15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

I Putu Suiraoka by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
in Esai
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

Ilustrasi tatkala.co | Canva

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran besar. Siang harinya ia duduk berjam-jam di kelas, sore dihabiskan dengan gawai. Di rumah, makan malam serba praktis karena orang tua lelah bekerja. Tanpa terasa, lingkar perut perlahan bertambah. Tekanan darah mulai naik. Gula darah merangkak pelan.

Inilah wajah obesitas hari ini—bukan drama, tetapi nyata.

Setiap 4 Maret, dunia memperingati World Obesity Day yang diprakarsai oleh World Obesity Federation. Data dari World Health Organization menunjukkan tren obesitas global terus meningkat pada anak maupun dewasa. Hal ini tentunya bukan lagi isu kosmetik, yang mencakup estetika dan penampilan saja, melainkan pintu masuk berbagai penyakit tidak menular yang membebani keluarga dan negara.

Obesitas kini diakui sebagai penyakit kronis yang kompleks, yang bukan semata-mata hasil dari kurangnya kemauan individu untuk mengatur makan atau berolahraga. Faktor genetik, lingkungan obesogenik, sistem pangan modern, urbanisasi, paparan iklan makanan ultra-proses, hingga ketimpangan sosial berkontribusi besar terhadap peningkatan prevalensinya. Dalam konteks global, laporan dari World Health Organization menunjukkan bahwa angka obesitas terus meningkat baik pada kelompok dewasa maupun anak-anak. Kondisi ini memperbesar risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga beberapa jenis kanker.

Obesitas dan Paradoks Gizi Modern

Menariknya, banyak negara berkembang menghadapi fenomena double burden of malnutrition—kekurangan gizi dan kelebihan gizi (obesitas) terjadi secara bersamaan dalam satu populasi, bahkan dalam satu rumah tangga. Pola konsumsi tinggi energi namun rendah zat gizi mikro menjadi ciri umum masyarakat urban dan semi-urban. Makanan cepat saji dan minuman berpemanis semakin mudah diakses dibandingkan pangan segar lokal.

Di sisi lain, perubahan gaya hidup akibat digitalisasi turut meningkatkan perilaku sedentari. Anak-anak dan remaja menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar dibandingkan aktivitas fisik di luar ruangan. Lingkungan yang kurang ramah pejalan kaki, minimnya ruang terbuka hijau, serta sistem transportasi yang tidak mendukung mobilitas aktif semakin memperburuk situasi.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Obesitas juga membawa beban ekonomi yang signifikan. Biaya pengobatan penyakit terkait obesitas menyedot anggaran kesehatan nasional. Produktivitas kerja menurun akibat komplikasi kesehatan jangka panjang. Lebih jauh lagi, stigma terhadap individu dengan obesitas seringkali memperburuk kondisi psikologis mereka, menciptakan lingkaran setan antara stres emosional dan pola makan tidak sehat.

Pendekatan yang hanya menekankan “diet dan olahraga” ternyata tidaklah cukup. Yang dibutuhkan adalah perubahan sistem: kebijakan fiskal terhadap minuman berpemanis (misalnya penerapan pajak khusus), regulasi pemasaran makanan kepada anak (tidak menggunakan bahasa promosi yang menggiring atau menjebak), pelabelan gizi yang jelas (dan tentunya harus mudah dipahami), hingga integrasi edukasi gizi dalam kurikulum sekolah.

Peran Strategis Sektor Kesehatan dan Pendidikan

Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam melakukan skrining dini, konseling berbasis bukti, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil skrining juga sebaiknya disampaikan kepada sasaran. Sehingga intervensi klinis dapat dilaksanakan berjalan beriringan dengan pendekatan promotif-preventif berbasis komunitas. Sekolah, keluarga, dan tempat kerja menjadi arena strategis untuk membangun budaya makan sehat dan aktif bergerak.

Dalam konteks pendidikan tinggi kesehatan, penguatan kurikulum berbasis life-course approach menjadi krusial. Obesitas perlu dipahami sejak periode prakonsepsi, kehamilan, masa anak, remaja, hingga dewasa dan lansia. Pencegahan obesitas tidak bisa dilakukan secara parsial dan sesaat.

Dari Kesadaran Menuju Komitmen

World Obesity Day 2026 seharusnya tidak berhenti pada kampanye simbolik, melainkan perlu diterjemahkan menjadi komitmen lintas sektor: pemerintah, akademisi, organisasi profesi, industri pangan, dan masyarakat sipil. Pendekatan pentahelix menjadi relevan untuk memastikan intervensi yang komprehensif dan berkelanjutan. Kita perlu menggeser narasi dari menyalahkan individu menjadi memperbaiki sistem. Dari sekadar slogan “kurangi makan, perbanyak olahraga” menjadi kebijakan konkret yang menciptakan lingkungan sehat. Dari pendekatan kuratif menuju pencegahan berbasis bukti.

