2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lelaki Tua Bersama Bunga-Bunga | Cerpen IBW Widiasa Keniten

IBW Widiasa Keniten by IBW Widiasa Keniten
October 1, 2022
in Cerpen
Lelaki Tua Bersama Bunga-Bunga | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Ilustrasi tatkala.co | Karya: Wiradinata

Lelaki tua itu menyisiri rambut istrinya. Uban yang tumbuh subur menjadi salah satu bukti ketuaan.  “Sayang, cinta kita ternyata sampai juga setua ini,“ bisiknya. “Anak-anak kita sudah menikmati hidupnya bersama pilihan hatinya. Kita patutlah bersyukur di usia yang senja ini masih bisa bersama. Bersyukur masih di rumah kita. Entah kapan kita akan menikmati rumah baru lagi.”

Istrinya tersenyum sumringah. Pipinya yang cekung dengan sorot mata kesetiaan menatap suaminya dalam-dalam. “Dunia kita semakin mendekati titik akhir. Hanya menunggu waktu saja. Kapan kisah kita akan berakhir di dunia ini?” Raut kecantikan masih membekas walau semakin kusut. Tubuhnya semakin ringkih. Tangannya terkadang gemetaran. Ia ambilkan ubi rebus buat suaminya. “Ini buatmu.”

“Tidak. Untuk kita berdua.” Ia bagi ubi rebusnya. Giginya hampir tak ada. Deretan gigi yang memutih dulu hanya tersisa gusinya saja. Ia telan ubi itu pelan-pelan, takut kesedak.

Sepasang merpati cantik melintasi rumahnya. Keduanya tersenyum. “Dulu, kami juga secantik dan segagah sepertimu. Kulitku halus seperti bulu-bulumu. Burung itu menyindir kita. Kita pernah seperti merpati itu. Terbang menikmati indahnya angkasa. Masa-masa yang menggelikan buat kita. Ternyata tak ada yang kekal di dunia ini. Segalanya ada batas waktunya.”

“Sudahlah jangan membahas masa lalu. Masa lalu milik masa lalu. Masa kini milik hari ini.”

Keduanya berusaha menuju balai-balai rumahnya. Dipandanginya halaman rumahnya yang tidak seberapa luasnya. Istrinya mengambil janur muda. Ia torehkan pisaunya dengan cinta. Hatinya merasa tentram saat merangkainya. “Hyang Widhi, terima kasih. Masih diberikan kesempatan tangan ini untuk memuja-Mu. Berikanlah kesempatan dalam sisa hidup hamba memujaMu, walau tidak sesempurna yang kau harapkan.”

“Ini bunga jepunnya.” Suaminya menyodorkan bunga jepun yang dicarikannya tadi.

“Jangan memaksakan diri untuk mencari bunga. Jika terjadi sesuatu, yang repot itu siapa?”

“Ndak apa-apa. yang kucari tangkainya yang menjulur ke bawah.”

Istrinya menata canang sekar yang akan dipersembahkannya besok pagi. Kebiasaannya sedari dulu tak pernah pudar. Usia bukan halangan untuk memuja kebesaran-Nya. Kebiasaan bangun pagi bukan sesuau yang asing baginya lebih-lebih sekarang ini. Waktu tidurnya semakin berkurang. Tidurnya semakin susah. Lebih banyak terjaga dibandingkan dengan menikmati lelapnya kantuk.

Malam semakin larut. Kedunya ke tempat tidur. Matanya beradu. Keduanya tersenyum. Dipeluknya istrinya dengan cinta. “Anak-anak kita sedang ngapain jam segini?” Laki-laki tua itu terbangunkan ingatannya akan kedua anaknya. Keduanya telah sukses. Keduanya telah menikmati masa rumah tangganya. Apa ia tak ingat kita, ya?”

“Bukannya tak ingat kita. Kita yang sering melupakan anak kita.”

Keduanya tersenyum. “Hahahaha, kau ada-ada saja.”

“Anak kita, biarkan ia berbahagia. Kita juga berbahagia. Kita bahagia karena rambut kita sudah memutih. Kita bahagia karena tubuh kita semakin keriput. Kita bahagia karena mata kita semakin kurang awas. Kita bahagia karena pendengaran kita semakin berkurang. Coba kau bayangkan jika kita tak bahagia. Kita akan selalu merasa sakit. Padahal, semuanya ini harus kita liwati. Justru kalau kita tak liwati, akan menjadi kurang bahagia.”

