16 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
in Budaya
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Konferensi Pers Kasanga Festival 2026 (4/3)│Foto: tatkala/Dede

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan budaya tahunan ini hadir dengan wajah baru yang lebih terbuka, tertata, sekaligus tetap memberi ruang bagi kreativitas generasi muda. Festival yang memasuki tahun keempat ini akan berlangsung pada 6–8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung.

Pengumuman konsep baru tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Graha Yowana Suci, Rabu, 4 Maret 2026. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menegaskan bahwa tahun ini pelaksanaan festival mengalami sejumlah perubahan, terutama pada format parade ogoh-ogoh.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya penonton terpusat di satu titik, kini parade akan dikemas dengan konsep terbuka menyerupai peed aya (pawai) dalam Pesta Kesenian Bali. Format ini diharapkan mampu menyebarkan keramaian sepanjang rute, sekaligus memberi ruang atraksi yang lebih luas bagi para peserta.

“Tahun ini, konsep pelaksanaan mengalami penyegaran dengan sistem parade terbuka menyerupai peed aya pada Pesta Kesenian Bali, serta tanpa konser musik,” ujar Arya Wibawa.

Konferensi Pers Kasanga Festival 2026 (4/3)│Foto: tatkala/Dede

Ia menjelaskan bahwa seluruh ogoh-ogoh yang masuk nominasi 16 besar dari empat kecamatan akan mengikuti pawai utama.

“Sebagai gantinya, sistem karnaval atau mepeed diterapkan agar penonton tersebar di sepanjang rute dan tidak terpusat di Catur Muka, seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Rute parade pun dirancang melingkari pusat kota. Pawai akan dimulai dari depan Jayasabha (rumah jabatan Gubernur Bali), kemudian mengelilingi kawasan Catur Muka satu putaran. Setelah itu, iring-iringan ogoh-ogoh bergerak ke arah selatan hingga berakhir di Jalan Gajah Mada sisi selatan Lapangan Puputan Badung. Sepanjang perjalanan tersebut, setiap peserta diwajibkan menampilkan atraksi sejak garis start hingga titik akhir, sehingga pertunjukan tidak lagi terkonsentrasi di satu titik saja.

Bagi publik yang datang menyaksikan, pengalaman menonton pun akan terasa berbeda. Penonton dapat menyebar di berbagai titik rute, sementara ogoh-ogoh bergerak dengan iringan baleganjur dan koreografi para pengaraknya. Untuk menjaga keamanan dan kelancaran jalannya parade, panitia juga menyiapkan pembatas (barikade) di sepanjang Jalan. Pembatas ini dipasang guna mencegah penonton memasuki barisan ogoh-ogoh saat atraksi berlangsung, sekaligus memastikan para peserta dapat menampilkan karyanya secara optimal tanpa gangguan.

Konferensi Pers Kasanga Festival 2026 (4/3)│Foto: tatkala/Dede

Selain parade utama, suasana festival juga akan dihidupkan oleh beragam kegiatan seni dan lomba yang melibatkan banyak kalangan. I Gede Yogi Pramana selaku Wakil Ketua Panitia menjelaskan bahwa seluruh ogoh-ogoh akan mulai memasuki kawasan acara sejak dini hari pada 6 Maret.

“Loading dilakukan hingga pukul 14.00 WITA, dan ogoh-ogoh akan terparkir dari depan Jayasabha hingga Jalan Kaliasem sebelum pawai dimulai pukul 17.00 WITA,” jelasnya.

Selain parade ogoh-ogoh, Kasanga Festival 2026 juga menghadirkan lomba ogoh-ogoh mini (kategori mesin dan non-mesin), lomba sketsa ogoh-ogoh, lomba tapel, lomba baleganjur, hingga penampilan seni tradisional lainnya. Tak ketinggalan, parade ogoh-ogoh dari IGTKI yang menghadirkan kreativitas anak-anak juga akan turut meramaikan rangkaian acara.

Di sisi lain, aspek penilaian tetap menjadi perhatian serius. Perwakilan dewan juri, I Gede Anom Ranuara, menegaskan bahwa proses penilaian tidak hanya dilakukan di satu titik pertunjukan, melainkan sepanjang rute parade.

“Juri akan menilai dari start sampai finish. Jika ada pelanggaran, termasuk orang di luar regu masuk barisan, bisa langsung dikenakan pengurangan nilai,” tegasnya.

Penilaian tersebut mencakup kedisiplinan peserta, kerapian barisan, serta kesesuaian dengan revisi karya yang sebelumnya telah diberikan oleh tim kurator.

Konferensi Pers Kasanga Festival 2026 (4/3)│Foto: tatkala/Dede

Sementara itu, dukungan terhadap kreativitas para yowana juga diwujudkan melalui bantuan dana pembinaan. Kepala Bidang Tradisi Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Denpasar, Ni Made Suniastari, menjelaskan bahwa setiap finalis 16 besar memperoleh dana pembinaan sebesar Rp30 juta.

Enam karya terbaik nantinya akan mendapatkan tambahan hadiah dengan rincian: juara I sebesar Rp50 juta, juara II Rp40 juta, dan juara III Rp30 juta. Sementara juara harapan I, II, dan III masing-masing menerima Rp20 juta, Rp15 juta, dan Rp10 juta.

Untuk kategori ogoh-ogoh mini mesin, hadiah disiapkan Rp10 juta, Rp8 juta, dan Rp6 juta bagi tiga besar. Sedangkan kategori non-mesin disiapkan Rp8 juta, Rp6 juta, dan Rp4 juta. Adapun lomba sketsa ogoh-ogoh disiapkan Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta bagi para pemenang.

Tak hanya menonjolkan parade dan kompetisi, Kasanga Festival 2026 juga menghadirkan ruang interaksi sosial melalui stan kuliner tradisional Bali yang dikelola oleh sekaa teruna-teruni (STT). Pengunjung dapat menikmati beragam sajian khas sambil menyaksikan festival. Pada saat yang sama, panitia juga menerapkan manajemen sampah dengan sistem pemilahan selama acara berlangsung.

Terkait curah hujan yang tidak menentu, bagi I Gede Yogi Pramana selaku Wakil Ketua Panitia, semua itu adalah kehendak alam, yang bisa dipersiapkan hanyalah antisipasi ketika hujan terjadi.

“Sesuai tema tahun ini, ‘Jala Sidhi Shuvita’ atau ‘memuliakan sumber air, kami sama sekali tidak membenci air. Jadi anugerah apapun itu dari Tuhan kami terima, meski itu adalah hujan. Apapun cuaca yang terjadi, kami sudah komitmen, pawai akan tetap pentas,” tegasnya.

Dengan konsep baru yang lebih dinamis serta penguatan tata kelola acara, Kasanga Festival 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi tontonan menjelang Nyepi, tetapi juga ruang apresiasi bagi kreativitas yowana Denpasar. Sebuah panggung budaya yang menegaskan bahwa tradisi dapat terus hidup, berkembang bersama semangat generasi mudanya. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: denpasarKesanga Festivalogoh-ogohTawur Kesanga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

Next Post

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

Read moreDetails

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

by tatkala
June 13, 2026
0
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

Read moreDetails

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

by Satria Aditya
May 31, 2026
0
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

Read moreDetails

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
0
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

Read moreDetails

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
0
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Ketika geguritan Dwijendra Stawa dan Astapaka Stawa ditembangkan, suasana sore itu berubah menjadi hening. Tanpa tersadari, orang-orang yang duduk sejak...

Read moreDetails

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
0
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

Read moreDetails
Next Post
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co