23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dua Wajah Asing | Cerpen Komang Adnyana

Komang Adnyana by Komang Adnyana
August 20, 2022
in Cerpen
Dua Wajah Asing | Cerpen Komang Adnyana

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dari berbagai sumber gambar

Percayakah kau bahwa manusia tak pernah merasa puas. Selalu ingin lebih. Selalu tak merasa lengkap dengan apa yang dimiliki. Meskipun sudah lengkap dan sudah memuaskan pula. Ah, kau harus percaya karena Teresa seperti itu.

Teresa, perempuan yang sudah lengkap dan bahkan mungkin sempurna itu selalu menghendaki dan mencoba hal baru. Hidup yang mengalir baginya adalah jika bisa mengikuti trend. Life style Teresa menyebutnya. Termasuk merubah fisiknya secara total.

“Aku ingin operasi, Mas!”

Teresa menyandarkan kepalanya di bahu Adam, suaminya. Adam tak segera menjawab.

“Mas kok malah diam?”

Teresa membenahi posisi duduknya. Kini mereka berhadap-hadapan.

“Mas, boleh kan?”

“Operasi apa?”

“Sedot lemak!”

Adam kaget. Wajahnya mendadak pucat.

“Tubuhmu sudah bagus. Kau tidak perlu itu!”

“Bilang saja Mas takut berkorban. Mas tidak mau mengeluarkan uang. Mas sudah tidak sayang padaku lagi!”

“Apa itu harus?”

Teresa mengangguk. Beberapa titik air menggantung di matanya. Teresa menangis. Benar-benar menangis. Adam jadi tidak enak hati melihatnya. Dia memeluk Teresa erat dan berbisik menyetujui permintaan itu. Teresa akan melakukan sedot lemak di bagian perut, lengan dan bagian yang tampak gemuk lainnya minggu depan. Tentu saja dengan biaya yang tidak sedikit jumlahnya.

***

Sudah dua bulan berlalu.Tubuh Teresa benar-benar berubah. Langsing seperti saat masih perawan. Kini dia berbeda, rasa percaya dirinya tumbuh. Dia tidak menolak lagi bila diajak ke pesta. Tidak menghindar diajak jalan-jalan di mall. Diajak berenang di pantai. Diajak ke pusat kebugaran. Diajak aerobik pagi-pagi dan sebagainya. Dia menerima semuanya.

Dia kelihatan bahagia, juga lebih berani membuka diri. Adam bisa bernafas lega kini. Namun tetap saja Teresa merasa kurang.

“Kau mau operasi lagi?”

“Iya Mas, ibu-ibu arisan bilang hidungku terlalu besar. Tentu mereka bicara apa adanya. Aku ingin mengubahnya biar lebih mancung!”

“Tapi kau sudah cantik, Teresa!”

“Mas bilang begitu hanya untuk menghibur. Mas egois. Apa Mas tidak kasihan melihat saya merasa diejek terus menerus?”

Lagi-lagi Teresa menangis. Senjata ampuh itu membuat Adam luluh. Dia tidak rela membayangkan Teresa merasa terhina hanya karena memiliki hidung yang tidak mancung.

Adam mengijinkan. Hidung Teresa dioperasi. Biaya yang dikeluarkan cukup menguras kas mereka. Tapi sebulan kemudian Teresa sudah tampak berbeda. Hidungnya lancip. Teresa bilang dia menyuruh dokter untuk meniru hidung Penelope Cruz aktris cantik favoritnya.

***

“Kau bahagia?”

“Tentu!”

“Kau tampak berbeda!”

“Apa mas tidak senang?”

“Oh, tentu. Kau lebih cantik!”

“Tapi aku masih merasa ada yang kurang!”

“Apa tidak cukup jika aku bilang aku sangat bahagia dan mencintaimu apa adanya?”

“Mas, hidup di dunia bukan hanya kita berdua. Aku punya banyak teman. Bergaul dengan berbagai kalangan. Yang rata-rata selalu berlomba-lomba dengan trend. Jadi mendengar pendapat mereka juga penting!”

Adam tak menjawab.

“Boleh kan, Mas?”

Adam masih bisu. Wajahnya semakin pucat.

“Ini yang terakhir. Aku ingin operasi payudara!”

Tetap tak menjawab. Pandangannya menelisik mata perempuan yang sedang berada di hadapannya kini. Mimpi apakah yang kau punya Teresa? Katanya dengan mimpi membuat hidup indah. Bersemangat. Tapi mimpi sedikit demi sedikit membuat dirimu menjadi orang lain. Aku bahkan tak mengerti bagaimana menemukanmu lagi. Siapa kau kini, Teresa?