“Ah, kau istri yang pintar mengada-ada saja.”

Keduanya terlarut dengan pikirannya masing-masing. Kantuk mulai menghampiri matanya. Napasnya terdengar bersuara. Mungkin ada sedikit gangguan di paru-parunya. Atau bisa karena usinya yang semakin senja. Kelelahan jiwanya terasa terobati. Malam itu terasa indah. Udara tak terlalu panas. Awal musim bunga, bunga-bunga menunjukkan keharumannya pada semesta. Keharuman sejati tanpa dibuat-buat. Semesta menghadirkan keharuman yang patut dirawat dengan kasih cinta.

Ruang sepinya ada mengisnya. Ia lihat dunia keindahan di dalam batinnya. Beberapa pohon bunga dengan keharuman yang beragam menusuk relung hatinya. Semilir angin membangunkan keharuman semesta menyusupi pori-pori kehidupan.

Laki-laki tua itu terlarut dalam bunga-bunga yang menebarkan wanginya. Ia berusaha mencari pemilik taman itu. Kepalanya dilongokkan. Ia mau berteriak, tapi tak enak hati. Orang setua dia teriak-teriak di tempat yang sepi. Satupun tak ada pemilik taman yang terlihat. Ia terkaget. Dilihatnya bayangan istrinya. “Kau ada di sini juga?”

“Memangnya disuruh di mana? Di manapun kita akan selalu bersama. Bunga-bunga itu jangan dipetik. Jangan biasakan memetik bunga yang tidak kita tanam. Itu mencuri namanya. Seharum apapun bunga itu kalau bukan tanaman kita tak boleh kita petik. Apa yang kita tanam itulah yang kita petik. Kita lihat saja keindahan taman bunga di sini.”

Keduanya mengelilingi taman bunga yang teramat luas. Setiap ada pohon bunga yang bercabang  tua. Di sanalah ia duduk sambil menikmati keindahan bunga-bunga. “Pohon bunga di sini juga menua.”

“Setiap yang tumbuh akan menua juga sama seperti kita. Ayo kita lanjutkan ke timur sana. Laki-laki tua itu melihat bunga dengan warna putih kristal. Menyilaukan. “Ini taman apa?” tanyanya dalam hati. Ia ingat kata-kata istrinya tak boleh memetik bunga kalau bukan kita yang menanam.

Ia nikmati kerahuman bunga kristal itu. Ia rasakan alirannya ke seluruh darahnya. Terkadang terasa teramat dingin. Ia berusaha mencari selimut. Ia panggil-panggil istrinya beberapa kali. Tak ada balasan.  Ia lihat matahari pagi membuka halaman barunya. Ia bersyukur karena tubuhnya akan kembali hangat.

“Apa kau sudah menghaturkan canang sekar?”

Istrinya kaget. Ia terbangun. Dirabanya denyut jantung suaminya yang tak berdetak lagi. [T]

_____

BACA cerpen-cerpen lain

Dua Wajah Asing | Cerpen Komang Adnyana
Keris | Cerpen Mas Ruscitadewi
Rahim yang Kelu | Cerpen Putu Arya Nugraha
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Film “Petualangan Tara & Pramana”: Remaja dan Rempah-rempah

Next Post

Alasan Mengapa Sampai Detik Ini Indonesia Masih Begini-Begini Saja

IBW Widiasa Keniten

IBW Widiasa Keniten

Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten lahir di Geria Gelumpang, Karangasem. 20 Januari 1967. Buku-buku yang sudah ditulisnya berupa karya sastra maupun kajian sastra. Pemenang Pertama Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013 dan Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan Tahun 2013 dari Presiden, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu, 27 November 2013 di Istora Senayan Jakarta. Tahun 2014 ikut Program Kunjungan (Benchmarking) ke Jerman, selanjutnya ke Paris (Prancis), Belgia, dan Amsterdam (Belanda). 2014 menerima penghargaan Widya Kusuma dari Gubernur Bali. Tahun 2015 memeroleh Widya Pataka atas bukunya Jro Lalung Ngutah.

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Alasan Mengapa Sampai Detik Ini Indonesia Masih Begini-Begini Saja

Alasan Mengapa Sampai Detik Ini Indonesia Masih Begini-Begini Saja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co