14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apa dan Bagaimana Kota Singaraja Dalam Cerpen | Dari Workshop Cerpen Membaca Kota Mengeja Kita

Dian Pratiwi by Dian Pratiwi
September 30, 2022
in Budaya, Pilihan Editor
Apa dan Bagaimana Kota Singaraja Dalam Cerpen | Dari Workshop Cerpen Membaca Kota Mengeja Kita

Gde Aryantha Soethama saat memberikan arahan pada workshop menulis cerpen Membaca Kota Mengeja Kita di Komunitas Mahima Singaraja, Bali

Pagi, Sabtu, 24 September 2022, di Singaraja. Kota cerah. Sekitar 20 penulis cerpen, alias cerpenis, berkumpul di Komunitas Mahima, Jalan Pantai Indah. Ada cerpenis pemula, ada cerpenis muda berbakat, ada cerpenis kawakan.

Mereka diskusi santai dalam workshop penulisan cerpen Membaca Kota Mengeja Kita. Masing-masing cerpenis itu sebelumnya sudah menulis mamsing-masing satu cerpen dengan mengekplorasi tema-tema yang berkaitan dengan Kota Singaraja, Kabupatan Buleleng, Bali.

Masing-masing cerpen itulah kemudian didiskusikan satu per satu. Mentornya adalah cerpenis kawakan Gde Aryantha Soethama yang cerpen-cerpennya sudah termuat sejak tahun 1980-an di media-media nasional. Ia juga pemenang Katulistiwa Literary Award (KLA)  tahun 2006 lewat kumpulan cerpennya “Mandi Api” terbitan Buku Kompas.

Mentor lain, cerpoenis Made Adnyana Ole dan akademisi Gde Made Metera yang dikenal sebagai Rektor Unipas Singaraja. Diskusi berlangsung sangat santai, penuh tawa, dan tentu saja serius.

Program ini merupakan program yang diinisiasi Lingkar Studi Sastra Denpasar (LSD)  sebagai 1 dari 8 lembaga yang lolos Open Call Jakarta International Literary Festival, Komite Sastra, Dewan Kesenian Jakarta, sebagai penyelenggara kegiatan yang berkaitan dengan kota-kota di Indonesia. Sejumlah cerpenis yang karya-karya sudah banyak bertebaran di media massa nasional juga hadir, antara lain Putu Supartika dan Lina PW.

Apa dan Bagaimana Singaraja dalam Cerpen?

Cerita-cerita serta beberapa tempat yang menarik hati di Kota Singaraja, dalam cerpen-cerpen yang ditulis peserta workshop, tentu saja menjadi bagian dari sebuah ingatan. Gambaran tentang Kota Singaraja tak harus soal tempat bersejarah, tenpat terkenal, atau tempat paling ramai.

Tempat itu bisa saja tempat yang biasa-biasa saja, tapi bagaimana seorang cerpenis memberi nilai pada tempat itu sehingga tempat itu benar-benar sebagai penanda kota yang tak tergantikan oleh tempat-tempat lain di kota lain.

Sejumlah peserta workshop cerpen Membaca Kota Mengeja Kita di Komunitas Mahima, Singaraja

Sekitar 20 orang dengan 20 cerpen, masing-masing memiliki cerita tersendiri mengenai kota Singaraja. Mulai tentang kondisi Pasar Anyar Singaraja, tentang kenangan di Pantai Penimbangan, tentang museum, tentang persoalan sampah dengan bank sampah, tentang sebutan lain dari Kota Singaraja, serta tentang kisah romansa di Pelabuhan Tua Buleleng.

Dari 20 cerpen yang terkumpul itu, masing-masing memiliki keunikan serta alur yang berbeda. Meski ada kesamaan tema, namun cara penggarapan mereka berbeda-beda.

Gde Aryantha Soethama mengatakan, dalam program menulis cerpen tentang Kota Singaraja ini sudah ditentukan apa-apa yang harus ditulis, yakni tentang Kota Singaraja. “Apa”-nya itu bisa bermacam-macam, tapi tetap harus jeli menentukan agar “apa” itu menjadi unik dan autentik.

Unik adalah sesuatu yang langka dan tidak lumrah. Namun ysesuatu ang kita anggap unik di Kota Singaraja mungkin saja terdapat juga di kota lain. Jadi, yang unik belum tentu autentik. Untuk menjadikan autentik—bahwa hal itu hanya ada di Singaraja—dan benar-benar sebagai penanda kota yang tak tergantikan, maka seorang cerpenis dituntut memiliki kepekaan yang tinggi, naluri yang tajam dan cara penggarapan yang matang untuk bisa menggambarkan keautentikan Kota Singaraja itu.  

