25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

Ashlikhatul Fuaddah by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
in Esai
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

Ashlikhatul Fuaddah

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga ini sesungguhnya merujuk pada sesuatu yang jauh lebih damai, antrean panjang orang-orang yang berlomba mendapatkan takjil gratis atau murah di pinggir jalan, di depan masjid, di halaman kantor, atau di mana pun ada yang membagikannya.Video-video pendek tentang antrean ini menyebar cepat di media sosial, memancing komentar, tawa, dan tidak jarang perdebatan kecil tentang siapa yang “berhak” ikut antre.

Yang menarik bukan saja fenomenanya, melainkan reaksi masyarakat terhadapnya. Sebagian memujinya sebagai wujud kebersamaan yang mengharukan. Sebagian lain mencibir: ini solidaritas sungguhan atau sekadar konten? Pertanyaan itu sah diajukan. Tetapi barangkali ada pertanyaan yang lebih menarik untuk dijawab, dari sudut pandang komunikasi, apa yang sesungguhnya sedang terjadi di balik fenomena takjil war ini?

Mari kita mulai dari yang paling tampak: antrean itu sendiri. Dalam keseharian yang semakin individual dan terfragmentasi, antrean adalah salah satu dari sedikit momen di mana orang-orang yang tidak saling mengenal berdiri di ruang fisik yang sama, berbagi waktu yang sama, menuju tujuan yang sama. Sosiolog Erving Goffman menyebutnya sebagai focused interaction, situasi di mana dua orang atau lebih saling menyesuaikan kehadiran dan perhatian mereka secara langsung.

Antrean takjil menciptakan kondisi itu. Di sana, orang-orang yang sehari-hari berpapasan tanpa saling menatap tiba-tiba menjadi tetangga antrean, berbagi senyum, mengobrol ringan tentang cuaca atau tentang seberapa panjang barisan di depan mereka, kadang tertawa bersama ketika stok habis sebelum giliran tiba. Ini bukan komunikasi yang dalam atau bermakna secara personal, tetapi ia adalah komunikasi “komunal” yang dalam konteks masyarakat perkotaan yang semakin anonim, justru memiliki nilai yang tidak bisa diremehkan.

Dimensi kedua yang menarik adalah peran media sosial dalam memperluas dan memperkuat fenomena ini. Takjil war tidak akan menjadi “war” tanpa TikTok dan Instagram Reels. Video seseorang yang antusias berlari menuju meja pembagian takjil, atau wajah kecewa yang sudah kehabisan, mengundang tawa dan empati secara bersamaan dari jutaan penonton yang tidak hadir di lokasi.

Dalam teori komunikasi massa kontemporer, ini adalah contoh nyata dari apa yang Henry Jenkins (2006) sebut sebagai participatory culture, budaya partisipasi di mana batas antara penonton dan peserta menjadi kabur. Orang-orang yang menonton video takjil war tidak hanya menjadi konsumen konten, banyak dari mereka kemudian termotivasi untuk ikut serta, baik sebagai penerima takjil maupun sebagai pembagi. Siklus ini menciptakan apa yang dalam kajian komunikasi disebut sebagai media-driven social participation, keterlibatan sosial yang dipicu dan diperkuat oleh konsumsi media.

Menggerakkan

Lalu bagaimana dengan pertanyaan yang sering muncul “Apakah ini solidaritas yang tulus, atau sekadar mencari konten? Pertanyaan itu mungkin kurang produktif jika dikemukakan sebagai oposisi biner. Dalam pendekatan Uses and Gratifications, manusia menggunakan media dan berpartisipasi dalam aktivitas sosial untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekaligus, dan kebutuhan-kebutuhan itu tidak selalu saling mengecualikan.

Seseorang bisa sekaligus ingin berbagi takjil karena empati dan ingin mendokumentasikannya untuk media sosial. Seseorang bisa sekaligus menikmati gratisnya takjil dan menikmati pengalaman sosial antrean bersama orang lain.

Yang lebih menarik untuk diamati adalah bagaimana fenomena ini menggerakkan distribusi sumber daya secara organik. Di banyak kota, informasi tentang lokasi pembagian takjil gratis menyebar melalui jaringan media sosial dan grup-grup komunitas. Ini adalah contoh dari komunikasi jaringan (network communication) yang bekerja secara efektif, pesan bergerak cepat melalui simpul-simpul hubungan sosial, menggerakkan orang untuk hadir di titik-titik tertentu dalam kota. Masjid yang biasanya hanya dikenal oleh warga sekitarnya tiba-tiba menjadi titik temu lintas komunitas karena unggahan seorang pengunjung yang menyebar secara viral.

Ruang Baru Komunal

Ada satu aspek dari takjil war yang menurut saya paling signifikan secara komunikasi dan sering luput dari perhatian. Ia adalah salah satu dari sedikit fenomena yang berhasil menembus batas-batas sosial yang biasanya tidak mudah ditembus.

Di antrean takjil, mahasiswa berdiri di samping ibu rumah tangga. Karyawan kantoran berbaur dengan tukang ojek. Anak muda dari berbagai latar berbagi pengalaman menunggu yang sama. Dalam masyarakat yang semakin terpolarisasi, secara ekonomi, secara politik, secara kultural, momen-momen lintas batas seperti ini memiliki nilai komunikasi yang sesungguhnya sangat tinggi. Erving Goffman menyebut momen-momen di mana orang dari status berbeda berbagi ruang dan pengalaman yang setara sebagai leveling moments, situasi yang sementara meratakan hierarki sosial dan memungkinkan terjadinya kontak yang lebih manusiawi.

Takjil war tentu bukan solusi atas persoalan kesenjangan sosial. Ia juga bukan indikator tunggal bahwa solidaritas masyarakat sedang baik-baik saja. Namun, membacanya semata sebagai “konten receh” atau “tren musiman” juga terlalu tergesa-gesa.

Dari kacamata komunikasi, takjil war adalah fenomena yang menunjukkan bagaimana media sosial, ritual keagamaan, dan kebutuhan manusia akan koneksi sosial bekerja bersama-sama untuk menciptakan ruang-ruang baru pertemuan komunal.

Ruang itu mungkin ramai, mungkin sesak, mungkin tidak selalu tulus sepenuhnya, tetapi ia ada. Dan di kota-kota besar yang semakin individualistis, keberadaan ruang seperti itu, dalam bentuk apa pun, adalah sesuatu yang patut kita perhatikan dengan lebih serius. [T]

Penulis: Ashlikhatul Fuaddah
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulan puasaMuslimRamadanRamadhantakjil
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

Next Post

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Ashlikhatul Fuaddah

Ashlikhatul Fuaddah

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co