13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dua Wajah Asing | Cerpen Komang Adnyana

Komang Adnyana by Komang Adnyana
August 20, 2022
in Cerpen
Dua Wajah Asing | Cerpen Komang Adnyana

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dari berbagai sumber gambar

Percayakah kau bahwa manusia tak pernah merasa puas. Selalu ingin lebih. Selalu tak merasa lengkap dengan apa yang dimiliki. Meskipun sudah lengkap dan sudah memuaskan pula. Ah, kau harus percaya karena Teresa seperti itu.

Teresa, perempuan yang sudah lengkap dan bahkan mungkin sempurna itu selalu menghendaki dan mencoba hal baru. Hidup yang mengalir baginya adalah jika bisa mengikuti trend. Life style Teresa menyebutnya. Termasuk merubah fisiknya secara total.

“Aku ingin operasi, Mas!”

Teresa menyandarkan kepalanya di bahu Adam, suaminya. Adam tak segera menjawab.

“Mas kok malah diam?”

Teresa membenahi posisi duduknya. Kini mereka berhadap-hadapan.

“Mas, boleh kan?”

“Operasi apa?”

“Sedot lemak!”

Adam kaget. Wajahnya mendadak pucat.

“Tubuhmu sudah bagus. Kau tidak perlu itu!”

“Bilang saja Mas takut berkorban. Mas tidak mau mengeluarkan uang. Mas sudah tidak sayang padaku lagi!”

“Apa itu harus?”

Teresa mengangguk. Beberapa titik air menggantung di matanya. Teresa menangis. Benar-benar menangis. Adam jadi tidak enak hati melihatnya. Dia memeluk Teresa erat dan berbisik menyetujui permintaan itu. Teresa akan melakukan sedot lemak di bagian perut, lengan dan bagian yang tampak gemuk lainnya minggu depan. Tentu saja dengan biaya yang tidak sedikit jumlahnya.

***

Sudah dua bulan berlalu.Tubuh Teresa benar-benar berubah. Langsing seperti saat masih perawan. Kini dia berbeda, rasa percaya dirinya tumbuh. Dia tidak menolak lagi bila diajak ke pesta. Tidak menghindar diajak jalan-jalan di mall. Diajak berenang di pantai. Diajak ke pusat kebugaran. Diajak aerobik pagi-pagi dan sebagainya. Dia menerima semuanya.

Dia kelihatan bahagia, juga lebih berani membuka diri. Adam bisa bernafas lega kini. Namun tetap saja Teresa merasa kurang.

“Kau mau operasi lagi?”

“Iya Mas, ibu-ibu arisan bilang hidungku terlalu besar. Tentu mereka bicara apa adanya. Aku ingin mengubahnya biar lebih mancung!”

“Tapi kau sudah cantik, Teresa!”

“Mas bilang begitu hanya untuk menghibur. Mas egois. Apa Mas tidak kasihan melihat saya merasa diejek terus menerus?”

Lagi-lagi Teresa menangis. Senjata ampuh itu membuat Adam luluh. Dia tidak rela membayangkan Teresa merasa terhina hanya karena memiliki hidung yang tidak mancung.

Adam mengijinkan. Hidung Teresa dioperasi. Biaya yang dikeluarkan cukup menguras kas mereka. Tapi sebulan kemudian Teresa sudah tampak berbeda. Hidungnya lancip. Teresa bilang dia menyuruh dokter untuk meniru hidung Penelope Cruz aktris cantik favoritnya.

***

“Kau bahagia?”

“Tentu!”

“Kau tampak berbeda!”

“Apa mas tidak senang?”

“Oh, tentu. Kau lebih cantik!”

“Tapi aku masih merasa ada yang kurang!”

“Apa tidak cukup jika aku bilang aku sangat bahagia dan mencintaimu apa adanya?”

“Mas, hidup di dunia bukan hanya kita berdua. Aku punya banyak teman. Bergaul dengan berbagai kalangan. Yang rata-rata selalu berlomba-lomba dengan trend. Jadi mendengar pendapat mereka juga penting!”

Adam tak menjawab.

“Boleh kan, Mas?”

Adam masih bisu. Wajahnya semakin pucat.

“Ini yang terakhir. Aku ingin operasi payudara!”

Tetap tak menjawab. Pandangannya menelisik mata perempuan yang sedang berada di hadapannya kini. Mimpi apakah yang kau punya Teresa? Katanya dengan mimpi membuat hidup indah. Bersemangat. Tapi mimpi sedikit demi sedikit membuat dirimu menjadi orang lain. Aku bahkan tak mengerti bagaimana menemukanmu lagi. Siapa kau kini, Teresa?