Adam membatin. Hanya itu. Dia tak bisa menolak apapun.

Sementara Teresa selalu menikmatinya. Dia seperti menemukan segunung kepercayaan diri setiap kali operasinya memberi hasil sesuai keinginannya. Dia bahkan sama sekali tidak merasakan ketakutan kalau-kalau operasinya gagal dan tubuhnya rusak. Dia tidak peduli. Dia biarkan dokter mengiris-iris bagian tubuhnya tanpa takut akan ketajaman pisau-pisau itu. Dia merasa bahagia. Merasa menemukan kecantikan perempuan-perempuan kelas dunia.

Teresa kini berbeda. Hidungnya tidak lagi pesek. Tubuhnya langsing. Payudaranya kencang. Tak ubahnya super top model. Teresa seperti pecandu. Dia tergila-gila pada kecantikan yang berbeda dari dirinya semula. Bahagiakah Teresa saat ini? Bahagiakah dia meski ada jarak yang semakin lebar antara dirinya dan Adam? Bahagiakah dia kini yang menolak dirinya sendiri dan menginginkan tubuh orang lain?

Dia tidak berfikir sampai ke titik itu. Sekalipun jarak yang ada sangatlah jauh meninggalkan dia di belakang meskipun orang-orang mulai memandang tinggi dirinya sebagai perempuan yang mengerti bagaimana mempercantik diri. Meskipun Adam tak ubahnya orang asing.

Tapi Teresa tidak peduli. Dia pecandu. Mimpi kecantikan ratu sejagat membuatnya mabuk. Setiap kali pulang dari arisan, kemudian melihat cermin, ada-ada saja keluhannya. Dan lagi-lagi dia meminta dioperasi.

“Mas aku ingin operasi dagu…”

“Ingin operasi dahi!”

“Operasi pipi!”

“Mata!”
“Bibir!”

“Bokong”

“Betis!”

“Operasi!”

“Operasi!”

“OPERASI!”

Adam lelah. Bukan masalah uang, tetapi tak mengerti kenapa Teresa bisa bergerak sedemikan jauh. Sampai dirinya tak bisa lagi melihat bagaimana Teresa seperti apa adanya semula. Teresa kini tak ubahnya boneka plastik. Penuh tambalan. Dia orang lain. Teresa sekarang adalah tempelen berbagai bentuk tubuh perempuan cantik dunia lainnya yang disatukan dalam tubuhnya. Adam hanya melihat wajah-wajah asing. Penelope Cruz, Julia Robert, Tamara Blezenky, Angelina Jolie, Pamela Anderson dan masih banyak lagi.

Adam lebih dari cemas. Dia takut. Dia ngeri. Sekaligus kecewa karena tak bisa menyadarkan Teresa bahwa dia sangat cantik jauh-jauh hari sebelum oprasi pertamanya. Bahwa dia tetap mencintainya dengan seluruh jiwa sekalipun tak secantik perempuan lain. Adam lelah!

***

Di penyembuhan operasinya yang keduapuluh, Teresa menemukan secarik kertas di meja riasnya. Sebuah foto ukuran 20 R di sebelahnya.

Teresa menangis. Di kertas itu tertulis: kita berpisah saja. Aku kecewa bagaimana mencari jalan untuk meyakinkan bahwa kau sangat cantik seperti apa adanya dulu. Aku lelah mengenali siapa kau kini, Teresa?”

Teresa kaget luar biasa. Mas Adam minta cerai padahal semua yang dilakukannya selama ini hanya untuk dia. Agar dia tidak berpaling, tidak mencari perempuan lain. Kini semuanya percuma.

Teresa meniman-nimang foto yang ditinggalkan suaminya. Foto dirinya. Dia memandangnya lekat-lekat. Membandingkan wajah di foto itu dengan bayangannya di cermin.

Teresa tertunduk. Dia tak menemukan apa-apa. Kecuali dua bayangan yang sangat berbeda. Asing sekali. [T]

  • Denpasar, November 2005
  • Terinspirasi oleh penuturan seorang perempuan dalam acara Oprah Winfrey Show.

______

Klik untuk baca cerpen lain

Ranty | Cerpen Rastiti Era
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Muhammad Asqalani eNeSTe | Surat Gelak Untuk Veronica

Next Post

Navicula Menyanyi dan Bicara Orangutan

Komang Adnyana

Komang Adnyana

Penikmat cerita, yang belajar lagi menulis cerita.

Related Posts

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails
Next Post
Navicula Menyanyi dan Bicara Orangutan

Navicula Menyanyi dan Bicara Orangutan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co