12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lelaki Teka-teki

Yusna Safitri by Yusna Safitri
February 2, 2018
in Cerpen

Lukisan Ni Kadek Heny Sayukti (crop)

 

Cerpen: Yusna Safitri

Kau lelaki penuh tanda tanya, penuh teka-teki, dan penuh dengan misteri yang ingin segera aku pecahkan.

HADI. Begitu aku memanggilnya. Perkenalan singkat melalui media sosial membuatnya masuk ke dalam kehidupanku, tentu saja dengan berbagai kenangan yang sulit untuk dilupakan. Hadi berkuliah di salah satu universitas ternama di Denpasar, berbeda denganku yang berkuliah di kota Singaraja. Kota kecil dengan sejuta kenangan.

Hadi berusia satu tahun di bawahku. Meskipun  begitu, ia memiliki sikap yang lebih dewasa dariku. Hadi sosok lelaki yang cuek dengan rambut gondrong dan kumis tipisnya. Bertubuh tinggi dengan badan yang tidak terlalu kurus, tidak juga terlalu gemuk. Suka barang tua, vespa, dan juga novel. Sama sepertiku.

Awalnya Hadi hanya seseorang yang mengirimiku direct message di instagram, dan pada akhirnya ia menjadi seseorang yang selalu aku pikirkan sebelum dan sesudah tidur. Aku bukan perempuan yang dengan mudahnya membalas pesan lelaki yang tak kukenal, apalagi bertukar ID Line, PIN BBM, ataupun nomor handphone. Namun berbeda dengan lelaki ini, entah apa yang membuatku terhipnotis oleh pesan singkat darinya.

Kami saling bertukar cerita, baik itu kegiatan di kampus, di rumah, ataupun di lingkungan permainan kami. Cara Hadi mengirim pesan kepadaku tak seperti lelaki yang pernah kukenal sebelumnya, lelaki yang kebanyakan gombal dan penuh dengan pujian. Ia apa adanya, dan caranya mengirim pesan kepadaku yang sedikit cuek selalu membuatku penasaran seperti apakah sosok Hadi sebenarnya. Ini semakin membuatku semangat untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang dirinya, dan aku merasa tertantang.

Perkenalan kami melalui pesan singkat berlangsung selama 2 minggu, dan tibalah saatnya pada pertemuan kami di kota Singaraja. Pertemuan yang disebabkan oleh sebuah novel. Ya, kami saling bertukar novel dan membuat janji untuk bertemu. Tak banyak percakapan pada pertemuan kami yang pertama, namun di menit berikutnya suasana mulai sedikit mencair.

Hadi tak secuek di dunia maya. Hadi asyik, lucu, walaupun terkadang sering membuatku kesal. Aku memperbolehkannya datang ke kosku malam itu, walaupun dengan perasaan yang sedikit takut. Namun karena sifat malas yang aku miliki lebih besar daripada rasa takutku, maka aku memperbolehkannya. Ditambah lagi dengan udara yang sedikit lebih dingin, membuat rasa malasku semakin bertambah. Kami banyak bercanda, banyak berbincang-bincang  hingga pukul 2 pagi. Setelah itu, ia kembali pulang.

Perbincangan kami malam itu diselipi dengan sentuhan manja pada rambutku. Hadi selalu mengusap rambutku saat aku mampu menceritakan hal-hal konyol kepadanya. Berbeda denganku yang selalu mendaratkan pukulan-pukulan kecil pada tubuhnya. Ia sedikit merintih kesakitan namun tak membuatku merasa sedikit kasihan, aku malah memberinya cubitan-cubitan pada lengannya. Aku suka suasana ini, aku bahagia. Terimakasih telah menyembuhkan luka dari masa laluku.

