22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dua Wajah Asing | Cerpen Komang Adnyana

Komang Adnyana by Komang Adnyana
August 20, 2022
in Cerpen
Dua Wajah Asing | Cerpen Komang Adnyana

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dari berbagai sumber gambar

Percayakah kau bahwa manusia tak pernah merasa puas. Selalu ingin lebih. Selalu tak merasa lengkap dengan apa yang dimiliki. Meskipun sudah lengkap dan sudah memuaskan pula. Ah, kau harus percaya karena Teresa seperti itu.

Teresa, perempuan yang sudah lengkap dan bahkan mungkin sempurna itu selalu menghendaki dan mencoba hal baru. Hidup yang mengalir baginya adalah jika bisa mengikuti trend. Life style Teresa menyebutnya. Termasuk merubah fisiknya secara total.

“Aku ingin operasi, Mas!”

Teresa menyandarkan kepalanya di bahu Adam, suaminya. Adam tak segera menjawab.

“Mas kok malah diam?”

Teresa membenahi posisi duduknya. Kini mereka berhadap-hadapan.

“Mas, boleh kan?”

“Operasi apa?”

“Sedot lemak!”

Adam kaget. Wajahnya mendadak pucat.

“Tubuhmu sudah bagus. Kau tidak perlu itu!”

“Bilang saja Mas takut berkorban. Mas tidak mau mengeluarkan uang. Mas sudah tidak sayang padaku lagi!”

“Apa itu harus?”

Teresa mengangguk. Beberapa titik air menggantung di matanya. Teresa menangis. Benar-benar menangis. Adam jadi tidak enak hati melihatnya. Dia memeluk Teresa erat dan berbisik menyetujui permintaan itu. Teresa akan melakukan sedot lemak di bagian perut, lengan dan bagian yang tampak gemuk lainnya minggu depan. Tentu saja dengan biaya yang tidak sedikit jumlahnya.

***

Sudah dua bulan berlalu.Tubuh Teresa benar-benar berubah. Langsing seperti saat masih perawan. Kini dia berbeda, rasa percaya dirinya tumbuh. Dia tidak menolak lagi bila diajak ke pesta. Tidak menghindar diajak jalan-jalan di mall. Diajak berenang di pantai. Diajak ke pusat kebugaran. Diajak aerobik pagi-pagi dan sebagainya. Dia menerima semuanya.

Dia kelihatan bahagia, juga lebih berani membuka diri. Adam bisa bernafas lega kini. Namun tetap saja Teresa merasa kurang.

“Kau mau operasi lagi?”

“Iya Mas, ibu-ibu arisan bilang hidungku terlalu besar. Tentu mereka bicara apa adanya. Aku ingin mengubahnya biar lebih mancung!”

“Tapi kau sudah cantik, Teresa!”

“Mas bilang begitu hanya untuk menghibur. Mas egois. Apa Mas tidak kasihan melihat saya merasa diejek terus menerus?”

Lagi-lagi Teresa menangis. Senjata ampuh itu membuat Adam luluh. Dia tidak rela membayangkan Teresa merasa terhina hanya karena memiliki hidung yang tidak mancung.

Adam mengijinkan. Hidung Teresa dioperasi. Biaya yang dikeluarkan cukup menguras kas mereka. Tapi sebulan kemudian Teresa sudah tampak berbeda. Hidungnya lancip. Teresa bilang dia menyuruh dokter untuk meniru hidung Penelope Cruz aktris cantik favoritnya.

***

“Kau bahagia?”

“Tentu!”

“Kau tampak berbeda!”

“Apa mas tidak senang?”

“Oh, tentu. Kau lebih cantik!”

“Tapi aku masih merasa ada yang kurang!”

“Apa tidak cukup jika aku bilang aku sangat bahagia dan mencintaimu apa adanya?”

“Mas, hidup di dunia bukan hanya kita berdua. Aku punya banyak teman. Bergaul dengan berbagai kalangan. Yang rata-rata selalu berlomba-lomba dengan trend. Jadi mendengar pendapat mereka juga penting!”

Adam tak menjawab.

“Boleh kan, Mas?”

Adam masih bisu. Wajahnya semakin pucat.

“Ini yang terakhir. Aku ingin operasi payudara!”

Tetap tak menjawab. Pandangannya menelisik mata perempuan yang sedang berada di hadapannya kini. Mimpi apakah yang kau punya Teresa? Katanya dengan mimpi membuat hidup indah. Bersemangat. Tapi mimpi sedikit demi sedikit membuat dirimu menjadi orang lain. Aku bahkan tak mengerti bagaimana menemukanmu lagi. Siapa kau kini, Teresa?

