4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

Ashlikhatul Fuaddah by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
in Esai
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

Ashlikhatul Fuaddah

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga ini sesungguhnya merujuk pada sesuatu yang jauh lebih damai, antrean panjang orang-orang yang berlomba mendapatkan takjil gratis atau murah di pinggir jalan, di depan masjid, di halaman kantor, atau di mana pun ada yang membagikannya.Video-video pendek tentang antrean ini menyebar cepat di media sosial, memancing komentar, tawa, dan tidak jarang perdebatan kecil tentang siapa yang “berhak” ikut antre.

Yang menarik bukan saja fenomenanya, melainkan reaksi masyarakat terhadapnya. Sebagian memujinya sebagai wujud kebersamaan yang mengharukan. Sebagian lain mencibir: ini solidaritas sungguhan atau sekadar konten? Pertanyaan itu sah diajukan. Tetapi barangkali ada pertanyaan yang lebih menarik untuk dijawab, dari sudut pandang komunikasi, apa yang sesungguhnya sedang terjadi di balik fenomena takjil war ini?

Mari kita mulai dari yang paling tampak: antrean itu sendiri. Dalam keseharian yang semakin individual dan terfragmentasi, antrean adalah salah satu dari sedikit momen di mana orang-orang yang tidak saling mengenal berdiri di ruang fisik yang sama, berbagi waktu yang sama, menuju tujuan yang sama. Sosiolog Erving Goffman menyebutnya sebagai focused interaction, situasi di mana dua orang atau lebih saling menyesuaikan kehadiran dan perhatian mereka secara langsung.

Antrean takjil menciptakan kondisi itu. Di sana, orang-orang yang sehari-hari berpapasan tanpa saling menatap tiba-tiba menjadi tetangga antrean, berbagi senyum, mengobrol ringan tentang cuaca atau tentang seberapa panjang barisan di depan mereka, kadang tertawa bersama ketika stok habis sebelum giliran tiba. Ini bukan komunikasi yang dalam atau bermakna secara personal, tetapi ia adalah komunikasi “komunal” yang dalam konteks masyarakat perkotaan yang semakin anonim, justru memiliki nilai yang tidak bisa diremehkan.

Dimensi kedua yang menarik adalah peran media sosial dalam memperluas dan memperkuat fenomena ini. Takjil war tidak akan menjadi “war” tanpa TikTok dan Instagram Reels. Video seseorang yang antusias berlari menuju meja pembagian takjil, atau wajah kecewa yang sudah kehabisan, mengundang tawa dan empati secara bersamaan dari jutaan penonton yang tidak hadir di lokasi.

Dalam teori komunikasi massa kontemporer, ini adalah contoh nyata dari apa yang Henry Jenkins (2006) sebut sebagai participatory culture, budaya partisipasi di mana batas antara penonton dan peserta menjadi kabur. Orang-orang yang menonton video takjil war tidak hanya menjadi konsumen konten, banyak dari mereka kemudian termotivasi untuk ikut serta, baik sebagai penerima takjil maupun sebagai pembagi. Siklus ini menciptakan apa yang dalam kajian komunikasi disebut sebagai media-driven social participation, keterlibatan sosial yang dipicu dan diperkuat oleh konsumsi media.

Menggerakkan

Lalu bagaimana dengan pertanyaan yang sering muncul “Apakah ini solidaritas yang tulus, atau sekadar mencari konten? Pertanyaan itu mungkin kurang produktif jika dikemukakan sebagai oposisi biner. Dalam pendekatan Uses and Gratifications, manusia menggunakan media dan berpartisipasi dalam aktivitas sosial untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekaligus, dan kebutuhan-kebutuhan itu tidak selalu saling mengecualikan.

Seseorang bisa sekaligus ingin berbagi takjil karena empati dan ingin mendokumentasikannya untuk media sosial. Seseorang bisa sekaligus menikmati gratisnya takjil dan menikmati pengalaman sosial antrean bersama orang lain.

Yang lebih menarik untuk diamati adalah bagaimana fenomena ini menggerakkan distribusi sumber daya secara organik. Di banyak kota, informasi tentang lokasi pembagian takjil gratis menyebar melalui jaringan media sosial dan grup-grup komunitas. Ini adalah contoh dari komunikasi jaringan (network communication) yang bekerja secara efektif, pesan bergerak cepat melalui simpul-simpul hubungan sosial, menggerakkan orang untuk hadir di titik-titik tertentu dalam kota. Masjid yang biasanya hanya dikenal oleh warga sekitarnya tiba-tiba menjadi titik temu lintas komunitas karena unggahan seorang pengunjung yang menyebar secara viral.

Ruang Baru Komunal

Ada satu aspek dari takjil war yang menurut saya paling signifikan secara komunikasi dan sering luput dari perhatian. Ia adalah salah satu dari sedikit fenomena yang berhasil menembus batas-batas sosial yang biasanya tidak mudah ditembus.

Di antrean takjil, mahasiswa berdiri di samping ibu rumah tangga. Karyawan kantoran berbaur dengan tukang ojek. Anak muda dari berbagai latar berbagi pengalaman menunggu yang sama. Dalam masyarakat yang semakin terpolarisasi, secara ekonomi, secara politik, secara kultural, momen-momen lintas batas seperti ini memiliki nilai komunikasi yang sesungguhnya sangat tinggi. Erving Goffman menyebut momen-momen di mana orang dari status berbeda berbagi ruang dan pengalaman yang setara sebagai leveling moments, situasi yang sementara meratakan hierarki sosial dan memungkinkan terjadinya kontak yang lebih manusiawi.

Takjil war tentu bukan solusi atas persoalan kesenjangan sosial. Ia juga bukan indikator tunggal bahwa solidaritas masyarakat sedang baik-baik saja. Namun, membacanya semata sebagai “konten receh” atau “tren musiman” juga terlalu tergesa-gesa.

Dari kacamata komunikasi, takjil war adalah fenomena yang menunjukkan bagaimana media sosial, ritual keagamaan, dan kebutuhan manusia akan koneksi sosial bekerja bersama-sama untuk menciptakan ruang-ruang baru pertemuan komunal.

Ruang itu mungkin ramai, mungkin sesak, mungkin tidak selalu tulus sepenuhnya, tetapi ia ada. Dan di kota-kota besar yang semakin individualistis, keberadaan ruang seperti itu, dalam bentuk apa pun, adalah sesuatu yang patut kita perhatikan dengan lebih serius. [T]

Penulis: Ashlikhatul Fuaddah
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulan puasaMuslimRamadanRamadhantakjil
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

Next Post

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Ashlikhatul Fuaddah

Ashlikhatul Fuaddah

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co