2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ubud, Bukan Hanya Terasering Tetapi Juga Festival Sastra

Puspa Seruni by Puspa Seruni
November 7, 2022
in Esai
Ubud, Bukan Hanya Terasering Tetapi Juga Festival Sastra

Puspa Seruni di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2022

Meski tinggal di Bali, tepatnya di Jembrana, setiap kali mendengar kata Ubud yang pertama kali terbetik dalam benak saya adalah hamparan sawah terasering dengan warna hijau yang menyegarkan mata. Belum lagi suhu udara yang sejuk khas pegunungan, serta  pemandangan lembah, liukan sungai, membuat Ubud selalu jadi tujuan yang menyenangkan untuk menyepi sambil liburan.

Sawah terasering di Ubud sudah menjadi obyek wisata yang populer dan ramai dikunjungi wisatawan. Tampilan sawah berundak-undak, pohon-pohon kelapa yang ada di antara pemisah sawah menjadi pemandangan yang unik untuk dijadikan latar belakang foto.

Akan tetapi, saat membaca undangan yang dikirim melalui email dari Yayasan Mudra Swarisaraswati untuk menghadiri acara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) tahun 2022, satu kata yang terlintas dalam benak saya adalah buku. Bukan karena saya dan sembilan penulis emerging UWRF 2022 lainnya akan mengadakan launching buku antologi Memayu Hayuning Bawana, melainkan karena acara tersebut sudah memiliki jadwal diskusi buku yang padat selama empat hari.

Puspa Seruni (pegang mik) pada sesi launching buku Memayu Hayuning Bhawana di Ubud Writers and Readers Festival 2022

Ada lebih dari seratus penulis, baik dari dalam negeri atau dari luar negeri yang diundang untuk memeriahkan festival sastra yang katanya terbesar di Asia Tenggara itu.

Bukan hal baru, sih, kalau UWRF dihadiri oleh penulis-penulis keren karena sejak pertama kali digelar UWRF sudah mampu mendatangkan banyak penulis untuk berdiskusi di festival yang sudah berlangsung selama sembilan belas tahun itu. Sebenarnya bukan hanya penulis yang berkumpul di acara UWRF itu, ada sutradara film, penyair, pendongeng, orang teater, juga pemusik.

Foto bersama 10 penulis emerging Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2022

Sejak hari pertama festival yaitu tanggal 27 Oktober 2022, saya mengikuti beberapa program utama yang sudah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Banyaknya program unggulan membuat saya sempat bingung memilih mana yang harus saya ikuti.

Rasanya semua perlu dan semua penting bagi saya yang masih pemula. Saya ingin, acara UWRF ini menjadi semacam pengisi baterai pengetahuan saya tentang dunia sastra. Saya datang dengan gelas kosong dan berharap pulang dengan gelas penuh.

Biasanya saya datang ke lokasi festival mulai pukul sembilan pagi dan pulang menjelang pukul sebelas malam. Setiap hari saya beranjak dari satu acara ke acara lainnya, dari panel diskusi, bedah buku, launching buku dari penulis, pemutaran film dokumenter hingga acara musik atau pembacaan puisi yang biasanya di gelar malam hari.

Saya pulang ke penginapan hanya untuk istirahat, supaya keesokan harinya kembali segar untuk mengikuti festival.

Di acara itu, kami—para emerging UWRF 2022—mendapat kesempatan untuk mengisi panel diskusi. Tentu saja sangat menyenangkan, mengingat kami sebagai penulis pemula mendapat panggung untuk berbicara dan menyuarakan pemikiran dan gagasan tentang topik yang diangkat.

Lebih menyenangkan lagi, dalam setiap sesi panel diskusi peserta yang hadir selalu penuh dan sangat antusias mengikuti jalannya diskusi. Kami—saya khususnya—merasa sangat tersanjung dan dihargai meski secara pengalaman tentu masih sangat jauh dari para penulis lain yang sudah terlebih dahulu berkiprah di panggung sastra.