“Gambaran Kota Singaraja itu harus unik dan otentik. Kalau tidak begitu maka tulisannya akan ditinggalkan, tidak dibaca,” ujar Gde Aryantha Soetama.

Sejatinya menulis cerita pendek adalah ruang kebebasan bagi penulis. Penulis bebas dan dengan leluasa menuangkan ekspresinya dalam sebuah alur cerita. Akan tetapi pada program ini, cerpen-cerpen yang terkumpul harus memenuhi ketentuan yang menyinggung soal Singaraja, namun tak tergantikan.

“Misalnya menulis kisah cinta di Pantai Penimbangan, pantai itu bisa saja diganti dengan Pantai Kuta atau Sanur. Jadi harus dicari hal-hal yang benar-benar unik, agar Penimbangan itu tidak bisa digeser. Jika orang baca akan berpikir ini hanya ada di Singaraja, tidak ada di tempat lain. Tugas ini berat, karena harus ada Singaraja-nya,” kata Gde Aryantha Soethama.

Cerpenis Made Adnyana Ole menambahkan, dalam penulisan cerpen pada program workshop Membaca Kota, Mengeja Kita ini, tempat-tempat yang menjadi plot cerita mesti diceritakan lebih rinci. Sehingga hal itulah yang menjadi penanda kota dalam cerita.

“Tanda-tanda itu yang harus diceritakan yang menunjukkan soal Singaraja. Jadi tidak sekedar sampiran saja, atau sekadar sebagai latar yang disebutkan dalam cerita,” kata  Adnyana Ole.

Plot-plot yang diceritakan secara lebih rinci itu nantinya dapat memberikan gambaran bagi pembaca yang belum pernah atau tidak mengetahui kondisi Singaraja serta hal-hal yang ada di Singaraja. Sehingga dari membaca sebuah cerpen, Kota Singaraja dapat terbayang dari berbagai sudut.

“Jadi orang akan berpikir Singaraja ternyata ada begini. Singaraja ternyata seperti itu. Jadi bisa dibayangkan Singaraja itu seperti apa bagi yang belum pernah datang ke sini. Tapi kalau yang sudah pernah, bagaimana dia membaca cerpen itu supaya tetap merasa heran meski dia sudah tahu tempatnya bagaimana. Itu yang harus dilakukan,” terangnya.

Gambaran tentang Kota Singaraja pun diperkuat Akademisi Gde Made Metera. Dosen yang sekaligus sebagai Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Buleleng ini memberikan gambaran dari sisi tradisi serta kesetaraan gender. Ulasan mengenai tatanan tradisi masyarakat Buleleng yang tidak boleh nyentana pun dapat menjadi sebuah ide cerita. Begitu pula dengan isu kesetaraan gender yang dapat digali untuk dijadikan materi penulisan cerpen.

“Nanti silahkan itu dikembangkan lagi seperti apa jadinya bila diceritakan dalam dunia fiksi,” kata Made Metera.

Dibukukan

Putu Juli Sastrawan dari Lingkar Studi Denpasar(LSD) mengatakan, tujuan program ini untuk melihat adakah sastra (dalam hal ini cerpen) menangkap transformasi kota, baik di dalamnya krisis eksistensial kewargaan, urbanisme, dan kegelisahan atas berbagai perubahan fisik dan sosial yang terjadi pada kota, khususnya kota Singaraja.

Cerpenis Gde Aryantha Soethama saat memberikan arahan dalam workshop menulis cerpen Membaca Kota Mengeja Kita di Komunitas Mahima Singaraja

20 karya yang telah diterima itu nantinya akan dicetak dalam sebuah buku kumpulan cerpen. “Tapi sebelum dibukukan, karya dari teman-tman ini harus direvisi dulu, supaya lahir produk yang bagus. Itulah alasan kami melibatkan cerpenis yang sudah mumpuni untuk membatu memberikan masukan untuk karya yang lebih baik dan jadi,” kata Juli Sastrawan.[T][DP/*]

Palus Bukit Jambul | Cerpen Gde Aryantha Soethama
Singaraja, Mahima, dan Tatkala | Dari Masa Lalu ke Masa Depan
Tags: CerpenGde Aryantha SoethamaKomunitas MahimaKota SingarajaLingkar Studi Sastra DenpasarMade Adnyana Ole
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Harakat Warna Hardiman

Next Post

Model Revitalisasi Bahasa Daerah

Dian Pratiwi

Dian Pratiwi

Penyiar, pegiat film. Sembari kuliah jurusan Komunikasi di UT, ia belajar jadi penulis di tatkala.co dan Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

Read moreDetails

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails
Next Post
Model Revitalisasi Bahasa Daerah

Model Revitalisasi Bahasa Daerah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co