4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apa dan Bagaimana Kota Singaraja Dalam Cerpen | Dari Workshop Cerpen Membaca Kota Mengeja Kita

Dian Pratiwi by Dian Pratiwi
September 30, 2022
in Budaya, Pilihan Editor
Apa dan Bagaimana Kota Singaraja Dalam Cerpen | Dari Workshop Cerpen Membaca Kota Mengeja Kita

Gde Aryantha Soethama saat memberikan arahan pada workshop menulis cerpen Membaca Kota Mengeja Kita di Komunitas Mahima Singaraja, Bali

Pagi, Sabtu, 24 September 2022, di Singaraja. Kota cerah. Sekitar 20 penulis cerpen, alias cerpenis, berkumpul di Komunitas Mahima, Jalan Pantai Indah. Ada cerpenis pemula, ada cerpenis muda berbakat, ada cerpenis kawakan.

Mereka diskusi santai dalam workshop penulisan cerpen Membaca Kota Mengeja Kita. Masing-masing cerpenis itu sebelumnya sudah menulis mamsing-masing satu cerpen dengan mengekplorasi tema-tema yang berkaitan dengan Kota Singaraja, Kabupatan Buleleng, Bali.

Masing-masing cerpen itulah kemudian didiskusikan satu per satu. Mentornya adalah cerpenis kawakan Gde Aryantha Soethama yang cerpen-cerpennya sudah termuat sejak tahun 1980-an di media-media nasional. Ia juga pemenang Katulistiwa Literary Award (KLA)  tahun 2006 lewat kumpulan cerpennya “Mandi Api” terbitan Buku Kompas.

Mentor lain, cerpoenis Made Adnyana Ole dan akademisi Gde Made Metera yang dikenal sebagai Rektor Unipas Singaraja. Diskusi berlangsung sangat santai, penuh tawa, dan tentu saja serius.

Program ini merupakan program yang diinisiasi Lingkar Studi Sastra Denpasar (LSD)  sebagai 1 dari 8 lembaga yang lolos Open Call Jakarta International Literary Festival, Komite Sastra, Dewan Kesenian Jakarta, sebagai penyelenggara kegiatan yang berkaitan dengan kota-kota di Indonesia. Sejumlah cerpenis yang karya-karya sudah banyak bertebaran di media massa nasional juga hadir, antara lain Putu Supartika dan Lina PW.

Apa dan Bagaimana Singaraja dalam Cerpen?

Cerita-cerita serta beberapa tempat yang menarik hati di Kota Singaraja, dalam cerpen-cerpen yang ditulis peserta workshop, tentu saja menjadi bagian dari sebuah ingatan. Gambaran tentang Kota Singaraja tak harus soal tempat bersejarah, tenpat terkenal, atau tempat paling ramai.

Tempat itu bisa saja tempat yang biasa-biasa saja, tapi bagaimana seorang cerpenis memberi nilai pada tempat itu sehingga tempat itu benar-benar sebagai penanda kota yang tak tergantikan oleh tempat-tempat lain di kota lain.

Sejumlah peserta workshop cerpen Membaca Kota Mengeja Kita di Komunitas Mahima, Singaraja

Sekitar 20 orang dengan 20 cerpen, masing-masing memiliki cerita tersendiri mengenai kota Singaraja. Mulai tentang kondisi Pasar Anyar Singaraja, tentang kenangan di Pantai Penimbangan, tentang museum, tentang persoalan sampah dengan bank sampah, tentang sebutan lain dari Kota Singaraja, serta tentang kisah romansa di Pelabuhan Tua Buleleng.

Dari 20 cerpen yang terkumpul itu, masing-masing memiliki keunikan serta alur yang berbeda. Meski ada kesamaan tema, namun cara penggarapan mereka berbeda-beda.

Gde Aryantha Soethama mengatakan, dalam program menulis cerpen tentang Kota Singaraja ini sudah ditentukan apa-apa yang harus ditulis, yakni tentang Kota Singaraja. “Apa”-nya itu bisa bermacam-macam, tapi tetap harus jeli menentukan agar “apa” itu menjadi unik dan autentik.

Unik adalah sesuatu yang langka dan tidak lumrah. Namun ysesuatu ang kita anggap unik di Kota Singaraja mungkin saja terdapat juga di kota lain. Jadi, yang unik belum tentu autentik. Untuk menjadikan autentik—bahwa hal itu hanya ada di Singaraja—dan benar-benar sebagai penanda kota yang tak tergantikan, maka seorang cerpenis dituntut memiliki kepekaan yang tinggi, naluri yang tajam dan cara penggarapan yang matang untuk bisa menggambarkan keautentikan Kota Singaraja itu.  

“Gambaran Kota Singaraja itu harus unik dan otentik. Kalau tidak begitu maka tulisannya akan ditinggalkan, tidak dibaca,” ujar Gde Aryantha Soetama.

