24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

UWRF: Bulan yang Mendarat di Beranda

Sasti Gotama by Sasti Gotama
November 7, 2022
in Esai
UWRF: Bulan yang Mendarat di Beranda

Sasti Gotama (tengah) bersama penulis lain di Ubud Writers and Readers Festival 2022

Di Ubud-lah, untuk pertama kalinya saya mendengar cerita tentang bulan yang jatuh di Pejeng.  Bulan itu bersinar terus menerus sehingga membuat desa terang benderang sepanjang hari. Malam tak lagi beda dengan siang, dan itu membuat para maling kesal karena tak bisa menjalankan “pekerjaannya”.

Ketika mendengar cerita tentang bulan, entah kenapa saya terbayang dunia sastra. Bagi saya—seorang  penulis pemula yang berasal dari latar belakang non-sastra—dunia sastra terlihat seperti bulan: bercahaya, tetapi jauh dan mustahil teraih.

Namun, kelokan hidup berkata lain. Pada tahun 2019, untuk pertama kalinya saya mengirimkan karya ke media, dan pada tahun yang sama karya saya dimuat. Sejak itu pulalah saya mengirimkan karya ke seleksi Ubud Writers and Readers Festival (UWRF).

Dan betapa bahagianya saya ketika 23 Mei 2022 lalu mendapat telepon dari Yayasan Mudra Swari Saraswati yang mengabarkan bahwa saya terpilih sebagai salah satu Emerging Writer UWRF, festival sastra terbesar di Asia Tenggara dengan reputasi nasional dan internasional. Saya merasa bulan jatuh di beranda.  

Saya tiba di Ubud, Bali, pada tanggal 26 Oktober 2022. Usai membelah kemacetan, saya sampai di penginapan. Sorenya, usai meloloskan diri dari anjing-anjing di sekitar penginapan, saya langsung meluncur ke tempat acara. Saya terbengong-bengong ketika membaca susunan jadwal acara.

UWRFmenawarkan begitu banyak pilihan yang membuat saya kebingungan. Semua tampak menarik. Ada diskusi panel, workshop, pembacaan puisi, bedah buku, pemutaran film dokumenter, pentas musik, peluncuran buku baru, dan masih banyak acara menarik lainnya, yang tak hanya diisi oleh para seniman kawakan Indonesia seperti Putu Oka Sukanta, Kamila Andini, Ahmad Fuadi, Joko Pinurbo, dan lain-lain, tetapi juga seniman-seniman kelas dunia, seperti Carla Power, Tim Baker, Audrey Magee, Sequoia Nagematsu, Kylie Moore-Gilbert, dan Osman Yousefzada.

Sasti Gotama (nomor 4 dari kiri) dalam sebuah sesi diskusi di Ubud Writers and Readers Festival 2022

Saya sendiri, pada tanggal 27 Oktober 2022 pagi, berkesempatan tampil sebagai pembicara bersama dengan Osman Yousefzada, seorang penulis dan desainer yang baru saja merilis buku memoar terbarunya, The Go Between, dan pernah mendapat penghargaan bergengsi British Fashion Council’s New Generation selama tiga musim dan memiliki lini pakaian yang dikenakan oleh Beyoncé, Lady Gaga, Gwen Stefani, dan lainnya.

Dalam program utama yang bertajuk Parallel Lives: Living Between Cultures, kami berdiskusi tentang pengalaman hidup antarbudaya dan bagaimana kami merefleksikannya dalam karya kami.

Walau berasal dari kultur yang berbeda, kami memiliki pengalaman yang hampir serupa, yaitu menyaksikan praktik budaya patriarki (Osman menyaksikan apa yang dihadapi saudara perempuannya, dan saya menyaksikan apa yang dihadapi pasien-pasien saya) yang membelenggu kaum perempuan. Kesamaan lainnya adalah kami menuangkan kegelisahan kami tersebut dalam karya sastra.

Sorenya, pada tanggal yang sama, setelah acara peluncuran buku antologi UWRF 2022, saya berkesempatan berdiskusi dengan Indolitclub dan Toni Pollard, seorang penerjemah dan pengajar dari Universitas Western Sydney, yang telah menerjemahkan cerpen saya ke dalam bahasa Inggris. 

Seluruh peserta  duduk melingkar dan  bebas menyuarakan pendapatnya. Apabila dibandingkan dengan forum diskusi serupa yang pernah saya ikuti, saya merasakan atmosfer yang berbeda. Seluruh peserta tampak begitu antusias.

Tanpa jeda, setiap komentar segera disambung dengan komentar peserta lain. Kemurahan hati mereka dalam melontarkan kupasan yang begitu detail menunjukkan bahwa mereka tak hanya membaca dengan baik cerpen saya tersebut, tetapi juga memahaminya hingga lapisan subteks terdalam. Dan bagi saya, itu adalah apresiasi tertinggi bagi karya.

Esoknya, sesi saya sebagai pembicara telah habis. Namun, bukan berarti saya berdiam diri di penginapan. Masih banyak acara menarik lainnya yang sayang untuk dilewatkan. Dari pagi, saya sudah bersiap hadir di tempat acara dan bergerilya dari satu acara ke acara lain, terutama acara yang diisi oleh rekan-rekan sesama Emerging Writer, misalnya acara Iin Faliani yang membahas tentang bagaimana menjadikan kenangan sebagai bahan baku cerita.

