24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

UWRF: Bulan yang Mendarat di Beranda

Sasti Gotama by Sasti Gotama
November 7, 2022
in Esai
UWRF: Bulan yang Mendarat di Beranda

Sasti Gotama (tengah) bersama penulis lain di Ubud Writers and Readers Festival 2022

Di Ubud-lah, untuk pertama kalinya saya mendengar cerita tentang bulan yang jatuh di Pejeng.  Bulan itu bersinar terus menerus sehingga membuat desa terang benderang sepanjang hari. Malam tak lagi beda dengan siang, dan itu membuat para maling kesal karena tak bisa menjalankan “pekerjaannya”.

Ketika mendengar cerita tentang bulan, entah kenapa saya terbayang dunia sastra. Bagi saya—seorang  penulis pemula yang berasal dari latar belakang non-sastra—dunia sastra terlihat seperti bulan: bercahaya, tetapi jauh dan mustahil teraih.

Namun, kelokan hidup berkata lain. Pada tahun 2019, untuk pertama kalinya saya mengirimkan karya ke media, dan pada tahun yang sama karya saya dimuat. Sejak itu pulalah saya mengirimkan karya ke seleksi Ubud Writers and Readers Festival (UWRF).

Dan betapa bahagianya saya ketika 23 Mei 2022 lalu mendapat telepon dari Yayasan Mudra Swari Saraswati yang mengabarkan bahwa saya terpilih sebagai salah satu Emerging Writer UWRF, festival sastra terbesar di Asia Tenggara dengan reputasi nasional dan internasional. Saya merasa bulan jatuh di beranda.  

Saya tiba di Ubud, Bali, pada tanggal 26 Oktober 2022. Usai membelah kemacetan, saya sampai di penginapan. Sorenya, usai meloloskan diri dari anjing-anjing di sekitar penginapan, saya langsung meluncur ke tempat acara. Saya terbengong-bengong ketika membaca susunan jadwal acara.

UWRFmenawarkan begitu banyak pilihan yang membuat saya kebingungan. Semua tampak menarik. Ada diskusi panel, workshop, pembacaan puisi, bedah buku, pemutaran film dokumenter, pentas musik, peluncuran buku baru, dan masih banyak acara menarik lainnya, yang tak hanya diisi oleh para seniman kawakan Indonesia seperti Putu Oka Sukanta, Kamila Andini, Ahmad Fuadi, Joko Pinurbo, dan lain-lain, tetapi juga seniman-seniman kelas dunia, seperti Carla Power, Tim Baker, Audrey Magee, Sequoia Nagematsu, Kylie Moore-Gilbert, dan Osman Yousefzada.

Sasti Gotama (nomor 4 dari kiri) dalam sebuah sesi diskusi di Ubud Writers and Readers Festival 2022

Saya sendiri, pada tanggal 27 Oktober 2022 pagi, berkesempatan tampil sebagai pembicara bersama dengan Osman Yousefzada, seorang penulis dan desainer yang baru saja merilis buku memoar terbarunya, The Go Between, dan pernah mendapat penghargaan bergengsi British Fashion Council’s New Generation selama tiga musim dan memiliki lini pakaian yang dikenakan oleh Beyoncé, Lady Gaga, Gwen Stefani, dan lainnya.

Dalam program utama yang bertajuk Parallel Lives: Living Between Cultures, kami berdiskusi tentang pengalaman hidup antarbudaya dan bagaimana kami merefleksikannya dalam karya kami.

Walau berasal dari kultur yang berbeda, kami memiliki pengalaman yang hampir serupa, yaitu menyaksikan praktik budaya patriarki (Osman menyaksikan apa yang dihadapi saudara perempuannya, dan saya menyaksikan apa yang dihadapi pasien-pasien saya) yang membelenggu kaum perempuan. Kesamaan lainnya adalah kami menuangkan kegelisahan kami tersebut dalam karya sastra.

Sorenya, pada tanggal yang sama, setelah acara peluncuran buku antologi UWRF 2022, saya berkesempatan berdiskusi dengan Indolitclub dan Toni Pollard, seorang penerjemah dan pengajar dari Universitas Western Sydney, yang telah menerjemahkan cerpen saya ke dalam bahasa Inggris. 

Seluruh peserta  duduk melingkar dan  bebas menyuarakan pendapatnya. Apabila dibandingkan dengan forum diskusi serupa yang pernah saya ikuti, saya merasakan atmosfer yang berbeda. Seluruh peserta tampak begitu antusias.

Tanpa jeda, setiap komentar segera disambung dengan komentar peserta lain. Kemurahan hati mereka dalam melontarkan kupasan yang begitu detail menunjukkan bahwa mereka tak hanya membaca dengan baik cerpen saya tersebut, tetapi juga memahaminya hingga lapisan subteks terdalam. Dan bagi saya, itu adalah apresiasi tertinggi bagi karya.

Esoknya, sesi saya sebagai pembicara telah habis. Namun, bukan berarti saya berdiam diri di penginapan. Masih banyak acara menarik lainnya yang sayang untuk dilewatkan. Dari pagi, saya sudah bersiap hadir di tempat acara dan bergerilya dari satu acara ke acara lain, terutama acara yang diisi oleh rekan-rekan sesama Emerging Writer, misalnya acara Iin Faliani yang membahas tentang bagaimana menjadikan kenangan sebagai bahan baku cerita.