Adam membatin. Hanya itu. Dia tak bisa menolak apapun.

Sementara Teresa selalu menikmatinya. Dia seperti menemukan segunung kepercayaan diri setiap kali operasinya memberi hasil sesuai keinginannya. Dia bahkan sama sekali tidak merasakan ketakutan kalau-kalau operasinya gagal dan tubuhnya rusak. Dia tidak peduli. Dia biarkan dokter mengiris-iris bagian tubuhnya tanpa takut akan ketajaman pisau-pisau itu. Dia merasa bahagia. Merasa menemukan kecantikan perempuan-perempuan kelas dunia.

Teresa kini berbeda. Hidungnya tidak lagi pesek. Tubuhnya langsing. Payudaranya kencang. Tak ubahnya super top model. Teresa seperti pecandu. Dia tergila-gila pada kecantikan yang berbeda dari dirinya semula. Bahagiakah Teresa saat ini? Bahagiakah dia meski ada jarak yang semakin lebar antara dirinya dan Adam? Bahagiakah dia kini yang menolak dirinya sendiri dan menginginkan tubuh orang lain?

Dia tidak berfikir sampai ke titik itu. Sekalipun jarak yang ada sangatlah jauh meninggalkan dia di belakang meskipun orang-orang mulai memandang tinggi dirinya sebagai perempuan yang mengerti bagaimana mempercantik diri. Meskipun Adam tak ubahnya orang asing.

Tapi Teresa tidak peduli. Dia pecandu. Mimpi kecantikan ratu sejagat membuatnya mabuk. Setiap kali pulang dari arisan, kemudian melihat cermin, ada-ada saja keluhannya. Dan lagi-lagi dia meminta dioperasi.

“Mas aku ingin operasi dagu…”

“Ingin operasi dahi!”

“Operasi pipi!”

“Mata!”
“Bibir!”

“Bokong”

“Betis!”

“Operasi!”

“Operasi!”

“OPERASI!”

Adam lelah. Bukan masalah uang, tetapi tak mengerti kenapa Teresa bisa bergerak sedemikan jauh. Sampai dirinya tak bisa lagi melihat bagaimana Teresa seperti apa adanya semula. Teresa kini tak ubahnya boneka plastik. Penuh tambalan. Dia orang lain. Teresa sekarang adalah tempelen berbagai bentuk tubuh perempuan cantik dunia lainnya yang disatukan dalam tubuhnya. Adam hanya melihat wajah-wajah asing. Penelope Cruz, Julia Robert, Tamara Blezenky, Angelina Jolie, Pamela Anderson dan masih banyak lagi.

Adam lebih dari cemas. Dia takut. Dia ngeri. Sekaligus kecewa karena tak bisa menyadarkan Teresa bahwa dia sangat cantik jauh-jauh hari sebelum oprasi pertamanya. Bahwa dia tetap mencintainya dengan seluruh jiwa sekalipun tak secantik perempuan lain. Adam lelah!

***

Di penyembuhan operasinya yang keduapuluh, Teresa menemukan secarik kertas di meja riasnya. Sebuah foto ukuran 20 R di sebelahnya.

Teresa menangis. Di kertas itu tertulis: kita berpisah saja. Aku kecewa bagaimana mencari jalan untuk meyakinkan bahwa kau sangat cantik seperti apa adanya dulu. Aku lelah mengenali siapa kau kini, Teresa?”

Teresa kaget luar biasa. Mas Adam minta cerai padahal semua yang dilakukannya selama ini hanya untuk dia. Agar dia tidak berpaling, tidak mencari perempuan lain. Kini semuanya percuma.

Teresa meniman-nimang foto yang ditinggalkan suaminya. Foto dirinya. Dia memandangnya lekat-lekat. Membandingkan wajah di foto itu dengan bayangannya di cermin.

Teresa tertunduk. Dia tak menemukan apa-apa. Kecuali dua bayangan yang sangat berbeda. Asing sekali. [T]

  • Denpasar, November 2005
  • Terinspirasi oleh penuturan seorang perempuan dalam acara Oprah Winfrey Show.

______

Klik untuk baca cerpen lain

Ranty | Cerpen Rastiti Era
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Muhammad Asqalani eNeSTe | Surat Gelak Untuk Veronica

Next Post

Navicula Menyanyi dan Bicara Orangutan

Komang Adnyana

Komang Adnyana

Penikmat cerita, yang belajar lagi menulis cerita.

Related Posts

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails
Next Post
Navicula Menyanyi dan Bicara Orangutan

Navicula Menyanyi dan Bicara Orangutan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co