24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

I Putu Suiraoka by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
in Esai
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

Ilustrasi tatkala.co | Canva

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran besar. Siang harinya ia duduk berjam-jam di kelas, sore dihabiskan dengan gawai. Di rumah, makan malam serba praktis karena orang tua lelah bekerja. Tanpa terasa, lingkar perut perlahan bertambah. Tekanan darah mulai naik. Gula darah merangkak pelan.

Inilah wajah obesitas hari ini—bukan drama, tetapi nyata.

Setiap 4 Maret, dunia memperingati World Obesity Day yang diprakarsai oleh World Obesity Federation. Data dari World Health Organization menunjukkan tren obesitas global terus meningkat pada anak maupun dewasa. Hal ini tentunya bukan lagi isu kosmetik, yang mencakup estetika dan penampilan saja, melainkan pintu masuk berbagai penyakit tidak menular yang membebani keluarga dan negara.

Obesitas kini diakui sebagai penyakit kronis yang kompleks, yang bukan semata-mata hasil dari kurangnya kemauan individu untuk mengatur makan atau berolahraga. Faktor genetik, lingkungan obesogenik, sistem pangan modern, urbanisasi, paparan iklan makanan ultra-proses, hingga ketimpangan sosial berkontribusi besar terhadap peningkatan prevalensinya. Dalam konteks global, laporan dari World Health Organization menunjukkan bahwa angka obesitas terus meningkat baik pada kelompok dewasa maupun anak-anak. Kondisi ini memperbesar risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga beberapa jenis kanker.

Obesitas dan Paradoks Gizi Modern

Menariknya, banyak negara berkembang menghadapi fenomena double burden of malnutrition—kekurangan gizi dan kelebihan gizi (obesitas) terjadi secara bersamaan dalam satu populasi, bahkan dalam satu rumah tangga. Pola konsumsi tinggi energi namun rendah zat gizi mikro menjadi ciri umum masyarakat urban dan semi-urban. Makanan cepat saji dan minuman berpemanis semakin mudah diakses dibandingkan pangan segar lokal.

Di sisi lain, perubahan gaya hidup akibat digitalisasi turut meningkatkan perilaku sedentari. Anak-anak dan remaja menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar dibandingkan aktivitas fisik di luar ruangan. Lingkungan yang kurang ramah pejalan kaki, minimnya ruang terbuka hijau, serta sistem transportasi yang tidak mendukung mobilitas aktif semakin memperburuk situasi.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Obesitas juga membawa beban ekonomi yang signifikan. Biaya pengobatan penyakit terkait obesitas menyedot anggaran kesehatan nasional. Produktivitas kerja menurun akibat komplikasi kesehatan jangka panjang. Lebih jauh lagi, stigma terhadap individu dengan obesitas seringkali memperburuk kondisi psikologis mereka, menciptakan lingkaran setan antara stres emosional dan pola makan tidak sehat.

Pendekatan yang hanya menekankan “diet dan olahraga” ternyata tidaklah cukup. Yang dibutuhkan adalah perubahan sistem: kebijakan fiskal terhadap minuman berpemanis (misalnya penerapan pajak khusus), regulasi pemasaran makanan kepada anak (tidak menggunakan bahasa promosi yang menggiring atau menjebak), pelabelan gizi yang jelas (dan tentunya harus mudah dipahami), hingga integrasi edukasi gizi dalam kurikulum sekolah.

Peran Strategis Sektor Kesehatan dan Pendidikan

Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam melakukan skrining dini, konseling berbasis bukti, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil skrining juga sebaiknya disampaikan kepada sasaran. Sehingga intervensi klinis dapat dilaksanakan berjalan beriringan dengan pendekatan promotif-preventif berbasis komunitas. Sekolah, keluarga, dan tempat kerja menjadi arena strategis untuk membangun budaya makan sehat dan aktif bergerak.

Dalam konteks pendidikan tinggi kesehatan, penguatan kurikulum berbasis life-course approach menjadi krusial. Obesitas perlu dipahami sejak periode prakonsepsi, kehamilan, masa anak, remaja, hingga dewasa dan lansia. Pencegahan obesitas tidak bisa dilakukan secara parsial dan sesaat.

Dari Kesadaran Menuju Komitmen

World Obesity Day 2026 seharusnya tidak berhenti pada kampanye simbolik, melainkan perlu diterjemahkan menjadi komitmen lintas sektor: pemerintah, akademisi, organisasi profesi, industri pangan, dan masyarakat sipil. Pendekatan pentahelix menjadi relevan untuk memastikan intervensi yang komprehensif dan berkelanjutan. Kita perlu menggeser narasi dari menyalahkan individu menjadi memperbaiki sistem. Dari sekadar slogan “kurangi makan, perbanyak olahraga” menjadi kebijakan konkret yang menciptakan lingkungan sehat. Dari pendekatan kuratif menuju pencegahan berbasis bukti.

