4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apa dan Bagaimana Kota Singaraja Dalam Cerpen | Dari Workshop Cerpen Membaca Kota Mengeja Kita

Dian Pratiwi by Dian Pratiwi
September 30, 2022
in Budaya, Pilihan Editor
Apa dan Bagaimana Kota Singaraja Dalam Cerpen | Dari Workshop Cerpen Membaca Kota Mengeja Kita

Gde Aryantha Soethama saat memberikan arahan pada workshop menulis cerpen Membaca Kota Mengeja Kita di Komunitas Mahima Singaraja, Bali

Pagi, Sabtu, 24 September 2022, di Singaraja. Kota cerah. Sekitar 20 penulis cerpen, alias cerpenis, berkumpul di Komunitas Mahima, Jalan Pantai Indah. Ada cerpenis pemula, ada cerpenis muda berbakat, ada cerpenis kawakan.

Mereka diskusi santai dalam workshop penulisan cerpen Membaca Kota Mengeja Kita. Masing-masing cerpenis itu sebelumnya sudah menulis mamsing-masing satu cerpen dengan mengekplorasi tema-tema yang berkaitan dengan Kota Singaraja, Kabupatan Buleleng, Bali.

Masing-masing cerpen itulah kemudian didiskusikan satu per satu. Mentornya adalah cerpenis kawakan Gde Aryantha Soethama yang cerpen-cerpennya sudah termuat sejak tahun 1980-an di media-media nasional. Ia juga pemenang Katulistiwa Literary Award (KLA)  tahun 2006 lewat kumpulan cerpennya “Mandi Api” terbitan Buku Kompas.

Mentor lain, cerpoenis Made Adnyana Ole dan akademisi Gde Made Metera yang dikenal sebagai Rektor Unipas Singaraja. Diskusi berlangsung sangat santai, penuh tawa, dan tentu saja serius.

Program ini merupakan program yang diinisiasi Lingkar Studi Sastra Denpasar (LSD)  sebagai 1 dari 8 lembaga yang lolos Open Call Jakarta International Literary Festival, Komite Sastra, Dewan Kesenian Jakarta, sebagai penyelenggara kegiatan yang berkaitan dengan kota-kota di Indonesia. Sejumlah cerpenis yang karya-karya sudah banyak bertebaran di media massa nasional juga hadir, antara lain Putu Supartika dan Lina PW.

Apa dan Bagaimana Singaraja dalam Cerpen?

Cerita-cerita serta beberapa tempat yang menarik hati di Kota Singaraja, dalam cerpen-cerpen yang ditulis peserta workshop, tentu saja menjadi bagian dari sebuah ingatan. Gambaran tentang Kota Singaraja tak harus soal tempat bersejarah, tenpat terkenal, atau tempat paling ramai.

Tempat itu bisa saja tempat yang biasa-biasa saja, tapi bagaimana seorang cerpenis memberi nilai pada tempat itu sehingga tempat itu benar-benar sebagai penanda kota yang tak tergantikan oleh tempat-tempat lain di kota lain.

Sejumlah peserta workshop cerpen Membaca Kota Mengeja Kita di Komunitas Mahima, Singaraja

Sekitar 20 orang dengan 20 cerpen, masing-masing memiliki cerita tersendiri mengenai kota Singaraja. Mulai tentang kondisi Pasar Anyar Singaraja, tentang kenangan di Pantai Penimbangan, tentang museum, tentang persoalan sampah dengan bank sampah, tentang sebutan lain dari Kota Singaraja, serta tentang kisah romansa di Pelabuhan Tua Buleleng.

Dari 20 cerpen yang terkumpul itu, masing-masing memiliki keunikan serta alur yang berbeda. Meski ada kesamaan tema, namun cara penggarapan mereka berbeda-beda.

Gde Aryantha Soethama mengatakan, dalam program menulis cerpen tentang Kota Singaraja ini sudah ditentukan apa-apa yang harus ditulis, yakni tentang Kota Singaraja. “Apa”-nya itu bisa bermacam-macam, tapi tetap harus jeli menentukan agar “apa” itu menjadi unik dan autentik.

Unik adalah sesuatu yang langka dan tidak lumrah. Namun ysesuatu ang kita anggap unik di Kota Singaraja mungkin saja terdapat juga di kota lain. Jadi, yang unik belum tentu autentik. Untuk menjadikan autentik—bahwa hal itu hanya ada di Singaraja—dan benar-benar sebagai penanda kota yang tak tergantikan, maka seorang cerpenis dituntut memiliki kepekaan yang tinggi, naluri yang tajam dan cara penggarapan yang matang untuk bisa menggambarkan keautentikan Kota Singaraja itu.  

