2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam Ni Wayan Murdi | Arja dan Pengabdian Tiada Henti

tatkala by tatkala
November 7, 2022
in Khas
In Memoriam Ni Wayan Murdi |  Arja dan Pengabdian Tiada Henti

Ni Wayan Murdi | Foto: Istimewa

Tahun 1980-an, setiap Hari Minggu, tepat siang hari. Lamat-lamat terdengar dari radio transistor alunan tabuh geguntangan. Orang-orang mendengarkan sambil panen di sawah, sambil menganyam bambu, sambil istirahat di jineng, atau sembari duduk di tepi telajakan saat menjaga padi yang dikeringkan di atas jalan tanah.   

“Ndit, ndit, ndit, siiiir…! Ndit, ndit, ndit, siiiir!”

Bahkan ketika orang berjalan di tegalan yang jauh dari perkampungan, tetap telinganya menangkap dari kejauahan lamat-lamat suara geguntangan dan nyanyi-nyanyian merdu; smarandana, sinom atau ginada.

Suasana sepi. Tahun 1980-an adalah tahun-tahun sunyi di pedesaan. Sehingga, seberapa jauh pun letak radio, orang bisa mendengar lamat-lamat suara geguntangan itu. Tahun-tahun yang penuh kenangan.

Alunan geguntangan dan nyanyian-nyaian merdu itu memancar dari Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar. Saat itu, tepat pada setiap tengah hari, RRI menyiarkan arja secara langsung. Bukan rekaman kaset.

Dan arja itu ditunggu-tunggu. Orang Bali yang hidup pada hari-hari bahagia di 1980-an itu  hampir dipastikan punya kenangan tentang arja yang memancar dari radio transistor, radio yang masih menggunakan power listrik dari baterai sehingga bisa ditenteng ke mana-mana.

Arja itu disiarkan secara langsung. Artinya, para pemain arja duduk di studio RRI, tanpa make-up dan kostum arja. Mereka memainkan cerita-cerita panji dengan cara duduk, dan yang terpancar ke seluruh Bali hanya suara mereka. Seperti mendengar sandiwara radio yang pada tahun-tahun 1980-an itu juga digemari masyarakat Bali.  

Dan suara-suara geguntangan, nyanyian dan dialog arja yang terdengar di RRI itu selalu membuat pendengar tersihir dan kangen selalu. Pendengar akan menunggu dengan amat penasaran kelanjutan dari cerita demi cerita setiap Minggu siang. Para pendengar menunggu idola mereka.

Para pemain arja saat itu memang rata-rata memiliki warna vocal yang bagus. Yang seharusnya melengking, bisa melengking tinggi. Yang seharusnya rendah, suara mereka bisa tetap rendah tanpa bero atau fals.  

Warna suara yang kuat dan membuat para penggemarnya kangen selalu, salah satunya adalah suara Ni Wayan Murdi. Perempuan itu, di RRI, memerankan tokoh mantra manis. Dalam cerita-cerita panji, tokoh mantra manis adalah tokoh sentral. Ia tokoh protagonis yang punya tanggungjawab besar untuk membuat cerita tetap berjalan pada alur yang baik. Tokoh ini harus mengundang simpati, agar tokoh antagonis seperti mantri buduh mendapatkan antipasti.

Jika tokoh protagonis sukses mendatangkan simpati, dan tokoh antagonis berhasil membuat penonton antipasti, maka pada saat itulah secara keseluruhan cerita arja bakal ditunggu setiap minggu. Para penonton menunggu hingga mantri manis mendapat pahala baik, dan sebaliknya mantra buduh mendapat pahala buruk.

Ni Wayan Murdi tentu saja pemeran mantra manis yang sangat manis. Lengking suara saat dialog maupun bernyanyi sungguh sebagai lengkingan alami—seakan menanjak pada tebing tinggi.

“Power vokal benar-benar dijaga betul oleh kakak saya, sehingga di zaman itu belum ada microphone, tapi suaranya benar-benar kuat dan disegani.”

Itu perkataan Jro Wayan Butuantara—adik dari Ni Wayan Murdi—yang juga Bendesa Adat Sumerta, Denpasar.

Kini Ni Wayan Murdi telah berpulang. Seniman arja itu meninggal karena faktor usia, Sabtu dinihari, 5 November 2022. Ia meninggal pada usia 78 tahun.

[][][]

Ni Wayan Murdi lahir sekira tahun 1945 di Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur. Sekitar tahun 1980-an ia memang salah satu penari pada kelompok arja RRI Denpasar. Selain bermain arja di studio dan dsiarkan lewat radio, ia bersama arja RRI juga pentar ke desa-desa di Bali.

Tak heran, namanya melambung pada era 1980-an dan dikenal dengan baik oleh penggemar arja di seluruh Bali. Banyak penggemarnya menyatakan dengan kekaguman bahwa kepiawaian Ni Wayan Murdi memerankan mantri manis tak tertandingi. Untuk itulah masyarakat penggemar kesenian arja selalu menunggu aksi pentasnya.

Peran mantri manis begitu melekat pada dirinya. Berkat itu pula dia diangkat menjadi pegawai negeri di RRI dengan tugas utama, salah satunya sebagai pemain arja yang cerita-cerita didengar saban Minggu siang lewat radio.

Ni Wayan Murdi sempat beberapa kali mengadakan lawatan seni di sejumlah negara, di Eropa seperti Perancis, Belanda dan Italia. Tentu saja, Murdi begitu tekun merawat kesenian arja bukan semata-mata karena keinginan untuk mendapatkan materi, melainkan sebuah idealism dan kepuasan batin yang ia rasakan ketika kesenian arja tetap ada dan disukai masyarakat.

Jro Wayan Butuantara menceritakan, Ni Wayan Murdi adalah seniman yang dilahirkan dari seorang ayah yang juga seniman topeng bernama I Nyoman Pugra (almarhum). Dan, Murdi melakoni dunia seni tari hingga akhir ayatnya.

Atas kegigihan menekuni dunia arja, Ni Wayan Murdi pernah menerima pernghargaan dari pemerintah, diantaranya ada Penghargaa Dharma Kusuma dari Pemda Provinsi Bali.

“Dan ada beberapa penghargaan lainya. Tahunnya saya lupa, kakak saya menerima penghargaan dari pemerintah,” kata Butuantara.

Sesuai rencana, jenazah Ni Wayan Murdi adkan diupacarai dalam upacara ngaben Jumat 12 November 2022. Upacara digelar di rumah duka di Jl. Kenyeri, No. 72, Banjar  Tegal Kualon, Desa Adat Sumerta, Desa Dinas Sumerta Kaja, Denpasar, [T][Ole/Yong]

Ni Wayan Latri, Legenda Mantri Manis Arja Keramas
Klasik Arja Citta Usadhi Badung vs Dingin Gedung Ksirarnawa
Dramatari Arja : Sekilas Perkembangan, Struktur dan Pakem Style Singapadu
Tags: arjadenpasardramataridramatari arjaRRI Denpasar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ubud, Bukan Hanya Terasering Tetapi Juga Festival Sastra

Next Post

UWRF: Bulan yang Mendarat di Beranda

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
UWRF: Bulan yang Mendarat di Beranda

UWRF: Bulan yang Mendarat di Beranda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co