3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aplikasi Tes Online Bahasa Bali: Somasi Karena Jaruh, Bangkis-bangkis Karena Ketawa

Gde Nyana Kesuma by Gde Nyana Kesuma
February 2, 2018
in Esai

SELAMA sekitar dua hari ini, timeline social media khususnya Facebook disibukkan dengan perbincangan  tentang Bahasa Bali. Yang memperbincangkan, ya, tentu orang Bali sendiri. Mungkin baru kali ini ada perbincangan tentang Bahasa Bali yang bisa dibilang cukup viral dalam kurun waktuyang singkat, bahkan mungkin akan tetap viral beberapa hari ke depan.

Ini berawal dari adanya aplikasi id.testony.com yang berisikan konten untuk mengetes atau mengecek beberapa hal yang ingin diketahui oleh pemilik akun facebook. Setelah hasilnya diperoleh, seperti juga banyak konten sejenis lainnya, pemilik akun akan membagikannya di laman facebook.

Hasil tes itu menggunakan bahasa Bali dan tergolong dalam tingkatan bahasa Bali kepara (biasa dalam keseharian). Karena menggunakan bahasa keseharian, kesannya jadi lucu. Sisi positif memang pengguna akun facebook yang notabena dari daerah Bali bisa diingatkan kembali untuk menggukan bahasa Bali. Namun karena pertanyaan dan hasil tes kemudian berkembang dengan bahasa menjurus kasar bahkan jaruh alias porno, sejumlah pengamat Bahasa Bali kemudian merasa khawatir.

I Nyoman Suka Ardiayasa, Ketua Aliansi Peduli Bahasa Bali, merasa harus memberikan sikap  dan somasi terkait dengan adanya aplikasi tes tersebut. Ia menulis sikapnya di facebook.    “Saya selaku generasi muda Bali yang peduli terhadap keberadaan dan eksistensi bahasa Bali meminta kepada akun-akun pribadi pembuat aplikasi online yang berkonten tidak pantas di laman id.testony.com agar menghapus tes online yang telah dibuatnya itu dan agar tidak lagi membuat tes online yang berkonten tidak pantas.” Begitu somasi yang dituliskannya di timeline Aliansi Peduli Bahasa Bali.

“Kata-kata porno, kata-kata kasar tidak sepantasnya dikonsumsi oleh publik. Bahasa Bali sebagai identitas yang menunjukan etika dan kesantunan masyarakat Bali harus dijaga dan dijunjung oleh seluruh masyarakat Bali. Secara kebahasaan penggunaan bahasa Bali diatur dalam anggah-ungguhing basa Bali. Untuk penggunaan bahasa kasar hanya digunakan di ranah privat dan bagi kalangan-kalangan tertentu saja, bukan di ranah-ranah publik. Termasuk kata-kata yang berkonten porno hanya boleh di konsumsi oleh orang dewasa saja.” Begitu lanjut Suka Ardiyasa menulis dalam timeline Aliansi Peduli Bahasa Bali.

Jelas memang benar apa yang diungkapakan oleh Suka Ardiyasa karena beberapa hari belakangan ini tes online yang dihasilkan oleh id.testony.com kebanyakan menggunakan bahasa Bali yang dainggap tidak layak dipergunakan di ranah publik seperti social media. Bahasa Bali sebagai akar budaya Bali seharusnya memang dilestarikan dan dijaga dengan baik keberadaannya. Akan tetapi dengan cara yang baik dan benar pula, karena bahasa Bali sebagai cerminan karakter orang Bali.

Hal yang aneh pula dilakukan oleh pengguna akun-akun pribadi di facebook yang melakukan tes tersebut dan membagikan hasil yang menjelaskan tentang mereka masing-masing. Dengan ditambahkan caption yang kata-katanya ada setuju maupun tidak setuju dan kebanyakan mengatakan “ah ade-ade gen ne, facebook sok tau” diiringi dengan emoji-emoji yang unik.

I Gede Gita Purnama yang merupakan salah satu pemerhati bahasa Bali dan tenaga pengajar di Fakultas Sastra Udayana juga memberikan komentar terkait dengan hal tersebut. Menurut Gede Gita Purnama yang sering disapa Bayu ini, penggunaan tes untuk kepentingan sekedar suka dan bercanda itu sih tidak masalah sebenarnya. Tapi ketika kecenderungan kata-kata dalam tes berkonotasi negatif (kasar/porno) dan kemudian dipublikasikan secara luas di media sosial akan menjadi sebuah persoalan yang cukup serius, terlebih lagi bahasa Bali sebagai media penulisannya.

