2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dua Penulis Lolos ke Ubud – Gairah Sastra di Bangkalan Kian Nyala

Muzammil Frasdia by Muzammil Frasdia
February 2, 2018
in Khas

Foto-foto: koleksi penulis

PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dalam acara bergengsi Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2016, di Ubud, Gianyar, Bali, 26-30 Oktober 2016. Terpilihnya dua penulis itu seakan-akan sebagai “hadiah” dari giatnya para penulis di Bangkalan melakukan proses kreatif, seperti menggelar diskusi-diskusi dan festival sejak beberapa tahun belakangan ini. Lolosnya dua penulis itu tentu saja menjadikan gairah sastra di Bangkalan kian nyala dan iklim sastranya menjadi lebih cerah.

Joko Sucipta dan Arung Wardana
Joko Sucipta dan Arung Wardana

Joko Sucipto, salah satu penulis generasi muda di Komunitas Masyarakat Lumpur, Bangkalan. Awalnya, seorang pemusik dan tampak tak punya potensi di bidang tulis-menulis. Ia pernah menggarap beberapa karya musikalisasi puisi dan pernah meraih juara 2 pada lomba Musikalisasi Puisi Balai Bahasa Jawa Timur. Setelah mengalami proses diskusi rutin seminggu sekali di komunitas, ia mengurangi porsinya dalam bermain musik dengan cara menolak setiap tawaran untuk manggung. Ia mulai menulis dengan belajar kepada senior-seniornya seperti M. Helmy Prasetya, Anwar Sadat, dan Roz Zaky. Tulisan pertamanya adalah puisi.

Tahun 2014, Komunitas Masyarakat Lumpur menerbitkan buku antologi bersama dengan judul Suara Waktu. Karya puisi Joko Sucipto masuk di dalamnya. Pengantar buku antologi tersebut adalah Mashuri, sastrawan Jawa Timur. Dalam pengantarnya, Mashuri mengatakan puisi Joko Sucipto tampak main-main tapi serius. Berbeda dengan puisi Klonnong, buku antologi puisi tunggalnya yang diikutsertakan dalam proses kurasi di Ubud Writers and Readers Festival 2016. Buku tersebut memilik muatan lokal yang beberapa di antaranya menyinggung dan mengkritisi persoalan masyarakat agraris Madura. Ketika diumumkan lolos ke Ubud, ia sempat kaget dan tidak percaya.

Sementara Arung Wardhana Ellhafifie, yang lahir di Bangkalan, 12 Januari 1981, sudah lama aktif di dunia kesenian dan kesusasteraan, tepatnya dengan drama dan puisi. Dia adalah salah satu aktor dan deklamator kecil di sekolahnya yang seringkali terlibat di festival drama dan puisi tingkat sekolah antar kecamatan se-kabupaten.

Ketika melakukan perjalanan ke Jakarta beberapa tahun lalu, ia dipertemukan dengan beberapa sutradara/aktor teater/film seperti Diding Boneng, Dorman Borisman, Dindon WS, Syarifuddin Ach, Yamin Azhari, Zetbier Mustaqiem, Nendra WD, Hanung Bramantyo, Deddy Mizwar dan Benny Johanes. Serta penyair seperti Syarifuddin Ach, Rendra, Afrizal Malna dan novelis seperti Hilman Hariwijaya. Arung pun semakin menekuni dunia seninya sebagai aktor, penulis naskah dan sutradara, selain terlibat di beberapa antologi puisi.

—

TERPILIHNYA Joko Sucipto dan Arung Wardana jelas menambah motivasi serta membuka sedikit sudut pandang kesusastraan Bangkalan, khususnya di Jawa Timur dan secara umum di tanah air. Bangkalan, mendapat prioritas penting, diperhatikan, dan akhirnya diakui memiliki penulis-penulis yang tak kalah dengan penulis-penulis dari kota besar. Melalui keterlibatan mereka, Bangkalan, setidaknya sudah tercatat memberi kontribusi terhadap perkembangan sastra tanah air.

Banyak yang sepakat bahwa iklim sastra di suatu wilayah terukur dari peran kelompok seni (sanggar) di dalamnya, yang secara giat menyusun kegiatan guyub. Diskusi, kajian seni, studi sastra, pagelaran kebudayaan, atau seputar keberlangsungan proses kemandirian kelompok seni. Aktivitas semacam itu penting bagi perkumpulan seni atau sastra, agar keberhasilan kualitas karya yang dihasilkan nantinya adalah dampak dari proses yang telah dilakukan sebelumnya selama bertahun-tahun.

sastra bangkalan2Perkembangan seni di Bangkalan, khususnya sastra tidak bisa lepas dari peran Komunitas Masyarakat Lumpur sebagai satu-satunya wadah seni yang ada di Bangkalan. Studi teater, sastra, musik, dan kerja kebudayaan lainnya sering diprakarsai oleh kelompok seni yang kini sudah banyak menerbitkan banyak buku sastra tersebut. Sejak berdiri tahun 2004, eksistensi komunitas ini, sebagai pusat seni umum di Bangkalan patut diakui.

