2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ubud, Bukan Hanya Terasering Tetapi Juga Festival Sastra

Puspa Seruni by Puspa Seruni
November 7, 2022
in Esai
Ubud, Bukan Hanya Terasering Tetapi Juga Festival Sastra

Puspa Seruni di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2022

Meski tinggal di Bali, tepatnya di Jembrana, setiap kali mendengar kata Ubud yang pertama kali terbetik dalam benak saya adalah hamparan sawah terasering dengan warna hijau yang menyegarkan mata. Belum lagi suhu udara yang sejuk khas pegunungan, serta  pemandangan lembah, liukan sungai, membuat Ubud selalu jadi tujuan yang menyenangkan untuk menyepi sambil liburan.

Sawah terasering di Ubud sudah menjadi obyek wisata yang populer dan ramai dikunjungi wisatawan. Tampilan sawah berundak-undak, pohon-pohon kelapa yang ada di antara pemisah sawah menjadi pemandangan yang unik untuk dijadikan latar belakang foto.

Akan tetapi, saat membaca undangan yang dikirim melalui email dari Yayasan Mudra Swarisaraswati untuk menghadiri acara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) tahun 2022, satu kata yang terlintas dalam benak saya adalah buku. Bukan karena saya dan sembilan penulis emerging UWRF 2022 lainnya akan mengadakan launching buku antologi Memayu Hayuning Bawana, melainkan karena acara tersebut sudah memiliki jadwal diskusi buku yang padat selama empat hari.

Puspa Seruni (pegang mik) pada sesi launching buku Memayu Hayuning Bhawana di Ubud Writers and Readers Festival 2022

Ada lebih dari seratus penulis, baik dari dalam negeri atau dari luar negeri yang diundang untuk memeriahkan festival sastra yang katanya terbesar di Asia Tenggara itu.

Bukan hal baru, sih, kalau UWRF dihadiri oleh penulis-penulis keren karena sejak pertama kali digelar UWRF sudah mampu mendatangkan banyak penulis untuk berdiskusi di festival yang sudah berlangsung selama sembilan belas tahun itu. Sebenarnya bukan hanya penulis yang berkumpul di acara UWRF itu, ada sutradara film, penyair, pendongeng, orang teater, juga pemusik.

Foto bersama 10 penulis emerging Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2022

Sejak hari pertama festival yaitu tanggal 27 Oktober 2022, saya mengikuti beberapa program utama yang sudah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Banyaknya program unggulan membuat saya sempat bingung memilih mana yang harus saya ikuti.

Rasanya semua perlu dan semua penting bagi saya yang masih pemula. Saya ingin, acara UWRF ini menjadi semacam pengisi baterai pengetahuan saya tentang dunia sastra. Saya datang dengan gelas kosong dan berharap pulang dengan gelas penuh.

Biasanya saya datang ke lokasi festival mulai pukul sembilan pagi dan pulang menjelang pukul sebelas malam. Setiap hari saya beranjak dari satu acara ke acara lainnya, dari panel diskusi, bedah buku, launching buku dari penulis, pemutaran film dokumenter hingga acara musik atau pembacaan puisi yang biasanya di gelar malam hari.

Saya pulang ke penginapan hanya untuk istirahat, supaya keesokan harinya kembali segar untuk mengikuti festival.

Di acara itu, kami—para emerging UWRF 2022—mendapat kesempatan untuk mengisi panel diskusi. Tentu saja sangat menyenangkan, mengingat kami sebagai penulis pemula mendapat panggung untuk berbicara dan menyuarakan pemikiran dan gagasan tentang topik yang diangkat.

Lebih menyenangkan lagi, dalam setiap sesi panel diskusi peserta yang hadir selalu penuh dan sangat antusias mengikuti jalannya diskusi. Kami—saya khususnya—merasa sangat tersanjung dan dihargai meski secara pengalaman tentu masih sangat jauh dari para penulis lain yang sudah terlebih dahulu berkiprah di panggung sastra.

