23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teater-Dongeng Komunitas Mahima: Mengalirlah Bahasa Bali-Kawi-Indonesia-Inggris di Atas Panggung

Dian Suryantini by Dian Suryantini
November 2, 2022
in Panggung
Teater-Dongeng Komunitas Mahima: Mengalirlah Bahasa Bali-Kawi-Indonesia-Inggris di Atas Panggung

Pementasan teater-dongeng Komunitas Mahima dengan judul Men Tiwas dan Men Sugih di Ubud Writers and Readers Festival, 27 Oktober 2022 | Foto Sony/UWRF 2022

Ini dongeng sudah terkenal di Bali. Judulnya, “Men Tiwas dan Men Sugih” atau “Bu Miskin dan Bu Kaya”.

Dulu, dulu sekali, dongeng ini biasa diceritakan orang tua kepada anaknya sebelum si anak tidur. Namun tampaknya dongeng itu tak diketahui oleh banyak anak-anak zaman sekarang. Banyak cerita asing kini bisa didapat lewat media sosial di HP Android, dan cerita-cerita asing kini mengisi memori di kepala anak-anak.

Dulu, dulu sekali, cerita Men Tiwas dan Men Sugih  biasa disampaikan dengan bahasa Bali, diselipi sejumlah pesan-pesan kebaikan. Kini, bahkan bahasa Bali pun sepertinya masih susah payah menarik minat sebagian besar anak-anak di Bali.

Syahdan, Komunitas Mahima menceritakan dongeng itu dengan cara yang berbeda. Dongeng itu dimainkan dalam garapan teater, dimainkan oleh anak-anak. Ya, anak-anak masa kini—anak-anak yang sehari-hari juga biasa memainkan HP.

Dongeng dalam teater garapan Komunitas Mahima dimainkan dengan berbagai macam percobaan untuk menemukan berbagai kemungkinan etis dan estetis di atas panggung. Selain anak-anak yang bermain sebagai aktor, di atas panggung juga ada seorang dalang, yakni dalang wayang kulit sebagaimana biasa dikenal di Bali.

Dalang bertugas sebagai narator. Namun di atas panggung terdapat juga dua narator remaja perempuan.

Pementasan teater-dongeng Komunitas Mahima dengan judul Men Tiwas dan Men Sugih di Ubud Writers and Readers Festival, 27 Oktober 2022 | Foto Sony/UWRF 2022

Dalang menyampaikan narasi cerita dengan menggunakan bahasa Bali plus Bahasa Kawi atau Jawa Kuno. Sementara narasi cerita yang disampaikan dua remaja perempuan itu menggunakan Bahasa Inggris. Sedangkan dialog para pemain menggunakan Bahasa Indonesia.

Mengalirlah suara-suara teatrikal dalam empat bahasa berbeda dari atas panggung. Bahasa-bahasa itu dibiarkan beririrngan, kadang bertabrakan. Orang bisa melihat adegan-adegan yang sama, tapi telinga bisa fokus mendengar apa apa yang ingin didengar.

Orang yang hanya paham Bahasa Bali, misalnya, bisa saja fokus mendengar Sang Dalang. Yang paham Bahasa Inggris mendengar dari dua narator perempuan remaja itu. Yang paham bahasa Indonesia mendengarkan dialog para pemain. Semua akhirnya bisa paham apa yang sedang diceritakan di atas panggung.  

Musik dan lagu sebagai pengiring teater itu juga boleh dikata unik. Jika biasanya permainan wayang menggunakan alat musik gender, dalam teater itu menggunakan alat musik “penting”. Namanya memang “penting”.Itu alat musik petik semacam gitar khas Karangasem.

Pemain musik “penting” itu adalah Ida Parta dan Tini Wahyuni. Alat musik “penting” itu juga yang mengiringi lagu-lagu berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia yang dinyanyikan secara khusus oleh dua anak-anak, Abel dan Arnel.  

