kering terkena teriknya matahari musim kemarau. Kami terdiam beberapa saat, saling memandang dengan mata melotot dan mulut berbusa bekas arak oplosan kemarin.

Malam itu langit tanpa bintang dan rembulan, sepertinya Tuhan hendak menyimpannya nanti jika kalau dibutuhkan kembali. Malam ini kami tidak butuh itu, hal yang kami butuhkan hanya  melampiaskan napsu hantam,pukul bahkan bunuh. Angin mendesir sekitar lapangan itu, debu-debu berterbangan memasuki rongga tenggorokan dan kami abaikan. Dengus hidung kembang-kempis seiring debar jantung tidak beraturan terus dipompa adrenalin liar siap digeber tanpa rem. Dingin menusuk tulang membuat kami tambah mengerut dan mengeryit kening, keringat yang keluar hampir membeku.

Hening dan sunyi terasa menghentikan waktu sesaat, kami pun terdiam dan mereka juga begitu tak bergerak menunggu komando.

…Sepi.

Senyap…

….Lesap terisap gelap

Diam..

..Gelisah

Ada yang tak terduga dari kejadian ganjil ini, di mana kami dan mereka tersihir menebah resah. Muncullah dua ekor binatang terindikasi kucing betina dan jantan melenggang tenang di depan kami telah berada di antara lapangan. Tidak menghiraukan kami, dua kucing itu bersetubuh di tengah kerumunan itu. (T)

Tags: Cerpen
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

Desa Sudimoro: Di Sini Jawa di Sana Madura, di Tengah-tengahnya Sawah Tebu

Next Post

Arya dan Patung Dewi Saraswati – Sebuah Dongeng Pendidikan

Ferry Fansuri

Ferry Fansuri

Lahir di Surabaya, 23 Maret 1980. Penulis, fotografer dan entreprenur lulusan Fakultas Sastra jurusan Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Pernah bergabung dalam teater Gapus-Unair dan ikut dalam pendirian majalah kampus Situs dan cerpen pertamanya "Roman Picisan" (2000) termuat. Mantan redaktur tabloid Ototrend (2001-2013) Jawa Pos Group. Sekarang menulis freelance dan tulisannya tersebar di berbagai media Nasional

Related Posts

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails
Next Post

Arya dan Patung Dewi Saraswati – Sebuah Dongeng Pendidikan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co