Ada pemandangan unik yang saya perhatikan di acara UWRF itu, menurut perkiraan saya yang datang dan menghadiri kegiatan tersebut 80% adalah warga asing. Sebagaimana semua orang ketahui, Bali memang surga bagi para pelancong dari laur negeri. Akan tetapi uniknya, orang bule yang datang ke acara UWRF itu sangat aktif berdiskusi dan memberi apresiasi pada panel diskusi yang diikuti.

Saya merasakan sendiri, saat hari ketiga saya mengisi panel diskusi bersama Diana Reid dari Australia, Emily Brugman dari New South Wales dan Muhamad Nada Fauzan, rekan sesama emerging UWRF 2022, peserta diskusi lebih banyak orang asing. Mungkin orang Indonesianya hanya 10-20%, itupun dari rekan sesama penulis, media partner atau editor buku yang sedang memburu penulis baru.

Ada rasa bangga dan haru, apalagi saat sesi diskusi hampir semua pertanyaan—yang bertanya semuanya orang bule—ditujukan kepada saya. Akan tetapi, sekaligus saya merasa miris dan bertanya-tanya, apakah kehadiran warga Indonesia di ajang sastra besar semacam UWRF ini dapat dikatakan merepresentasikan tingkat literasi kita? Saya harap tidak.

Puspa Seruni (saya) saat mengisi sesi diskusi di Ubud Writers and Readers Festival 2022

Antusiasme dan apresiasi yang diberikan peserta diskusi serupa ucapan motivator yang menggema dalam kepala saya, yang membuat semangat saya untuk terus menulis semakin terpompa. UWRF membuat perspektif saya tentang Ubud bukan semata hamparan hijau sawah dengan terasering tetapi tempat berkumpulnya sastrawan dari berbagai daerah bahkan hingga mancanegara.

UWRF tahun ini menjadi pengalaman pertama saya, dan saya berharap tidak menjadi yang terakhir karena saya ingin merasakan lagi kemeriahan UWRF di tahun-tahun mendatang. Mungkin tidak bisa lagi datang sebagai emerging UWRF, tetapi siapa tahu bisa jadi pembicara yang diundang atau bahkan menjadi salah satu dewan kurator yang menyeleksi naskah para calon emerging UWRF selanjutnya. Siapa tahu, kan.

Saya tidak akan kapok datang ke Ubud meski bukan untuk liburan dan menepi, karena bagi saya buku dan sastra sudah menjadi liburan itu sendiri. Ubud dalam kepala saya bukan lagi identik dengan sawah berundak tetapi dengan festival sastra terbesar di Asia Tenggara. [T]

Cerita Anak dan Masa Depan Bumi | Dari Peluncuran Buku Nana Ernawati dan Nurul Ilmi di Ubud
Teater-Dongeng Komunitas Mahima: Mengalirlah Bahasa Bali-Kawi-Indonesia-Inggris di Atas Panggung
Royyan Julian: Aku Tidak Mau Meromantisasi Madura
Memasuki Museum Masa Kecil Avianti Armand | Hidup dan Hidup Lagi Berkali Kali
Dua Penulis Lolos ke Ubud – Gairah Sastra di Bangkalan Kian Nyala
Tags: CerpenPuspa SerunisastraUbudUbud Writers and Readers Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Kerta Masa” dari Penggak Men Mersi: Pertanian Adalah Ibu Kebudayaan Bali

Next Post

In Memoriam Ni Wayan Murdi | Arja dan Pengabdian Tiada Henti

Puspa Seruni

Puspa Seruni

Lahir di Situbondo, Jawa Timur. Penulis cerpen. Kini mengajar di Politeknik Kelautan dan Perikanan, Jembrana, Bali. Terpilih sebagai penulis emerging Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2022

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
In Memoriam Ni Wayan Murdi |  Arja dan Pengabdian Tiada Henti

In Memoriam Ni Wayan Murdi | Arja dan Pengabdian Tiada Henti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co