Sejatinya menulis cerita pendek adalah ruang kebebasan bagi penulis. Penulis bebas dan dengan leluasa menuangkan ekspresinya dalam sebuah alur cerita. Akan tetapi pada program ini, cerpen-cerpen yang terkumpul harus memenuhi ketentuan yang menyinggung soal Singaraja, namun tak tergantikan.

“Misalnya menulis kisah cinta di Pantai Penimbangan, pantai itu bisa saja diganti dengan Pantai Kuta atau Sanur. Jadi harus dicari hal-hal yang benar-benar unik, agar Penimbangan itu tidak bisa digeser. Jika orang baca akan berpikir ini hanya ada di Singaraja, tidak ada di tempat lain. Tugas ini berat, karena harus ada Singaraja-nya,” kata Gde Aryantha Soethama.

Cerpenis Made Adnyana Ole menambahkan, dalam penulisan cerpen pada program workshop Membaca Kota, Mengeja Kita ini, tempat-tempat yang menjadi plot cerita mesti diceritakan lebih rinci. Sehingga hal itulah yang menjadi penanda kota dalam cerita.

“Tanda-tanda itu yang harus diceritakan yang menunjukkan soal Singaraja. Jadi tidak sekedar sampiran saja, atau sekadar sebagai latar yang disebutkan dalam cerita,” kata  Adnyana Ole.

Plot-plot yang diceritakan secara lebih rinci itu nantinya dapat memberikan gambaran bagi pembaca yang belum pernah atau tidak mengetahui kondisi Singaraja serta hal-hal yang ada di Singaraja. Sehingga dari membaca sebuah cerpen, Kota Singaraja dapat terbayang dari berbagai sudut.

“Jadi orang akan berpikir Singaraja ternyata ada begini. Singaraja ternyata seperti itu. Jadi bisa dibayangkan Singaraja itu seperti apa bagi yang belum pernah datang ke sini. Tapi kalau yang sudah pernah, bagaimana dia membaca cerpen itu supaya tetap merasa heran meski dia sudah tahu tempatnya bagaimana. Itu yang harus dilakukan,” terangnya.

Gambaran tentang Kota Singaraja pun diperkuat Akademisi Gde Made Metera. Dosen yang sekaligus sebagai Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Buleleng ini memberikan gambaran dari sisi tradisi serta kesetaraan gender. Ulasan mengenai tatanan tradisi masyarakat Buleleng yang tidak boleh nyentana pun dapat menjadi sebuah ide cerita. Begitu pula dengan isu kesetaraan gender yang dapat digali untuk dijadikan materi penulisan cerpen.

“Nanti silahkan itu dikembangkan lagi seperti apa jadinya bila diceritakan dalam dunia fiksi,” kata Made Metera.

Dibukukan

Putu Juli Sastrawan dari Lingkar Studi Denpasar(LSD) mengatakan, tujuan program ini untuk melihat adakah sastra (dalam hal ini cerpen) menangkap transformasi kota, baik di dalamnya krisis eksistensial kewargaan, urbanisme, dan kegelisahan atas berbagai perubahan fisik dan sosial yang terjadi pada kota, khususnya kota Singaraja.

Cerpenis Gde Aryantha Soethama saat memberikan arahan dalam workshop menulis cerpen Membaca Kota Mengeja Kita di Komunitas Mahima Singaraja

20 karya yang telah diterima itu nantinya akan dicetak dalam sebuah buku kumpulan cerpen. “Tapi sebelum dibukukan, karya dari teman-tman ini harus direvisi dulu, supaya lahir produk yang bagus. Itulah alasan kami melibatkan cerpenis yang sudah mumpuni untuk membatu memberikan masukan untuk karya yang lebih baik dan jadi,” kata Juli Sastrawan.[T][DP/*]

Palus Bukit Jambul | Cerpen Gde Aryantha Soethama
Singaraja, Mahima, dan Tatkala | Dari Masa Lalu ke Masa Depan
Tags: CerpenGde Aryantha SoethamaKomunitas MahimaKota SingarajaLingkar Studi Sastra DenpasarMade Adnyana Ole
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Harakat Warna Hardiman

Next Post

Model Revitalisasi Bahasa Daerah

Dian Pratiwi

Dian Pratiwi

Penyiar, pegiat film. Sembari kuliah jurusan Komunikasi di UT, ia belajar jadi penulis di tatkala.co dan Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

Read moreDetails

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

by tatkala
June 13, 2026
0
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

Read moreDetails

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

by Satria Aditya
May 31, 2026
0
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

Read moreDetails

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
0
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

Read moreDetails

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
0
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Ketika geguritan Dwijendra Stawa dan Astapaka Stawa ditembangkan, suasana sore itu berubah menjadi hening. Tanpa tersadari, orang-orang yang duduk sejak...

Read moreDetails

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails
Next Post
Model Revitalisasi Bahasa Daerah

Model Revitalisasi Bahasa Daerah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co