2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kambali Zutas# Camar-Camar di Teluk Benoa, Kepada Gadis Seksi Kolong Underpass

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Puisi

Pameran Seni Rupa“BEYOND A LIGHT” (2014)./ Foto: Agus Wiryadhi Saidi

camar-camar di teluk benoa

camar-camar di teluk benoa
samar-samar terdengar
kabar-kabar terbayar

camar-camar di teluk benoa
samar-samar tak terdengar
kabar-kabar dibayar

camar-camar di teluk benoa
samar-samar tersiar
kabar-kabar terbayar

camar-camar di teluk benoa
samar-samar tak tersiar
kabar-kabar dibayar

camar-camar di teluk benoa
panjang lebar
ingar-bingar

(2016)

nyiur sanur

aku, rindu sanur nyiur
berimpit matahari terbit
pagi bak mimpi
pesona pelangi
ufuk mentari
kuning memerah
terkenang

aku, rindu sanur nyiur
surga tarian bidadari
tak sempat kedip
pandangan mata
lagu debur ombak
lengking terbentur senderan
gulungan kecil menepi

aku, duduk di bale
tanpa cela
pagi mendera
bercumbu
pasir berbaris
berbisik asmara
dibumbui semilir angin

aku, bergegas
lukisan kisah cinta bertutur
le mayur
nostalgia kilas balik umur
tempat padu padan harmoni uzur

aku, rindu sanur nyiur
tiba malam daun tidur
tergiur kuncup bunga
tumbuh subur
nan masyhur

(2016)

geger yang mulia

lima tahun lalu,
aku bertemu pak yan bersenda gurau di laut pantai geger. bersama anak-anaknya panen rumput laut. dua tiga orang membantu. mencuci, mengangkat lalu dipikul menuju gubuk.

lima tahun lalu,
aku tegur sapa dengan bu ngah. ia bergegas membawakan makanan. sambil menggendong putu yang masih berusia tiga tahun. di tengah terik matahari. berhenti berkumpul di pantai. membuka bungkusan lalu makan bersama. nasi sambal. air penghapus haus dahaga.

lima tahun lalu,
aku lihat pekak de menjemur rumput laut di pantai. tubuh kulit cokelat kurus penuh semangat memilah dan memilih rumput basah dan kering. di atas terpal plastik ukuran lima meter persegi.

lima tahun lalu,
aku berbincang-bincang dengan dadong mang. bertanya berapa harga rumput laut per kilogram. harga cukup lumayan waktu itu. mendengarkan cerita tawaran tengkulak. memborong. mengenang dan berharap masa kejayaan beberapa tahun lalu.

lima tahun lalu,
aku menilik anak-anak berlari-lari. kejar-kejaran tanpa busana. menemani orang tua yang sibuk mengumpulkan rumput laut. terkadang membantu memasukkan ke keranjang bambu ukuran diameter setengah meter.

tepat lima tahun lalu,
aku memandang turis-turis asing manja berendam. bercengkrama tanpa busana. sebagian tanpa bra terbaring, berjemur, mujur. begitu santai menikmati pesisir alami.

lalu tepat lima tahun ini,
aku masih melihat pantai geger nan indah itu. aku masih melihat pesona pesisir nan mulia itu. aku masih melihat hamparan air tenang itu. aku pun masih melihat para bule menikmati liburannya.

lalu tepat lima tahun ini,
aku tak melihat mereka. mengumpulkan hasil panennya di pelataran pantai. tak ada gubuk. tempat istirahat sejenak. tempat memilah dan memilih rumput basah dan kering. tak ada lagi rumput dijemur. ada jalan dan senderan penghadang. hamparan berganti bangunan. pasir berganti mewah. geger yang mulia.

lalu tepat lima tahun ini
hanya kenangan belaka

(2016)

kepada gadis seksi kolong underpass

perjumpaan tengah hari,
gincu seksi bersolek malam. mengumbar dahaga pergi. kala beranjak mendekati. bujuk rayu hingga diriku tak sadarkan diri. terbuai anggur hitam sesloki. lantas begitu menikmati. tak kalah hari sebelumnya. setiap hari? tidak juga.

pesta malam hingga larut
waktu purnama menepat di setiap sudut
bagian paling nikmat bergumul para pemikat

kamar remang terkenang. sorot mata melirik kanan kiri. tak canggung. menuangkan air. senyum sesumbar. malam ini adalah malammu. nikmatilah!

seteguk, dua teguk, tiga teguk. kepala terasa sedikit berat. mengangguk atau menubruk. jari tangan berkelana. bibir indahmu itu menutup. lalu bisik mendesir di telinga. tak terdengar. begitu puas. tersungkur lalu mendengkur. tak lama. hanya beberapa menit. duduk di sisi meja.

gadis-gadisku, kau cantik, seksi, indah, mempesona, manis, kuat.
kau begitu buas

gadis-gadisku, tuntunlah!
antarkan pulang, tidak! tidak!
bawa ke lorong lagi
jam masih malam
ada satu kamar
ada uang sepuluh lembar
menghabiskan satu tablet obat kuat

kupu-kupuku. terbanglah tapi tunggu di kolong itu. aku pulang dulu. melintas by pass masuk kolong underpass. atau keliling simpangsiur bima dan dewa ruci. jangan hirau cela hina. kecup bibirmu begitu terasa. kau adalah ratu.

(2016)

pesta ennamla

baiklah!
aku berjalan menembus angin sunyi di tepi jalan kota. mengelilingi bagian-bagian petak tanah bekas warisan penjajah. tepat di halaman hotel tua tempat singgah. akhir pesta para semut tadi malam. sebelum memilih pindah. tergusur. tidak-tidak. mereka hanya berbondong-bondong melewati pelataran rumah. belum sampai, mereka berhenti. hujan lebat. berteduh tepat di pinggir tembok berdiri mewah.

baiklah!
aku masih menunggu. kesetiaan semut tak lelah merampai. seribu musim telah terlewati. pencarian kesunyian meremukkan bahtera tamsil. aku telah terkubur dalam keniscayaan. jibril lalu memanggil. engkaukah yang datang? apakah semut berdendang? menyejukkan seraya hawa setelah diguyur hujan. sujud sayup tak berwujud.

baiklah!
aku tak sampai hati. mereka meneteskan air dengan mata sayu. mengumpulkan sisa-sisa makanan dari gemercik hujan. bertubi-tubi meronta. sambil berdekapan saat kilat sambar-menyambar. ia benar-benar menggigil. mikail lalu memanggil. engkaukah yang datang? semut bangkit menggapai biduk. berduyun-duyun memutar tubuh ronta. tafakur ennamla di ujung syukur.

(2016)

Tags: Puisi
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Aplikasi Tes Online Bahasa Bali: Somasi Karena Jaruh, Bangkis-bangkis Karena Ketawa

Next Post

Menyanyikan “Bagimu Negeri”: Maaf, Kami Lupa Bagian yang Satu itu…

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post

Menyanyikan “Bagimu Negeri”: Maaf, Kami Lupa Bagian yang Satu itu…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co