5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Bencana Ekologis

Made Bryan Mahararta by Made Bryan Mahararta
December 27, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta  |  Bencana Ekologis

Dalih Pembangunan, Tambang Dilegalkan

Di negeri khatulistiwa,
yang disebut zamrud
hilangnya hijau pepohonan
dari izin ke izin
dari tangan ke tangan
namun tak kunjung
memberikan keteduhan

Di ruang kekuasaan paling riuh menggema,
dasar kebijakan diucapkan seperti mantra suci
dalih pembangunan, tambang dilegalkan
atas nama pertumbuhan ekonomi
angka-angka disusun rapi

Di depan meja konferensi itu,
seolah kebijakan tak pernah bermasalah
laut naik perlahan menelan kampung nelayan
banyak tanah longsor
melenyapkan harta paling sederhana

Rakyat belajar bertahan,
sementara negara belajar berdalih
kita bukan kekurangan regulasi
melainkan hilangnya rasa empati
dan kesadaran politik menggunakan hati

Padahal kita semua tahu,
bencana tak pernah netral
bahkan berpihak pada kelompok tertentu

Untuk melindungi bumi yang semakin rapuh,
ekologi yang rusak bukanlah arsip kekuasaan
mengapa negeri yang gemah ripah loh jinawi
tak mampu menjaga rumahnya sendiri?

(Jakarta, 2025)

Bencana Ekologis

Bumi bukan oposisi,
bagi mereka yang masih menjaga moral
namun terus saja masih disangkal

Bumi tak ikut pemilu,
bagi mereka yang tak mau tahu
sampai hasilnya membawa pilu

Suatu hari,
mendengar kabar adanya bencana
sekelompok generasi maju bertanya:
mengapa kekuasaan yang rakus
lebih dilindungi daripada peradaban?

Dan di antara reruntuhan kota pesisir,
di bawah langit yang berubah anasir
bahwa bencana ekologis
bukan sekedar takdir
melainkan keputusan politik
yang terlambat dan menimbulkan pelik

(Jakarta 2025)

Ratap Bumi

Bumi,
bukan terluka tiba-tiba
ia terluka secara perlahan
oleh tangan-tangan yang lupa

Bumi,
juga punya ingatan
ia adalah rumah paling nyaman
namun kini tinggallah kenangan

Hutan gugur tanpa melihat musim,
sungai menangis tanpa sempat berkeluh
janji hanya sebatas janji
luberan sampah sampai airnya menjadi keruh

Ikan-ikan berenang tak tahu arah,
mati begitu saja sambil menunggu berbenah
nurani manusia yang lupa pada asalnya
sebagai sebuah tanda yang kita sebut bencana

Banjir adalah surat peringatan,
tanah longsor adalah beban keserakahan
mereka bilang ini musibah,
mereka tidak bilang ini ulah manusia

jika suatu hari bumi benar-benar diam
bukan karena ia kehabisan suara
tetapi karena kita tak pernah mau belajar
dari tanda-tanda yang sudah diperlihatkan

(Jakarta, 2025)

Ketika Bumi Tak Henti Menangis

Di ruang-ruang berpendingin udara,
peta dunia terbentang rapi
garis batas negara digambar tebal
bagaimana dengan isi hati bumi?

Laut naik setinggi janji kampanye,
namun tak pernah surut bagai sesumbar reklame
hutan tumbang lebih cepat
siapa yang mau peduli hasil rapat?

Para pemimpin sibuk berdiskusi,
sampai lupa bahasa intuisi
dibalik fenomena pertumbuhan
antara grafik dan statistik
yang selalu diperdebatkan

Lihatlah kini bumi terengah-engah,
mencari jeda untuk bisa bernapas
Krisis iklim nyata semakin parah
seolah bencana masih bisa ditunda
hingga masa periode berikutnya

Petani dipaksa meramalkan cuaca
emisi dihitung sebagai kompromi politik
satu keluarga kehilangan tanah
keluarga yang lain tak merasa bersalah.

