Guratan di Tubuh yang Mengingat | Cerpen Ni Made Royani
NAMAKU Ayu Ranjani. Aku bersaudara tiga orang. Aku hidup dalam keluarga yang biasa-biasa saja. Di rumahku hanya ada aku, adikku, ...
Read moreDetailsNAMAKU Ayu Ranjani. Aku bersaudara tiga orang. Aku hidup dalam keluarga yang biasa-biasa saja. Di rumahku hanya ada aku, adikku, ...
Read moreDetailsSUNGAI yang dahulu tenang dengan air mengalir jernih, kini hitam dan bau tengik. Tidak ada lagi suara riang anak-anak yang ...
Read moreDetailsTAK ada yang benar-benar mengerti kenapa gunung itu diberi nama Jari. Bentuknya biasa saja. Tak melengkung seperti jari, tak pula ...
Read moreDetailsKAKI Kunci segera memulai ritual perlonnya, setelah para anak putu Banokeling sudah berkumpul, perlahan ia masuk ke areal makam leluhur ...
Read moreDetails"Yang murni hanyalah arak!" CARA orang-orang bertahan hidup sekarang, seperti saling tarik menarik ke liang kadal. Memberi umpan saling menjebak. ...
Read moreDetailsMENDISKUSIKAN Rasta Sindhu, sastrawan Bali tempo dulu yang tak banyak orang membicarakannya, tentu tak sedingin di pagi yang hujan itu. ...
Read moreDetailsSUARA tangis lirih terdengar hampir setiap malam dari arah dapur. Perempuan penghuni rumah tentu saja mendengarnya setiap malam, namun Ia ...
Read moreDetailsHUTAN larangan itu tidak lagi mengeluarkan aura keramatnya. Pohon-pohon tuanya terlihat menangis. Tak ada ucapan terima kasih atas hidupnya. Dulu, ...
Read moreDetailsBekerja sebagai wartawan membuat saya banyak mengenal orang-orang dengan berbagai latar belakang, pengalaman, kelebihan, kehebatan, kesuksesan, dan pelajaran. Setiap orang ...
Read moreDetailsIBU menjadi pangkuan terakhir bagi siapa saja untuk berkeluh. Pada ibu pula kejujuran meluncur, tanpa takut disalahkan, diabaikan. Suara lembut ...
Read moreDetailsBIBIR pantai yang dulunya ditumbuhi pohon bakau kini semakin keruh. Perlahan-lahan, namun pasti pohon bakau semakin menipis. Orang-orang yang tak ...
Read moreDetails“Heh, Profesor Syarif!” Seekor binatang datang menghadapku, suaranya menyerupai bentakan. Ia menggerak-gerakkan ekornya di depanku menunjukkan keangkuhan. Dia memanggilku profesor, ...
Read moreDetailsPAGI. Langkah kaki Widya Mutyari dan temannya, Tirta Yani, tampak terburu-buru datang ke Ruang Niti Sastra, Fakultas Bahasa dan Seni ...
Read moreDetailsTAK ada pilihan lain, kecuali mengikuti saran keluarga maupun teman. Apalagi upaya pengobatan medis yang telah dilakukan selama ini tak ...
Read moreDetailsKABAR terakhir yang kuterima beringin tua yang tumbuh ratusan tahun itu sekarang ini harus mati. Katanya akan ada pembangunan dan ...
Read moreDetailsSUDUT kanan warung dekat dinding bambu menjadi tempat pavoritnya. Setiap hari dia selalu ada di sana. Kursi kayu usang dan ...
Read moreDetailsSAYA tidak pernah bertemu dengan Kakek dari pihak Bapak. Setiap kali saya bertanya, setiap kali pula Bapak berkata: “ Kakekmu ...
Read moreDetails“MENYAKITI, apalagi membunuh, satu makhluk hidup saja, bisa menyebabkan kerusakan atawa kehancuran pada bumi dan makhluk lain di dalamnya”. Itulah ...
Read moreDetailsMAHAMERU adalah tempat bersemayamnya para dewa. Di sana terdapat tangga-tangga langit yang tak kasat mata untuk menuju ke puncaknya. Hanya ...
Read moreDetailsPAGI itu, Ni Komang menggiling kacang dengan tangan—bukan dengan blender seperti warung sebelah yang lebih muda dan lebih keras kepala. ...
Read moreDetails"Radhea, ke sini sebentar, Nak. Bantu dulu ibu metanding banten untuk besok," seru ibuku dari dapur, suaranya bercampur dengan aroma ...
Read moreDetailsSUDAH dua purnama Putu Ari membisu di hadapan tanah kawitannya. Ia melihat sawah-sawahnya mulai rata. Alat-alat berat berderet menunjukkan keangkuhannya. ...
Read moreDetails“Menulis jadi cara saya mengungkap perasaan yang tak sempat diucap,” kata Kadek Windari (22), penulis muda yang memilih menyelesaikan kuliah ...
Read moreDetailsKulihat tubuh uwakku, Salit Penur, di tungku perapian. Mataku tak lepas dari tubuhnya dalam jilatan api. Membakar kain yang membungkus ...
Read moreDetailsAKU selalu membawa garpu plastik. Satu di tas kerja, satu di tas kecil warna hitam yang biasa kupakai belanja, dan ...
Read moreDetailsDI antara lalu-lalang wisatawan yang memotret pura, patung dan sesajen di pinggir jalan, di satu sudut kota Denpasar yang padat, ...
Read moreDetailsIA dikenal berkat kisah-kisah pewayangan yang dimainkan dalang. Hingga petang datang, penonton masih juga tak beranjak dari duduknya. Kisah itu ...
Read moreDetailsDI sebuah lereng gunung, kabut berarak, beranjak, oleh pancaran surya, oleh tabuhan gamelan, oleh keramaian. Siklus peristiwa mengumpulkan warga, mengumpulkan ...
Read moreDetailsAKU mengenal burung gagak sebagai burung pengabar kematian. Mungkin suara burung gagak yang terdengar di atas rumah seperti memanggil arwah ...
Read moreDetailsLAKI-LAKI paruh baya itu duduk mematung di bangku depan rumahnya. Tubuhnya ringkih. Kaos oblong yang dipakainya mulai tampak lusuh. Ia ...
Read moreDetailsNYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...
Read moreDetailsSETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...
Read moreDetailsSAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...
Read moreDetails

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...
SUDAH empat belas tahun Forum Anak Daerah (FAD) Gianyar hadir sebagai salah satu wadah partisipasi anak di Kabupaten Gianyar, dan...
RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...
PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...
DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co