Kabar baiknya: obesitas bisa dicegah, dan pencegahan selalu dimulai dari langkah kecil—yang bila dilakukan bersama, berubah menjadi gerakan besar.

Mari kita lakukan perubahan sistemik memang penting, tetapi fondasinya ada di rumah. Beberapa hal kecil yang dapat dilakukan antara lain :

  • Ubah isi gelas, bukan hanya isi piring.

    Mengganti minuman manis dengan air putih atau infused water adalah langkah sederhana yang langsung menurunkan asupan gula harian. Satu gelas minuman berpemanis (teh, kopi, syrup, jus dan yang lainnya) yang dihilangkan setiap hari dapat mengurangi ribuan kalori dalam sebulan.

    • Atur ulang tampilan dapur.

    Menyimpan cemilan buah di meja makan, sebagai pengganti biskuit atau keripik. Penataan visual memengaruhi pilihan makan secara tidak sadar.

    • Terapkan “jam makan tanpa gawai.”

    Makan sambil menonton atau bermain ponsel meningkatkan risiko makan berlebihan. Makan sadar (mindful eating) membantu mengenali rasa kenyang.

    • Gerak 30 menit, tanpa harus ke gym.

    Melakukan aktivitas berjalan kaki keliling kompleks, bersepeda bersama anak, berkebun, atau kerja bakti lingkungan sudah cukup untuk memulai. Hal yang dilakukan secara konsistens jauh lebih penting daripada intensitas ekstrem.

    • Bekal dari rumah.

    Membawakan anak bekal sederhana—nasi, lauk protein, sayur, dan buah—mengurangi paparan jajanan tinggi gula, garam, dan lemak.

    Langkah-langkah ini tampak kecil. Tetapi bila dilakukan oleh jutaan keluarga, dampaknya luar biasa. Pada akhirnya World Obesity Day 2026 adalah panggilan untuk bertindak, bukan nanti, bukan besok, tapi sekarang. [T]

    Penulis: I Putu Suiraoka
    Editor: Adnyana Ole

    Tags: giziobesitas
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

    Next Post

    ‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

    I Putu Suiraoka

    I Putu Suiraoka

    Dr. I Putu Suiraoka, M.Kes., dosen di jurusan Gizi, Poltekkes Denpasar

    Related Posts

    Selamat Datang di Negara “Clickbait”

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    October 24, 2026
    0
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

    SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

    Read moreDetails

    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    by Wayan Gde Yudane
    October 23, 2026
    0
    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

    Read moreDetails

    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    by I Ketut Suar Adnyana
    October 22, 2026
    0
    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

    Read moreDetails

    Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

    by Tri Nugroho Adi
    October 22, 2026
    0
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

    Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

    Read moreDetails

    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    by I Wayan Artika
    October 21, 2026
    0
    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

    Read moreDetails

    Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

    by Chusmeru
    October 21, 2026
    0
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

    DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

    Read moreDetails

    Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

    by Angga Wijaya
    October 20, 2026
    0
    Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

    SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

    Read moreDetails

    Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

    by Luh Putu Anggreny
    October 20, 2026
    0
    Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

    BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

    Read moreDetails

    Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

    by Wayan Gde Yudane
    October 19, 2026
    0
    Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

    Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

    Read moreDetails

    Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

    by AA Ayu Arun Suwi Arianty
    October 19, 2026
    0
    Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

    PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

    Read moreDetails
    Next Post
    Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

    ‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
    Pendidikan

    Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

    NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

    by Dede Putra Wiguna
    October 24, 2026
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
    Esai

    Selamat Datang di Negara “Clickbait”

    SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    October 24, 2026
    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
    Pendidikan

    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

    SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

    by Wahyu Mahaputra
    October 23, 2026
    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
    Panggung

    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

    KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

    by Nyoman Budarsana
    October 23, 2026
    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
    Esai

    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

    by Wayan Gde Yudane
    October 23, 2026
    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
    Khas

    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

    SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

    by Dede Putra Wiguna
    October 23, 2026
    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
    Panggung

    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

    GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

    by Dede Putra Wiguna
    October 22, 2026
    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
    Esai

    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

    by I Ketut Suar Adnyana
    October 22, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

    Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

    by Tri Nugroho Adi
    October 22, 2026
    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
    Panggung

    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

    DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

    by Nyoman Budarsana
    October 22, 2026
    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
    Esai

    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

    by I Wayan Artika
    October 21, 2026
    Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
    Opini

    Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

    SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

    by I Made Pria Dharsana
    October 21, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co