Pementasan teater-dongeng Komunitas Mahima dengan judul Men Tiwas dan Men Sugih di Ubud Writers and Readers Festival, 27 Oktober 2022 | Foto Sony/UWRF 2022

Pementasan Teater Mahima, Men Tiwas dan Men Sugih itu dipentaskan 27 Oktober 2022 serangkaian Ubud Writers and Readers Festival 2022 di Taman Baca, Sanggingan, Ubud.     

[][][]

Dalang itu adalah Gusti Made Aryana atau Dalang Sembroli. Ia mengawali pentas dengan memainkan wayang yang awalnya ditancapkan berjejer pada batang pisang. Di depannya melintang utas benang.

Lantunan lagu atau gending dalam bahasa Bali dan Jawa Kuno mengalun merdu sembari memainkan wayang. Selang beberapa lama, gending yang dibawakan Dalang Sembroli diambil alih salah satu aktor yang berperan sebagai narator.

Dengan kecakapan bahasa Inggris-nya, Putik dan Sinsin, dua narrator remaja itu sangat pasih menyampaikan jalan cerita.

Pementasan pun mengalir. Para aktor menjiwai peran masing-masing, mereka tampil dengan maksimal. Ceritanya dimulai dengan kesengsaraan Men Tiwas yang dikisahkan sebagai perempuan yang sangat miskin diperankan maksimal oleh Ayik.

Raut wajah perempuan sekarat akan ekonomi yang mencekik terlihat jelas. Gambaran wajah nelangsa, karakter perempuan miskin yang tak berdaya benar-benar diperankan dengan baik oleh Ayik.

Sementara itu, Men Sugih, diperankan oleh Sasha, juga menarik. Men Sugih dikisahkan hidup mewah tanpa kekurangan apa pun. Sosok perempuan pelit dan iri dengki sangat cocok diperankan Sasha.

Yang paling menggelitik adalah tingkah polah Kayu Hujan dan Manda. Mereka berperan sebagai Rusa Emas yang membatu Men Tiwas di tengah hutan. Suara rusa yang meringkik membuat segar pementasan malam itu.

Pementasan teater-dongeng Komunitas Mahima dengan judul Men Tiwas dan Men Sugih di Ubud Writers and Readers Festival, 27 Oktober 2022 | Foto Sony/UWRF 2022

“Mereka berdua memang sangat cocok dengan karakter itu. Begitu dilatih, ternyata mereka bisa. Mereka mampu. Tidak sulit mengarahkan anak-anak ini walau ada beberapa kendala juga,” kata Kadek Sonia Piscayanti, sang sutaradara.

Pementasan itu secara umum cukup sukses. Sonia mengatakan, keuletan dan kedisiplinan mereka dalam berlatih menghantarkan mereka ke pementasan yang sempurna. Tak satu pun dialog atau adengan yang tertinggal.

Seluruh aktor saling mendukung di atas panggung. “Mereka sangat kompak. Jadi tidak ada kesalahan yang berarti. Dari pementasan ini saya lihat anak-anak sangat berbakat, ini bisa jadi bibit unggul untuk generasi aktor teater selanjutnya,” kata Sonia.[T]

Peran Kecil dengan Pelajaran Besar | Ikut-ikutan Main Teater di Komunitas Mahima untuk Festival Bali Jani 2021
Mengintip Proses Teater Legenda Rasa Kopi Banyuatis | Catatan Penulis Naskah dan Sutradara
Tags: DalangKomunitas MahimaTeaterUbud Writers and Readers Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Trio Buleleng: Dwinov, Triana, dan Grahady | Perkuat Tim Voli Bali, Juara 3 di Pra Popnas

Next Post

Cerita Anak dan Masa Depan Bumi | Dari Peluncuran Buku Nana Ernawati dan Nurul Ilmi di Ubud

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Cerita Anak dan Masa Depan Bumi | Dari Peluncuran Buku Nana Ernawati dan Nurul Ilmi di Ubud

Cerita Anak dan Masa Depan Bumi | Dari Peluncuran Buku Nana Ernawati dan Nurul Ilmi di Ubud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co