3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyanyikan “Bagimu Negeri”: Maaf, Kami Lupa Bagian yang Satu itu…

Gede Gita Wiastra by Gede Gita Wiastra
February 2, 2018
in Opini

NEGERI, dengarkanlah curhatan kami. Akhir-akhir ini kami merasakan sesuatu yang aneh dalam diri kami. Ini benar-benar aneh. Seken-seken aneh! Mengapa tiap bernyanyi lagu wajib nasional “Padamu Negeri (Bagimu Negeri)”, kami selalu lupa lirik ketiga?

Ah, situ memangnya ingat? Coba nyanyi!

//Padamu negeri kami berjanji/Padamu negeri kami berbakti/ Padamu negeri kami mengabdi/ Bagimu Negeri jiwa raga kami…//

Eh, ingat? Jadi, Anda benar-benar ingat? Yah, kalau Anda ingat, tak jadi dong saya cerita. Ah, jangan dengarkan dia, Negeri! Cukup dengarkan curhatan kami!

***

Suatu kali dalam upacara, dinyanyikanlah lagu “Padamu Negeri (Bagimu Negeri)”. Kami (para peserta) bersiap. Tatapan mata lurus ke depan, tak lupa dada dibusungkan dan tangan memeras santan (bukan susu). Napas dalam dada telah siap menjelma nada.

Setelah aba-aba diisyaratkan, maka bernyanyilah kami: “Padamu negeri kami berjanji. Lirik itu tentu diucapkan dengan pasti dan tegas. Pun pada lirik kedua: Padamu negeri kami berbakti. Rasanya bulu kuduk mulai merinding, mata mulai berbinar, langit berubah nyala merah, kami merasa hanyut dalam suasana patriotik. Tentu, nada dan lirik yang kami ucapkan benar.

Nah, giliran lirik ketiga dilantunkan: Padamu negeri kami meng…, tiba-tiba kami mengubah notasi menjadi ritardando. Suara melemah dan hampir hilang. Kami tak bisa mengucapkan lirik itu. Kami lupa. Tetapi, sampai pada lirik terakhir, tiba-tiba kami kembali ke jalan yang benar, dengan yakin, keras, dan membahana mengucapkan: Bagimu negeri jiwa raga kami…

Begitulah, Negeri. Begitulah ilustrasi yang bisa kami gambarkan tentang fenomena menyanyikan lagu sakral karya Pak Khusbini, yang sejak kecil telah kami dengar dan nyanyikan itu. Semestinya, karena begitu akrab di telinga, kami tak melupakannya. Namun, pada kenyataannya kami benar-benar lupa. Sekian kali bernyanyi, sekian kali lupa. Lupa lirik ketiga: Padamu negeri kami mengabdi.

Di sanalah kadang kami merasa aneh. Ya, memang soal lupa lirik saat bernyanyi adalah hal yang biasa. Tapi, tiap nyanyi lagu itu kok selalu lupa lirik yang itu. Sekali lagi lirik yang itu: Padamu Negeri kami mengabdi. Lupa yang terjadi secara kolektif, bukankah itu hal yang aneh, Negeri?

Kami jadi curiga. Jangan-jangan, ini bukan lupa biasa, tetapi lupa yang telah mendarah daging, mungkin sampai ke tulang. Kami sengaja tidak mengingat itu. Kami sengaja melupakan “Padamu negeri kami mengabdi”.

Ah, jangan-jangan ini cerminan kami, Negeri. Iya, cerminan kami. Kami menemukan pola yang sama antara cara kami menyanyikan lagu “Padamu Negeri (Bagimu Negeri)” dengan cara kami menjadi anakmu (baca: Anak Negeri)”

Padamu Negeri Kami Berjanji

Seperti ilustrasi di atas, “padamu negeri kami berjanji”” diucapkan seterang janji-janji yang ditebarkan. Yang terang dan tegas hanya janjinya, soal menepatinya biarkan diterbangkan angin lalu. Mungkin jumlah janji yang (hanya) diucapkan melebihi jumlah hutang yang dibuat atas namaku, negeri yang katanya tanah surga ini. Munculnya, istilah “obral janji”, menandakan betapa mudahnya kami berjanji. Nasib janji di negeri ini, layaknya lapak baju di pasar, diobral murah-meriah-menanah, membusuk (Selain membuat program seribu rumah bersubsidi, tampaknya pemerintah juga perlu membuat toko-toko yang khusus mengobral janji. Kalau yang ini bukan tokonya yang disubsidi, tapi janjinya. Hohoho). Begitulah, Negeri. Namanya juga usaha!