Esok harinya, ia kembali ke Denpasar. Ada perasaan sedih dalam hatiku. Hanya doa yang mampu aku berikan agar ia selamat sampai tujuan. Kami kembali mengirim pesan singkat. Dan sikapnya saat bertemu denganku berubah 180 derajat. Ia kembali menjadi Hadi yang pertama, Hadi yang cuek saat bertukar pesan kepadaku. Entah hanya perasaanku saja atau bagaimana. Ketika aku tanya, jawabannya hanya selalu ‘aku baik-baik aja. Aku gapapa’. Baiklah, ini semakin membuatku merasa tertantang.

Percakapan kami pada pesan singkat tak selalu berjalan setiap hari, dan banyak suka duka yang terjadi pada percakapan kami. 2 minggu berlalu, kami bertemu lagi di kota Singaraja. Seperti biasa, ia mendatangi kosku. Aku bingung harus memulai obrolan kami dari mana. Mengingat sikapnya saat chatting, aku bingung apakah aku harus bersikap sok asyik atau cuek sepertinya saat itu. Ia membuyarkan lamunanku tiba-tiba.

“Nih ice cream, kan waktu ini aku kalah main uno. Udah tepat janji kan aku?” katanya.

Ya, ia datang dengan se-cup ice cream di tangannya karena pada pertemuan pertama kami, aku berhasil mengalahkannya bermain kartu uno. Dan ice cream-lah sebagai hukumannya.

“Enak?” tanyanya. Aku mengangguk sambil tersenyum.

Aku bingung, sikapnya berbeda lagi saat kami bertukar pesan singkat. Ia kembali asik, dan kami kembali tertawa karena cerita konyol yang kami ceritakan. Saat ia pamit untuk pulang, entah di menit ke berapa, tiba-tiba ia mencium kening lalu memelukku.

“Kenapa? Mukanya biasa aja dong. Hahaha,” ejeknya kepadaku. Lalu ia berpamit pulang.

Otakku tak dapat berputar setelah aku menutup pintu kamarku. Barusan apa? Dia menciumku? Ini mimpi? Apa dia menyukaiku? Ah, tapi kenapa? Banyak pertanyaan dalam pikiranku. Dan aku insomnia mendadak malam itu.

Pertemuanku dengan Hadi kurang lebih sekitar 5 kali, kami jarang bertemu dikarenakan jarak antara Singaraja-Denpasar perlu ditempuh kurang lebih 2 jam. Belum lagi tugas-tugas di kampus yang selalu memanggil untuk segera dikerjakan. Saat itu, ia mulai bersikap lebih berani, memberiku teka-teki, memberi kode namun sulit bagiku untuk memecahkannya. Sikapnya begitu baik, terbuka denganku, dan selalu memanjakanku saat kami berdua. Aku selalu dibuatnya bahagia. Namun terkadang sikapnya seperti tak pernah punya perasaan kepadaku. Kembali cuek seperti biasanya. Sebenarnya bagaimana perasaanmu, Di?

Sampai pada waktunya, kami tak pernah bertemu lagi. Hanya bertukar pesan singkat, seminggu 2 kali rasanya. Entah apa yang membuat kami jauh seperti ini.

Kau meninggalkanku dengan sejuta pertanyaan, dengan misteri yang belum sempat aku pecahkan, dan dengan begitu banyak kenangan di kota Singaraja. Bahkan, kau belum sempat tahu bagaimana perasaanku. Bisakah kita memulainya lagi? (T)

Tags: Cerpen
Share39TweetSendShareSend
Previous Post

Ferry Fansuri# Puisi: Elegi Kesedihan dari Surga, Sebuah Kenangan dalam Botol Bir

Next Post

Demokrasi, Kebebasan Berpendapat, dan Saracen

Yusna Safitri

Yusna Safitri

Lahir di Pekalongan, 20 Februari 1996. Bermain teater dan belajar menulis di Komunitas Mahima. Kini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha Singaraja

Related Posts

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails
Next Post

Demokrasi, Kebebasan Berpendapat, dan Saracen

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co