Cerpen: Ayu Sugiharti Pratiwi ___ “Bli De, Bli De…” Sudah sejak bangun tidur Gek Istri menyebut-nyebut nama suaminya sambil memetik...
Read moreDetailsCerpen: Putri Handayani “Cinta tidak datang pada ia yang diam, cinta datang pada ia yang mengejar. Setuju semeton?” Kemudian, jemarinya...
Read moreDetailsCerpen: Arya Lawa Manuaba Sejak divonis tuli total dua tahun silam, mbah selalu mengaku mendengar suara genderang setiap hari. Padahal...
Read moreDetailsJam satu dini hari. Aku ingin bertemu denganmu. Kepalaku sakit, Sri. Sakit yang menusuk, hingga ke hati. Wisnu lupa, betapa...
Read moreDetailsCerpen Made Suarbawa Jabatan sebagai Pekaseh1 menjadikan Sadra bukan lagi petani biasa seperti tahun-tahun sebelumnya. Dia memiliki kesibukan menjalankan tugas...
Read moreDetailsCerpen Agus Darmita Wirawan Lelaki itu tampak dalam kecemasan. Pagi itu ia duduk di beranda ditemani secangkir kopi kental manis...
Read moreDetailsCerpen: Satia Guna ~Aku lupa dengan berapa jumlah jariku, aku lupa dengan nasi yang tadi aku makan, aku juga lupa...
Read moreDetailsCerpen: Geg Ary Suharsani . Subuh berlalu, sisakan anyir angin, jantung tak berdetak, ingatan mimpi buruk. keringat dingin mengalir -...
Read moreDetails(Jatuh Cinta Sendirian) Teruntuk pembaca, aku tak tahu harus menulis di mana lagi. Cerita tentang kami seolah tak pernah habis....
Read moreDetailsDi sisi jenazah ibu, satu anak, di antara sepuluh anak yang menangis, bercerita tentang pisang: Ibu selalu menjinjing sesisir pisang...
Read moreDetailsCerpen: Arya Lawa Manuaba Dukun itu berkata, hanya buah lango yang bisa mengobati sakitku yang sudah kronis. Sakitnya bukan kepalang....
Read moreDetailsCerpen: Ida Bagus Adnyana Hari Raya Nyepi masih satu minggu lagi. Biasanya di masa seperti ini, tiap bale banjar di...
Read moreDetailsDi mana-mana tebalnya langit selalu sama, begitu juga jaraknya dengan bumi, baik dengan bumi bagian selatan maupun bagian utara. Yang...
Read moreDetailsMusim ini adalah nasib buruk bagi kami. Di luar, angin begitu kencang. Dedaunan berbaring di sepanjang jalan, toko-toko tutup lebih...
Read moreDetailsAdikku Nohan tak pernah berhenti mematuk-matukkan jemarinya ke layar ponsel. Bocah empat belas tahun itu sesekali menggoyang-goyangkan ponsel putihnya, lalu...
Read moreDetailsSebulan sekali ia pergi ke Gianyar, ke Kantor Pos mengambil uang pensiunan. Bulan lalu, tumben ia datang terlambat. Biasanya pukul...
Read moreDetailsDi hadapanku berdiri bangunan megah. Demikian indah. Penuh cahaya. Perasaanku sungguh damai. Awan berarak putih seputih kapas. Wajah orang-orang yang...
Read moreDetailsAku sempoyongan digelandang warga. Mereka memukul dan menendang. Sri tampak terdiam di atas kasur dipan bambu itu. Diluar rumah Mbah...
Read moreDetails“Begitu inginkah kau mendengar penggalan cerita itu? Tidakkah keinginan itu terhapus oleh waktu yang telah bertahun-tahun berlalu sejak terakhir kau...
Read moreDetailsPULUNG menatap sobekan koran di hadapannya. Entah koran tertanggal berapa. Entah dari mana Pulung mendapatkannya. Sepanjang hari selalu dia sempatkan...
Read moreDetails“Sebelum Tsai’Lun menemukan kertas, dan Johann Gutenberg menemukan mesin ketik, kekasihku, peradaban ini dibangun oleh segulungan kisah dongeng. Dan kali...
Read moreDetailsJero, jero anak lanang, bagus genjing Wantah titiang widyadari, Ken Sulasih parab titiang Napi wenten ngambil busanan titiange Titiang nyadia...
Read moreDetailsKetika awan biru tegak di puncak purnama, satu hal membujang ke dalam rumah yang selalu datang ke separuh malam, dan...
Read moreDetailsSenja di bulan Februari. Di teras tak bernyawa, di bawah langit yang selalu memberi warna jingga, seorang wanita mengadu pilu. ...
Read moreDetailsSUARA mesin grinder biji kopi, aroma biji kopi yang telah menjadi bubuk, lagu pop barat yang membosankan. Dan orang-orang yang...
Read moreDetailsISAK tangis terdengar dari sel A Rumah Sakit Cipta Bakti. Tangisan semakin mendekat melintasi setiap lorong-lorong rumah sakit. Satu persatu...
Read moreDetailsCerpen: Putu Oka Suardana KAWAN, suatu hari nanti kuingin kau untuk singgah di kotaku. Kotaku memang kecil, tidak seperti...
Read moreDetailsCerpen: Muhamad Kusuma Gotansyah CERITA ini berlangsung lambat, seperti lift berisi delapan orang yang menjadi latar tempat cerita ini....
Read moreDetailsCerpen: Ahmad Anif Alhaki “Selamat pagi anak-anak!” Ibu Tejo memasuki kelas, dan mengagetkan para siswa yang tengah asyik bermain...
Read moreDetailsCerpen: Yogi Periawan LELAKI itu masih saja mengaduk bubur terasi. Menjelang matahari tenggelam, bau tak sedap selalu menusuk hidung. Entah...
Read moreDetailsKITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...
Read moreDetailsPendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...
Read moreDetailsSETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...
Read moreDetails

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...
PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...
ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....
KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co