2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

UWRF: Bulan yang Mendarat di Beranda

Sasti Gotama by Sasti Gotama
November 7, 2022
in Esai
UWRF: Bulan yang Mendarat di Beranda

Sasti Gotama (tengah) bersama penulis lain di Ubud Writers and Readers Festival 2022

Di Ubud-lah, untuk pertama kalinya saya mendengar cerita tentang bulan yang jatuh di Pejeng.  Bulan itu bersinar terus menerus sehingga membuat desa terang benderang sepanjang hari. Malam tak lagi beda dengan siang, dan itu membuat para maling kesal karena tak bisa menjalankan “pekerjaannya”.

Ketika mendengar cerita tentang bulan, entah kenapa saya terbayang dunia sastra. Bagi saya—seorang  penulis pemula yang berasal dari latar belakang non-sastra—dunia sastra terlihat seperti bulan: bercahaya, tetapi jauh dan mustahil teraih.

Namun, kelokan hidup berkata lain. Pada tahun 2019, untuk pertama kalinya saya mengirimkan karya ke media, dan pada tahun yang sama karya saya dimuat. Sejak itu pulalah saya mengirimkan karya ke seleksi Ubud Writers and Readers Festival (UWRF).

Dan betapa bahagianya saya ketika 23 Mei 2022 lalu mendapat telepon dari Yayasan Mudra Swari Saraswati yang mengabarkan bahwa saya terpilih sebagai salah satu Emerging Writer UWRF, festival sastra terbesar di Asia Tenggara dengan reputasi nasional dan internasional. Saya merasa bulan jatuh di beranda.  

Saya tiba di Ubud, Bali, pada tanggal 26 Oktober 2022. Usai membelah kemacetan, saya sampai di penginapan. Sorenya, usai meloloskan diri dari anjing-anjing di sekitar penginapan, saya langsung meluncur ke tempat acara. Saya terbengong-bengong ketika membaca susunan jadwal acara.

UWRFmenawarkan begitu banyak pilihan yang membuat saya kebingungan. Semua tampak menarik. Ada diskusi panel, workshop, pembacaan puisi, bedah buku, pemutaran film dokumenter, pentas musik, peluncuran buku baru, dan masih banyak acara menarik lainnya, yang tak hanya diisi oleh para seniman kawakan Indonesia seperti Putu Oka Sukanta, Kamila Andini, Ahmad Fuadi, Joko Pinurbo, dan lain-lain, tetapi juga seniman-seniman kelas dunia, seperti Carla Power, Tim Baker, Audrey Magee, Sequoia Nagematsu, Kylie Moore-Gilbert, dan Osman Yousefzada.

Sasti Gotama (nomor 4 dari kiri) dalam sebuah sesi diskusi di Ubud Writers and Readers Festival 2022

Saya sendiri, pada tanggal 27 Oktober 2022 pagi, berkesempatan tampil sebagai pembicara bersama dengan Osman Yousefzada, seorang penulis dan desainer yang baru saja merilis buku memoar terbarunya, The Go Between, dan pernah mendapat penghargaan bergengsi British Fashion Council’s New Generation selama tiga musim dan memiliki lini pakaian yang dikenakan oleh Beyoncé, Lady Gaga, Gwen Stefani, dan lainnya.

Dalam program utama yang bertajuk Parallel Lives: Living Between Cultures, kami berdiskusi tentang pengalaman hidup antarbudaya dan bagaimana kami merefleksikannya dalam karya kami.

Walau berasal dari kultur yang berbeda, kami memiliki pengalaman yang hampir serupa, yaitu menyaksikan praktik budaya patriarki (Osman menyaksikan apa yang dihadapi saudara perempuannya, dan saya menyaksikan apa yang dihadapi pasien-pasien saya) yang membelenggu kaum perempuan. Kesamaan lainnya adalah kami menuangkan kegelisahan kami tersebut dalam karya sastra.

Sorenya, pada tanggal yang sama, setelah acara peluncuran buku antologi UWRF 2022, saya berkesempatan berdiskusi dengan Indolitclub dan Toni Pollard, seorang penerjemah dan pengajar dari Universitas Western Sydney, yang telah menerjemahkan cerpen saya ke dalam bahasa Inggris. 

Seluruh peserta  duduk melingkar dan  bebas menyuarakan pendapatnya. Apabila dibandingkan dengan forum diskusi serupa yang pernah saya ikuti, saya merasakan atmosfer yang berbeda. Seluruh peserta tampak begitu antusias.

Tanpa jeda, setiap komentar segera disambung dengan komentar peserta lain. Kemurahan hati mereka dalam melontarkan kupasan yang begitu detail menunjukkan bahwa mereka tak hanya membaca dengan baik cerpen saya tersebut, tetapi juga memahaminya hingga lapisan subteks terdalam. Dan bagi saya, itu adalah apresiasi tertinggi bagi karya.

Esoknya, sesi saya sebagai pembicara telah habis. Namun, bukan berarti saya berdiam diri di penginapan. Masih banyak acara menarik lainnya yang sayang untuk dilewatkan. Dari pagi, saya sudah bersiap hadir di tempat acara dan bergerilya dari satu acara ke acara lain, terutama acara yang diisi oleh rekan-rekan sesama Emerging Writer, misalnya acara Iin Faliani yang membahas tentang bagaimana menjadikan kenangan sebagai bahan baku cerita.

