14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
in Budaya
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Konferensi Pers Kasanga Festival 2026 (4/3)│Foto: tatkala/Dede

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan budaya tahunan ini hadir dengan wajah baru yang lebih terbuka, tertata, sekaligus tetap memberi ruang bagi kreativitas generasi muda. Festival yang memasuki tahun keempat ini akan berlangsung pada 6–8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung.

Pengumuman konsep baru tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Graha Yowana Suci, Rabu, 4 Maret 2026. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menegaskan bahwa tahun ini pelaksanaan festival mengalami sejumlah perubahan, terutama pada format parade ogoh-ogoh.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya penonton terpusat di satu titik, kini parade akan dikemas dengan konsep terbuka menyerupai peed aya (pawai) dalam Pesta Kesenian Bali. Format ini diharapkan mampu menyebarkan keramaian sepanjang rute, sekaligus memberi ruang atraksi yang lebih luas bagi para peserta.

“Tahun ini, konsep pelaksanaan mengalami penyegaran dengan sistem parade terbuka menyerupai peed aya pada Pesta Kesenian Bali, serta tanpa konser musik,” ujar Arya Wibawa.

Konferensi Pers Kasanga Festival 2026 (4/3)│Foto: tatkala/Dede

Ia menjelaskan bahwa seluruh ogoh-ogoh yang masuk nominasi 16 besar dari empat kecamatan akan mengikuti pawai utama.

“Sebagai gantinya, sistem karnaval atau mepeed diterapkan agar penonton tersebar di sepanjang rute dan tidak terpusat di Catur Muka, seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Rute parade pun dirancang melingkari pusat kota. Pawai akan dimulai dari depan Jayasabha (rumah jabatan Gubernur Bali), kemudian mengelilingi kawasan Catur Muka satu putaran. Setelah itu, iring-iringan ogoh-ogoh bergerak ke arah selatan hingga berakhir di Jalan Gajah Mada sisi selatan Lapangan Puputan Badung. Sepanjang perjalanan tersebut, setiap peserta diwajibkan menampilkan atraksi sejak garis start hingga titik akhir, sehingga pertunjukan tidak lagi terkonsentrasi di satu titik saja.

Bagi publik yang datang menyaksikan, pengalaman menonton pun akan terasa berbeda. Penonton dapat menyebar di berbagai titik rute, sementara ogoh-ogoh bergerak dengan iringan baleganjur dan koreografi para pengaraknya. Untuk menjaga keamanan dan kelancaran jalannya parade, panitia juga menyiapkan pembatas (barikade) di sepanjang Jalan. Pembatas ini dipasang guna mencegah penonton memasuki barisan ogoh-ogoh saat atraksi berlangsung, sekaligus memastikan para peserta dapat menampilkan karyanya secara optimal tanpa gangguan.

Konferensi Pers Kasanga Festival 2026 (4/3)│Foto: tatkala/Dede

Selain parade utama, suasana festival juga akan dihidupkan oleh beragam kegiatan seni dan lomba yang melibatkan banyak kalangan. I Gede Yogi Pramana selaku Wakil Ketua Panitia menjelaskan bahwa seluruh ogoh-ogoh akan mulai memasuki kawasan acara sejak dini hari pada 6 Maret.

“Loading dilakukan hingga pukul 14.00 WITA, dan ogoh-ogoh akan terparkir dari depan Jayasabha hingga Jalan Kaliasem sebelum pawai dimulai pukul 17.00 WITA,” jelasnya.

Selain parade ogoh-ogoh, Kasanga Festival 2026 juga menghadirkan lomba ogoh-ogoh mini (kategori mesin dan non-mesin), lomba sketsa ogoh-ogoh, lomba tapel, lomba baleganjur, hingga penampilan seni tradisional lainnya. Tak ketinggalan, parade ogoh-ogoh dari IGTKI yang menghadirkan kreativitas anak-anak juga akan turut meramaikan rangkaian acara.

Di sisi lain, aspek penilaian tetap menjadi perhatian serius. Perwakilan dewan juri, I Gede Anom Ranuara, menegaskan bahwa proses penilaian tidak hanya dilakukan di satu titik pertunjukan, melainkan sepanjang rute parade.

“Juri akan menilai dari start sampai finish. Jika ada pelanggaran, termasuk orang di luar regu masuk barisan, bisa langsung dikenakan pengurangan nilai,” tegasnya.

Penilaian tersebut mencakup kedisiplinan peserta, kerapian barisan, serta kesesuaian dengan revisi karya yang sebelumnya telah diberikan oleh tim kurator.

Konferensi Pers Kasanga Festival 2026 (4/3)│Foto: tatkala/Dede

Sementara itu, dukungan terhadap kreativitas para yowana juga diwujudkan melalui bantuan dana pembinaan. Kepala Bidang Tradisi Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Denpasar, Ni Made Suniastari, menjelaskan bahwa setiap finalis 16 besar memperoleh dana pembinaan sebesar Rp30 juta.

Enam karya terbaik nantinya akan mendapatkan tambahan hadiah dengan rincian: juara I sebesar Rp50 juta, juara II Rp40 juta, dan juara III Rp30 juta. Sementara juara harapan I, II, dan III masing-masing menerima Rp20 juta, Rp15 juta, dan Rp10 juta.

Untuk kategori ogoh-ogoh mini mesin, hadiah disiapkan Rp10 juta, Rp8 juta, dan Rp6 juta bagi tiga besar. Sedangkan kategori non-mesin disiapkan Rp8 juta, Rp6 juta, dan Rp4 juta. Adapun lomba sketsa ogoh-ogoh disiapkan Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta bagi para pemenang.

Tak hanya menonjolkan parade dan kompetisi, Kasanga Festival 2026 juga menghadirkan ruang interaksi sosial melalui stan kuliner tradisional Bali yang dikelola oleh sekaa teruna-teruni (STT). Pengunjung dapat menikmati beragam sajian khas sambil menyaksikan festival. Pada saat yang sama, panitia juga menerapkan manajemen sampah dengan sistem pemilahan selama acara berlangsung.

Terkait curah hujan yang tidak menentu, bagi I Gede Yogi Pramana selaku Wakil Ketua Panitia, semua itu adalah kehendak alam, yang bisa dipersiapkan hanyalah antisipasi ketika hujan terjadi.

“Sesuai tema tahun ini, ‘Jala Sidhi Shuvita’ atau ‘memuliakan sumber air, kami sama sekali tidak membenci air. Jadi anugerah apapun itu dari Tuhan kami terima, meski itu adalah hujan. Apapun cuaca yang terjadi, kami sudah komitmen, pawai akan tetap pentas,” tegasnya.

Dengan konsep baru yang lebih dinamis serta penguatan tata kelola acara, Kasanga Festival 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi tontonan menjelang Nyepi, tetapi juga ruang apresiasi bagi kreativitas yowana Denpasar. Sebuah panggung budaya yang menegaskan bahwa tradisi dapat terus hidup, berkembang bersama semangat generasi mudanya. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: denpasarKesanga Festivalogoh-ogohTawur Kesanga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

Next Post

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

Read moreDetails

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails
Next Post
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co