8 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sang Meraga Melik | Cerpen Made Eva Trisna Dewi

Made Eva Trisna Dewi by Made Eva Trisna Dewi
December 24, 2022
in Cerpen
Sang Meraga Melik | Cerpen Made Eva Trisna Dewi

Ilustrasi: Eva Trisna

TIBA-TIBA sosok besar itu berada di depanku. Aku menjerit.

“Ada apa?” tanya kekasihku. Ia kaget.

Aku tak menjawab. Tubuhku menggigil. Dan aku hanya menunjuk-nunjuk ke depan. Kekasihku kebingungan.  Peristiwa seperti itu sering terjadi, dan kekasihku menganggap aku aneh.

Kekasihku akhirnya meninggalkan aku.   

[][][]

AKU MELIK. Aku bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang biasa. Aku bisa merasakan sesuatu yang tidak mampu dirasakan orang lain. Aku mampu mendengar suara yang tidak terdengar oleh orang lain.

Bagiku, ini adalah kehidupan yang sulit. 

Awalnya hidupku normal saja. Aku tak tahu apa itu melik. Namun tepat saat usiaku 19 tahun, aku mulai merasakan hal-hal tidak biasa di sekitarku. Aku mulai sering bermimpi aneh-aneh dan menyeramkan. Bahkan setiap malam aku ketindihan. Dan aku selalu terbangun pada jam yang sama. Jam 03.00 pagi.

“Ah paling cuma kebetulan,” kataku selalu.

Awalnya aku tidak ambil pusing. Namun peristiwa aneh menimpaku selalu, tak putus-putus.

Suatu malam, aku ketindihan lagi. Badanku tidak bisa digerakkan. Dalam mimpi aku didatangi sosok dengan wujud menyeramkan. Lidah yang panjang. Mata yang begitu besar. Dan memiliki caling yang panjang.

Sosok seram itu sedang menari-nari di depanku. Aku ingat, orang-orang menyebut sosok seperti itu dengan nama Ratu Niang Mas Mecaling,

Aku sadar bahwa itu mimpi. Awalnya sosok itu jauh di depanku. Saat aku berkedip sosok itu semakin dekat, semakin dekat, hingga sampai di depanku. Aku berusaha untuk berteriak dan menggerakan badan. Aku hendak bangun dari mimpi. Dan ketika sosok itu mengusap kepalaku, aku pun terbangun.

Setelah bangun dari mimpi aneh itu, badanku terasa lelah. Napas terasa berat seperti habis berlarian. Aku tengok jam di ponselku. Pukul 03.00 pagi.

 “Kenapa ya, aku bangunnya jam tiga pagi terus?!” batinku.

Aku tak langsung tidur lagi. Aku takut jika sosok itu kembali mendatangiku. Karena takut aku terus berdoa di dalam hatiku, melafalkan bait-bait puja trisandya agar kembali tenang. Aku pun tertidur kembali.

[][][]

Matahari terbit. Ayam mulai berkokok. Aku dengan cepat bangun dari tempat tidur dan segera menceritakan mimpi yang mengerikan itu kepada ibuku.

“Bu, saya mimpi didatangi Ratu Niang Mas Mecaling tadi pagi,” kataku.

 “Nggak apa, cuma mimpi, jangan dianggap serius!” sahut Ibu dengan agak ragu-ragu.

Aku kembali ke kamar dengan perasaan agak lega dan melanjutkan aktifitas. Yah, sebagai mahasiswa aku harus mengerjakan tugas-tugas kuiah yang bertumpuk-tumpuk.

Di kampus, saat mengikuti kuliah, aku tiba-tiba pusing. Aku putuskan untuk minta izin untuk tak ikut kuliah. Aku pulang dan beristirahat di rumah.

Selama satu minggu aku layaknya mayat hidup hanya terbaring di tempat tidur dengan tatapan mata yang kosong. Aku tidak bisa berjalan maupun duduk. Hidung, mulut, telingaku mengeluarkan darah pekat.