“Gambaran Kota Singaraja itu harus unik dan otentik. Kalau tidak begitu maka tulisannya akan ditinggalkan, tidak dibaca,” ujar Gde Aryantha Soetama.

Sejatinya menulis cerita pendek adalah ruang kebebasan bagi penulis. Penulis bebas dan dengan leluasa menuangkan ekspresinya dalam sebuah alur cerita. Akan tetapi pada program ini, cerpen-cerpen yang terkumpul harus memenuhi ketentuan yang menyinggung soal Singaraja, namun tak tergantikan.

“Misalnya menulis kisah cinta di Pantai Penimbangan, pantai itu bisa saja diganti dengan Pantai Kuta atau Sanur. Jadi harus dicari hal-hal yang benar-benar unik, agar Penimbangan itu tidak bisa digeser. Jika orang baca akan berpikir ini hanya ada di Singaraja, tidak ada di tempat lain. Tugas ini berat, karena harus ada Singaraja-nya,” kata Gde Aryantha Soethama.

Cerpenis Made Adnyana Ole menambahkan, dalam penulisan cerpen pada program workshop Membaca Kota, Mengeja Kita ini, tempat-tempat yang menjadi plot cerita mesti diceritakan lebih rinci. Sehingga hal itulah yang menjadi penanda kota dalam cerita.

“Tanda-tanda itu yang harus diceritakan yang menunjukkan soal Singaraja. Jadi tidak sekedar sampiran saja, atau sekadar sebagai latar yang disebutkan dalam cerita,” kata  Adnyana Ole.

Plot-plot yang diceritakan secara lebih rinci itu nantinya dapat memberikan gambaran bagi pembaca yang belum pernah atau tidak mengetahui kondisi Singaraja serta hal-hal yang ada di Singaraja. Sehingga dari membaca sebuah cerpen, Kota Singaraja dapat terbayang dari berbagai sudut.

“Jadi orang akan berpikir Singaraja ternyata ada begini. Singaraja ternyata seperti itu. Jadi bisa dibayangkan Singaraja itu seperti apa bagi yang belum pernah datang ke sini. Tapi kalau yang sudah pernah, bagaimana dia membaca cerpen itu supaya tetap merasa heran meski dia sudah tahu tempatnya bagaimana. Itu yang harus dilakukan,” terangnya.

Gambaran tentang Kota Singaraja pun diperkuat Akademisi Gde Made Metera. Dosen yang sekaligus sebagai Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Buleleng ini memberikan gambaran dari sisi tradisi serta kesetaraan gender. Ulasan mengenai tatanan tradisi masyarakat Buleleng yang tidak boleh nyentana pun dapat menjadi sebuah ide cerita. Begitu pula dengan isu kesetaraan gender yang dapat digali untuk dijadikan materi penulisan cerpen.

“Nanti silahkan itu dikembangkan lagi seperti apa jadinya bila diceritakan dalam dunia fiksi,” kata Made Metera.

Dibukukan

Putu Juli Sastrawan dari Lingkar Studi Denpasar(LSD) mengatakan, tujuan program ini untuk melihat adakah sastra (dalam hal ini cerpen) menangkap transformasi kota, baik di dalamnya krisis eksistensial kewargaan, urbanisme, dan kegelisahan atas berbagai perubahan fisik dan sosial yang terjadi pada kota, khususnya kota Singaraja.

Cerpenis Gde Aryantha Soethama saat memberikan arahan dalam workshop menulis cerpen Membaca Kota Mengeja Kita di Komunitas Mahima Singaraja

20 karya yang telah diterima itu nantinya akan dicetak dalam sebuah buku kumpulan cerpen. “Tapi sebelum dibukukan, karya dari teman-tman ini harus direvisi dulu, supaya lahir produk yang bagus. Itulah alasan kami melibatkan cerpenis yang sudah mumpuni untuk membatu memberikan masukan untuk karya yang lebih baik dan jadi,” kata Juli Sastrawan.[T][DP/*]

Palus Bukit Jambul | Cerpen Gde Aryantha Soethama
Singaraja, Mahima, dan Tatkala | Dari Masa Lalu ke Masa Depan
Tags: CerpenGde Aryantha SoethamaKomunitas MahimaKota SingarajaLingkar Studi Sastra DenpasarMade Adnyana Ole
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Harakat Warna Hardiman

Next Post

Model Revitalisasi Bahasa Daerah

Dian Pratiwi

Dian Pratiwi

Penyiar, pegiat film. Sembari kuliah jurusan Komunikasi di UT, ia belajar jadi penulis di tatkala.co dan Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Model Revitalisasi Bahasa Daerah

Model Revitalisasi Bahasa Daerah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co