12 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
March 2, 2026
in Khas
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa mendobrak, bahkan bisa merusak dan menghancurkan. Namun jangan lupa, ia pun bisa membangun, bisa menciptakan sesuatu yang baru, bisa meluruskan apa yang sudah lama bengkok.”

Demikian penggalan pemikiran Guruji Anand Krishna dalam bukunya Youth Challenges and Empowerment – Taklukkan Tantangan & Berdayakan Dirimu. Kalimat itu seperti gema yang tak pernah usang. Ia mengingatkan kita bahwa masa muda bukan sekadar fase biologis, melainkan momentum eksistensial: ke mana energi itu diarahkan, di situlah masa depan dibentuk.

Minggu pagi, 1 Maret 2026, energi itu menemukan panggungnya yang sederhana namun penuh makna: Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Dria Raba Denpasar. Di sana, keceriaan bukan sekadar peristiwa sosial, melainkan perjumpaan jiwa dengan jiwa.

Pagi yang Berbeda di Dria Raba

Sejak pagi, walapun diguyur gerimis kecil, udara Denpasar terasa lebih hangat. Bukan karena matahari bersinar lebih terik, melainkan karena ada semangat yang bergerak bersama langkah-langkah anak muda dari Anand Ashram Youth. Mereka datang bukan sebagai “pemberi”, melainkan sebagai saudara.

Anak-anak tuna netra di Dria Raba menyambut dengan senyum yang tak terlihat oleh mata, tetapi terasa oleh hati. Senyum yang tidak membutuhkan cahaya fisik untuk bersinar. Di ruang sederhana itu, batas antara “yang melihat” dan “yang tidak melihat” perlahan memudar. Yang tersisa hanyalah manusia yang saling menyapa.

Sumbangan kebutuhan pokok diserahkan dengan penuh hormat. Namun, sesungguhnya yang lebih berharga adalah sumbangan kehadiran. Musik mulai mengalun. Lagu-lagu pembangkit semangat dinyanyikan bersama. Lirik-liriknya sederhana: tentang persaudaraan, tentang cinta kasih, tentang satu bumi dan satu kemanusiaan.

Ketika suara anak-anak muda menyatu, kita menyadari sesuatu: suara adalah cahaya bagi jiwa. Mereka mungkin tidak melihat warna pelangi, tetapi mereka merasakan harmoni nada. Dan di sanalah kebahagiaan menemukan jalannya.

Lagu sebagai Bahasa Cinta

Pesan persaudaraan sering kali terasa berat bila disampaikan dalam pidato panjang. Namun ketika ia hadir dalam bentuk lagu, ia menjadi ringan dan mudah meresap. Lagu adalah bahasa universal. Ia menembus sekat usia, latar belakang, bahkan keterbatasan fisik.

Anand Ashram Youth memahami bahwa jiwa muda membutuhkan ekspresi. Energi yang tidak disalurkan akan berubah menjadi gejolak tanpa arah. Namun energi yang dipandu oleh nilai akan menjadi kekuatan transformatif.

Di ruang itu, anak-anak bernyanyi bersama. Tidak ada yang merasa lebih tinggi atau lebih rendah. Tidak ada jarak antara “relawan” dan “penerima layanan”. Yang ada hanyalah kebersamaan yang tulus. Kebersamaan yang lahir bukan dari kewajiban, melainkan dari kesadaran.

Bukankah sering kali kita terlalu sibuk berbicara tentang cinta, tetapi lupa merasakannya? Pagi itu, cinta tidak didefinisikan—ia dinyanyikan.

Melayani Tuhan dengan Melayani Sesama

Dalam sambutannya, Koordinator Anand Ashram Youth, Prema Prakanthi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari motto Yayasan Anand Ashram: Serve The Almighty by Serving Humanity and Society—Layanilah Tuhan dengan melayani kemanusiaan dan masyarakat.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi implikasinya mendalam. Ia menggeser cara pandang kita tentang spiritualitas. Spiritualitas bukanlah pelarian dari dunia, melainkan keterlibatan yang lebih dalam dengan dunia.

Sering kali kita membayangkan pelayanan sebagai tindakan besar: membangun rumah sakit, mendirikan universitas, atau memimpin gerakan sosial. Namun pelayanan juga bisa hadir dalam bentuk yang sangat sederhana: menyanyikan lagu bersama anak-anak yang membutuhkan teman berbagi.

Ketua Panti, Bapak Made Suyasa, menyambut dengan penuh apresiasi. Sepanjang acara, wajahnya memancarkan kegembiraan. Ia mungkin telah menyaksikan banyak kunjungan sosial, tetapi setiap perjumpaan tetap memiliki makna tersendiri. Karena yang terpenting bukanlah jumlah bantuan, melainkan kualitas kebersamaan.

Visi yang Melampaui Batas

Anand Ashram Youth adalah sayap muda dari Yayasan Anand Ashram. Mereka membawa visi One Earth, One Sky, One Humankind—Satu Bumi, Satu Langit, Satu Kemanusiaan. Sebuah visi yang dicanangkan oleh Guruji Anand Krishna sejak 14 Januari 1991.

Visi itu bukan slogan kosong. Ia adalah kesadaran bahwa identitas manusia melampaui sekat agama, suku, bangsa, bahkan kondisi fisik. Ketika kita berbicara tentang “Satu Kemanusiaan”, kita sedang berbicara tentang pengakuan atas martabat setiap individu.

