24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Peran Kecil dengan Pelajaran Besar | Ikut-ikutan Main Teater di Komunitas Mahima untuk Festival Bali Jani 2021

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
October 22, 2021
in Esai
Peran Kecil dengan Pelajaran Besar | Ikut-ikutan Main Teater di Komunitas Mahima untuk Festival Bali Jani 2021

Cinta (Gek Santi) dan Raya (Agus Wiratama dalam latihan teater Raya-Raya Cinta di Komunitas Mahima

Saya ikut-ikutan main teater bersama Komunitas Mahima dengan judul “Raya-Raya Cinta” untuk dipentaskan dalam Festival Seni Bali Jani di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, 29 Oktober 2021 malam. Saya dapat peran kecil dan singkat, tapi dari peran itu saya mendapat pelajaran besar, bukan hanya soal teater, melainkan juga soal filosofi cinta dan kehidupan.

Dalam teater ini saya berperan sebagai sosok ayah dari Raya. Raya sendiri adalah tokoh utama dalam pagelaran teater ini, sosok yang digambarkan dengan karakter yang sangat tegas dan selalu berusaha memperjuangkan apa yang menjadi keinginannya.

Raya terlahir dari keluarga yang sangat kaya, berpendidikan dan sangat ambisius. Berbeda dengan Cinta, di mana dia merupakan sosok yang sangat welas asih, selalu bekorban untuk kepentingan orang lain dan menjadi tulang punggung di keluarganya.

Cinta adalah anak sulung dari lima bersaudara, yang semuanya adalah perempuan. Tokoh Cinta dalam pagelaran ini diperankan oleh Santidewi yang akrab dipanggil Gek Santi, seorang mahasiswa Undiksha yang selama ini aktif berkarya di Komunitas Mahima.

Konflik dalam pementasan teater ini dimulai ketika Raya yang diusianya sudah mencapai 33 tahun, ingin segera mengakhiri masa lajangnya, sementara Cinta yang sedang menyelesaikan pendidikannya mesti berjuang untuk menuntaskan semua kewajibannya, termasuk menafkahi keluarga akibat dari sang ayah yang sudah dipecat lantaran tempat bekerjanya terdampak karena pendemi Covid-19.

Kisah menjadi semakin sengit, manakala sang ayah merasa Raya sudah berusaha merebut Cinta dari keluarganya, dia tidak terima karena Cinta adalah tulang punggung keluarganya, sementara Raya bersikukuh bahwa apa yang dia perjuangkan adalah perasaaan cinta yang begitu besar kepada Cinta.

Cerita semakin sengit, manakala Cinta merasa bahwa perjuangan untuk menyatukan cinta dengan Raya hanya sebuah kesia-siaan, tentu hal ini dikarenakan kondisi mereka yang sama-sama berada dalam posisi yang sangat sulit secara adat dan tradisi.

Cinta tidak punya saudara perempuan, sementara dalam kebiasaan keluarga mereka, apabila tidak ada anak laki-laki yang terlahir dari keluarga itu, maka wajib hukumnya sang keluarga mencari “sentana” untuk kemudian mereka angkat menjadi penerus “purusa” di keluarga  itu.

Sementara Raya, dia sendiri tumbuh hanya seorang diri. Tentu kondisi ini membuat Raya sangat berat untuk bisa menerima tawaran “nyentana” dari Cinta dan keluarganya.

Mereka berdua bergulat dalam konflik yang tak berkesudahan, berusaha mencari solusi namun tak kunjung mendapatkan jalan keluar. Konflik memuncak ketika ada sosok Gita yang juga merupakan sahabat dari Raya dan Cinta hadir di tengah mereka. Gita sudah dari lama menaruh perasaan kepada Raya, tapi kesempatan untuk mengutarakannya baru terjadi ketika dia melihat ada konflik diantara Raya dan Cinta.

Nah, dari konflik cinta anak muda yang berlindan dengan persoalan orang tua, adat, dan keluarga ini saya belajar tentang betapa rumitnya cinta. Bahwa cinta tak bisa berdiri sendiri, bahwa cinta bukan hanya soal hubungan antara remaja putri dan remaja putra. Cinta punya hubungan, kadang harmonis, kadang sangat tidak harmonis, dengan hal-hal yang ada di sekitarnya, seperti adat, tradisi dan budaya.

Tapi atas nama cinta, semua hal bisa diselesaikan juga.  

“Aku sudah mendengar semuanya, aku sudah punya semua jalan keluarnya, tak ada yang tak mungkin jika dibicarakan”.

Itulah kalimat yang saya ucapkan, mengucapkannya sungguh sangat berat, terutama bagi saya yang pertama kali mengalami proses kreatif dalam sebuah pagelaran tearer seperti ini.

Menghayati dan larut dalam isi dari cerita adalah prasyarat yang mesti saya penuhi. Pemahaman terhadap karakter bisa tersirat dari karakter yang dimiliki oleh Raya. Karena untuk bisa menjadi ayah Raya yang diperankan oleh Agus Wiratama, saya perlu memahami proses tumbuh kembang seorang anak, mulai dari cara mendidik dan lingkungan yang mempengaruhinya, sehingga Raya menjadi pribadi yang digambarkan dalam cerita ini.

Peran ini sangat saya nikmati, sebab ini menjadi pintu masuk bagi saya untuk bisa memahami hal-hal yang tak pernah saya bisa dapatkan, ketika harus berperan dan mengamati sebuah pertunjukan dari sudut pandang penonton.

Berbicara soal pementasan teater, tentu hal ini sangat begitu kompleks. Saya bisa membayangkan bagaimana seorang sutradara Kadek Sonia Piscayanti mengegelola imajinasi sehingga melahirkan puluhan lembar naskah yang harus dihapal dan dihayati oleh aktor yang terlibat. Belum lagi koreografi, blocking stage, jenis pakaian, musik, tata pencahayaan yang harus disiapkan dengan detail, untuk memperkuat alur dari cerita.

Terlibat dalam pementasan teater Raya Raya Cinta, bagi saya tidak hanya berbicara soal menghapal kalimat dan menghayati peran yang ada, tapi jauh lebih dari itu adalah berusaha masuk dan berada dalam ruang-ruang kesadaran penuh dalam proses kreatif itu sendiri. [T]

Tags: Festival Seni Bali JaniKomunitas MahimaTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Festival Seni Bali Jani 2021: Dua Pekan, Seribu Seniman, 45 Mata Acara

Next Post

Ranty | Cerpen Rastiti Era

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Ranty | Cerpen Rastiti Era

Ranty | Cerpen Rastiti Era

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co