2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merpati Merah | Cerpen IBW Widiasa Keniten

IBW Widiasa Keniten by IBW Widiasa Keniten
December 10, 2022
in Cerpen
Merpati Merah | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Ilustrasi tatkala.co

TETANGGA sebelah rumahku gemar memelihara merpati. Ia pecinta merpati. Beberapa penyuka merpati berkunjung ke rumahnya. Ia memang mengembangkan merpati. Ia blasterkan beberapa jenis merpati. Merpati khas Bali dikawinkan dengan merpati Jawa. Hasilnya lumayan juga. Jual-beli merpati terjadi di rumahnya. Terkadang memanfaatkan teknologi, ia share di FB agar datang pembeli ke rumahnya.

Merpati-merpati miliknya memang dikenal karena gesit terbangnya. Terkadang sampai meninggi dipeluk awan. Mata tetangga sebelah rumahku itu menatap ke langit. Matanya dimanjakan oleh liukkan merpati, lebih-lebih saat merpatinya menyatu dengan merpati lain.

Ia suka berlama-lama menungu merpatinya terbang. Wajahnya sumringah saat merpati itu bisa terbang tinggi. Itu pertanda merpatinya berkualitas. Ada satu merpati yang tak pernah dilepas kepada siapapun.

Merpati merah. Merpati hasil kawin persilangan itu. Saat terbang, merpati merah itu menuntun merpati-merpati lainnya. Ia meliukkan tubuhnya, merpati lainnya akan meliukkan tubuh juga. Jadilah ia idola di kalangan merpati. Suaranya juga berbeda dengan merpati-merpati lainnya.

“Kwakkwak kruk! Kwakkwak kruuuuuuuuuuuuuuuk Kwak kruuuuuuuuuuuuuuuuuuuk!” Suaranya memanjang. Itu digemari oleh pencita merpati. Ekornya dikibas-kibaskannya.

Jika terbang sampai larut petang, dapat dipastikan akan ada merpati lain masuk dalam perangkapnya. Entah sudah beberapa merpati menjadi cundang. Rata-rata cundangnya berbulu hitam putih. Ekornya putih, kepalanya hitam atau sebaliknya. Senanglah pemilik merpati merah itu, ada dua kemungkinan cundangnya dijadikan lawar atau dijual kembali. Istrinya akan merasa suka jika dijual. Berbeda dengannya. Ia lebih suka kalau dijadikan lawar karena tuak asli sudah siap untuk menjadi temannya.

Dikisahkan kemudian ada seorang pecinta merpati lain. Pecinta merpati itu mengerahkan berbagai upaya agar bisa memilik merpati merah itu. Tak tanggung-tanggung jutaan uang berani dikeluarkan jika merpati merah itu dilepas. Tapi pemiliknya  hanya menjawabnya dengan senyuman.

“Jika ini kulepas, sama artinya tak sempat membuat lawar merpati.” Ia tertawa saat menyampaikan hal itu.

Gronong merpati merah juga khusus dibuatkan. Ia pesan gronong yang terbuat dari kuningan dengan khiasan naga yang sedang mengeluarkan apinya. Naga api itu diyakini bisa membutakan hati merpati yang masuk perangkapnya.

“Sudahlah. Yang lain saja dibeli. Jangan merpati merah ini. Tak baik menjual yang sudah banyak berjasa pada perjalanan hidup.”

Pecinta merpati merah yang ngotot ingin membeli merpati itu pulang. Ia tak mau menyerah karena merpati peliharaannya tak ada yang memiliki kelebihan dari merpati merah itu. Padahal, sudah beberapa kali melakukan perkawinan silang juga tidak ada yang menetaskan merpati merah. Induknya sudah merah-merah, yang menetas kebanyakan hitam putih.

“Ada yang salah dengan perkawinannya. Perkawianan tidak ada yang salah. Yang salah memadukan perkawinan,” bisiknya. “Ah, tidak boleh menyerah sebelum berhasil.”

Ia kemudian mengintip cara pemilik merpati mengawinkan merpati merah agar unggul dalam merebut hati merpati lainnya.

Senja itu, ia pura-pura ke rumah si pemilik merpati untuk menikmati lawar merpati. Tuak satu jirigen berada di sampingnya. Aroma lawar menyengat hidung. Air liurnya dirasakannya mau keluar.

“Silakan dicoba. Sudah kusembahkan lawar ini. Tadi istriku sudah mebanten. Tak usah ragu. mari menikmati tuak dengan lawar merpati.”

Lelaki pencinta merpati merah terdiam. Ia berpikir, “Apa bedanya dengan memakan merpatiku?”

Ia tak mau menggerakkan tangannya untuk mencicipi lawar merpati. Ia merasakan cintanya telah dicabik-cabik dengan ratusan kali suara kapak. Dengan puluhan kali tangan meremukkan cintanya pada merpati. Burung simbol perdamaian itu dirasakannya tak mampu bersuara lagi. Ia tinggalkan tempat pemilik merpati merah. Hatinya hanya satu bisa memiliki merpati merah.