Adam membatin. Hanya itu. Dia tak bisa menolak apapun.

Sementara Teresa selalu menikmatinya. Dia seperti menemukan segunung kepercayaan diri setiap kali operasinya memberi hasil sesuai keinginannya. Dia bahkan sama sekali tidak merasakan ketakutan kalau-kalau operasinya gagal dan tubuhnya rusak. Dia tidak peduli. Dia biarkan dokter mengiris-iris bagian tubuhnya tanpa takut akan ketajaman pisau-pisau itu. Dia merasa bahagia. Merasa menemukan kecantikan perempuan-perempuan kelas dunia.

Teresa kini berbeda. Hidungnya tidak lagi pesek. Tubuhnya langsing. Payudaranya kencang. Tak ubahnya super top model. Teresa seperti pecandu. Dia tergila-gila pada kecantikan yang berbeda dari dirinya semula. Bahagiakah Teresa saat ini? Bahagiakah dia meski ada jarak yang semakin lebar antara dirinya dan Adam? Bahagiakah dia kini yang menolak dirinya sendiri dan menginginkan tubuh orang lain?

Dia tidak berfikir sampai ke titik itu. Sekalipun jarak yang ada sangatlah jauh meninggalkan dia di belakang meskipun orang-orang mulai memandang tinggi dirinya sebagai perempuan yang mengerti bagaimana mempercantik diri. Meskipun Adam tak ubahnya orang asing.

Tapi Teresa tidak peduli. Dia pecandu. Mimpi kecantikan ratu sejagat membuatnya mabuk. Setiap kali pulang dari arisan, kemudian melihat cermin, ada-ada saja keluhannya. Dan lagi-lagi dia meminta dioperasi.

“Mas aku ingin operasi dagu…”

“Ingin operasi dahi!”

“Operasi pipi!”

“Mata!”
“Bibir!”

“Bokong”

“Betis!”

“Operasi!”

“Operasi!”

“OPERASI!”

Adam lelah. Bukan masalah uang, tetapi tak mengerti kenapa Teresa bisa bergerak sedemikan jauh. Sampai dirinya tak bisa lagi melihat bagaimana Teresa seperti apa adanya semula. Teresa kini tak ubahnya boneka plastik. Penuh tambalan. Dia orang lain. Teresa sekarang adalah tempelen berbagai bentuk tubuh perempuan cantik dunia lainnya yang disatukan dalam tubuhnya. Adam hanya melihat wajah-wajah asing. Penelope Cruz, Julia Robert, Tamara Blezenky, Angelina Jolie, Pamela Anderson dan masih banyak lagi.

Adam lebih dari cemas. Dia takut. Dia ngeri. Sekaligus kecewa karena tak bisa menyadarkan Teresa bahwa dia sangat cantik jauh-jauh hari sebelum oprasi pertamanya. Bahwa dia tetap mencintainya dengan seluruh jiwa sekalipun tak secantik perempuan lain. Adam lelah!

***

Di penyembuhan operasinya yang keduapuluh, Teresa menemukan secarik kertas di meja riasnya. Sebuah foto ukuran 20 R di sebelahnya.

Teresa menangis. Di kertas itu tertulis: kita berpisah saja. Aku kecewa bagaimana mencari jalan untuk meyakinkan bahwa kau sangat cantik seperti apa adanya dulu. Aku lelah mengenali siapa kau kini, Teresa?”

Teresa kaget luar biasa. Mas Adam minta cerai padahal semua yang dilakukannya selama ini hanya untuk dia. Agar dia tidak berpaling, tidak mencari perempuan lain. Kini semuanya percuma.

Teresa meniman-nimang foto yang ditinggalkan suaminya. Foto dirinya. Dia memandangnya lekat-lekat. Membandingkan wajah di foto itu dengan bayangannya di cermin.

Teresa tertunduk. Dia tak menemukan apa-apa. Kecuali dua bayangan yang sangat berbeda. Asing sekali. [T]

  • Denpasar, November 2005
  • Terinspirasi oleh penuturan seorang perempuan dalam acara Oprah Winfrey Show.

______

Klik untuk baca cerpen lain

Ranty | Cerpen Rastiti Era
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Muhammad Asqalani eNeSTe | Surat Gelak Untuk Veronica

Next Post

Navicula Menyanyi dan Bicara Orangutan

Komang Adnyana

Komang Adnyana

Penikmat cerita, yang belajar lagi menulis cerita.

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
Navicula Menyanyi dan Bicara Orangutan

Navicula Menyanyi dan Bicara Orangutan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co