14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ubud, Bukan Hanya Terasering Tetapi Juga Festival Sastra

Puspa Seruni by Puspa Seruni
November 7, 2022
in Esai
Ubud, Bukan Hanya Terasering Tetapi Juga Festival Sastra

Puspa Seruni di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2022

Meski tinggal di Bali, tepatnya di Jembrana, setiap kali mendengar kata Ubud yang pertama kali terbetik dalam benak saya adalah hamparan sawah terasering dengan warna hijau yang menyegarkan mata. Belum lagi suhu udara yang sejuk khas pegunungan, serta  pemandangan lembah, liukan sungai, membuat Ubud selalu jadi tujuan yang menyenangkan untuk menyepi sambil liburan.

Sawah terasering di Ubud sudah menjadi obyek wisata yang populer dan ramai dikunjungi wisatawan. Tampilan sawah berundak-undak, pohon-pohon kelapa yang ada di antara pemisah sawah menjadi pemandangan yang unik untuk dijadikan latar belakang foto.

Akan tetapi, saat membaca undangan yang dikirim melalui email dari Yayasan Mudra Swarisaraswati untuk menghadiri acara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) tahun 2022, satu kata yang terlintas dalam benak saya adalah buku. Bukan karena saya dan sembilan penulis emerging UWRF 2022 lainnya akan mengadakan launching buku antologi Memayu Hayuning Bawana, melainkan karena acara tersebut sudah memiliki jadwal diskusi buku yang padat selama empat hari.

Puspa Seruni (pegang mik) pada sesi launching buku Memayu Hayuning Bhawana di Ubud Writers and Readers Festival 2022

Ada lebih dari seratus penulis, baik dari dalam negeri atau dari luar negeri yang diundang untuk memeriahkan festival sastra yang katanya terbesar di Asia Tenggara itu.

Bukan hal baru, sih, kalau UWRF dihadiri oleh penulis-penulis keren karena sejak pertama kali digelar UWRF sudah mampu mendatangkan banyak penulis untuk berdiskusi di festival yang sudah berlangsung selama sembilan belas tahun itu. Sebenarnya bukan hanya penulis yang berkumpul di acara UWRF itu, ada sutradara film, penyair, pendongeng, orang teater, juga pemusik.

Foto bersama 10 penulis emerging Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2022

Sejak hari pertama festival yaitu tanggal 27 Oktober 2022, saya mengikuti beberapa program utama yang sudah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Banyaknya program unggulan membuat saya sempat bingung memilih mana yang harus saya ikuti.

Rasanya semua perlu dan semua penting bagi saya yang masih pemula. Saya ingin, acara UWRF ini menjadi semacam pengisi baterai pengetahuan saya tentang dunia sastra. Saya datang dengan gelas kosong dan berharap pulang dengan gelas penuh.

Biasanya saya datang ke lokasi festival mulai pukul sembilan pagi dan pulang menjelang pukul sebelas malam. Setiap hari saya beranjak dari satu acara ke acara lainnya, dari panel diskusi, bedah buku, launching buku dari penulis, pemutaran film dokumenter hingga acara musik atau pembacaan puisi yang biasanya di gelar malam hari.

Saya pulang ke penginapan hanya untuk istirahat, supaya keesokan harinya kembali segar untuk mengikuti festival.

Di acara itu, kami—para emerging UWRF 2022—mendapat kesempatan untuk mengisi panel diskusi. Tentu saja sangat menyenangkan, mengingat kami sebagai penulis pemula mendapat panggung untuk berbicara dan menyuarakan pemikiran dan gagasan tentang topik yang diangkat.

Lebih menyenangkan lagi, dalam setiap sesi panel diskusi peserta yang hadir selalu penuh dan sangat antusias mengikuti jalannya diskusi. Kami—saya khususnya—merasa sangat tersanjung dan dihargai meski secara pengalaman tentu masih sangat jauh dari para penulis lain yang sudah terlebih dahulu berkiprah di panggung sastra.