“Maaf, untuk yang satu ini. Tiang tak mau. Mungkin lain kali bisa bersama menikmati lawar. Permisi, tiang pamit pulang.”

Bau tuak dan lawar merpati menguntit perjalanan pencinta merpati itu. Ia seperti dikejar- kejar  dengan beragam warna merpati. Ia seakan merasakan agar merpati-merpati itu dibebaskan dari kurungan.

“Ah, kenapa aku ini terbius dengan merpati merah saja. Apa karena setiap ia terbang selalu medapatkan cundang atau ada hal lain?”

Senja itu, pecinta merpati merah itu berupaya menenangkan hatinya. Ia lepaskan sekian keinginan tentang merpati merah. Setiap ada merpati yang melintas di atas rumahnya ia pura-pura tak mendengarnya. Istrinya mendekatinya, “Tumben tak tergoda sama merpati?”

Ia tersenyum tipis. “Tak selamanya terikat pada sebuah keinginan. Keinginan selalu mengikat pikiran. Senja ini, Beli mau melepaskan segala keinginan tentang merpati. Beli ingin menyendiri. “

“Menyendiri Beli? Aku ini istrimu. Memangnya Beli tak menganggap penting seorang istri? Kalau tiang tahu seperti ini, pasti tiang menolak cinta Beli. Untuk apa? Sekarang sudah memudar? Itu cintamu sudah diterbangkan merpati begitu khan? Dasar lelaki ingin menang sendiri. Baiklah kalau begitu, tiang pamit saja dari sini!”

“Waduh, bukan ketenangan yang Beli dapatkan justru sebaliknya. Bukan itu maksudnya? Beli ingin melihat diri Beli sendiri. Kenapa keinginan Beli pada merpati merah tak bisa diputuskan?”

“Ah, itu hanya alasan saja. Sudah, tiang mau kembali ke rumah asal.”

“Tidak bisa.” Laki-laki pecinta merpati itu cepat-cepat memeluknya. Ia tak mau kehilangan istrinya. Belahan hatinya tak boleh sakit. Istri yang telah menjaganya selama ini tak boleh tersakiti karena sebuah keinginan pada merpati merah. Ketenangan istrinya kembali pulih. Laki-laki pecinta merpati merah melupakan keinginannya pada merpati merah.

Malam memanggil. Keduanya menikmati malam. Lak-laki pecinta merpati merah itu terbawa ke dunia merpati merah. Ia lihat merpati merah menari-mari di pelupuk matanya, bulunya merah menyala. Matanya menjadi silau. Kamarnya dipenuhi dengan warna merah. Paruh merpati terbuka. Tubuhnya tertelan. “Di mana aku ini?” bisiknya.

“Di dunia merpati. Keinginanmu telah kutelan. Lihatlah di sana!” Ia baca di jantung merpati tertulis namanya beserta keinginannya. ”Jika keinginanmu memenuhi jantungmu? Apa yang terjadi?”

“Mati,” jawabnya singkat.

“Kalau sudah tahu seperti itu, kenapa tidak kau urungkan keinginanmu pada merpati merah?”

“Aku ingin mendapatkan cundang.”

“Berarti?”

“Tidak bisa.”

“Kalau begitu, mana yang kau pilih. Jantung apa keinginan?”

Laki-laki pencinta merpati itu meraba istrinya. “Bangun Bu, Bangun Bu!”

“Ah, Beli sudah tua masih saja berkeinginan.”

“Ini jantungku Bu.”

Istri terperanjat. Ia tahu suaminya pernah terganggu pada jantungnya. [T]

Catatan:

Beli: kakak

Tiang: saya

Mebanten: menghaturkan sajen

[][][]

KLIK untuk baca CERPEN lainnya

Wanita Senja
Dua Tokoh, Dua Cerita Rakyat
Negeri Kopi
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merdeka Belajar di SMPN 2 Sawan: Belajar Memasak Dulu, Bikin Bazar Kemudian

Next Post

Dari Desa Gobleg ke Taman Yowana Asri Singaraja, Permainan Gangsing Terus Berputar

IBW Widiasa Keniten

IBW Widiasa Keniten

Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten lahir di Geria Gelumpang, Karangasem. 20 Januari 1967. Buku-buku yang sudah ditulisnya berupa karya sastra maupun kajian sastra. Pemenang Pertama Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013 dan Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan Tahun 2013 dari Presiden, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu, 27 November 2013 di Istora Senayan Jakarta. Tahun 2014 ikut Program Kunjungan (Benchmarking) ke Jerman, selanjutnya ke Paris (Prancis), Belgia, dan Amsterdam (Belanda). 2014 menerima penghargaan Widya Kusuma dari Gubernur Bali. Tahun 2015 memeroleh Widya Pataka atas bukunya Jro Lalung Ngutah.

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Dari Desa Gobleg ke Taman Yowana Asri Singaraja, Permainan Gangsing Terus Berputar

Dari Desa Gobleg ke Taman Yowana Asri Singaraja, Permainan Gangsing Terus Berputar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co