Ada pemandangan unik yang saya perhatikan di acara UWRF itu, menurut perkiraan saya yang datang dan menghadiri kegiatan tersebut 80% adalah warga asing. Sebagaimana semua orang ketahui, Bali memang surga bagi para pelancong dari laur negeri. Akan tetapi uniknya, orang bule yang datang ke acara UWRF itu sangat aktif berdiskusi dan memberi apresiasi pada panel diskusi yang diikuti.

Saya merasakan sendiri, saat hari ketiga saya mengisi panel diskusi bersama Diana Reid dari Australia, Emily Brugman dari New South Wales dan Muhamad Nada Fauzan, rekan sesama emerging UWRF 2022, peserta diskusi lebih banyak orang asing. Mungkin orang Indonesianya hanya 10-20%, itupun dari rekan sesama penulis, media partner atau editor buku yang sedang memburu penulis baru.

Ada rasa bangga dan haru, apalagi saat sesi diskusi hampir semua pertanyaan—yang bertanya semuanya orang bule—ditujukan kepada saya. Akan tetapi, sekaligus saya merasa miris dan bertanya-tanya, apakah kehadiran warga Indonesia di ajang sastra besar semacam UWRF ini dapat dikatakan merepresentasikan tingkat literasi kita? Saya harap tidak.

Puspa Seruni (saya) saat mengisi sesi diskusi di Ubud Writers and Readers Festival 2022

Antusiasme dan apresiasi yang diberikan peserta diskusi serupa ucapan motivator yang menggema dalam kepala saya, yang membuat semangat saya untuk terus menulis semakin terpompa. UWRF membuat perspektif saya tentang Ubud bukan semata hamparan hijau sawah dengan terasering tetapi tempat berkumpulnya sastrawan dari berbagai daerah bahkan hingga mancanegara.

UWRF tahun ini menjadi pengalaman pertama saya, dan saya berharap tidak menjadi yang terakhir karena saya ingin merasakan lagi kemeriahan UWRF di tahun-tahun mendatang. Mungkin tidak bisa lagi datang sebagai emerging UWRF, tetapi siapa tahu bisa jadi pembicara yang diundang atau bahkan menjadi salah satu dewan kurator yang menyeleksi naskah para calon emerging UWRF selanjutnya. Siapa tahu, kan.

Saya tidak akan kapok datang ke Ubud meski bukan untuk liburan dan menepi, karena bagi saya buku dan sastra sudah menjadi liburan itu sendiri. Ubud dalam kepala saya bukan lagi identik dengan sawah berundak tetapi dengan festival sastra terbesar di Asia Tenggara. [T]

Cerita Anak dan Masa Depan Bumi | Dari Peluncuran Buku Nana Ernawati dan Nurul Ilmi di Ubud
Teater-Dongeng Komunitas Mahima: Mengalirlah Bahasa Bali-Kawi-Indonesia-Inggris di Atas Panggung
Royyan Julian: Aku Tidak Mau Meromantisasi Madura
Memasuki Museum Masa Kecil Avianti Armand | Hidup dan Hidup Lagi Berkali Kali
Dua Penulis Lolos ke Ubud – Gairah Sastra di Bangkalan Kian Nyala
Tags: CerpenPuspa SerunisastraUbudUbud Writers and Readers Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Kerta Masa” dari Penggak Men Mersi: Pertanian Adalah Ibu Kebudayaan Bali

Next Post

In Memoriam Ni Wayan Murdi | Arja dan Pengabdian Tiada Henti

Puspa Seruni

Puspa Seruni

Lahir di Situbondo, Jawa Timur. Penulis cerpen. Kini mengajar di Politeknik Kelautan dan Perikanan, Jembrana, Bali. Terpilih sebagai penulis emerging Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2022

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
In Memoriam Ni Wayan Murdi |  Arja dan Pengabdian Tiada Henti

In Memoriam Ni Wayan Murdi | Arja dan Pengabdian Tiada Henti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co