2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menunggu Istri | Cerpen IBW Widiasa Keniten

IBW Widiasa Keniten by IBW Widiasa Keniten
May 25, 2025
in Cerpen
Menunggu Istri | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy

LAKI-LAKI paruh baya itu duduk mematung di bangku depan rumahnya. Tubuhnya ringkih. Kaos oblong yang dipakainya mulai tampak lusuh. Ia nikmati kepulan asap rokoknya. Entah sudah berapa kali isapan memasuki rongga dadanya. Ia sepertinya menahan beban teramat berat.

“Istriku kenapa kau belum datang juga,” bisik laki-laki itu.

Istrinya berjanji akan datang jika ia duduk di bangku depan rumahnya. Bangku kayu yang ia buat sendiri. Kayu-kayu bekas sisa bangunan dirangkainya menjadi sebuah bangku. Dua bangku, satu bangku untuk istrinya, satu bangku untuk dirinya.

Suami istri itu memiliki kegemaran duduk di bangku setiap malam. Mereka tatap luasnya langit. Mereka tatap bintang-bintang yang menghiasi langit malam. Mereka tatap awan-awan yang berganti warna setiap detik. Terkadang mereka tertawa sendiri. Menertawakan kekonyolan mereka.

“Kenapa kita harus seperti ini?” tanya si istri.

Suaminya tak menjawab. Ia isap cerutunya semakin mendalam seakan kenikmatan tak mau dilepaskan dari bibirnya. Ia tahu kebiasaannya itu menjadi gunjingan tetangganya. Suami istri itu menyadari sampai detik ini belum diberikan momongan.

Beragam cerita tentang diri mereka, katanya saat upacara pernikahan ada yang berhasil mengganggunya. Ada lagi mengatakan suaminya kena karmanya. Saat muda suka mempermainkan anak gadis orang. Ada lagi cerita bahwa rahim istrinya sudah diangkat yang tak pernah disampaikan kepada suaminya.

Didekati istrinya. Ia pegang kedua tangannya. “Kita bersyukur masih bisa melihat semesta ini, Istriku. Tak semua orang diberi waktu oleh Tuhan untuk  melihat keindahannya!” Ia rapatkan lagi duduknya. “Beli tahu banyak gunjingan mengenai diri kita. Itu hal biasa. Setiap yang hidup, tak ada yang lepas dari masalah. Kita hadapi setiap masalah. Dengan masalah, kita akan merasakan nikmatnya hidup. Buatlah hidup semakin indah. Keindahan itu ada di hati kita, Istriku!”

Istrinya terdiam. Ia tahu tak memiliki kekuatan untuk membantahnya. Diusapnya kening suaminya. “Maafkan Putri, Beli. Pernikahan kita tak ada tangisan bayi. Tiang tak mampu memberikan keindahan di hati Beli. Sudah sepuluh tahun kita hidup bersama, rumah kita masih sepi. Akankah ini akan selamanya Beli?”

Laki-laki itu memegang jemari istrinya. Matanya beradu. “Beli tak akan berpaling hati, Istriku.” Rupanya di balik kata-kata istrinya ada kekhawatiran terhadap kesetiannya. “Tak ada yang perlu dikhawatirkan terhadap Beli. Cinta Tuhan kepada kita itulah yang lebih utama. Kita dilahirkan dan bisa menyatu dalam menjalani roda kehidupan. Tak usah larut dalam omongan orang terhadap kita. Biarlah Tuhan yang mengatur kita. Jika Tuhan memberi jalan seperti ini, kita jalani saja, Istriku.”

Kenangan-kenangan itu hadir di hati laki-laki itu. Ia tak bisa lepas dari kenangan manis bersama istrinya. Sudah hampir satu tahun istrinya pergi menuju keabadian. Laki-laki itu tak bisa menerima kenyataan yang dihadapinya. Ia ingin istrinya kembali bersamanya. Kesepian yang menyelimuti hatinya semakin hari semakin menebal. Canda tawa tak terdengar lagi. Kerinduan bertemu dengan istrinya membara sepanjang hari. Hanya satu di hatinya bertemu dengan istri tercintanya. Kursi kayu itu tempat bertemunya dua hati.

“Istriku, kembalilah. Beli menunggu di sini sebagai bukti kesetian Beli pada Putri.”

