5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putri Ise dan Negeri Harapan – “Healing Story” untuk Anak yang Susah Minum Obat

Agung Bawantara by Agung Bawantara
February 2, 2018
in Fiksi

Ilustrasi: Putu Ebo

INI perjalanan terpanjang yang pernah Putri Ise alami, perjalanan ke Negeri Harapan. Bersama kedua orangtua, pengawal, dan rakyatnya Sang Putri menapaki jalan panjang yang kadang terjal berliku, kadang lapang dan landai. Sang Putri dan rombongannya melakukan perjalanan ini karena negerinya hilang akibat pertempuran melawan sekawanan tukang sihir jahat yang menyerang negerinya.

Para penyihir durjana tersebut memang sudah takluk oleh perlawanan rakyat yang bahu membahu menyatukan kekuatan, namun sebagai gantinya seluruh kerajaannya terkena cahaya sihir yang membuat tak ada bangunan yang dapat didirikan di wilayah itu. Sekecil apa pun kau coba mendirikan rumah di situ, bangunan itu akan segera runtuh dengan sendirinya semalam setelah berdiri.

Agar dapat kembali hidup nyaman dan bahagia seperti sebelumnya, Raja memutuskan untuk berpindah ke wilayah lain. Dalam doanya sebelum membuat keputusan, Baginda mendapat petunjuk bahwa dia harus memimpin rakyatnya berjalan menuju sebuah kawasan yang tentram dan damai yang bernama Negeri Harapan.

Maka berduyun-duyunlah seluruh rakyat menuju negeri yang dijanjikan itu. Raja, dibantu Ratu dan para menteri, memimpin langsung perpindahan tersebut. Putri Ise sendiri membantu Ayahandanya menemukan Negeri Harapan. Sesuai dengan petunjuk gaib, perasaan Sang Putrilah yang harus diturut saat rombongan menemui jalan bercabang yang membingungkan. Perasan Sang Putri itu menjadi semacam kunci pembuka wilayah-wilayah gaib dilewati rombongan.

Sayangnya, pada hari ketiga, Sang Putri terserang demam. Barangkali karena dia tak terbiasa melakukan perjalanan jauh dan menderita kelelahan karenanya. Sebelumnya, perjalanan terjauh yang pernah Putri Ise tempuh adalah perjalanan menuju Taman Ujung yakni sebuah taman bunga dan buah milik kerajaan yang berada di tepi hutan di ujung kerajaan. Dari istana, perjalanan menuju Taman Ujung hanya memerlukan satu jam dengan kereta kuda. Sedangkan saat ini, perjalanan sudah memakan waktu tiga hari, namun negeri yang dituju belum juga terlihat ujungnya.

“Segeralah minum obat agar tubuhmu bugar kembali,” wejang Ibunda Ratu kepada Putri Ise.

“Nanti saja, Bunda. Ise tak apa-apa, kok,” jawab Putri Ise sambil berusaha menunjukkan diri bahwa dia masih kuat.

Tapi Ibunda Ratu yang sudah kenyang pengalaman hidup, tak begitu saja percaya ucapan Putri Ise itu. “Kau takut obatnya pahit, ya?” tanya Ibunda Ratu. Dia tahu bahwa putrinya sangat sulit minum obat. Semua obat dirasanya pahit.

“Tidak. Ise tidak takut dengan obat pahit, kok. Ise cuma belum mau minum obat sekarang.”

“Kenapa menunda kalau bisa kau lakukan segera?”

“Karena aku tak sedang sakit. Aku hanya sedikit kelelahan.”

Melihat Putri Ise bersikukuh bahwa dirinya baik-baik saja, Ibunda Ratu membiarkan saja putri kesayangannya itu pada pendiriannya. Meski begitu, diam-diam Ibunda Ratu memerintahkan para dayang untuk selalu berjaga-jaga dan bersiap terhadap segala kemungkinan yang dapat terjadi pada Putri Ise.