Di tengah dunia yang kerap terpecah oleh perbedaan, kegiatan sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa persaudaraan bukan utopia. Ia mungkin tidak viral di media sosial, tetapi ia nyata dalam denyut kehidupan.

Misi Inner Peace, Communal Love, Global Harmony bukanlah konsep abstrak. Kedamaian diri tercermin dari ketulusan relawan. Cinta kasih komunal terlihat dalam pelukan kebersamaan. Harmoni global bermula dari ruang kecil di Dria Raba.

Pendidikan untuk Kehidupan

Sebagian besar peserta Anand Ashram Youth adalah siswa dan alumni One Earth School (Sekolah Satu Bumi) di bawah Yayasan Pendidikan Anand Krishna. Sekolah ini memiliki motto: Schooling for Life, not for Living Alone—Sekolah untuk kehidupan, bukan semata-mata untuk hidup.

Kalimat itu menantang paradigma pendidikan modern yang sering terjebak pada orientasi karier semata. Pendidikan bukan hanya tentang menjadi dokter, insinyur, atau pengusaha sukses. Pendidikan adalah tentang menjadi manusia.

Dalam buku Bringing the Best in the Child, Memunculkan yang Terbaik dalam Diri Anak, Guruji Anand Krishna menegaskan bahwa yang terbaik dalam diri anak bukanlah sekadar potensi profesional, melainkan kemanusiaannya. Tanpa kemanusiaan, profesi semulia apa pun dapat berubah menjadi ancaman, bahkan monster mengerikan, merampok uang negara dan hak rakyat miskin yang terabaikan.

Anak-anak yang hadir pagi itu tidak sekadar belajar teori tentang pelayanan. Mereka mempraktikkannya. Mereka belajar bahwa memberi bukan berarti kehilangan. Justru dalam memberi, mereka menemukan diri mereka sendiri.

Beberapa alumni yang telah bekerja atau melanjutkan kuliah juga hadir. Kehadiran mereka menjadi jembatan antar generasi. Nilai yang ditanamkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terus hidup dalam tindakan.

Refleksi: Siapa yang Sebenarnya Diberi?

Setiap kali ada kegiatan bakti sosial, pertanyaan reflektif selalu muncul: siapa yang sebenarnya diberi? Apakah hanya anak-anak tuna netra yang menerima manfaat? Ataukah para relawan juga menerima sesuatu yang tak ternilai?

Sering kali, mereka yang datang untuk “memberi” justru pulang dengan hati yang lebih kaya. Mereka belajar tentang ketabahan, tentang syukur, tentang kebahagiaan yang tidak bergantung pada kemampuan melihat dunia secara fisik.

Anak-anak Dria Raba mungkin tidak melihat wajah para relawan. Namun mereka “melihat” melalui sentuhan, melalui suara, melalui getaran ketulusan. Dan mungkin kita yang dapat melihat justru sering kali buta terhadap makna hidup yang sederhana.

Di sinilah bakti sosial menjadi cermin. Ia memantulkan kembali pertanyaan tentang nilai-nilai yang kita pegang. Apakah kita hidup hanya untuk diri sendiri, ataukah untuk sesuatu yang lebih besar?

Kebersamaan yang Menjadi Doa

Acara ditutup dengan makan siang bersama. Tanpa meja, duduk lesehan, dimana aula menjadi saksi tawa dan percakapan hangat. Tidak ada protokoler yang kaku. Tidak ada jarak formalitas. Hanya manusia yang berbagi makanan dan cerita.

Keluarga besar Anand Ashram dari Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, dan Singaraja turut hadir. Kehadiran mereka memperluas lingkaran kebersamaan. Seolah-olah ruang itu menjadi miniatur dunia: beragam, tetapi satu.

Dalam kesederhanaan itulah doa terucap tanpa kata. Doa bahwa jiwa muda tetap diarahkan pada kebaikan. Doa bahwa energi yang bergelora tidak tersesat pada destruksi, melainkan menjadi kekuatan kebersamaan.

Menyalakan Api yang Tidak Padam

Kegiatan bakti sosial mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun maknanya melampaui waktu. Ia menyalakan api kecil dalam hati para peserta. Api kesadaran bahwa hidup bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang kontribusi.

Jiwa muda memang penuh gejolak. Ia bisa menjadi kekuatan yang menghancurkan, tetapi juga bisa menjadi kekuatan yang menyembuhkan. Pilihan ada pada arah yang diberikan.

Pagi di Dria Raba adalah bukti bahwa ketika jiwa muda disinari nilai kemanusiaan, ia tidak akan tersesat. Ia akan menemukan jalannya—jalan pelayanan, jalan cinta kasih, jalan harmoni.

Dan mungkin, di sanalah makna sejati dari pendidikan dan spiritualitas bertemu: ketika kita belajar menjadi manusia, dan dalam proses itu, membantu sesama untuk tetap percaya bahwa kita semua adalah satu keluarga di bawah langit yang sama. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Anand Krishnabakti sosialtunanetra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Suryak Siu

Next Post

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails
Next Post
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri
Esai

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

by Angga Wijaya
June 11, 2026
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional
Lingkungan

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng
Tualang

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
Tempe dan Ekonomi yang Teriris
Esai

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan...

by Dodik Suprayogi
June 11, 2026
Fiksi

Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik

BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat...

by Chusmeru
June 11, 2026
Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan
Esai

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

by Chandra Manikan
June 10, 2026
‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan
Panggung

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan
Esai

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co