Orang-orang di sekitar laki-laki itu tak ada peduli lagi. Mereka pandang bahwa laki-laki itu sudah berubah ingatan. Berbulan-berbulan kebiasaannya itu dilakukannya. Ia tak bisa menerima kenyataan. Ia pergi pada tukang tenung. Orang menyebutnya matenung. Katanya istrinya telah menikah dengan roh halus di alam gaib bahkan katanya lagi sudah punya anak dari hasil pernikahannya itu. Istrinya tak mau kembali lagi sama suaminya karena tak mampu memberinya keturunan.

“Untuk apa menjaga pernikahan, kalau tak ada tangisan bayi!” Itu kata istrinya, menurut tukang tenung.

Hati laki-laki itu memanas. Ia merasa dipermalukan oleh perantara itu yang katanya bisa menerawang keberadaan istrinya. Ia pulang dengan tangan hampa. Di hatinya merasa menyesal setelah mencari tukang tenung. Bukannya jalan keluar yang diperolehnya justru masalah baru yang membuat bara di hatinya seperti diperciki minyak.

“Sudahlah, kalau itu pilihannya. Silakan saja. Tapi, tiang tak yakin dengan pilihan istri tiang. Ia perempuan yang punya harga diri. Ia perempuan yang menempatkan pernikahan sebagai jalan mulia. Pernikahan bukan tempat bermain-main.”

“Ini hanya terawangan saja. Semoga istri Beli bisa kembali lagi. Cobalah sering-sering memohon di Kemulan. Siapa tahu leluhur Beli memberikan jalan keluar dan bisa bersatu kembali dengan istri Beli.”

Laki-laki itu tak lagi mendengarkan kata-kata tukang tenung itu. Ia berjalan mengikuti kata hatinya. Ia merapikan kembali jalan hidupnya. Sudah beberapa purnama tak sempat lagi memuja kebesaran Hyang Widhi. Ia duduk tepekur di depan kemulan. Ia memohon kepada kawitan-nya. Asap dupa, harumnya bunga-bunga memberi ketenangan pada laki-laki itu. Ia atur jalan pernapasannya. Ketenangan mulai merambati relung hatinya.

Gema suara hatinya dirasakannya muncul kembali. ”Anakku. Tak ada yang abadi di semesta ini. Istrimu telah bersama kami. Lapangkan hatimu, Nak. Pengabenan yang sudah kau lakukan itu jalan menuju penyatuan. Ia telah bersama kawitan-mu di sini.”

Laki-laki itu tersentak. Selama ini, hatinya belum bisa menerima kepergian istrinya. Ia pandangi kursi kayu yang dirasakannya bergoyang-goyang.

“Itu istriku masih duduk di sana,” teriaknya.

Laki-laki itu mendekati kursi kayu yang biasa digunakannnya saat masih bersama. Napasnya terasa berat setiap melihat kursi kayu itu. [T]

Keterangan:

Beli: kakak, panggilan untuk suami
Tiang: saya
Tukang tenung: semacam peramal, orang yang bisa melihat peristiwa tak kasat mata
Kemulan: pemujaan untuk lelulur
Kawitan: leluhur

Penulis: IBW Widiasa Keniten
Editor: Made Adnyana Ole

  • KLIK untuk BACA cerpen lain
Perempuan Bercahaya Rembulan | Cerpen IBW Widiasa Keniten
Lebih Gelap dari Palung Mariana | Cerpen Anggit Rizkianto
Ketut Asti | Cerpen Yuditeha
Lelaki yang Menghilang di Tengah Laut | Cerpen Pry S.
Perbincangan Rindu | Cerpen Lanang Taji
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Ringkas dari Seminar Lontar Asta Kosala Kosali Koleksi Museum Bali

Next Post

AI dan Seni, Karya Dialogis yang Sarat Ancaman?

IBW Widiasa Keniten

IBW Widiasa Keniten

Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten lahir di Geria Gelumpang, Karangasem. 20 Januari 1967. Buku-buku yang sudah ditulisnya berupa karya sastra maupun kajian sastra. Pemenang Pertama Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013 dan Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan Tahun 2013 dari Presiden, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu, 27 November 2013 di Istora Senayan Jakarta. Tahun 2014 ikut Program Kunjungan (Benchmarking) ke Jerman, selanjutnya ke Paris (Prancis), Belgia, dan Amsterdam (Belanda). 2014 menerima penghargaan Widya Kusuma dari Gubernur Bali. Tahun 2015 memeroleh Widya Pataka atas bukunya Jro Lalung Ngutah.

Related Posts

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

AI dan Seni, Karya Dialogis yang Sarat Ancaman?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co