Secara politik kebahasaan bahasa Bali diuntungkan dengan berkembangnya pola-pola penyampaian bahasa Bali ke ranah publik  melalui media sosial. Akan tetapi jika hal yang dikembangkan berbau negative (kasar/porno) maka hal itu akan mengerdilkan perkembangaan bhasa Bali itu sendiri. Sebab kecenderungan penggunaan bahasa Bali di dunia maya hanya akan menjadi menarik jika diikuti dengan konten yang negatif (kasar/porno).

Jika ditinjau kembali kita sebagai pengguna media social harus berpikir kritis terkait dengan adanya hal-hal seperti ini. Benar memang yang dijelaskan oleh Nyoman Suka Ardiyasa dan Gede Gita Purnama karena kesan yang muncul dalam tes yang tersebar itu akan kebanyakan berbau negatif (kasar/porno)  karena konten yang diberikan kebanyakan negatif (kasar/porno). dan sangat perlu diingat dalam bahasa Bali kosa kata yang berkonotasi sangat banyak bahkan berlimpah dan hanya boleh hadir dalam ranah privat, dalam konteks bercanda, marah dengan psikologi yang terbatas.

Jadi kalau marah boleh berkosakata kasar, akan tetapi alangkah baiknya itu jangan diumbar di social media jika memang sehat secara psikologi. Apalagi kosa kata yang berkonotasi porno saat bertutur kata sebaiknya digunakan dalam tingkat kedekatan atau keakraban tertentu saja,  baiknya juga jangan diumbar di ruang publik, dan sekali lagi memang kondisi psikologi sedang sehat. 😀 hahahaa

Tes online ini ternyata juga menjadi perhatian mantan anggota KPU, I Gusti Putu Arta. Di laman facebooknya dengan nama Igusti Putu Artha, ia beberapa kali menulis status dengan latar berwarna untuk menanggapi id.testony.com itu.

Kata dia: “Testony. com jangan dinilai serius mau rusak Bahasa Bali. Kan aneh gegonjakan pakai Bahasa Bali halus. Kalo porno ya jangan share.” Begitu kata tulis dia di statusnya.

Dalam status yang lain ia menulis lagi: “Bagaimana caranya memberitahu Testony. com agar tak menampilkan konten porno dan jorok? Gokil sih oke.”

Lalu ia kembali menulis status yang lebih memberi renungan dan pelajaran: “Fenomena “viral” menjadi indikator bahwa pencipta opini publik milik medsos bukan media mainstream.”

Yang lucu, Artha juga mencoba ikut tes. Ia menjawab pertanyaan “Kenyataan bikas ci di gumine?” (Kenyataan tabiatmu di bumi ini?”

Lalu jawaban dari tes itu yang kemudian di-share: “patut dicontoh kebaikan ci ne” (patut dicontoh kebaikanmu ini).

Setelah itu Artha menulis status lagi dengan bahasa Bali. “Jeg bangkis-bangkis ben kedek ulian time line petenge ne. Ulian celepuk testony.”. Artinya, “bersin-bersin karena tertawa akibat time line malam ini. Akibat burung hantu testony”.  (T)

 

Tags: Bahasa Balimedia sosial
Share1367TweetSendShareSend
Previous Post

6 Penulis Emerging Indonesia Timur akan Warnai “Ubud Writers & Readers Festival 2017”

Next Post

Kambali Zutas# Camar-Camar di Teluk Benoa, Kepada Gadis Seksi Kolong Underpass

Gde Nyana Kesuma

Gde Nyana Kesuma

Lahir di Denpasar 19 Maret 1994. Tinggal di Banjar Yehtengah, Kelusa, Payangan, Gianyar. Lulusan Undiksha jurusan Pendidikan Bahasa Bali ini punya hobi main voli, namun kini merasa senang belajar menulis.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post

Kambali Zutas# Camar-Camar di Teluk Benoa, Kepada Gadis Seksi Kolong Underpass

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co