4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mahasiswa Prodi Sastra Bali Unud Membuat Kamus Digital, Aplikasikan Pembelajaran di Festival Kamus Digital

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
in Pendidikan
Mahasiswa Prodi Sastra Bali Unud Membuat Kamus Digital, Aplikasikan Pembelajaran di Festival Kamus Digital

Mahasiwa Prodi Sastra Bali Unud Membuat Kamus Digital

Perkulihaan mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (Unud) boleh dibilang berbeda hari ini, Kamis 26 Pebruari 2026. Seluruh mahasiswa aktif angkatan tahun 2022, tahun 2023, tahun 2024 dan tahun 2025 belajar dalam satu ruangan, dan mengerjakan mata kuliah yang sama. Persaingan antar mahasiswa nyaris tidak ada, mereka justru akrab, komunikatif dan sama-sama mengenakan busana adat Bali yang rapi.

“Kami sedang mengikuti Festival Kamus Digital, serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali 2026. Sebelumnya, kami biasanya menggadakan seminar, tetapi kali ini mengajak seluruh mahasiswa Prodi Sastra Bali membuat dan menyusun kamus Bahasa dan Aksara Bali,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya, Ni Wayan Sri Kusumadewi disela-sela acara gestival itu.

Pagi itu, mulai pukul 09.00 Wita, ruang Soekarno di Kampus Nias Denpasar sudah dipenuhi mahasiswa dan dosen. Mereka duduk di berderet seperti kuliah, dan di depannya telah tersedia laptop yang siap menata kamus. Dari 50 mahasiswa yang ikut, masing-masing mengerjakan sekitar 20 halaman yang bahannya telah disiapkan sebelumnya. “Targetnya selesai hari ini, jika tidak bisa maksimal, maka bisa dikerjakan di rumah dan dikumpul tiga hari kedepan,” ucapnya.

Mahasiswa Prodi Sastra Bali Unud Membuat Kamus Digital

Sebagai mahasiswa dan generasi muda, jelas Sri Kusumadewi digitalisasi sangat marak. Karenanya, sebagai mahasiswa harus bisa memanfaatkan digitalisasi tersebut untuk mempelajari aksara Bali yang diwarisi leluhur. Tidak hanya menulis di lontar. “Ternyata, kita bisa memanfaatkan teknologi canggih, seperti laptop, computer untuk belajar. Hal itu, juga untuk melestarikan bahasa sastra dan aksara Bali,” ungkapnya senang.

Sementara ini hanya ada kamus off line yang dicetak tebal dan berat. Di jaman ini, sebagain mahasiswa malas membawa buku yang berat-berat. “Kamuanya, penyusuanan kamus ke dalam digitalisasi dalam bentuk file itu untuk memudahakan kita mengaksesnya, termasuk dengan hand pone dan dimanaa saja,” ujar Sri Kusumadewi seraya mengatakan, mahasiswa yang ikut festival ini mendapatkan sertifikat.

Dosen Pembina Himpunan Mahasiswa Jurusan Mahasaba, Gde Nala Antara menjelaskan, festival kamus digital ini untuk menyusun kamus yang bisa dibawa kemana-mana dan bisa dibaca kapan saja, dan dimana saja. Selama ini, mahasiswa dan masyarakat umum sulit mendapatkan kamus yang lengkap. Kamus yang berisi aksara Bali. “Karena kesulitan itulah, kami di prodi bersama sama melakukan festival, mengetik ulang kamus yang sudah ada yang dikerjakan oleh para dosen sebelumnya di Lembaga Bahasa,” paparnya.

Kamus itulah yang disusun ulang. Termasuk menyempurnakan ejaan sesuai dengan perubahan ejaan yang telah ditetapkan pada tahun 2023 lalu. Ada pula kata-kata baru yang belum ada di kamus sebelumnya. “Semua itu, mungkin bisa di tambahkan oleh mahasiswa dan dosen yang ikut dalam festival ini, sehingga setelah acara ini akan ada editing lagi, dan kamus off line itu bisa menjadi digital yang bisa dibawa dan dibaca dimana mana,” imbuhnya.

Mahasiswa Prodi Sastra Bali Unud Membuat Kamus Digital

Gde Nala Antara mengatakan, festival ini tidak hanya sekadar membuat kamus digital saja. Tetapi, sekaligus penerapan dan pengaplikasian, ilmu yang mahasiswa dapatkan selama berkuliah di Sastra Bali. Sebab dalam menyusun dan mengetik kamus, dengan Bali Simbar Dwijendra 2021 ini, sekaligus kembali mengingat dan menerapkan pembelajaran teori selama kuliah.