Padamu Negeri Kami Berbakti

Lirik “padamu negeri kami berbakti” juga diucapkan dengan benar dan tepat. Begitu juga dengan kami yang juga benar-benar berbakti padamu, yang disebut negeri yang bisa menyulap tongkat kayu dan batu menjadi tanaman. Tak boleh ada satu orang pun yang menghinamu (padahal mengkritik). Lihatlah! Betapa gemasnya kami mengejek dan menghukum orang yang telah melakukan kesalahan sekecil apapun terhadapmu. Betapa marahnya kami, terhadap tetangga yang mengklaim milik kami. Betapa berangnya kami ketika kau diobrak-abrik oleh segelintir orang. Bukankah itu mencerminkan bahwa kami telah berbakti?

Padamu Negeri Kami Lupa yang Satu ini

Waduh, untuk yang satu ini, begini Negeri. Ini sungguh-sungguh Negeri, dalam diri kami masih ada kok rasa ingin mengabdi itu, hanya saja kami lupa (untuk tidak menyebut sengaja). Seperti kata Teori Interferensi, “Memori yang disimpan dalam jangka panjang masih tersimpan dalam gudang memori. Proses lupa terjadi karena memori yang satu mengganggu proses mengingat memori yang lainnya. Barangkali itu yang terjadi pada kami, ada satu hal baru yang mengganggu kami untuk mengingat “mengabdi””itu.

Dulu kami memang punya memori bersama Eyang John F. Kennedy. Saat itu, kami duduk bersama di bawah pohon yang rindang, belajar bersama Eyang. Sebelum kami berpisah, Eyang berkata, “”Jangan tanyakan apa yang diberikan negeri kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negerimu!”. Memori itu masih tersimpan, hanya saja diganggu memori baru yang diberikan si Hedonis kepada kami. “Jangan tanyakan apa yang diberikan negeri kepadamu, cukup tanyakan berapa yang diberikan negeri kepadamu!”, begitu katanya.

Tapi memori yang diberikan si Hedonis itu, benar adanya. Gara-gara itu, kami punya harapan baru yang membuat kami senang. Omong kosong kata si Eyang itu, Tapi, tenang saja negeri, jiwa raga kami tetap dirimu kok!”

Sekian, Negeri. Terima kasih telah mendengarkan! Da da…

***

Setelah mendengar curhatanku, Negeri pun berbisik dalam hati:

“Memang benar kata George Orwell, “Manusia hanya mengabdi pada dirinya sendiri”. Hohohoho. Seperti ilustrasi di atas setelah kalian lupa mengabdi, lagi-lagi dengan yakin, keras, dan membahana kalian mengucapkan: BAGIMU NEGERI JIWA RAGA KAMI! Ambil smartphone, berswafoto berlatar merah-putih-buka media sosial-unggah foto. Tak lupa dengan #SayaIndonesiaSayaPancasila.” (T)”

 

Tags: Indonesialagulagu wajibNegeri
Share230TweetSendShareSend
Previous Post

Kambali Zutas# Camar-Camar di Teluk Benoa, Kepada Gadis Seksi Kolong Underpass

Next Post

Pada Bagian itu, Yo Terbunuh

Gede Gita Wiastra

Gede Gita Wiastra

Suka bercerita, suka melucu, suka tertawa. Pernah menulis puisi, tapi lebih jago memusikkan atau melagukan puisi. Status menikah dengan (baru) satu anak

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post

Pada Bagian itu, Yo Terbunuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co