Kisah Singa dan Kucing Tua | Cerpen Kadek Susila Priangga
MALAM MINGGU. Kami berkumpul. Kami hanya berempat: Aku, Agus, Adi dan Janu. Tempat kami berkumpul di bawah pohon mangga di ...
Read moreDetailsMALAM MINGGU. Kami berkumpul. Kami hanya berempat: Aku, Agus, Adi dan Janu. Tempat kami berkumpul di bawah pohon mangga di ...
Read moreDetailsBAYANGKAN, aku sudah duduk di café ini sejak pagi, saat mereka baru saja meletakkan papan menu spesial hari ini di ...
Read moreDetailsSEORANG LAKI-LAKI bertampang mesum bicara komat-kamit di layar kaca. Omongannya panjang dan sembari sesekali melirik kamera, ia tampak berusaha terlihat ...
Read moreDetails“Untuk apa kamu menjalin hubungan dengan orang jaba dan miskin itu? Bagaimana kehidupanmu nanti. Hidup bukan hanya perkara cinta!” Itu ...
Read moreDetailsCatatan: Tanggal 19 Desember saya masih menginap di sebuah villa atau resort di Tabanan. Menjelang sarapan saya membaca cerpen “Pura ...
Read moreDetailsMALAM DI SEBUAH tempat karaoke. Sedari jam sepuluh malam lelaki-lelaki pengunjung sudah pada datang. Mereka perlu hiburan. Seorang perempuan berdiri ...
Read moreDetailsSigra, sigra…Medal sira sang prabu RewanaTan ana wanehSigra, sigra… PANGGUNG menyala. Tubuh Rahwana, dari belahan tabir, terlontar ke tengah arena. ...
Read moreDetailsKUMPULAN CERPEN “Politik Kasur, Dengkur dan Kubur” merupakan buku yang ditulis oleh I Made Suarbawa. Sebuah buku kumpulan cerpen yang ...
Read moreDetailsCERITA PENDEK atau yang sering disebut dengan cerpen adalah suatu karya sastra berbentuk tulisan yang mengisahkan tentang sebuah cerita fiksi ...
Read moreDetailsHIDUP ADALAH pilihan. Manusia diciptakan untuk menikmati kehidupan di dunia. Manusia berhak memilih kehidupan yang ingin ditempuh. Namun sejatinya, hanya ...
Read moreDetailsTIBA-TIBA sosok besar itu berada di depanku. Aku menjerit. “Ada apa?” tanya kekasihku. Ia kaget. Aku tak menjawab. Tubuhku menggigil. ...
Read moreDetailsBUKU KUMPULAN cerpen “Petarung Jambul” ditulis oleh Gde Artawan. Ia sastrawan yang lahir di Klungkung, 20 Februari 1959. Buku cerpen ...
Read moreDetailsNGURAH PARSUA merupakan salah seorang sastrawan produktif kelahiran Bondalem, Buleleng, 22 Desember 1946. Ia menulis hampir semua genre sastra: puisi, ...
Read moreDetails"Bapa Kelian, jangan tenget ya. Subak ini bukan milik Bapa. Jangan sok-sok Bapa membela Pura Subak?” Bapa Darma, kelian subak ...
Read moreDetailsTETANGGA sebelah rumahku gemar memelihara merpati. Ia pecinta merpati. Beberapa penyuka merpati berkunjung ke rumahnya. Ia memang mengembangkan merpati. Ia ...
Read moreDetailsKETIKA MAS ABU menghubungi saya petang itu, saya merasa akan mendapat pengalaman hidup yang luar biasa. Itu karena dia minta ...
Read moreDetails“Maaf, Bu, jika boleh saya tahu, kenapa baru sekarang suami ibu diajak berobat?” Kata-kata Dokter Ary tidak terdengar sebagai sebuah ...
Read moreDetailsSejak mengetahui keberadaan diri sebagai perempuan, sejak itulah aku selalu berusaha agar aku tidak sampai disebut sebagai Luh Jalir atau ...
Read moreDetailsKakek Merdi mengusap peluh di kening, sembari tetap menyelesaikan pekerjaan membajak sepetak sawah. Sawah itu peninggalan leluhur turun temurun yang ...
Read moreDetailsMeski tinggal di Bali, tepatnya di Jembrana, setiap kali mendengar kata Ubud yang pertama kali terbetik dalam benak saya adalah ...
Read moreDetailsSenja itu terlihat begitu pekat dan gelap. Sepi. Pohon tua di Pura desa kami seperti bertapa di punjak keheningan. Guruh, ...
Read moreDetailsAku sedang bermain Crash Bandicoot di PS ketika Ibu mengatakan: Bapak kena bom. Ibu pernah bilang kita tidak boleh menangis ...
Read moreDetailsSudah setengah jam hujan. Got sempit di kiri kanan jalan Dewi Sri sedikit lagi meluap. Genangan mulai terlihat di beberapa ...
Read moreDetailsSaat menikmati segelas susu kental manis coklat di teras, ketika hujan dengan riangnya bergurau bersama tanah, aku teringat padamu. Kulitmu ...
Read moreDetailsGede Tandung melangkah dengan sangat hati-hati. Tubuhnya bergerak, menerabas rerimbunan padang gajah. Jalannya sedikit sempoyongan. Ia baru saja selesai pesta ...
Read moreDetailsLelaki tua itu menyisiri rambut istrinya. Uban yang tumbuh subur menjadi salah satu bukti ketuaan. “Sayang, cinta kita ternyata sampai ...
Read moreDetailsPagi, Sabtu, 24 September 2022, di Singaraja. Kota cerah. Sekitar 20 penulis cerpen, alias cerpenis, berkumpul di Komunitas Mahima, Jalan ...
Read moreDetailsSuara kesakitan terdengar sayup-sayup dari pinggir kota yang masih basah karena hujan. Itu suara Satya. Lengan kanannya dipenuhi luka. Darah ...
Read moreDetailsAngin aroma jerami kering berhembus dari selatan. Seekor capung merah terbang rendah, hinggap di dahan ciplukan. Bayang-bayang daun menaunginya dari ...
Read moreDetails“I have always imagined that Paradise will be a kind of library.” — Jorge Luis Borges Hanya debu-debu yang dalam ...
Read moreDetailsPADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...
Read moreDetailsSATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...
Read moreDetailsSejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...
Read moreDetails

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...
CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...
Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...
“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...
TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co