Dan seperti maling yang telah menyiapkan karung besar untuk mengangkut barang curian, begitulah saya di sepanjang acara: mencuri ilmu. Mungkin, inilah satu-satunya pencurian yang halal dan sangat dianjurkan.

Ilmu yang saya dapat tak hanya saya tambang dari acara-acara resmi UWRF, tetapi juga dari hasil perbincangan di meja makan dengan disaksikan segelas jus jeruk dan seporsi takoyaki isi gurita. Dari rekan-rekan sesama Emerging Writer, saya belajar bagaimana membangun karakter tokoh (oleh Agus Wiratama), bagaimana menyusun kerangka novel (oleh Puspa Seruni), bagaimana menyisipkan pesan tentang pelestarian lingkungan hidup dalam tulisan (oleh Ricky A Manik), dan bagaimana mengawinkan sejarah dengan fiksi (oleh Eko Darmoko dan Nanda Fauzan).

Tak hanya masalah kepenulisan, kami juga bertukar cerita tentang budaya. Saya masih ingat bagaimana Andi Makkaraja menjelaskan tentang 5 gender yang terdapat dalam budaya orang Bugis (yang terdiri atas Orawane, Makkunrai, Calabai, Calalai, dan Bissu) dan Juli Sastrawan yang mengisahkan tentang Kama Tattwa, sebuah kitab yang membahas seksualitas ala Bali.

Selain itu, perbincangan di meja makan juga membuat saya paham perihal hal-hal penting, tetapi jarang dibahas di kalangan penulis (setidaknya dalam lingkaran pertemanan saya). Awalnya, saya pikir, tugas penulis hanyalah menuangkan gagasannya dalam sebentuk tulisan. Namun, ternyata saya salah.

Sepuluh Emerging Writers dalam acara Ubud Writers and Readers Festival 2022

Dari Awi Chin, saya mempelajari bagaimana ajang festival semacam ini perlu kita manfaatkan untuk membangun relasi dan jejaring, baik dengan sesama penulis, maupun dengan media, editor, dan penerbit.

Tak hanya dengan para Emerging Writer, perbincangan di meja makan membawa saya pada banyak diskusi lainnya. Misalnya saat mengudap sepiring gado-gado, saya berkesempatan berbincang dengan Wendy, seorang pengunjung yang berasal dari Sidney. Ia berkata bahwa ia tak hanya telah membaca karya saya dalam bahasa Inggris, tetapi juga menyukai cerita itu.

Menurutnya, cerpen itu membawa pesan universal yang seharusnya dibaca oleh lebih banyak orang, tak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Sedangkan di kesempatan lain, dengan disaksikan sate ayam lilit Bali, saya berbincang dengan Arin, editor penerbitan dari Singapura tentang bisnis perbukuan di dunia. Dan tentu saja, dengan muka badak, saya tak lupa menunjukkan karya saya, karena saya pikir, bulan mungkin tak dua kali hinggap di beranda, dan saya harus menggunakan setiap kesempatan untuk meninggalkan jejak di mana saja melalui perbincangan.

Tak terasa, pada hari kelima, yaitu 30 Oktober 2022, acara inti telah usai. Bulan yang hinggap di beranda saya sudah kembali ke orbitnya. Sedih sekali ketika saya harus mengucap salam perpisahan dengan Ubud dan UWRF.

Namun, setidaknya saya sudah mengumpulkan banyak ilmu dan pengalaman sekarung besar. Walaupun begitu, ke depannya, saya berharap masih ada kesempatan lain untuk menimba ilmu dan pengalaman di permukaan bulan. Jika bulan tak lagi hinggap di beranda, mungkin kali ini waktunya saya, dengan berbagai bekal di karung, menyiapkan baju astronaut dan merancang roket untuk pergi ke sana. [T]

Ubud, Bukan Hanya Terasering Tetapi Juga Festival Sastra
Cerita Anak dan Masa Depan Bumi | Dari Peluncuran Buku Nana Ernawati dan Nurul Ilmi di Ubud
Ubud, Antara Tradisi dan Modernisasi, dan Jalan Tari Ni Komang Ayu Anantha Putri
Tags: Sasti GotamasastraSastra IndonesiaUbudUbud Writers and Readers Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Ni Wayan Murdi | Arja dan Pengabdian Tiada Henti

Next Post

DPRD Buleleng Tanggapi Nota Pengantar Bupati Atas Dua Ranperda Usulan Eksekutif

Sasti Gotama

Sasti Gotama

Penulis, editor, penerjemah. Emerging Writer UWRF 2022. Kumpulan cerpennya Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam? (Diva Press, 2020) menjadi salah satu buku rekomendasi Tempo 2020, nominee Penghargaan Sastra Badan Bahasa Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2021, dan pemenang I Hadiah Sastra “Rasa” 2022. Buku terbarunya berjudul “B” telah diterbitkan oleh Diva Press awal tahun 2022.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
DPRD Buleleng Tanggapi Nota Pengantar Bupati Atas Dua Ranperda Usulan Eksekutif

DPRD Buleleng Tanggapi Nota Pengantar Bupati Atas Dua Ranperda Usulan Eksekutif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co