Dan seperti maling yang telah menyiapkan karung besar untuk mengangkut barang curian, begitulah saya di sepanjang acara: mencuri ilmu. Mungkin, inilah satu-satunya pencurian yang halal dan sangat dianjurkan.

Ilmu yang saya dapat tak hanya saya tambang dari acara-acara resmi UWRF, tetapi juga dari hasil perbincangan di meja makan dengan disaksikan segelas jus jeruk dan seporsi takoyaki isi gurita. Dari rekan-rekan sesama Emerging Writer, saya belajar bagaimana membangun karakter tokoh (oleh Agus Wiratama), bagaimana menyusun kerangka novel (oleh Puspa Seruni), bagaimana menyisipkan pesan tentang pelestarian lingkungan hidup dalam tulisan (oleh Ricky A Manik), dan bagaimana mengawinkan sejarah dengan fiksi (oleh Eko Darmoko dan Nanda Fauzan).

Tak hanya masalah kepenulisan, kami juga bertukar cerita tentang budaya. Saya masih ingat bagaimana Andi Makkaraja menjelaskan tentang 5 gender yang terdapat dalam budaya orang Bugis (yang terdiri atas Orawane, Makkunrai, Calabai, Calalai, dan Bissu) dan Juli Sastrawan yang mengisahkan tentang Kama Tattwa, sebuah kitab yang membahas seksualitas ala Bali.

Selain itu, perbincangan di meja makan juga membuat saya paham perihal hal-hal penting, tetapi jarang dibahas di kalangan penulis (setidaknya dalam lingkaran pertemanan saya). Awalnya, saya pikir, tugas penulis hanyalah menuangkan gagasannya dalam sebentuk tulisan. Namun, ternyata saya salah.

Sepuluh Emerging Writers dalam acara Ubud Writers and Readers Festival 2022

Dari Awi Chin, saya mempelajari bagaimana ajang festival semacam ini perlu kita manfaatkan untuk membangun relasi dan jejaring, baik dengan sesama penulis, maupun dengan media, editor, dan penerbit.

Tak hanya dengan para Emerging Writer, perbincangan di meja makan membawa saya pada banyak diskusi lainnya. Misalnya saat mengudap sepiring gado-gado, saya berkesempatan berbincang dengan Wendy, seorang pengunjung yang berasal dari Sidney. Ia berkata bahwa ia tak hanya telah membaca karya saya dalam bahasa Inggris, tetapi juga menyukai cerita itu.

Menurutnya, cerpen itu membawa pesan universal yang seharusnya dibaca oleh lebih banyak orang, tak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Sedangkan di kesempatan lain, dengan disaksikan sate ayam lilit Bali, saya berbincang dengan Arin, editor penerbitan dari Singapura tentang bisnis perbukuan di dunia. Dan tentu saja, dengan muka badak, saya tak lupa menunjukkan karya saya, karena saya pikir, bulan mungkin tak dua kali hinggap di beranda, dan saya harus menggunakan setiap kesempatan untuk meninggalkan jejak di mana saja melalui perbincangan.

Tak terasa, pada hari kelima, yaitu 30 Oktober 2022, acara inti telah usai. Bulan yang hinggap di beranda saya sudah kembali ke orbitnya. Sedih sekali ketika saya harus mengucap salam perpisahan dengan Ubud dan UWRF.

Namun, setidaknya saya sudah mengumpulkan banyak ilmu dan pengalaman sekarung besar. Walaupun begitu, ke depannya, saya berharap masih ada kesempatan lain untuk menimba ilmu dan pengalaman di permukaan bulan. Jika bulan tak lagi hinggap di beranda, mungkin kali ini waktunya saya, dengan berbagai bekal di karung, menyiapkan baju astronaut dan merancang roket untuk pergi ke sana. [T]

Ubud, Bukan Hanya Terasering Tetapi Juga Festival Sastra
Cerita Anak dan Masa Depan Bumi | Dari Peluncuran Buku Nana Ernawati dan Nurul Ilmi di Ubud
Ubud, Antara Tradisi dan Modernisasi, dan Jalan Tari Ni Komang Ayu Anantha Putri
Tags: Sasti GotamasastraSastra IndonesiaUbudUbud Writers and Readers Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Ni Wayan Murdi | Arja dan Pengabdian Tiada Henti

Next Post

DPRD Buleleng Tanggapi Nota Pengantar Bupati Atas Dua Ranperda Usulan Eksekutif

Sasti Gotama

Sasti Gotama

Penulis, editor, penerjemah. Emerging Writer UWRF 2022. Kumpulan cerpennya Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam? (Diva Press, 2020) menjadi salah satu buku rekomendasi Tempo 2020, nominee Penghargaan Sastra Badan Bahasa Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2021, dan pemenang I Hadiah Sastra “Rasa” 2022. Buku terbarunya berjudul “B” telah diterbitkan oleh Diva Press awal tahun 2022.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
DPRD Buleleng Tanggapi Nota Pengantar Bupati Atas Dua Ranperda Usulan Eksekutif

DPRD Buleleng Tanggapi Nota Pengantar Bupati Atas Dua Ranperda Usulan Eksekutif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co