Sepanjang usianya yang mencapai 12 tahun, hingga kini masih eksis melakukan kegiatan seni, baik di kotanya sendiri (Bangkalan) atau gelaran tampil pada sebuah ajang festival pertunjukan teater dan musikalisasi puisi tingkat nasional seperti di Mataram, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan di kota-kota terdekat seperti Surabaya, Malang, atau kota-kota lain yang ada di Madura. Setidaknya, kelompok seni yang dikenal mandiri ini, secara garis besar telah mengangkat Bangkalan ke ranah saing wacana percaturan perkembangan seni di tanah air, tanpa terkecuali pergerakan sastranya.

Di bidang sastra, sederet nama sastrawan seperti Sindu Putra (Mataram), Joni Ariadinata (Yogyakarta), Tjahjono Widijanto (Ngawi), Mashuri (Sidoarjo), R. Giryadi (Surabaya), Mahwi Air Tawar (Tangerang) adalah mereka yang telah banyak membantu pergerakan sastra Bangkalan. Melalui hubungan komunikasi yang terjalin, diskusi sarasehan, serta pemberian motivasi dan masukan terhadap keberlangsungan kegiatan-kegiatan. Baik dalam hal kekaryaan (sastra) ataupun garapan sebuah pertunjukan teater.

Tidak heran baru-baru ini tergelar sebuah acara yang amat fenomenal digagas oleh komunitas ini, yakni Festival Puisi Bangkalan (FPB), sebuah acara kekaryaan yang telah disepakati akan diadakan setiap tahun. Banyak penulis-penulis muda Bangkalan muncul, khususnya puisi. Kepentingannya, tidak lain mewujudkan pergerakan sastra Bangkalan hingga meluas ke penjuru tanah air.

Digelarnya Festival Puisi Bangkalan yang diadakan pada bulan Mei lalu menjadi tolak ukur perkembangan kesusastraan Bangkalan. Tercatat 16 penulis Bangkalan terlibat dan terhitung sebanyak 25 buku puisi antologi tunggal karya penulis-penulis dari segala penjuru Bangkalan. M. Helmy Prasetya, Roz Zaky, Muzammil Frasdia, Anwar Sadat, Hayyul Mb, Suryadi Arfa, Setya Hadi Y., R. Nike Dianita F. Joko Sucipto, Agus A Kusuma, Hoiri Asfa, M. Holel, Putra Mulya Nurjaya, Nasihin, Safi’i, dan yang tidak kalah ikut serta adalah Novrain Diandra Neilamarsha, seorang penyair cilik Bangkalan yang usianya masih 8 tahun dan sudah mulai berkarya.

Acara Festival Puisi Bangkalan itu pun dipelopori oleh pimpinan sanggar Komunitas Masyarakat Lumpur, yakni M. Helmy Prasetya dengan tujuan mendekatkan puisi kepada masyarakat umum. FPB sebagai salah satu inisiatif untuk mendekatkan dan memperkenalkan puisi kepada khalayak umum dikemas dalam tema “Wisata Instalasi Rupa dan Kata” dengan berbagai acara pameran instalasi puisi sekaligus pertunjukan eksperimental. Ada Monolog Puisi, Drama Puisi, Instalasi Puisi, Stand Puisi, Wisata Puisi, Pantomim Puisi, dan Lukisan Puisi.

Acara tersebut merupakan gerakan yang sekaligus memacu geliat penulis-penulis baru yang selama ini sulit tertampung keberadaannya. Menjadi catatan penting dari tergelarnya acara tersebut adalah munculnya penulis-penulis baru yang tidak hanya berasal dari anggota Komunitas Masyarakat Lumpur yang antusias melibatkan diri dalam berlangsungnya acara. Hal ini dapat dilihat dalam rangkaian buku puisi bersama berjudul Permohonan Minoritas yang menjadi ikon FPB. Pengantarnya adalah Sindu Putra, penyair asal Bali yang kini menetap di Mataram.

Untuk menunjang pergerakan sastra, di akhir tahun 2015, Komunitas Masyarakat Lumpur ini juga telah membuka penerbitan buku, khususnya sastra. Dalam pengelolaannya disediakan jasa layout, pengeditan, pracetak, desain cover, serta pembuatan ISBN gratis. Hal tersebut sebagai bentuk motivasi agar gairah kepenulisan di Bangkalan terus bangkit. Tidak hanya menampung karya-karya yang ditulis oleh penulis yang berasal dari wilayah kota saja, tetapi juga penulis-penulis yang berasal dari pelosok berhasil ditampung.

Dan, lolosnya Joko Sucipto dan Arung Wardana, dalam acara Ubud Writers and Readers Festival 2016, adalah salah satu buah dari semangat bersastra di Bangkalan. Tentu akan ada lagi buah-buah berikutnya. (T)

Arosbaya-Bangkalan, 19 Juni 2016

Tags: BangkalanPuisiUbudUWRF
Share117TweetSendShareSend
Previous Post

Wanita Senja

Next Post

Bangun Trotoar Gelar Karnaval – Cara Mudah Menjadi Kota

Muzammil Frasdia

Muzammil Frasdia

Anak muda Bangkalan ini menjadi guru di SDN Ra’as Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan. Aktif mengelola Komunitas Masyarakat Lumpur. Sedang giat-giatnya bersastra dan berteater. Pernah pentas di dua tempat dalam selang waktu sehari di Mataram dan Bandung, tahun 2012. Dia bisa ditemui di frasdia@gmail.com

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post

Bangun Trotoar Gelar Karnaval - Cara Mudah Menjadi Kota

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co