Dan seperti maling yang telah menyiapkan karung besar untuk mengangkut barang curian, begitulah saya di sepanjang acara: mencuri ilmu. Mungkin, inilah satu-satunya pencurian yang halal dan sangat dianjurkan.

Ilmu yang saya dapat tak hanya saya tambang dari acara-acara resmi UWRF, tetapi juga dari hasil perbincangan di meja makan dengan disaksikan segelas jus jeruk dan seporsi takoyaki isi gurita. Dari rekan-rekan sesama Emerging Writer, saya belajar bagaimana membangun karakter tokoh (oleh Agus Wiratama), bagaimana menyusun kerangka novel (oleh Puspa Seruni), bagaimana menyisipkan pesan tentang pelestarian lingkungan hidup dalam tulisan (oleh Ricky A Manik), dan bagaimana mengawinkan sejarah dengan fiksi (oleh Eko Darmoko dan Nanda Fauzan).

Tak hanya masalah kepenulisan, kami juga bertukar cerita tentang budaya. Saya masih ingat bagaimana Andi Makkaraja menjelaskan tentang 5 gender yang terdapat dalam budaya orang Bugis (yang terdiri atas Orawane, Makkunrai, Calabai, Calalai, dan Bissu) dan Juli Sastrawan yang mengisahkan tentang Kama Tattwa, sebuah kitab yang membahas seksualitas ala Bali.

Selain itu, perbincangan di meja makan juga membuat saya paham perihal hal-hal penting, tetapi jarang dibahas di kalangan penulis (setidaknya dalam lingkaran pertemanan saya). Awalnya, saya pikir, tugas penulis hanyalah menuangkan gagasannya dalam sebentuk tulisan. Namun, ternyata saya salah.

Sepuluh Emerging Writers dalam acara Ubud Writers and Readers Festival 2022

Dari Awi Chin, saya mempelajari bagaimana ajang festival semacam ini perlu kita manfaatkan untuk membangun relasi dan jejaring, baik dengan sesama penulis, maupun dengan media, editor, dan penerbit.

Tak hanya dengan para Emerging Writer, perbincangan di meja makan membawa saya pada banyak diskusi lainnya. Misalnya saat mengudap sepiring gado-gado, saya berkesempatan berbincang dengan Wendy, seorang pengunjung yang berasal dari Sidney. Ia berkata bahwa ia tak hanya telah membaca karya saya dalam bahasa Inggris, tetapi juga menyukai cerita itu.

Menurutnya, cerpen itu membawa pesan universal yang seharusnya dibaca oleh lebih banyak orang, tak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Sedangkan di kesempatan lain, dengan disaksikan sate ayam lilit Bali, saya berbincang dengan Arin, editor penerbitan dari Singapura tentang bisnis perbukuan di dunia. Dan tentu saja, dengan muka badak, saya tak lupa menunjukkan karya saya, karena saya pikir, bulan mungkin tak dua kali hinggap di beranda, dan saya harus menggunakan setiap kesempatan untuk meninggalkan jejak di mana saja melalui perbincangan.

Tak terasa, pada hari kelima, yaitu 30 Oktober 2022, acara inti telah usai. Bulan yang hinggap di beranda saya sudah kembali ke orbitnya. Sedih sekali ketika saya harus mengucap salam perpisahan dengan Ubud dan UWRF.

Namun, setidaknya saya sudah mengumpulkan banyak ilmu dan pengalaman sekarung besar. Walaupun begitu, ke depannya, saya berharap masih ada kesempatan lain untuk menimba ilmu dan pengalaman di permukaan bulan. Jika bulan tak lagi hinggap di beranda, mungkin kali ini waktunya saya, dengan berbagai bekal di karung, menyiapkan baju astronaut dan merancang roket untuk pergi ke sana. [T]

Ubud, Bukan Hanya Terasering Tetapi Juga Festival Sastra
Cerita Anak dan Masa Depan Bumi | Dari Peluncuran Buku Nana Ernawati dan Nurul Ilmi di Ubud
Ubud, Antara Tradisi dan Modernisasi, dan Jalan Tari Ni Komang Ayu Anantha Putri
Tags: Sasti GotamasastraSastra IndonesiaUbudUbud Writers and Readers Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Ni Wayan Murdi | Arja dan Pengabdian Tiada Henti

Next Post

DPRD Buleleng Tanggapi Nota Pengantar Bupati Atas Dua Ranperda Usulan Eksekutif

Sasti Gotama

Sasti Gotama

Penulis, editor, penerjemah. Emerging Writer UWRF 2022. Kumpulan cerpennya Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam? (Diva Press, 2020) menjadi salah satu buku rekomendasi Tempo 2020, nominee Penghargaan Sastra Badan Bahasa Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2021, dan pemenang I Hadiah Sastra “Rasa” 2022. Buku terbarunya berjudul “B” telah diterbitkan oleh Diva Press awal tahun 2022.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
DPRD Buleleng Tanggapi Nota Pengantar Bupati Atas Dua Ranperda Usulan Eksekutif

DPRD Buleleng Tanggapi Nota Pengantar Bupati Atas Dua Ranperda Usulan Eksekutif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co