Beberapa jam berselang, ketika rombongan tiba di sebuah padang, udara dingin berembus kencang. Segera raja memerintahkan untuk berhenti dan membangun tenda di situ. “Kita beristirahat di sini hingga besok siang!” titahnya.

Ketika orang-orang sibuk mendirikan tenda-tenda dan menata tempat peristirahatannya, Putri Ise terduduk lemah di atas seonggok gundukan padas. Suhu tubuhnya meninggi. Wajahnya pun semakin pucat.

“Kau harus minum obat sekarang!” titah Ibunda Ratu.

“Ise sudah minum madu dan air putih banyak sekali. Ise tak apa-apa, kok! Cuma sedikit lelah. Sebentar lagi juga segar kembali,” bantah Putri Ise.

“Anakku, obat bukanlah musuhmu. Obat adalah teman yang akan membuat tubuhmu sehat dan bebas dari gangguan penyakit.”

“Tapi aku tidak sakit” “Kau pucat. Badanmu panas. Itu tandanya kau sakit.”

“Tapi…”

“Kau takut obatnya berasa pahit, kan?”

Putri Ise cepat-cepat menggeleng.

Tapi Ibunda Ratu tahu bahwa itu hanya menutupi perasaan yang sesungguhnya. “Saat tubuhmu memerlukan, obat harus kau minum dengan perasaan sayang. Dengan cara itulah kau membuat tubuhmu balik menyayangimu.”

“Ya, Ise selalu ingat nasehat Bunda itu, tapi..”

“Bunda tahu selalu berat bagimu setiap kali minum obat. Tapi ucapan Bunda itu benar, kan?”

“Benar, Bunda. Ise selalu kembali sehat begitu meminum obat dengan hati riang.”

“Nah, lakukanlah seperti keberhasilanmu sebelumnya.”

Kali ini ucapan lembut Ibunda Ratu benar-benar membuat Putri Ise tak bisa mengelak lagi. Ia langsung meminum dua jenis obat yang disodorkan oleh dayang kepadanya. Begitu masuk ke dalam mulutnya, Putri Ise mendorong obat tersebut dengan segelas besar air putih. Ia membayangkan kini obat-obat itu seperti dua pasangan kekasih yang tengah berlayar di sungai-sungai yang terdapat di dalam dirinya. Di sepanjang pelayaran, pasangan kekasih tersebut melambai-lambaikan tangan sembari menebar senyum manis kepada siapa saja. Sungguh membahagiakan.

Tiga jam setelah meminum obat, kondisi tubuh Putri Ise berangsur pulih. Tenaganya pun bugar kembali. Esok, pastilah dia sangat siap untuk melanjutkan kembali perjalanan menuju Negeri Harapan.

CATATAN BAGI ORANGTUA  

  1. Dongeng ini ditulis Agung Bawantara untuk membantu menangani anak yang susah minum obat.
  2. Setelah bercerita, jangan menyimpulkan. Biarkan anak mencerna sendiri isi dan moral cerita.
  3. Upayakan anak tak merasa dirinya disindir oleh cerita.
  4. Perlambat membaca dan beri tekanan yang lebih tegas pada kalimat yang diberi high light. Bila perlu diulang. Ingat, jangan sampai si anak merasa sengaja disindir dengan kalimat itu.

 

Tags: anak-anakceritadongengPendidikan
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Selamat Ulang Tahun Bob Dylan: Panjang Umur Seni dan Perlawanan

Next Post

Ferry Fansuri# Maukah Kau Cangkokkan Syaraf Gembira itu di Otakku?

Agung Bawantara

Agung Bawantara

Penulis DONGENG yang juga gemar menulis esai, prosa, dan puisi. Juga aktif dalam gerakan film dokumenter di Bali. Agung adalah inisiator Denpasar Film Festival.

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Suara dari Dalam Lemari

by Chusmeru
September 17, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails
Next Post

Ferry Fansuri# Maukah Kau Cangkokkan Syaraf Gembira itu di Otakku?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co