Baik itu tentang ketatabahasaan atau kelinguistikan, tentang komputerisasi aksara, tentang pasang aksara, tentang ejaan latin Bahasa Bali, tentang tata perkamusan yang disebut leksikografi. Tentang pemaknaan semantik, tentang kata-kata turunan dalam morfologi, dalam kalimat dan pelafalannya. “Itu semua implementasi dari materi kuliah, selama mereka belajar di Prodi Sastra Bali,” sebutnya.

Festival ini juga menjadi ajang mengaplikasikan ilmu yang didapatkan serta berkontribusi dalam melahirkan kamus digital Bahasa dan Aksara Bali. Keberadaan kamus digital ini tentu memudahkan, tidak hanya penggiat Bahasa dan Aksara Bali, tetapi seluruh elemen masyarakat dalam mempelajari dan mencari kata dan akasaranya yang sesuai dan benar.

Artinya, tanpa harus berat membawa kamus, tanpa harus susah ke perpustakaan, tetapi bisa di mana saja dan kapan saja dalam satu genggaman handphone. Selama ini mahasiswa dan masyarakat juga sulit mendapatkan kamus yang lengkap, dengan aksaranya juga. Ini sekarang dibuat dengan Aksara Bali. Jadi karena kesulitan itu, kami di Prodi Sastra Bali mengambil inisiatif dengan melibatkan mahasiswa di Bulan Bahasa Bali ini,” jelas dosen asal Karangasem ini.

Caranya, masing-masing mahasiswa di depan laptop dengan foto kopi kamus fisik yang telah dibagi-bagi dan mengetiknya ke dalam sebuah word untuk nantinya disatukan jika semua telah rampung. Tak hanya mengetik ulang dari kamus fisik yang sudah ada, namun juga menambahkan kata-kata baru seperti pandemi dan lain sebagainya.

Termasuk kata-kata baru yang mungkin belum ada di kamus sebelumnya, itulah yang ditambahkan oleh mahasiswa, sehingga setelah acara ini akan ada diediting lagi, baru kemudian kamus offline menjadi kamus digital dan bisa dibawa kemana-mana, dibaca dimana saja. “Hasil yang telah rampung juga akan disampaikan kepada Lembaga Bahasa Bali di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali,” tegasnya.

Koordinator Program Studi Sastra Bali, I Ketut Ngurah Sulibra yang membuka festival tersebut mengatakan, puluhan mahasiswa di Prodi Sastra Bali adalah cikal bakal pelestarian budaya dalam hal ini Bahasa dan Aksara Bali. Sehingga dengan ikut membuat kamus digital ini, tentu akan berkontribusi menjaganya ke depan agar mudah dipelajari anak cucu kelak. “Jadi kamus itu akan berisi kata, aksaranya, maknanya dalam huruf latin, serta kata turunannya,” imbuhnya.

Mahasiswa Prodi Sastra Bali Unud Membuat Kamus Digital

Membuat kamus ini, sudah serangkaian dengan pembelajaran mata kuliah, seperti fonologi, morfologi, semantik dan lainnya. Ini menjadi gebrakan baru yang dilakukan Program Studi Sastra Bali, dengan mengajak mahasiswa membuat dan menyusun kamus Bahasa dan Aksara Bali. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bahasa BaliProdi Sastra Bali UnudUnud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

Next Post

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali

by Dewi Yulianti
July 29, 2026
0
Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali

DENPASAR | TATKALA.CO -- Tim Penelitian Fundamental menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Formulasi Konsep Drama Tari Berbahasa Inggris Berbasis...

Read moreDetails

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

BANYAK program pengabdian masyarakat berakhir sebagai seremoni. Datang, memberi pelatihan, lalu pulang. Namun, program Bina Desa yang digagas Badan Eksekutif...

Read moreDetails

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

by tatkala
June 25, 2026
0
Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

Read moreDetails

Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif

by Dede Putra Wiguna
June 15, 2026
0
Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif

JARI-jari mereka bergerak cepat di atas layar gawai dan laptop. Di beberapa ruang kelas SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam),...

Read moreDetails

Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

by tatkala
June 12, 2026
0
Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada...

Read moreDetails

OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

by Dede Putra Wiguna
June 12, 2026
0
OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali...

Read moreDetails

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
0
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

Read moreDetails

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

by tatkala
June 8, 2026
0
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

Read moreDetails

Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini

by tatkala
June 6, 2026
0
Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini

PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan...

Read moreDetails

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

by Son Lomri
May 15, 2026
0
‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

Read moreDetails
Next Post
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial "Elek" Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co