3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kambali Zutas# Camar-Camar di Teluk Benoa, Kepada Gadis Seksi Kolong Underpass

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Puisi

Pameran Seni Rupa“BEYOND A LIGHT” (2014)./ Foto: Agus Wiryadhi Saidi

camar-camar di teluk benoa

camar-camar di teluk benoa
samar-samar terdengar
kabar-kabar terbayar

camar-camar di teluk benoa
samar-samar tak terdengar
kabar-kabar dibayar

camar-camar di teluk benoa
samar-samar tersiar
kabar-kabar terbayar

camar-camar di teluk benoa
samar-samar tak tersiar
kabar-kabar dibayar

camar-camar di teluk benoa
panjang lebar
ingar-bingar

(2016)

nyiur sanur

aku, rindu sanur nyiur
berimpit matahari terbit
pagi bak mimpi
pesona pelangi
ufuk mentari
kuning memerah
terkenang

aku, rindu sanur nyiur
surga tarian bidadari
tak sempat kedip
pandangan mata
lagu debur ombak
lengking terbentur senderan
gulungan kecil menepi

aku, duduk di bale
tanpa cela
pagi mendera
bercumbu
pasir berbaris
berbisik asmara
dibumbui semilir angin

aku, bergegas
lukisan kisah cinta bertutur
le mayur
nostalgia kilas balik umur
tempat padu padan harmoni uzur

aku, rindu sanur nyiur
tiba malam daun tidur
tergiur kuncup bunga
tumbuh subur
nan masyhur

(2016)

geger yang mulia

lima tahun lalu,
aku bertemu pak yan bersenda gurau di laut pantai geger. bersama anak-anaknya panen rumput laut. dua tiga orang membantu. mencuci, mengangkat lalu dipikul menuju gubuk.

lima tahun lalu,
aku tegur sapa dengan bu ngah. ia bergegas membawakan makanan. sambil menggendong putu yang masih berusia tiga tahun. di tengah terik matahari. berhenti berkumpul di pantai. membuka bungkusan lalu makan bersama. nasi sambal. air penghapus haus dahaga.

lima tahun lalu,
aku lihat pekak de menjemur rumput laut di pantai. tubuh kulit cokelat kurus penuh semangat memilah dan memilih rumput basah dan kering. di atas terpal plastik ukuran lima meter persegi.

lima tahun lalu,
aku berbincang-bincang dengan dadong mang. bertanya berapa harga rumput laut per kilogram. harga cukup lumayan waktu itu. mendengarkan cerita tawaran tengkulak. memborong. mengenang dan berharap masa kejayaan beberapa tahun lalu.

lima tahun lalu,
aku menilik anak-anak berlari-lari. kejar-kejaran tanpa busana. menemani orang tua yang sibuk mengumpulkan rumput laut. terkadang membantu memasukkan ke keranjang bambu ukuran diameter setengah meter.

tepat lima tahun lalu,
aku memandang turis-turis asing manja berendam. bercengkrama tanpa busana. sebagian tanpa bra terbaring, berjemur, mujur. begitu santai menikmati pesisir alami.

lalu tepat lima tahun ini,
aku masih melihat pantai geger nan indah itu. aku masih melihat pesona pesisir nan mulia itu. aku masih melihat hamparan air tenang itu. aku pun masih melihat para bule menikmati liburannya.

lalu tepat lima tahun ini,
aku tak melihat mereka. mengumpulkan hasil panennya di pelataran pantai. tak ada gubuk. tempat istirahat sejenak. tempat memilah dan memilih rumput basah dan kering. tak ada lagi rumput dijemur. ada jalan dan senderan penghadang. hamparan berganti bangunan. pasir berganti mewah. geger yang mulia.

lalu tepat lima tahun ini
hanya kenangan belaka

(2016)

kepada gadis seksi kolong underpass

perjumpaan tengah hari,
gincu seksi bersolek malam. mengumbar dahaga pergi. kala beranjak mendekati. bujuk rayu hingga diriku tak sadarkan diri. terbuai anggur hitam sesloki. lantas begitu menikmati. tak kalah hari sebelumnya. setiap hari? tidak juga.

pesta malam hingga larut
waktu purnama menepat di setiap sudut
bagian paling nikmat bergumul para pemikat

kamar remang terkenang. sorot mata melirik kanan kiri. tak canggung. menuangkan air. senyum sesumbar. malam ini adalah malammu. nikmatilah!

seteguk, dua teguk, tiga teguk. kepala terasa sedikit berat. mengangguk atau menubruk. jari tangan berkelana. bibir indahmu itu menutup. lalu bisik mendesir di telinga. tak terdengar. begitu puas. tersungkur lalu mendengkur. tak lama. hanya beberapa menit. duduk di sisi meja.

gadis-gadisku, kau cantik, seksi, indah, mempesona, manis, kuat.
kau begitu buas

gadis-gadisku, tuntunlah!
antarkan pulang, tidak! tidak!
bawa ke lorong lagi
jam masih malam
ada satu kamar
ada uang sepuluh lembar
menghabiskan satu tablet obat kuat

kupu-kupuku. terbanglah tapi tunggu di kolong itu. aku pulang dulu. melintas by pass masuk kolong underpass. atau keliling simpangsiur bima dan dewa ruci. jangan hirau cela hina. kecup bibirmu begitu terasa. kau adalah ratu.

(2016)

pesta ennamla

baiklah!
aku berjalan menembus angin sunyi di tepi jalan kota. mengelilingi bagian-bagian petak tanah bekas warisan penjajah. tepat di halaman hotel tua tempat singgah. akhir pesta para semut tadi malam. sebelum memilih pindah. tergusur. tidak-tidak. mereka hanya berbondong-bondong melewati pelataran rumah. belum sampai, mereka berhenti. hujan lebat. berteduh tepat di pinggir tembok berdiri mewah.

baiklah!
aku masih menunggu. kesetiaan semut tak lelah merampai. seribu musim telah terlewati. pencarian kesunyian meremukkan bahtera tamsil. aku telah terkubur dalam keniscayaan. jibril lalu memanggil. engkaukah yang datang? apakah semut berdendang? menyejukkan seraya hawa setelah diguyur hujan. sujud sayup tak berwujud.

baiklah!
aku tak sampai hati. mereka meneteskan air dengan mata sayu. mengumpulkan sisa-sisa makanan dari gemercik hujan. bertubi-tubi meronta. sambil berdekapan saat kilat sambar-menyambar. ia benar-benar menggigil. mikail lalu memanggil. engkaukah yang datang? semut bangkit menggapai biduk. berduyun-duyun memutar tubuh ronta. tafakur ennamla di ujung syukur.

(2016)

Tags: Puisi
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Aplikasi Tes Online Bahasa Bali: Somasi Karena Jaruh, Bangkis-bangkis Karena Ketawa

Next Post

Menyanyikan “Bagimu Negeri”: Maaf, Kami Lupa Bagian yang Satu itu…

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post

Menyanyikan “Bagimu Negeri”: Maaf, Kami Lupa Bagian yang Satu itu…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co