2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam Ni Wayan Murdi | Arja dan Pengabdian Tiada Henti

tatkala by tatkala
November 7, 2022
in Khas
In Memoriam Ni Wayan Murdi |  Arja dan Pengabdian Tiada Henti

Ni Wayan Murdi | Foto: Istimewa

Tahun 1980-an, setiap Hari Minggu, tepat siang hari. Lamat-lamat terdengar dari radio transistor alunan tabuh geguntangan. Orang-orang mendengarkan sambil panen di sawah, sambil menganyam bambu, sambil istirahat di jineng, atau sembari duduk di tepi telajakan saat menjaga padi yang dikeringkan di atas jalan tanah.   

“Ndit, ndit, ndit, siiiir…! Ndit, ndit, ndit, siiiir!”

Bahkan ketika orang berjalan di tegalan yang jauh dari perkampungan, tetap telinganya menangkap dari kejauahan lamat-lamat suara geguntangan dan nyanyi-nyanyian merdu; smarandana, sinom atau ginada.

Suasana sepi. Tahun 1980-an adalah tahun-tahun sunyi di pedesaan. Sehingga, seberapa jauh pun letak radio, orang bisa mendengar lamat-lamat suara geguntangan itu. Tahun-tahun yang penuh kenangan.

Alunan geguntangan dan nyanyian-nyaian merdu itu memancar dari Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar. Saat itu, tepat pada setiap tengah hari, RRI menyiarkan arja secara langsung. Bukan rekaman kaset.

Dan arja itu ditunggu-tunggu. Orang Bali yang hidup pada hari-hari bahagia di 1980-an itu  hampir dipastikan punya kenangan tentang arja yang memancar dari radio transistor, radio yang masih menggunakan power listrik dari baterai sehingga bisa ditenteng ke mana-mana.

Arja itu disiarkan secara langsung. Artinya, para pemain arja duduk di studio RRI, tanpa make-up dan kostum arja. Mereka memainkan cerita-cerita panji dengan cara duduk, dan yang terpancar ke seluruh Bali hanya suara mereka. Seperti mendengar sandiwara radio yang pada tahun-tahun 1980-an itu juga digemari masyarakat Bali.  

Dan suara-suara geguntangan, nyanyian dan dialog arja yang terdengar di RRI itu selalu membuat pendengar tersihir dan kangen selalu. Pendengar akan menunggu dengan amat penasaran kelanjutan dari cerita demi cerita setiap Minggu siang. Para pendengar menunggu idola mereka.

Para pemain arja saat itu memang rata-rata memiliki warna vocal yang bagus. Yang seharusnya melengking, bisa melengking tinggi. Yang seharusnya rendah, suara mereka bisa tetap rendah tanpa bero atau fals.  

Warna suara yang kuat dan membuat para penggemarnya kangen selalu, salah satunya adalah suara Ni Wayan Murdi. Perempuan itu, di RRI, memerankan tokoh mantra manis. Dalam cerita-cerita panji, tokoh mantra manis adalah tokoh sentral. Ia tokoh protagonis yang punya tanggungjawab besar untuk membuat cerita tetap berjalan pada alur yang baik. Tokoh ini harus mengundang simpati, agar tokoh antagonis seperti mantri buduh mendapatkan antipasti.

Jika tokoh protagonis sukses mendatangkan simpati, dan tokoh antagonis berhasil membuat penonton antipasti, maka pada saat itulah secara keseluruhan cerita arja bakal ditunggu setiap minggu. Para penonton menunggu hingga mantri manis mendapat pahala baik, dan sebaliknya mantra buduh mendapat pahala buruk.

Ni Wayan Murdi tentu saja pemeran mantra manis yang sangat manis. Lengking suara saat dialog maupun bernyanyi sungguh sebagai lengkingan alami—seakan menanjak pada tebing tinggi.

“Power vokal benar-benar dijaga betul oleh kakak saya, sehingga di zaman itu belum ada microphone, tapi suaranya benar-benar kuat dan disegani.”

Itu perkataan Jro Wayan Butuantara—adik dari Ni Wayan Murdi—yang juga Bendesa Adat Sumerta, Denpasar.

Kini Ni Wayan Murdi telah berpulang. Seniman arja itu meninggal karena faktor usia, Sabtu dinihari, 5 November 2022. Ia meninggal pada usia 78 tahun.

[][][]

Ni Wayan Murdi lahir sekira tahun 1945 di Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur. Sekitar tahun 1980-an ia memang salah satu penari pada kelompok arja RRI Denpasar. Selain bermain arja di studio dan dsiarkan lewat radio, ia bersama arja RRI juga pentar ke desa-desa di Bali.

Tak heran, namanya melambung pada era 1980-an dan dikenal dengan baik oleh penggemar arja di seluruh Bali. Banyak penggemarnya menyatakan dengan kekaguman bahwa kepiawaian Ni Wayan Murdi memerankan mantri manis tak tertandingi. Untuk itulah masyarakat penggemar kesenian arja selalu menunggu aksi pentasnya.

Peran mantri manis begitu melekat pada dirinya. Berkat itu pula dia diangkat menjadi pegawai negeri di RRI dengan tugas utama, salah satunya sebagai pemain arja yang cerita-cerita didengar saban Minggu siang lewat radio.

Ni Wayan Murdi sempat beberapa kali mengadakan lawatan seni di sejumlah negara, di Eropa seperti Perancis, Belanda dan Italia. Tentu saja, Murdi begitu tekun merawat kesenian arja bukan semata-mata karena keinginan untuk mendapatkan materi, melainkan sebuah idealism dan kepuasan batin yang ia rasakan ketika kesenian arja tetap ada dan disukai masyarakat.

Jro Wayan Butuantara menceritakan, Ni Wayan Murdi adalah seniman yang dilahirkan dari seorang ayah yang juga seniman topeng bernama I Nyoman Pugra (almarhum). Dan, Murdi melakoni dunia seni tari hingga akhir ayatnya.

Atas kegigihan menekuni dunia arja, Ni Wayan Murdi pernah menerima pernghargaan dari pemerintah, diantaranya ada Penghargaa Dharma Kusuma dari Pemda Provinsi Bali.

“Dan ada beberapa penghargaan lainya. Tahunnya saya lupa, kakak saya menerima penghargaan dari pemerintah,” kata Butuantara.

Sesuai rencana, jenazah Ni Wayan Murdi adkan diupacarai dalam upacara ngaben Jumat 12 November 2022. Upacara digelar di rumah duka di Jl. Kenyeri, No. 72, Banjar  Tegal Kualon, Desa Adat Sumerta, Desa Dinas Sumerta Kaja, Denpasar, [T][Ole/Yong]

Ni Wayan Latri, Legenda Mantri Manis Arja Keramas
Klasik Arja Citta Usadhi Badung vs Dingin Gedung Ksirarnawa
Dramatari Arja : Sekilas Perkembangan, Struktur dan Pakem Style Singapadu
Tags: arjadenpasardramataridramatari arjaRRI Denpasar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ubud, Bukan Hanya Terasering Tetapi Juga Festival Sastra

Next Post

UWRF: Bulan yang Mendarat di Beranda

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
UWRF: Bulan yang Mendarat di Beranda

UWRF: Bulan yang Mendarat di Beranda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co