Kabar baiknya: obesitas bisa dicegah, dan pencegahan selalu dimulai dari langkah kecil—yang bila dilakukan bersama, berubah menjadi gerakan besar.

Mari kita lakukan perubahan sistemik memang penting, tetapi fondasinya ada di rumah. Beberapa hal kecil yang dapat dilakukan antara lain :

  • Ubah isi gelas, bukan hanya isi piring.

    Mengganti minuman manis dengan air putih atau infused water adalah langkah sederhana yang langsung menurunkan asupan gula harian. Satu gelas minuman berpemanis (teh, kopi, syrup, jus dan yang lainnya) yang dihilangkan setiap hari dapat mengurangi ribuan kalori dalam sebulan.

    • Atur ulang tampilan dapur.

    Menyimpan cemilan buah di meja makan, sebagai pengganti biskuit atau keripik. Penataan visual memengaruhi pilihan makan secara tidak sadar.

    • Terapkan “jam makan tanpa gawai.”

    Makan sambil menonton atau bermain ponsel meningkatkan risiko makan berlebihan. Makan sadar (mindful eating) membantu mengenali rasa kenyang.

    • Gerak 30 menit, tanpa harus ke gym.

    Melakukan aktivitas berjalan kaki keliling kompleks, bersepeda bersama anak, berkebun, atau kerja bakti lingkungan sudah cukup untuk memulai. Hal yang dilakukan secara konsistens jauh lebih penting daripada intensitas ekstrem.

    • Bekal dari rumah.

    Membawakan anak bekal sederhana—nasi, lauk protein, sayur, dan buah—mengurangi paparan jajanan tinggi gula, garam, dan lemak.

    Langkah-langkah ini tampak kecil. Tetapi bila dilakukan oleh jutaan keluarga, dampaknya luar biasa. Pada akhirnya World Obesity Day 2026 adalah panggilan untuk bertindak, bukan nanti, bukan besok, tapi sekarang. [T]

    Penulis: I Putu Suiraoka
    Editor: Adnyana Ole

    Tags: giziobesitas
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

    Next Post

    ‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

    I Putu Suiraoka

    I Putu Suiraoka

    Dr. I Putu Suiraoka, M.Kes., dosen di jurusan Gizi, Poltekkes Denpasar

    Related Posts

    Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

    by Agung Sudarsa
    May 14, 2026
    0
    Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

    Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

    Read moreDetails

    Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

    by Fitria Hani Aprina
    May 13, 2026
    0
    “Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

    PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

    Read moreDetails

    Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

    by Angga Wijaya
    May 12, 2026
    0
    Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

    JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

    Read moreDetails

    Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

    by Marina Rospitasari
    May 12, 2026
    0
    “Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

    Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

    Read moreDetails

    Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

    by Asep Kurnia
    May 11, 2026
    0
    Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

    SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

    Read moreDetails

    Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

    by Agung Sudarsa
    May 11, 2026
    0
    Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

    Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

    Read moreDetails

    Gagal Itu Indah

    by Agung Sudarsa
    May 10, 2026
    0
    Gagal Itu Indah

    Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

    Read moreDetails

    Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

    by Angga Wijaya
    May 10, 2026
    0
    Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

    DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

    Read moreDetails

    Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

    by Putu Nata Kusuma
    May 9, 2026
    0
    Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

    SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

    Read moreDetails

    BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

    by Sugi Lanus
    May 9, 2026
    0
    PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

    — Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

    Read moreDetails
    Next Post
    Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

    ‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
    Ulas Musik

    Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

    DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

    by Ahmad Sihabudin
    May 14, 2026
    Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
    Ulas Buku

    Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

    “Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

    by Heski Dewabrata
    May 14, 2026
    Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
    Esai

    Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

    Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

    by Agung Sudarsa
    May 14, 2026
    Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
    Panggung

    Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

    Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

    by Nyoman Budarsana
    May 14, 2026
    Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
    Opini

    Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

    TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

    by I Made Pria Dharsana
    May 14, 2026
    Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
    Pop

    Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

    DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

    by tatkala
    May 14, 2026
    “Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
    Esai

    Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

    PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

    by Fitria Hani Aprina
    May 13, 2026
    Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
    Esai

    Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

    JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

    by Angga Wijaya
    May 12, 2026
    “Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
    Esai

    Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

    Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

    by Marina Rospitasari
    May 12, 2026
    Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
    Pameran

    Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

    Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

    by Nyoman Budarsana
    May 11, 2026
    Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
    Budaya

    Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

    MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

    by Nyoman Budarsana
    May 11, 2026
    Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
    Esai

    Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

    SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

    by Asep Kurnia
    May 11, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co