Karena tidak ada tanda-tanda sembuh, Ibu memutuskan untuk mengajakku ke rumah sakit.

“Bli, ayo antar Made ke rumah sakit. Saya takut jika terus-terusan begini, setidaknya supaya ia dapat infus, karena tak ada makanan yang masuk ke tubuhnya,” kata Ibu pada Ayah.

Dengan mobil pinjaman pamanku, aku dan keluarga pergi ke rumah sakit. Aku dimasukan ke ruang UGD. Di ruang itu aku mengikuti beberapa test, salah satu test yang aku ingat adalah test darah. Perawat menyuntikan jarum di tangan kananku dan mengambil darah untuk dites di laboratorium.

Setelah menunggu beberapa menit dokter dan perawat mendatangiku dan keluargaku. Mereka memberikan hasil test itu, dan mengatakan bahwa aku dalam keadaan normal, tidak sedang mengalami sakit apa pun dan bisa dikatakan aku sehat. Sontak keluargaku terkejut dengan pernyataan dokter,

“Dok, apa benar anak saya sehat? Anak saya sudah seminggu tidak bisa duduk,  tidak bisa berjalan, bahkan mengeluarkan darah dari telinga,” kata Ibu.

 Dokter menjawab dengan penuh keyakinan sambil memberikan kertas hasil test laboratorium, “Nggih, Bu, dari hasil test laboratorium anak ibu sehat, tidak mengalami sakit.” Dengan penuh keraguan dan kebingungan aku dan keluargaku pulang ke rumah. Disepakatilah untuk sementara aku dirawat di rumah saja.

[][][]

Setelah sempat dirawat di rumah, aku kemudian dibawa ke seorang balian. Aku dibopong dari mobil hingga ke tempat balian itu karena kondisiku yang masih lemas, tidak bisa duduk maupun berjalan.

Sampai di tempat balian aku dan keluargaku melakukan persembahyangan terlebih dahulu, meminta petunjuk agar menemukan titik terang untuk kesembuhanku. Tibalah giliranku untuk ditamba.

Balian itu melihatku cukup lama dan berkata, “Anak ini pernah di-tebusin, Bli?”

 “Tidak pernah, Jro. Nebusin napi nggih?” kata ayahku terbata-bata

Balian itu menghela napas mengatakan bahwa aku memiliki lidah poleng yang hanya bisa dilihat secara niskala. Artinya aku melik.

“Bli, anak ini memiliki kelebihan. Hal yang menyebabkan dia sakit seperti sekarang karena dia disukai oleh makhluk halus. Segera di-tebusin, Bli, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata balian itu.

Balian itu juga menjelaskan hal-hal yang mungkin terjadi jika aku tidak segera melakukan upacara penebusan itu. Misalnya aku bisa memiliki umur pendek, kesialan dan sakit yang mungkin tidak bisa disembuhkan dengan cara medis.

Orang tuaku kemudian menyanggupi untuk melakukan upacara penebusan di Karangasem kampung halamanku, dan di Pura Dalem, dekat dengan tempatku tinggal.

Aku pun melewati berbagai prosesi penebusan, pengelukatan melik, pembersihan rumah dan pembersihan diri. Semuanya kujalani agar hal-hal yang menggangguku tidak menempel padaku. Setelah menjalani semua itu kondisiku mulai membaik tidak seperti awal ketika aku sakit, aku sudah mulai bisa berjalan, duduk bahkan memakan makanan kesukaanku.

Namun aku masih bisa melihat, mendengarkan dan merasakan hal-hal yang tidak bisa dirasakan orang lain. Aku masih bisa melihat sosok pria berbadan tinggi hitam di dekat rumahku, aku juga masih bisa mendengar hal-hal aneh seperti gerutu dan suara nafas seseorang di telingaku. Beruntung mereka, makhluk-makhluk aneh itu, hanya memperhatikanku dari jauh dan tidak menggangguku, tetapi tetap saja aku cukup sulit untuk pura-pura tidak melihat dan mengabaikannya.