Jika kebijakan adalah kalkulasi kekuasaan,
tambang dibuka atas nama pembangunan
sungai yang mengering sampai pembalakan lahan
kepada siapa kami harus mengadu pembenahan?

Dan ketika banjir datang membawa murka,
negara menyebut ini sebagai musibah
mengacuhkan diri atas ulah kejahatan
rumah mereka hancur
menghanyutkan mimpi dan juga masa depan

(Jakarta, 2025)

Tiada Harmoni Tanpa Empati

Di lereng Gunung Agung,
air suci mengalir ke subak-subak tua
membawa titah para leluhur
tentang hidup yang harus seimbang

Petuah meyakini Tri Hita Karana:
Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan
dengan lantunan kidung dan wanginya tumbuh-tumbuhan
sawah menghilang tanpa ada sebuah keadilan

Bukankah subak adalah kitab hidup,
yang ditulis oleh manusia dan semesta?

Petani terdesak, nelayan terdampak
dan anak-anak Bali dipaksa tumbuh
antara beton dan limbah korporasi
nihilnya kemajuan tanpa hadirnya welas asih
adalah kemiskinan jiwa yang telah terdistrosi

Tuhan,
jika bencana datang ke pulau kecil ini
jangan biarkan kami hanya menyalahkan takdir

Sebab kami tahu,
tiada harmoni tanpa empati
ketidakseimbangan alam oleh kebencanaan

Ajarkan kami kembali Tri Hita Karana,
sebagai jalan hidup generasi muda Bali
menjaga gunung sebagai hulu suci
memuliakan laut sebagai muara ibu pertiwi
agar generasi kami
tak lagi sibuk berdoa meratapi hari

(Jakarta, 2025)

Tobat Ekologis

Tuhan,
kami bersimpuh bingung tak karuan
tanah merekah bukan karena haus iman
melainkan musibah karena keserakahan

Dalam sepi kami baca ayat-ayat-Mu,
namun lupa membaca tanda-tanda-Mu

Apa yang mereka sebut sebagai kemajuan,
hutan gundul ulah pembangunan
sungai keruh bercampur limbah lumpur
air bah datang sebabkan rumah kami hancur

Melihat anak-anak meratapi masa depan,
bukan hanya karena lapar
tapi ketiadaan tempat tinggal

Tuhan,
ijinkan kami memohon keselamatan
ajarkan pula kami bertobat dalam segala kekhilafan
sebab iman tanpa kasih adalah hampa
dan ibadah tanpa memikirkan kemanusiaan
adalah gema tanpa menghadirkan makna

Tuhan,
ketuklah hati para pemimpin negeri
untuk senantiasa menggunakan hati
menjaga yang lemah,
merawat yang hidup,
saling berbagi
agar bumi tersenyum kembali

(Jakarta, 2025)

Penulis: Made Bryan Mahararta
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Sajaa” Bali Sepi? –Melihat Bali dari Jembrana

Next Post

Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

Made Bryan Mahararta

Made Bryan Mahararta

Made Bryan Mahararta atau akrab disapa Ibenk adalah seorang pegiat literasi dan advokasi kebangsaan yang berasal dari Buleleng. Aktif menjadi podcaster dan salah satu pendiri Sociocorner, sebuah komunitas media alternatif yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu kebangsaan dan keberagaman. Lahir di Surabaya, 22 Februari 1991 memiliki hobi menonton film dan pementasan budaya. Saat ini, penulis menetap di Jakarta dan aktif menjadi pembicara maupun kolumnis media online yang memiliki konsentrasi terhadap demokrasi, partisipasi anak muda, dan moderasi beragama. Buku yang pernah diterbitkan antara lain: Ruang Baru Masyarakat Digital (2020) dan Candradimuka Gerakan Intelektual (2022).

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co