Ada pemandangan unik yang saya perhatikan di acara UWRF itu, menurut perkiraan saya yang datang dan menghadiri kegiatan tersebut 80% adalah warga asing. Sebagaimana semua orang ketahui, Bali memang surga bagi para pelancong dari laur negeri. Akan tetapi uniknya, orang bule yang datang ke acara UWRF itu sangat aktif berdiskusi dan memberi apresiasi pada panel diskusi yang diikuti.

Saya merasakan sendiri, saat hari ketiga saya mengisi panel diskusi bersama Diana Reid dari Australia, Emily Brugman dari New South Wales dan Muhamad Nada Fauzan, rekan sesama emerging UWRF 2022, peserta diskusi lebih banyak orang asing. Mungkin orang Indonesianya hanya 10-20%, itupun dari rekan sesama penulis, media partner atau editor buku yang sedang memburu penulis baru.

Ada rasa bangga dan haru, apalagi saat sesi diskusi hampir semua pertanyaan—yang bertanya semuanya orang bule—ditujukan kepada saya. Akan tetapi, sekaligus saya merasa miris dan bertanya-tanya, apakah kehadiran warga Indonesia di ajang sastra besar semacam UWRF ini dapat dikatakan merepresentasikan tingkat literasi kita? Saya harap tidak.

Puspa Seruni (saya) saat mengisi sesi diskusi di Ubud Writers and Readers Festival 2022

Antusiasme dan apresiasi yang diberikan peserta diskusi serupa ucapan motivator yang menggema dalam kepala saya, yang membuat semangat saya untuk terus menulis semakin terpompa. UWRF membuat perspektif saya tentang Ubud bukan semata hamparan hijau sawah dengan terasering tetapi tempat berkumpulnya sastrawan dari berbagai daerah bahkan hingga mancanegara.

UWRF tahun ini menjadi pengalaman pertama saya, dan saya berharap tidak menjadi yang terakhir karena saya ingin merasakan lagi kemeriahan UWRF di tahun-tahun mendatang. Mungkin tidak bisa lagi datang sebagai emerging UWRF, tetapi siapa tahu bisa jadi pembicara yang diundang atau bahkan menjadi salah satu dewan kurator yang menyeleksi naskah para calon emerging UWRF selanjutnya. Siapa tahu, kan.

Saya tidak akan kapok datang ke Ubud meski bukan untuk liburan dan menepi, karena bagi saya buku dan sastra sudah menjadi liburan itu sendiri. Ubud dalam kepala saya bukan lagi identik dengan sawah berundak tetapi dengan festival sastra terbesar di Asia Tenggara. [T]

Cerita Anak dan Masa Depan Bumi | Dari Peluncuran Buku Nana Ernawati dan Nurul Ilmi di Ubud
Teater-Dongeng Komunitas Mahima: Mengalirlah Bahasa Bali-Kawi-Indonesia-Inggris di Atas Panggung
Royyan Julian: Aku Tidak Mau Meromantisasi Madura
Memasuki Museum Masa Kecil Avianti Armand | Hidup dan Hidup Lagi Berkali Kali
Dua Penulis Lolos ke Ubud – Gairah Sastra di Bangkalan Kian Nyala
Tags: CerpenPuspa SerunisastraUbudUbud Writers and Readers Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Kerta Masa” dari Penggak Men Mersi: Pertanian Adalah Ibu Kebudayaan Bali

Next Post

In Memoriam Ni Wayan Murdi | Arja dan Pengabdian Tiada Henti

Puspa Seruni

Puspa Seruni

Lahir di Situbondo, Jawa Timur. Penulis cerpen. Kini mengajar di Politeknik Kelautan dan Perikanan, Jembrana, Bali. Terpilih sebagai penulis emerging Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2022

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
In Memoriam Ni Wayan Murdi |  Arja dan Pengabdian Tiada Henti

In Memoriam Ni Wayan Murdi | Arja dan Pengabdian Tiada Henti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co