21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

Agus Yulianto by Agus Yulianto
December 27, 2025
in Cerpen
Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

Ilustrasi tatkala.co | Canva

CERMIN itu retak di sisi kanan atas, seperti hatiku yang dulu. Tiap pagi aku menatap pantulanku, mencari bagian dari diriku yang bisa kusukai, tetapi yang kutemukan hanyalah mata sayu, kulit gelap, tubuh kurus, dan rambut keriting yang tumbuh tak teratur. Kata-kata dari masa lalu menggema di dalam kepalaku—”jelek”, “aneh”, “nggak laku”, “malu-maluin”.

“Aku ingin jadi seperti mereka,” bisikku setiap pagi. Mereka yang kulitnya cerah, rambutnya lurus, tubuhnya ideal, dan senyumnya seperti selebgram yang selalu tampak bahagia. Aku, sebaliknya, hidup dalam bayang ketidakcukupan. Sekolah bagai panggung siksaan: tatapan sinis, ejekan diam-diam, dan komentar yang menyayat dari teman sebaya. Bahkan diamku sering dianggap aneh.

Hari itu aku menemukan selembar kertas kusut di rak buku perpustakaan sekolah. Tulisan tangan itu tertulis miring dengan tinta biru:

Mereka hanya melihatmu dari luar. Tapi kau, hanya kau yang tahu bagaimana dunia di dalammu menyala.

Aku tidak tahu siapa penulisnya. Tapi entah kenapa, kalimat itu menancap di benakku. Rasanya seperti disiram air setelah terbakar bertahun-tahun.

Sejak hari itu, aku mulai menulis. Tentang kesedihanku. Tentang tubuhku. Tentang kulitku. Tentang bagaimana aku selalu merasa asing di dunia sendiri. Ternyata, kata-kata bisa memeluk. Setiap tulisan menjadi cahaya kecil yang menyala dalam gelapku.

–**–

Dua tahun kemudian, aku berdiri di depan cermin yang sama—yang kini retaknya kian menyebar, tapi aku tak ingin menggantinya. Cermin itu saksi. Cermin itu tahu semua luka dan air mata yang pernah kutumpahkan. Tapi cermin itu juga menyaksikan prosesku tumbuh.

 Kini, saat aku tersenyum, senyuman itu tidak dibuat-buat. Saat aku memakai baju sederhana, aku tidak lagi sibuk membandingkan diriku dengan siapa pun. Aku mulai menyukai warna kulitku, rambutku, bentuk tubuhku, dan cara bicaraku yang lambat tapi jujur.

 Aku bukan mereka. Dan ternyata… aku tidak perlu jadi mereka.

 Suatu hari, aku bertemu seorang anak kelas 7 yang duduk sendiri di taman sekolah. Rambutnya keriting seperti punyaku dulu. Kulitnya gelap. Tatapannya penuh cemas.

 “Kamu cantik,” kataku padanya. Ia menoleh dengan ragu. “Cantik itu bukan tentang putih atau langsing, tapi tentang berani menerima diri sendiri.”

  Matanya mulai berkaca-kaca. Aku mengangguk dan tersenyum.

  Mungkin… mungkin aku telah menyembuhkan luka lama, bukan hanya untuk diriku, tapi untuk orang lain juga.

   “Luka tidak selalu harus hilang. Kadang ia hanya perlu diterima. Karena dari sanalah cahaya bisa menyusup masuk.”

  Cermin yang retak itu kini bukan hanya saksi, tapi guru yang membimbingku memahami bahwa setiap rendahan, setiap retakan, adalah bagian dari diriku yang utuh. Setiap pagi aku tetap berdiri di depannya—namun kali ini bukan untuk menyiksa diri, melainkan untuk menyemangati.

 Suatu siang di ruang kelas, guru Bahasa Indonesia membacakan puisi tentang keberanian. Selesai mendengarkan, hatiku bergetar. Mengapa aku harus selalu bersembunyi? Aku angkat tangan, suara di dada bergetar saat kuhamburkan:

 “Aku ingin menjadi pembaca puisi hari ini.”

Ruangan hening. Semua mata menatapku—beberapa dengan penasaran, yang lain dengan keheranan. Suaraku gemetar saat kubaca puisi tentang luka lama yang berubah menjadi cahaya:

“Kulitku gelap, tapi hatiku terang.

 Keriting rambutku bukanlah jerat dari penjara penilaian, melainkan mahkota ukir alami yang layak dipuja.”

 Usai baca, tepuk tangan mengalir. Kupandangi kawan di depanku—ia yang dulu menyipitkan mata padaku—matanya kini berkaca, dan ia tersenyum. “Kamu hebat,” bisiknya.

 Malam itu aku termenung di kamarku. Kubuka lembaran-lembaran puisi yang kusiapkan malam demi malam sejak temuan kertas biru di perpustakaan. Aku lihat semuanya. Aku lihat diriku waktu itu—rapuh, kesepian, penuh keraguan. Tapi juga aku lihat keberanian yang muncul, sedikit demi sedikit, hari ke hari.

 Aku tuliskan biodata singkatku di halaman belakang:

 Dia adalah seseorang yang pernah kebal terhadap bayang-bayang kebencian diri.

Kini dia belajar menerima, menyembuhkan, dan menyinari.

Aku menyisipkannya di ujung cerpen, seperti selembar bunga kecil di antara halaman-halaman luka.

–**–

Beberapa pekan kemudian, sekolah mengadakan perlombaan literasi. Tanpa ragu—kali ini dengan penuh percaya diri—aku mendaftar. Di hari H, di atas panggung kecil dengan mikrofon di tangan, aku berkisah bukan hanya dengan kata, tetapi dengan hatiku. Tentang perjalanan cinta pada diri sendiri. Tentang suara cermin retak dan anak keriting yang takut menatap dunia.

Di akhir sesi, seorang guru pendamping menghampiriku. “Ayu, puisi dan ceritamu luar biasa. Kami ingin kamu jadi duta literasi sekolah.” Aku menahan air mata haru. Cermin retak di kamarku terasa ikut bahagia.

Hari demi hari, aku berjalan semakin tegak. Aku sadar, mencintai diri sendiri bukan sekadar mengatakan “aku hebat.” Tapi merangkul setiap bagian—gelap, terang, rapuh, dan kuat—dan berjalan maju dengan batin yang tenang.

Kini aku berdiri bukan hanya untuk diriku, tapi juga untuk orang-orang yang pernah merasa kecil, asing, tidak layak. Setiap kata “kamu cantik” yang kuucap tulus dari jiwaku, bukan hanya sekadar frasa, tetapi jembatan menuju keberanian. [T]

Penulis: Agus Yulianto
Editor:Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Bencana Ekologis

Next Post

Kabul dan Lebah

Agus Yulianto

Agus Yulianto

Suka menulis cerpen, cernak, puisi dan esai. Seorang guru swasta di SMK Wikarya Karanganyar, lahir di Karanganyar, 27 Juli 1987. Debutnya dalam kancah sastra dimulai pada tahun 2009. Ia mulai secara serius menekuni dunia kepenulisan dengan aktif di beberapa komunitas maupun organisasi kepenulisan. S

Related Posts

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails
Next Post
Kabul dan Lebah

Kabul dan Lebah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co