Terkadang aku juga masih bermimpi hal-hal aneh. Aku bermimpi semua gigiku lepas dan mimpi itu datang dua kali dengan jangka waktu yang cukup dekat. Orang-orang percaya bahwa mimpi seperti itu adalah pertanda buruk, seperti bisa aaja dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan keluarga atau orang-orang terdekat akan meninggal.

[][][]

Dan benar saja sebulan kemudian bibi dan nenekku meninggal dalam waktu dekat. Bibiku tidak menderita sakit yang lama. Hari itu dia dibawa ke rumah sakit dan hari itu juga dia meninggal. Penyebabnya adalah diabetes dan ada komplikasi dengan jantungnya.

Sedangkan nenekku memang sudah tua dan dia meninggal dalam keadaan covid. Aku juga pernah bermimpi ada bayi yang datang kerumahku dan memanggil-manggil orang tuaku, setelah dicari-cari ibuku teringat bahwa dia pernah tidak sengaja menggugurkan kandungannya sebelum aku ada, dan belum pernah melakukan prosesi ngelungah untuk bayi keguguran. Artinya sudah 20 tahun lamanya kandungan itu belum diupacarai, janinnya belum berbentuk, wujudnya hanya darah ketika keguguran.

Agar menemukan titik terang aku keluargaku dan saudara-saudaraku mepeluasin nenekku, bibiku, dan bayi keruron ini, karena kebetulan saat itu akan ada ngaben masal di kampung halamanku Karangasem.

Saat mepeluasin hal itu dikatakan benar, bayi yang sebenarnya menjadi kakakku mengatakan dia sudah memiliki nama yaitu Bayu Neke. Saat mepeluasin itu juga dia memanggil-manggil orang tuaku meminta untuk ikut diupacarai saat pengabenan di Karangasem. Dan orangtuaku menyanggupi hal itu agar dia dapat beristirahat dengan tenang di alamnya. Aku kemudian menjalani aktivitasku seperti biasa.

Dari apa yang terjadi padaku, ada banyak hal yang dapat aku pelajari dan ketahui. Terutama ketika aku jatuh sakit. Aku mengetahui betul siapa saja yang peduli padaku dan keluargaku.

Sampai saat ini aku berusaha untuk menerima apa yang menjadi kelebihanku, sampai saat ini pun aku masih bertanya-tanya apakah pemberian ini merupakan anugerah atau kutukan untukku.

[][][]

Di kampus, ada seorang lelaki mendekatiku.  Ia seorang mahasiswa yang tampan.

“Maukah kamu menjadi kekasihku?’ tanya lelaki itu.

Aku berpikir panjang untuk menjawabnya.

“Maukah kamu jadi kekasihku?” tanya lelaki itu lagi.

Aku suka pada lelaki itu. Namun aku tak bernai menjawab. Aku masih ingat kekasihku yang dulu, yang menganggap aku aneh, dan meninggalkanku begitu saja. [T]

[][][]

BACA cerpen-cerpen lain

“Sakit Gegaen Anak” | Cerpen Putu Arya Nugraha
Luh Jalir | Cerpen Mas Ruscitadewi
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melompati Ruang Batas, Pembelajaran Bersahabat dengan Alam

Next Post

Pameran Flowers On Paper: Penyatuan Kertas Daur Ulang dan Bunga-Bunga Kecintaan

Made Eva Trisna Dewi

Made Eva Trisna Dewi

Lahir di Denpasar, 28 November 2002 menempuh pendidikan di UNIVERSITAS PGRI MAHADEWA INDONESIA dengan konsentrasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Menggemari musik membaca novel.

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Flowers On Paper: Penyatuan Kertas Daur Ulang dan Bunga-Bunga Kecintaan

Pameran Flowers On Paper: Penyatuan Kertas Daur Ulang dan Bunga-Bunga Kecintaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis
Pendidikan

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

“J’aime atau je n’aime pas?” PERTANYAAN itu terdengar beberapa kali di LSPR Bali pada Senin, 28 September 2026. Saat itu,...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co